ZooM-Plus

5.2K posts

ZooM-Plus

ZooM-Plus

@FahriMP

male

Riau, Indonesia Katılım Haziran 2013
251 Takip Edilen30 Takipçiler
ZooM-Plus
ZooM-Plus@FahriMP·
Lihat video Maju Indonesia! #TikTok @maju.idn/video/7635276155066567954?_r=1&u_code=ea2624a242gk8e®ion=ID&mid=7635276221492103957&preview_pb=0&sharer_language=id&_d=ea23fahj1g1lcg&share_item_id=7635276155066567954&source=h5_t×tamp=1778998197&user_id=7277813439933957122&sec_user_id=MS4wLjABAAAAjQdKi-8m-6U8NGpR4BiqieP75W9CinVfR2HTVnHHa9j1KR6UasvIdK0D1GU_G5aM&item_author_type=2&social_share_type=0&utm_source=twitter&utm_campaign=client_share&utm_medium=android&share_iid=7636961393753949973&share_link_id=2c8f8f99-04a0-4254-a6aa-c8af08d19ea6&share_app_id=1180&ugbiz_name=MAIN&ug_btm=b2001&sp_root_share_link_id=2c8f8f99-04a0-4254-a6aa-c8af08d19ea6&link_reflow_popup_iteration_sharer=%7B%22click_empty_to_play%22%3A1%2C%22dynamic_cover%22%3A1%2C%22follow_to_play_duration%22%3A-1.0%2C%22profile_clickable%22%3A1%7D&enable_checksum=1&sp_level=1&sp_root_u=ea2624a242gk8e&sp_root_d=ea23fahj1g1lcg" target="_blank" rel="nofollow noopener">tiktok.com/@maju.idn/vide…
Indonesia
0
0
0
3
ZooM-Plus
ZooM-Plus@FahriMP·
Emang itulah "khilafah" bukan Khalifah lo bro, yg dilaksanakan Iran 🇮🇷 para Ulama2 (bukan satu, kolektif collegial) diberi tempat sebagai Ulil Albab yg disebut berulangkali dlm Qur'an juga di buat sebagai referensi dalam sumber penentu hukum bukan seperti Raja2 Arabia....
Anonymous@indonesiaeffort

@FahriMP Khilafah itu bukan negara daulah. Itu tipuan dan pembelokan agar islam tidak kunjung bangkit. Khilafah itu adalah jemaah dakwahnya Nabi SAW yang melanjutkan kerja Nabi SAW, hanya ini yg mampu membangkitkan islam. Negara daulah mau khilafah pun, tidak mampu bangkitkan islam.

Indonesia
1
0
0
18
ZooM-Plus
ZooM-Plus@FahriMP·
Bro, Demokrasi, otokrasi, monarchi atau Sosialis sami mawon ... Sekalipun "khilafah" masih terbenam (sengaja dibenamkan oleh sebagian penganutnya) oleh penganut diatas tetap harus dicita2kan (ingat itu adalah ajaran). Setuju atau tidak ya terserah.. Minimal contoh nya IRAN🇮🇷
Anonymous@indonesiaeffort

@FahriMP Demokrasi jangan lihat proseduralnya tapi lihat esensinya. Demokrasilah bentuk negara yang paling ideal tapi bukan yang disalah guna. Demokrasi sebagai esensi sangat bisa dijalankan tanpa adanya partai politik dan tanpa ada pemilu. Pemilu dipercepat juga tidak masalah.

Indonesia
1
0
0
33
ZooM-Plus
ZooM-Plus@FahriMP·
Jadi pluralisme itu meninggalkan dan memusuhi ISLAM... Bego...
Anak ogi@Anak__Ogi

Ramai po, Ade Armando melawan! PSI Ahmad Ali vs Ade Armando Grace Natalie 🔥 Banyak yg Ade Armando bongkar soal PSI, menurut dia, serangan Grace ke JK ga bisa disebut pribadi Krn bicara sbg dewan pembina. Jadi ga salahkan dari awal kita kaitkan dgn PSI?😁 Lanjut, Ade Armando marah PSI Ahmad Ali tdk beri bantuan ke Grace, jika masih kader dia akan ribut, baginya ini tamparan ke dua setelah dia mundur. Ternyata perintahnya bkn dari Kaesang? Apa cuma ketum boneka?😁 Soal mudur dari PSI, itu pilihan yg HARUS Ade Armando lakukan, ada byk tekanan yg ingin dia dikeluarkan dari PSI Krn TDK sesuai dgn Rebranding PSI, untuk mendekati pemilih2 muslim. Pantas baru-baru ini sering ke pesantren po, sdh mulai main agama ternyata?😁 Lanjut ke Ade Armando, menurut dia PSI skrng sdh mengalami perubahan dari PSI yg lalu. Menurut dia perubahan PSI dimulai ketika Ahmad Ali dkk bergabung, dan terkait dari kasus yg dia alami Ade Armando merasa PSI meninggalkan nilai-nilai lama yg PSI perjuangkan seperti pluralisme dll. Menurut dia teman2 dia yg baru berpikir unk bisa meraih suara-suara kelompok Islam. Apa ini bukan politisasi agama? Jadi benar aja tagar #PSIPolitisasiAgama yg kemarin trending?😁 Partai Jokowi mulai oleng segala cara dilakukan. 1* Yg mau lihat video utuh dan lengkap ada diakun TT Sikumbang jantan. Aku mau tonton lagi, mau cari aplg yg harus netizen tau soal busuknya partainya Jokowi ini.😁

Indonesia
0
0
0
8
King Purwa
King Purwa@BosPurwa·
Terima kasih @bang_dasco atas respon cepatnya me-like postingan di bawah. Saya konsultan eksplorasi migas jd agak sedikit paham situasinya, sudah 5 tahun lebih nganggur gegara minimnya proyek eksplorasi migas ini :) --------- Usulan Peningkatan Survei Eksplorasi Migas Indonesia 5 Kali Lipat dan Sekema Pembiayaanya untuk Mendukung Swasembada BBM dan Kenaikan Lifting 2026–2030 Ringkasan Eksekutif Selama sepuluh tahun terakhir, kegiatan survei eksplorasi migas Indonesia cenderung belum konsisten dan pada beberapa fase masih relatif minim bila dibandingkan dengan kebutuhan penggantian cadangan maupun target peningkatan lifting nasional. Data Ditjen Migas menunjukkan indikator utama eksplorasi yang dipantau pemerintah adalah survei seismik 2D, survei seismik 3D, dan pemboran sumur eksplorasi; sementara SKK Migas sejak lama juga mengakui pertumbuhan kegiatan eksplorasi berjalan lambat. Kondisi ini menjadi penting karena pemerintah menargetkan lifting minyak meningkat bertahap menuju 1 juta barel per hari pada 2030 sebagai bagian dari agenda penguatan ketahanan dan swasembada energi. Karena itu, dibutuhkan lompatan kebijakan berupa peningkatan survei eksplorasi minimal lima kali lipat dari pola kerja tahun-tahun ini, disertai desain pendanaan baru agar eksplorasi tidak mandek hanya karena kontraktor selain Pertamina memiliki keterbatasan modal. Mengapa Disebut Masih Minim Bukti paling kuat datang dari perbandingan historis. SKK Migas pada 2016 menyatakan pertumbuhan kegiatan eksplorasi cukup lambat dan dalam sepuluh tahun rata-rata hanya tiga wilayah kerja eksplorasi per tahun yang berubah status menjadi wilayah kerja produksi. Dalam dialog kinerja eksplorasi, SKK Migas juga menunjukkan biaya eksplorasi turun dari sekitar Rp31,01 triliun pada 2014 menjadi sekitar Rp13 triliun pada 2016; pada saat yang sama jumlah sumur eksplorasi turun dari 96 sumur pada 2012 menjadi 34 sumur pada 2016 Pada sisi akuisisi data, realisasi survei seismik 2D juga pernah turun tajam dari 11.739 km pada 2012 menjadi 5.421 km pada 2016. Walaupun pemerintah kemudian mencatat pemulihan eksplorasi pada beberapa tahun terakhir, fakta bahwa Indonesia masih memiliki puluhan cekungan yang belum disentuh menunjukkan skala kegiatan saat ini masih jauh dari kebutuhan strategis nasional. Ukuran “minim” juga terlihat bila dibandingkan dengan potensi geologi Indonesia. Dari total 128 cekungan migas, hanya 20 yang sudah berproduksi, sementara sebagian besar lainnya belum tergarap atau belum dikembangkan optimal. Dengan struktur potensi seperti itu, level survei yang hanya bertambah secara bertahap belum cukup untuk mengejar penemuan besar, mempercepat appraisal, lalu mengubahnya menjadi lifting dalam horizon lima tahun. Kondisi 2016–2025 Dokumen statistik Ditjen Migas menegaskan bahwa pemerintah secara rutin memantau survei seismik 2D, survei 3D, dan sumur eksplorasi untuk periode 2016 hingga Semester I 2024. Dokumen tersebut juga menjelaskan bahwa seismik 3D memberikan informasi yang lebih akurat dan detail daripada 2D, sementara pengeboran sumur eksplorasi diperlukan untuk membuktikan akumulasi minyak atau gas; secara umum hanya sekitar sepertiga sumur eksplorasi yang berhasil mengonfirmasi keberadaan hidrokarbon. Pada fase lebih mutakhir, Kementerian ESDM menyebut dalam lima tahun terakhir telah dilakukan lebih dari 600 studi geologi dan geofisika, sekitar 48.500 km survei seismik 2D, sekitar 10.000 km2 survei 3D, serta 130 sumur eksplorasi. Ini menunjukkan ada pemulihan, tetapi bila dibagi ke basis tahunan, volumenya masih terbatas untuk negara dengan 128 cekungan dan target lifting 1 juta barel per hari pada 2030. Di 2024 dan 2025, eksplorasi mulai diarahkan lebih kuat ke wilayah frontier dan kawasan timur Indonesia. Pemerintah menyoroti area Buton, Timor, Seram, Aru, dan Papua, sementara sejumlah survei 3D dan 2D baru dilakukan di Kutai, Selat Makassar, Laut Selatan Jawa Timur, dan Seram-Aru. Namun intensitas ini tetap lebih menyerupai percepatan bertahap daripada mobilisasi besar-besaran yang setara dengan agenda swasembada BBM. Prospek 2026–2030 Prospek lima tahun ke depan pada dasarnya terbuka karena target eksplorasi mulai dinaikkan. Untuk 2026, target survei seismik 2D reguler disebut 3.882 km, target 2D open area 6.000 km, target 3D reguler 6.173 km2, target 3D open area 9.896 km2, dan target sumur eksplorasi 39 sumur. Arah ini selaras dengan target lifting minyak yang naik dari 605 ribu barel per hari pada APBN 2025 menjadi 610 ribu barel per hari pada APBN 2026 dan ditujukan meningkat bertahap hingga 1 juta barel per hari pada 2030. Namun secara realistis, peningkatan target tersebut belum cukup bila Indonesia ingin menjadikan eksplorasi sebagai mesin utama swasembada BBM. Bahkan pada 2025, SKK Migas baru membidik 50–60 sumur eksplorasi per tahun untuk mengejar target 1 juta barel, sementara dana eksplorasi yang tersedia disebut hanya sekitar US$1 miliar per tahun. Dengan kata lain, prospek baik memang ada, tetapi tanpa pembesaran skala eksplorasi secara drastis, hasilnya kemungkinan hanya cukup untuk menahan penurunan, bukan menghasilkan lonjakan lifting yang transformasional. Usulan Peningkatan Survei 5 Kali Lipat Usulan ini memakai logika pengganda terhadap ritme kerja yang sekarang sudah direncanakan pemerintah pada 2026. Bila target resmi 2026 menjadi titik acuan, maka sasaran percepatan nasional dapat dirumuskan sebagai berikut. Agar realistis, kenaikan 5 kali lipat tidak perlu dipaksakan penuh sejak tahun pertama. Desain yang lebih operasional adalah fase 2026–2027 untuk membangun data besar-besaran, fase 2027–2028 untuk mempercepat 3D dan appraisal, lalu fase 2028–2030 untuk mengonversi area terbaik menjadi pengeboran eksplorasi dan pengembangan awal. Pendekatan bertahap ini lebih masuk akal karena eksplorasi hingga produksi memerlukan sekitar empat sampai lima tahun sejak wilayah kerja dilelang. Fokus geografis prioritas sebaiknya dibagi tiga. Pertama, cekungan frontier timur Indonesia seperti Seram, Aru, Papua, Timor, dan Buton untuk mengejar temuan raksasa jangka menengah. Kedua, area prospektif yang sudah menunjukkan bukti sistem petroleum seperti Kutai dan Andaman agar temuan baru lebih cepat ditransformasikan menjadi cadangan siap dikembangkan. Ketiga, open area nasional untuk penyediaan bank data geologi-geofisika yang bisa ditawarkan ke investor tanpa mereka harus menanggung seluruh biaya akuisisi data dari nol. Skema Pembiayaan dan Investasi Hambatan utama percepatan eksplorasi adalah modal. SKK Migas menyebut pendanaan eksplorasi yang tersedia hanya sekitar US$1 miliar per tahun, padahal masih ada 65 cekungan yang belum pernah dieksplorasi. Karena itu, bila perusahaan selain Pertamina tidak punya uang cukup, negara perlu memisahkan pembiayaan tahap data, tahap eksplorasi awal, dan tahap pengembangan supaya risiko tidak menumpuk di satu aktor. Skema pertama adalah Dana Eksplorasi Nasional berbasis APBN terbatas, dividen BUMN energi, dan dukungan sovereign financing. Dana ini tidak dipakai untuk membiayai seluruh proyek, melainkan khusus untuk akuisisi data dasar seperti seismik 2D open area, gravity-magnetic, dan regional basin study yang kemudian menjadi aset negara untuk dilelang ke investor. Model ini cocok karena data dasar adalah public good yang manfaatnya lintas investor dan bisa menurunkan biaya masuk blok frontier. Skema kedua adalah cost sharing eksplorasi awal antara negara, Pertamina, dan mitra swasta/asing. Pemerintah menanggung sebagian biaya survei dasar dan de-risking, Pertamina bertindak sebagai anchor investor, sedangkan mitra masuk pada tahap 3D detail, appraisal, atau pemboran setelah prospek terbentuk. Dengan model ini, perusahaan kecil atau menengah tidak harus menanggung risiko penuh sejak tahap nol. Skema ketiga adalah special purpose vehicle atau dana patungan eksplorasi per cekungan. Satu SPV dibentuk untuk satu klaster cekungan, misalnya Seram-Aru atau Papua Selatan, dengan pemegang saham gabungan: Pertamina, INA atau lembaga investasi negara, BUMD strategis, dan mitra asing berteknologi tinggi. SPV lalu menerbitkan instrumen utang proyek atau reserve-linked financing setelah data awal menunjukkan prospek yang cukup layak. Skema keempat adalah carry financing dan farm-out berjenjang. Kontraktor kecil tetap memegang hak partisipasi awal, tetapi biaya survei dan pengeboran dibiayai dulu oleh mitra yang lebih kuat secara modal, lalu pengembaliannya dilakukan dari porsi produksi masa depan bila terjadi temuan komersial. Skema ini relevan untuk blok yang prospeknya baik tetapi operatornya lemah dari sisi neraca keuangan. Skema kelima adalah pembiayaan berbasis jaminan offtake gasuntuk penemuan gas. Banyak temuan gas gagal bergerak karena ketidakpastian pasar dan infrastruktur, sehingga pemerintah perlu menyiapkan kontrak pembelian jangka menengah oleh PLN, pupuk, industri, atau jaringan gas sebagai dasar bankability proyek. Dengan offtake yang lebih pasti, biaya modal eksplorasi hingga pengembangan bisa turun karena risiko komersial berkurang. Rekomendasi Implementasi Agar usulan 5 kali lipat dapat dijalankan tanpa mengguncang fiskal, langkah kebijakannya sebaiknya berurutan. Pertama, pemerintah menetapkan Program Nasional Survei Eksplorasi 2026–2030 dengan prioritas 10–15 cekungan inti dan target tahunan yang terukur. Kedua, negara membiayai akuisisi data open area dan studi regional, sementara pemboran berisiko tinggi dibuka untuk pola ko-investasi dan farm-out. Ketiga, semua data yang dibiayai publik harus masuk ke bank data nasional yang dapat diakses investor melalui mekanisme lelang transparan dan cepat. Keempat, insentif fiskal perlu diikat dengan kewajiban aktivitas nyata: kontraktor yang mendapat kelonggaran split atau insentif pajak harus memenuhi komitmen survei dan pengeboran minimum. Kelima, percepatan perizinan dan kepastian komersialisasi gas harus berjalan paralel, karena tanpa jalur pengembangan, peningkatan survei hanya akan menghasilkan penemuan yang tidak segera meningkatkan lifting. Penutup Masalah inti eksplorasi migas Indonesia bukan sekadar kurangnya potensi, tetapi skala survei dan pembiayaan yang belum sebanding dengan target strategis nasional. Karena target presiden terkait swasembada energi mensyaratkan peningkatan lifting, Indonesia memerlukan lompatan eksplorasi yang jauh lebih besar daripada pola inkremental saat ini. Usulan peningkatan survei lima kali lipat dapat menjadi kerangka kerja yang kredibel bila dijalankan bertahap, difokuskan pada cekungan prioritas, dan ditopang oleh skema pembiayaan campuran yang tidak semata membebani Pertamina atau kontraktor yang lemah modal. Dengan kombinasi data besar-besaran, insentif yang tepat, dan model investasi berbagi risiko, eksplorasi dapat diubah dari aktivitas rutin menjadi instrumen strategis untuk menaikkan lifting migas nasional pada akhir dekade ini.
King Purwa tweet media
King Purwa@BosPurwa

Pak @prabowo @bang_dasco SKKMIgas punya data 128 cekungan migas dan dari jumlah itu ada 65 cekungan yg blm diekplorasi. Stop biaya MBG 1 bulan, gw jamin semua cekungan itu bisa dilakukan survei eksplorasi migas. Panggil kepala SKKMigas, Dirut Pertamina, Semua Operator (Perwakilan KKKS) suruh mereka melakukan survei eksplorasi, klo gak ada duit talangin dulu sama pemerintah toh pada akhirnya juga cost recovery. Pertamina wajibkan 5 kali lipat dari seblumnnya.

Indonesia
5
26
99
10.7K
Opposisi6890
Opposisi6890@Opposisi6890·
Sebangsad ini negara!
Indonesia
49
368
641
12.1K
ZooM-Plus
ZooM-Plus@FahriMP·
Ibarat seekor kuda beban memanggul harta majikan yg kemilauan (asli ataukah tidak) meringkik menapaki jalan, dengan pecut bergetar dipunggung telanjang, dan disetiap perhentian diberi sejumput rumput kering .. nassiiib TerMul....
Dokter Tifa@DokterTifa

TERMUL DIE HARDER IJAZAH JOKOWI TERIAK PALING KERAS, HIDUP JALAN DI TEMPAT Setahun saya mengamati. Perilaku, pernyataan, gerak-gerik para “termul”, mereka yang merasa berdiri paling depan membela ijazah, membela Joko Widodo seolah hidup dan mati mereka ditentukan di sana. Mereka pikir: loyalitas = imbalan teriakan = kenaikan kelas kedekatan = perubahan nasib Tapi realitasnya? Tidak ada yang berubah. Ekonomi tetap. Status sosial tetap. Hidup? jalan di tempat. Bahkan satu yang paling vokal, paling sering tampil, paling “die hard”yang kalau bicara sudah seperti Ahli segala bidang, satu ketika saya temui, mobilnya mobil tua. Bertahun-tahun jadi termul, tak ada yang berubah. Maaf ya termul. Mobil untuk kalian seharusnya bukan sekadar kendaraan. Itu simbol. Simbol bahwa yang kalian kejar, harta, jabatan, tidak pernah benar-benar kalian bisa dapatkan. INI MASALAHNYA: KALIAN SALAH MEMAHAMI KEKUASAAN! Kalian kira kekuasaan itu seperti air hujan, turun ke semua yang berdiri di bawahnya. Padahal tidak. Kekuasaan itu seperti cahaya senter: hanya menyinari segelintir titik. Sisanya? Gelap. Yang naik itu: elite. inner circle. pemilik modal. pengendali sistem. Bukan kalian yang hanya berteriak di luar pagar. Muncul di media bukan berarti punya kuasa. Dekat dengan Jokowi, bolak-balik ke Solo bukan berarti dekat secara realitas. Kalian punya satu hal: suara. Tapi tidak punya: akses. aset. pengaruh nyata. Dan tanpa itu, kalian bukan pemain. Kalian hanya TOA alias pengeras suara. INI YANG PALING MENYAKITKAN Yang paling loyal, seringkali yang paling tidak diangkat. Yang paling keras membela, justru yang paling mudah dilupakan. Kalian habiskan waktu, energi, bahkan HARGA DIRI untuk sesuatu yang tidak pernah dirancang untuk mengangkat kalian. BANGUN! Kalau kalian ingin hidup berubah, jalannya bukan: menjadi pembela bukan menjadi buzzer bukan menjadi penjilat kekuasaan bukan menghinakan diri menjadi Termul. Tapi menjadi: pemilik nilai pemilik skill pemilik aset pemilik posisi tawar Tanpa itu, sekeras apapun kalian berteriak, hidup kalian tetap sunyi. KESIMPULAN PALING TELAK Ini bukan soal siapa penguasa. Bukan soal Joko Widodo atau siapa pun. Ini soal satu KEBODOHAN KOLEKTIF: berharap hidup berubah hanya karena berdiri dekat dengan kekuasaan. Padahal kenyataannya: kalian tidak pernah benar-benar dekat. DAN PADA AKHIRNYA… Sejarah akan mencatat: bukan siapa yang paling keras berteriak, tapi siapa yang benar-benar membangun kekuatan. Dan saat itu tiba, banyak dari kalian akan sadar kalian hanya jadi Uang recehan dalam kaleng yang kalau jatuh bunyinya KROMPYAANG. Yang naik pesawat jet pribadi Tetap Kaesang.

Indonesia
0
0
0
27