Rifani I. Putri

24.3K posts

Rifani I. Putri banner
Rifani I. Putri

Rifani I. Putri

@Fangeg

there’s nothing funny here, it’s just Fani

Jakarta Capital Region Katılım Kasım 2009
408 Takip Edilen565 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
Rifani I. Putri
Rifani I. Putri@Fangeg·
Revisiting the old memories, one moment more. Thank you The Trees & The Wild @TTATW 🩶
Rifani I. Putri tweet media
English
1
0
6
3.3K
Rifani I. Putri retweetledi
Film Indo Source
Film Indo Source@FilmIndoSource·
you seem pretty sad for a girl so in love
Film Indo Source tweet mediaFilm Indo Source tweet media
English
33
1.6K
10K
106.7K
Rifani I. Putri retweetledi
Nasi Darurat Jogja
Nasi Darurat Jogja@nasidaruratJogj·
Kekuatan apa yg melebihi Perasaan Cinta (Love)? Kalau menurut peta kesadaran yg disusun oleh Pak David Hawkins, diatas cinta masih ada : Perasaan Sukacita (Joy), Kedamaian (Peace), dan yang paling tinggi ada Pencerahan (Enlightment) Alasan terkuat (kuat dlm artian betul² mengimani & menjalankan) untuk orang memutuskan pindah agama, ya Pencerahan sih. Atau kalau dalam Islam sering disebut Hidayah.
Nasi Darurat Jogja tweet media
HinduGL@GlHindu

Justru salah satu alasan paling logis untuk pindah agama ya karena cinta. Kekuatan apa di dunia ini yg melebihi cinta? — ucapan seorang jomblo — 😁

Indonesia
11
315
1.4K
27.6K
Rifani I. Putri retweetledi
✒️
✒️@Literariium·
— Warsan Shire
✒️ tweet media
English
3
246
1.2K
43K
Rifani I. Putri retweetledi
Reads with Ravi
Reads with Ravi@readswithravi·
The book. The lesson.
Reads with Ravi tweet mediaReads with Ravi tweet media
English
13
462
2.2K
88.9K
Habis Nonton Film
Habis Nonton Film@HabisNontonFilm·
Confirmed! Ryan Adriandhy sedang mempersiapkan naskah untuk film kedua NA WILLA. Kabarnya di sekuel ini, lebih banyak menggali sisi hubungan Na Willa dengan ayahnya. Mari kita doakan agar lancar!
Habis Nonton Film tweet mediaHabis Nonton Film tweet media
Indonesia
110
816
7.8K
175.5K
Rifani I. Putri retweetledi
Han🍀
Han🍀@0xhanyfa·
Orang cerdas butuh recognition, bukan sekadar instruksi. orang-orang cerdas biasanya resign bukan karena kerjaan, bukan karena gaji. Tapi karena...
Indonesia
41
199
1.7K
84.2K
Rifani I. Putri retweetledi
Angga Fauzan 
Angga Fauzan @angga_fzn·
Gaes pokoknya ati2 kalo nerima nasehat. Soalnya crab mentality di sini serem banget soalnya. Contoh: -> nyuruh kita gausa berteman baik dgn temen kantor, padahal mungkin dianya sendiri yang ga bs berteman atau kebetulan kantornya toxic. -> bilang kalo nyari beasiswa kuliah cuma buat yg kaya2 aja biar kita ga berani nyoba, padahal mungkin dia pernah gagal dan takut insecure kl kita berhasil. Faktanya, byk beasiswa yg dibuka utk siapapun, ga harus org kaya. -> yang lagi rame, ngasi tau kalo IPK dan Organisasi kampus ga penting, padahal bisa jadi karena emang dianya aja yang IPK-nya jeblok dan ga ikut ormawa, padahal ini potensi bgt buat dunia kerja
Indonesia
128
2.6K
11.2K
283K
Habis Nonton Film
Habis Nonton Film@HabisNontonFilm·
Wah wah wah film Laura Basuki yang disutradarai Razka Robby Ertanto akhirnya akan tayang di bioskop Indonesia! 🥹🥹🥹
Habis Nonton Film tweet mediaHabis Nonton Film tweet mediaHabis Nonton Film tweet mediaHabis Nonton Film tweet media
Indonesia
98
416
7.5K
348.8K
Rifani I. Putri retweetledi
M. Ridha Intifadha
M. Ridha Intifadha@RidhaIntifadha·
AMSAL SITEPU BEBAS!!! Hakim menyatakan Amsal tidak terbukti secara sah melakukan tindak pidana sebagaimana didakwakan dalam primer dan dakwaan subsidair Dalam vonis ini, Hakim memutuskan untuk membebaskan terdakwa, dan mengembalikan hak, kedudukan, serta martabatnya
M. Ridha Intifadha tweet media
M. Ridha Intifadha@RidhaIntifadha

Menyimak siaran langsung sidang vonis videografer Amsal Sitepu di PN Medan dari YouTube Kompas TV youtube.com/live/_srK35kOX…

Indonesia
192
2.4K
6.2K
233.1K
Rifani I. Putri retweetledi
Angga Fauzan 
Angga Fauzan @angga_fzn·
Ati2 denger org yang suka ngomong soal, - jangan temenan sama karyawan kantor - gausah baik2 amat di tempat kerja - kerja seperlunya aja, gausah perform2 amat Karena kalo kamunya jadi kesepian, mengucilkan diri di kantor, dianggep jahat dan ga bs kerja dengan bener, mereka2 itu ga bakal tanggung jawab juga. Semua kontekstual banget soalnya. Iya, pasti ada kantor/tim yg toxic, tp faktanya ga semua gitu. Terlebih, punya network yang luas, dipercaya sm temen dan atasan, dikenal krn pencapaiannya, itu bakal ngebantu km utk karir2 berikutnya.
Indonesia
85
1.1K
5K
654.9K
Rifani I. Putri
Rifani I. Putri@Fangeg·
Sungguh tidak menyangka tidak menduga EOM setelah lebaran dengan role baru ini akan bag big bug dar der dor duaarr
GIF
Indonesia
0
0
0
25
Rifani I. Putri retweetledi
Lost In Film
Lost In Film@LostInFilm·
Lost In Film tweet media
ZXX
22
3.6K
12.1K
231.3K
Rifani I. Putri retweetledi
The woman
The woman@Tarmeim·
The woman tweet media
ZXX
24
4K
15.7K
261.1K
Rifani I. Putri retweetledi
Hanif | AI For Productivity
Hanif | AI For Productivity@hanifproduktif·
Kenapa lo procrastinate padahal tau deadline besok? Kenapa lo tetep buka Instagram padahal udah bilang "5 menit lagi"? Kenapa lo bisa naksir orang yang jelas-jelas salah buat lo? Seorang profesor Stanford udah ngejawab semua ini di kuliah gratisnya yang ditonton 15 juta kali.
Hanif | AI For Productivity tweet media
Indonesia
25
2.7K
14K
230.2K
Rifani I. Putri retweetledi
fillainart
fillainart@fillainart·
Kita harus berhenti mereduksi Keluarga Cemara (1996) cuma sebagai tontonan "romantisasi keluarga miskin tapi harmonis" atau poverty porn. karya Arswendo ini sebenarnya adalah antitesis dan kritik struktural terhadap hegemoni Keluarga Cendana di era Orde Baru. Banyak yg gagal paham dan mengira kemiskinan Abah itu diglorifikasi. Padahal, narasi awalnya sangat politis. Abah dulunya pengusaha sukses yg bangkrut karena ditipu rekan bisnisnya. Di era 90-an yg penuh kroniisme dan KKN, hukum itu tumpul. Abah adalah representasi kelas menengah yg dihancurkan oleh sistem yg korup. Kemiskinan keluarga ini bukan "takdir romantis", melainkan korban struktural. Lalu, lihat permainan Oposisi Biner pada namanya: Cendana vs Cemara. Cendana itu eksklusif, mahal, dan wangi—metafora absolut buat oligarki dan sentralisasi kekayaan elit penguasa saat itu. Sementara Cemara (Pine tree) itu daunnya tajam, bisa tumbuh di tanah tandus pinggiran, dan tahan dihantam badai. Cemara adalah simbol resiliensi kelas pekerja (working class). Yg bikin sinetron ini aslinya sangat radikal adalah sikap Abah. Setelah bangkrut, dia bisa aja menjilat penguasa atau main kotor (survival of the fittest ala Orba) buat kaya lagi. Tapi dia memilih turun kelas jadi tukang becak. bukan kepasrahan yg melankolis, ini adalah penolakan secara sadar. Abah menolak berpartisipasi dalam sistem kapitalisme rakus yg nir-moral. Dia lebih milih miskin secara finansial daripada harus mengorbankan integritasnya. Bahkan lirik legendaris "Harta yang paling berharga adalah keluarga" itu bukan sekadar lirik sedih buat ngehibur orang miskin. Itu adalah tamparan ideologis buat Keluarga Cendana yg saat itu sibuk memonopoli proyek negara dan menumpuk kapital. Arswendo mendekonstruksi metrik kesuksesan Orde Baru (Bapak Pembangunan): bahwa martabat dan kewarasan manusia itu gak bisa dibeli oleh negara. Jadi, Keluarga Cemara itu bukan ngajarin kita buat nrimo dan pasrah jadi miskin. karya ini adalah manifesto kultural tentang bagaimana menjaga integritas dan kewarasan di tengah negara yg sedang dirampok oleh elitnya sendiri.
fillainart tweet mediafillainart tweet media
Penikmat Keributan X@uzy__

Cewek cewek feminisme mending dipamerin keluarga cemara atau ngga harmonic relationship Biar makin marah marah dia WKWKWKWKKW

Indonesia
118
4.6K
11.5K
580.6K
Rifani I. Putri retweetledi
Bayu Aji Bandoro
Bayu Aji Bandoro@bayuajibandoro·
Izin saya menambahkan konteks biar diskusinya lebih tajam. Kasus ini bukan cuma soal "jasa editing dihargai Rp 0." Itu memang bagian paling mencolok dan bikin emosi, tapi masalah strukturalnya lebih dalam. Amsal Christy Sitepu itu videografer yang bikin video profil untuk 20 desa di Kabupaten Karo, masing-masing Rp 30 juta. Videonya jadi, sudah tayang di YouTube, dan 20 kepala desa yang jadi saksi di persidangan bilang tidak ada masalah dengan pekerjaannya. Satu pun tidak ada yang komplain. Yang bikin masalah adalah, auditor Inspektorat Karo menetapkan harga wajar cuma Rp 24,1 juta per video. Selisih Rp 5,9 juta dikali 20 desa, jadilah "kerugian negara" Rp 202 juta. Dan di dalam perhitungan RAB versi auditor itu, lima komponen pekerjaan kreatif, yaitu penciptaan ide/konsep, cutting, editing, dubbing, dan penggunaan mic/clip-on, semuanya dipatok Rp 0. Nol. Alasannya? Tidak ada kwitansi fisik pembelian dari pihak ketiga. Karena proses editing itu terjadi di kepala dan di depan layar komputer, bukan beli semen yang ada notanya. Nah, ini yang perlu kita lihat lebih jernih. Logika auditor itu memang cacat, tapi cacatnya bukan karena orangnya bodoh. Cacatnya karena Standar Harga Satuan di hampir semua pemda di Indonesia memang tidak punya acuan untuk menghargai kerja kognitif. Pemda fasih menghitung harga semen per sak, aspal per ton, konsumsi rapat per orang. Tapi tarif per jam kerja editor video? Biaya amortisasi lisensi software editing? Tidak ada pedomannya. Jadi ketika auditor dihadapkan pada komponen yang tidak bisa dibuktikan dengan nota belanja fisik, mereka ambil jalan paling "aman" secara birokrasi, yaitu menolkannya, daripada dianggap subjektif oleh BPK di atasnya nanti. Tapi bukan berarti itu bisa dibenarkan Yah. Menolkan nilai editing sama saja bilang bahwa raw video bisa langsung jadi video koheren tanpa campur tangan manusia. Menolkan ide kreatif sama saja bilang storyboard, konsep visual, dan narasi itu muncul dari udara kosong. Ini penyangkalan total terhadap kekayaan intelektual. Dan ada masalah hukum yang mungkin luput dari perhatian publik. Amsal didakwa pakai Pasal 3 UU Tipikor, yang intinya soal "menyalahgunakan kewenangan karena jabatan." Masalahnya, Amsal itu vendor swasta. Dia tidak pegang jabatan di pemerintahan, tidak punya akses untuk mencairkan dana APBDes, tidak punya wewenang administratif apa pun. Yang punya wewenang otorisasi pencairan dana itu justru kepala desa. Tapi 20 kepala desa itu cuma dijadikan saksi, bukan tersangka. Yang ditahan justru penyedia jasanya. Agak aneh kalau dipikir, ya. Saya nggak bilang Amsal pasti benar seratus persen. Bisa saja ada selisih harga yang perlu dipertanyakan. Tapi kalau memang ada kelebihan bayar, mekanisme koreksinya seharusnya lewat jalur administrasi atau perdata, bukan langsung dilompati jadi pidana korupsi. Apalagi dengan nominal yang kalau dipecah per desa cuma selisih kurang dari Rp 6 juta. Besok, 30 Maret, Komisi III DPR akan gelar RDPU soal kasus ini. Dan vonis dijadwalkan 1 April. Semoga majelis hakim punya keberanian untuk melihat bahwa ada yang salah dengan cara kita menghargai kerja kreatif di negara ini. Karena kalau preseden ini dibiarkan, siapa yang berani ambil proyek pemerintah lagi? Ini perspektif saya yah, bisa jadi ada sudut yang belum saya lihat.
Indonesia
182
3.9K
7.5K
287.9K
Rifani I. Putri retweetledi
.nan
.nan@nadeuxx·
PEKERJA SENI TERANCAM Baru ini seorang videografer dituntut 2 tahun penjara dengan tuduhan "mark up" harga jasa. Kata jaksanya, ide, editing, dubbing semestinya "gratis". Kenapa tolol bgt aseli
Indonesia
438
19.2K
57.4K
1M
Rifani I. Putri retweetledi
NIKI | Coinfest Asia | Bali 20-21 Agustus 🇮🇩✈️
Banyak perempuan diajarin untuk jadi kuat, tapi bukan untuk punya power. Kuat itu tahan banting, sabar, ngalah, bisa handle semuanya sendiri. Power itu berani untuk punya pilihan, bisa bilang no, bisa ninggalin, bisa set boundary tanpa rasa bersalah. Dan ironisnya society sering ngepraise perempuan yang kuat (yang tahan disakiti, tetap stay, tetap ngurus semua), tapi uncomfortable sama perempuan yang punya power (yang tegas Dan gak mau compromise terus). Semua perempuan kuat kok, gak kekurangan strength, yang sering kurang itu permission untuk pakai powernya.
Abid@abid0588

Unpopular opinion about woman ?

Indonesia
41
4.9K
10.4K
249.6K