Sabitlenmiş Tweet
Fauzan Heriawan
27.3K posts

Fauzan Heriawan
@FauzanTMN
Focus
Jakarta Capital Region, Indone Katılım Ağustos 2010
426 Takip Edilen268 Takipçiler
Fauzan Heriawan retweetledi

Demi Tuhan saya kok tidak habis mengerti dengan manusia satu ini. Rakyat dianggap apa dimata mereka. Dianggap sekedar barang pelengkap untuk memenuhi kebutuhan mereka. Sedang mereka tidak ada masalah dengan kondisi apapun yang terjadi. Karena hidup mereka dijamin negara.
Maka wajar kalau bicaranya sering menyinggung dan merendahkan masyarakat. Kok pejabat model begini masih dipakai sih. Goblok banget orang yang menunjukannya
sc:threadsthoyibhudha

Indonesia
Fauzan Heriawan retweetledi

instagram.com/p/DZeaXShmN77/…
Gila! Tulisan Om Bea Wiharta! Gila! 🤯
Buat yang gatau Om Bea;
Beawiharta (sering disapa Om Bea) adalah seorang visual storyteller dan mantan pewarta foto senior Reuters yang telah berkarya selama lebih dari 20 tahun di Asia Tenggara. Dikenal dengan karya dokumenter humanisnya, ia kini bekerja independen dan aktif meluncurkan buku foto, seperti memoar Unbreakable.
Merinding! Kalian boleh coba 'mengunjungi' link atau main ke IG Mas Bea, lalu membaca sambil kalian amati slide per slide photonya! 🤯

Indonesia
Fauzan Heriawan retweetledi

Kukira pemimpin, ternyata badut keliling.

Prabowo Subianto@prabowo
17. Kalau mereka tidak mau turun, saya akan menjadi orang yang memimpin demo agar mereka turun dan diadili.
Indonesia
Fauzan Heriawan retweetledi
Fauzan Heriawan retweetledi
Fauzan Heriawan retweetledi

Klaim sepihak pemerintah yang menyebut BBM jenis Pertamax hanya dikonsumsi "orang kaya" telak dihantam realita di aspal. Faktanya, kebijakan menaikkan harga Pertamax hingga Rp4.000 per liter justru mencekik leher kelas pekerja bawah mereka yang terpaksa bertahan demi menjaga modal kerja utama yaitu mesin kendaraan.
~RS
Indonesia
Fauzan Heriawan retweetledi
Fauzan Heriawan retweetledi

Guys, ada kasus dari Medan yang menurut gue paling absurd dan paling menyakitkan yang pernah gue baca dalam waktu lama.
Dua pemuda usia 22 tahun
beli Pertalite 25 liter pakai jeriken.
Ditangkap. Ditahan.
Dan sekarang terancam 6 tahun penjara plus denda Rp60 miliar.
Beli. Bukan nyolong.
Beli pakai uang sendiri.
25 liter. Pakai jeriken.
Dan dijerat pasal yang sama dengan mafia migas kelas kakap.
Ini faktanya yang bikin makin tidak masuk akal:
Mereka ditangkap 6 Januari 2026 empat hari setelah KUHP baru berlaku.
Tanggal 7 Januari sehari setelah ditangkap polisi baru memeriksa ahli.
Artinya mereka sudah jadi tersangka sebelum ahli diperiksa.
Prosedur terbalik total.
Di persidangan ada kejanggalan lebih parah lagi.
Dakwaan menyebut penangkapan berdasarkan informasi masyarakat.
Tapi saksi polisi di persidangan bilang penangkapan terjadi saat patroli rutin.
Dua versi yang berbeda.
Dalam satu kasus yang sama.
Hakim pun curiga dan langsung nyeletuk keras di persidangan:
"Yang saya khawatirkan perkara ini adalah request jadi kalian tidak murni melakukan penegakan hukum."
Hakim sendiri.
Yang ngomong begitu.
Di dalam sidang.
Dan ini tentang pasal yang dipakai yang paling tidak proporsional:
Pasal 55 Undang-Undang Migas ancamannya 6 tahun penjara dan denda Rp60 miliar.
Pasal itu dibuat untuk menjerat mafia migas penyelundup skala besar, kartel distribusi ilegal, pemain yang merugikan negara miliaran rupiah.
Bukan untuk dua anak muda yang beli 25 liter Pertalite pakai jeriken di SPBU pinggir jalan.
Kuasa hukum mereka langsung kalkulasi:
keuntungan tidak wajar dari pembelian itu?
Sekitar Rp15.000 per jeriken.
Lima belas ribu rupiah.
Itu yang dianggap sebanding dengan ancaman Rp60 miliar dan 6 tahun penjara.
"Nilai Rp60 miliar itu masuk akal kalau pelakunya pemain besar.
Ini cuma dua anak muda yang beli 25 liter."
Dan ini yang paling menohok siapa yang seharusnya jadi target:
Kuasa hukum mereka menyebut dengan sangat jelas:
yang seharusnya disorot adalah pemilik SPBU-nya yang membiarkan pengisian menggunakan jeriken terjadi di tempat usahanya.
Bukan pembelinya.
Bukan dua anak muda itu.
Tapi yang ditangkap adalah orang yang paling tidak punya kuasa dan paling tidak punya koneksi.
Yang punya SPBU? Bebas.
Yang beli 25 liter? Ditahan enam bulan.
Dan ini kondisi salah satu terdakwa yang paling menyedihkan:
Ayah dari salah satu terdakwa sedang menderita kanker. Kuasa hukum mengajukan penangguhan penahanan atas dasar kemanusiaan.
Dan mereka baru dibebaskan dari rutan setelah hakim mengabulkan penangguhan setelah enam bulan ditahan.
Enam bulan.
Untuk beli bensin 25 liter.
Di negara ini kepala BGN yang mengelola Rp335 triliun dan terbukti korupsi baru ditangkap setelah berbulan-bulan program berjalan.
Mafia BBM yang mengeruk subsidi miliaran masih bebas keliling. Pejabat yang merampok uang rakyat masih bisa nyalon lagi di pemilu berikutnya.
Tapi dua anak muda 22 tahun yang beli 25 liter bensin pakai jeriken ditangkap sehari setelah membeli bensin, ditahan enam bulan, dan terancam denda Rp60 miliar.
Hukum di Indonesia memang ada.
Tapi tajamnya hanya ke bawah.
Dan selama sistem ini tidak berubah keadilan di negara ini akan terus menjadi barang mewah yang hanya bisa dinikmati oleh mereka yang punya uang dan koneksi.

Indonesia
Fauzan Heriawan retweetledi

Satu-satunya TV yang highlight demo mahasiswa besar2an: Kompas TV @kompastv
Kompas group emang 👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼
Mereka punya kampus dan sekolah (yang bagus banget juga kualitasnya), namanya Universitas Multimedia Nusantara, Multimedia Nusantara Polytechnic dan Multimedia Nusantara School.
Biar pada tahu aja kalau yg visioner pasti ngurus pendidikan dan generasi muda ✨✨✨✨✨
cc:thread_aprina_
Indonesia
Fauzan Heriawan retweetledi

INDONESIA VS SINGAPURA MEMANAS
INDONESIA BATAL EKSPOR LISTRIK KE SINGAPUR.
BTW FAKTA PERBANDINGAN SINGAPUR VS INDONESIA
1. PPN
Indonesia: 11%
Singapura: 9%
2. Ormas
Indonesia: banyak dan bahkan dikasih hibah.
Singapura: gak ada
3. PPh individu
Indonesia: bisa sampai 34%
Singapura: maksimal 22%
4. Pajak perusahaan
Indonesia: 22%
Singapura: 17%
5. Pajak investasi
Indonesia: Capital gain dan dividen dipalak pajak.
Singapura: Capital gain dan dividen gak kena pajak.

Indonesia
Fauzan Heriawan retweetledi

#flashback dulu pria solo itu bikin proyek raksasa listrik 35rb megawatt, banyak PLTU dibangun untuk menyerap hasil tambang batu bara.
PLN diwajibkan membeli semua listrik yg dihasilkan oleh PLTU swasta, hasilnya: pasokan listrik surplus, banyak yg mubazir.
jadi kalau sekarang jawa sampai ada blackout, listrik sering padam, maka ada hal yg aneh.
ketika tidak butuh, uang negara dihambur2kan untuk membeli listrik yg tidak terpakai. tapi ketika rakyat butuh, malah gak ada listriknya.
proyek-proyek dibuat bukan untuk kebutuhan rakyat, tapi demi kepentingan bisnis semata.
Sumatera Adil & Federal@indepenSumatera
Stop wak....✋️✋️✋️ Jawa sedang tidak baik² saja. Jawa sedang terancam blackout jika kalian diam. Skandal di tubuh pln harus di bongkar !!!
Indonesia
Fauzan Heriawan retweetledi
Fauzan Heriawan retweetledi
Fauzan Heriawan retweetledi
Fauzan Heriawan retweetledi
Fauzan Heriawan retweetledi

Kenapa menguat? KARENA FISKAL DIBENERIN, MBG DAN KOPDES DIPOTONG BUDGETNYA🤣🤣🤣🤣
MANA TUH ANGGOTA DEWAN DAN POOR-BYE-AH YANG MARAHIN BANK INDONESIA
🤣🤣🤣🤣🤣
Ketika Bank Indonesia dirangkul buat benerin Rupiah baru menguat. Penyakitnya ya pemerintah sendiri tapi gak sadar😂😂😂
TxtdariHI@TxtdariHI
Rupiah sudah mulai menguat
Indonesia
Fauzan Heriawan retweetledi
Fauzan Heriawan retweetledi

ucapan praowo 2 tahun lalu pada Rabu, 8 November 2023 yang bisa anda dengar :
"Saudara saudara kesehatan enggak bayar,
subsidi listrik, subsidi BBM, kemudian sekolah harus kita bikin enggak bayar gratis, kemudian kita akan kasih makan siang, kemudian angkutan di kota-kota besar kalau perlu subsidi 100%"
"Untuk orang yang butuh bus kalau enggak pakai AC ya sudah, kita yang panggil pengusahanya, butuh berapa, oke"
"Buruh kau sudah dapat ini, sudah dapat ini, sudah dapat ini, angkutan akan kita bebasin supaya kau kerja juga ringan"
"Universitas negeri benar-benar harus kita bikin kalau bisa semuanya enggak bayar"
"Semua anak Indonesia akan dapat makan kecuali anaknya orang kaya"
"Saya pertaruhkan kehormatan saya kita harus hilangkan stunting, tidak benar ada stunting di Indonesia"

Indonesia
Fauzan Heriawan retweetledi

Ini adalah anak yang disuruh ibunya ikut turun hari ini, bukan yang minta izin turun 🤭. Dia tadinya ga rencana turun krn ada meeting2 UKM, tapi kata ibunya hari ini TURUN KE JALAN lebih penting. Akhirnya dia janjian dgn temen2nya di kampus.
Bismillah, nak. Ibumu ingin kamu ingat bahwa kamu mahasiswa yang masuk PTN lewat UTBK, bukan mandiri; jd ada kontribusi rakyat dlm pendidikanmu sehingga ada tanggung jawab moral utk membela hak mereka. Proud of you, girl 💛 Hasbunallah wa ni'mal wakil 🤲🏻
cc:threaddaysjaz


Indonesia
Fauzan Heriawan retweetledi














