Sabitlenmiş Tweet
titik
15.2K posts

titik retweetledi
titik retweetledi
titik retweetledi
titik retweetledi
titik retweetledi
titik retweetledi
titik retweetledi
titik retweetledi
titik retweetledi

Orang masuk altcoin: "wkwkwkwk dasar bocil dungu, ngapain beli koin samp*h ga jelas?
Crypto tuh ujungnya skem doang, judi dibungkus teknologi, manipulasi bandar. Mending nabung emas dek 🤡"
Orang masuk bluechip crypto (BTC/ETH): "Wajar lah namanya juga investasi, ada naik ada turun. Fundamentalnya kuat, adopsi institusi masif, ETF udah approve. Ayo serok pakai uang dingin, DCA konsisten bla bla bla"
Orang nyangkut di saham bank (BBCA, BBRI, BMRI, BBNI) semua merah berjamaah: "Dilema nih guys, mau cutloss tapi fundamental ATH, ga cutloss turun terus 😭 minta saran dong"
Komentar netizen : "Sabar bro, hold aja, fundamentalnya kuat kok, BUMN ini, dividend yield mantap, average down terus" 😹😹😹😹
Coba kalo yang nyangkut holder shitcoin atau altcoin crypto : "MAKANYA JANGAN J*DI G*BL*K, UDAH GUE BILANG CRYPTO HARAM" 🤣
Lucu kan? Sama² merah, dan sama² nyangkut, sama² nanya "cutloss apa hold bang?"
tapi respon netizen beda 180 derajat tergantung instrumennya apa.
Saham turun = "Diskon, kesempatan emas, fundamental kuat"
Crypto turun = "Tuh kan gue bilang juga apa, skem"
Padahal dua² nya sama: beli aset, harganya turun, holder galau. Bedanya cuma satu dilegitimasi OJK, satunya enggak , itu doang.
Prinsip sakral orang Indonesia tetap berlaku:
- Rugi di saham = "lagi konsolidasi, fundamental ATH"
- Rugi di crypto = "makanya jangan judi"
- Untung di saham = "investor cerdas, financial freedom"
- Untung di crypto = "hoki doang, ujungnya bakal balik miskin"

Indonesia
titik retweetledi
titik retweetledi














