Anda

28.5K posts

Anda banner
Anda

Anda

@Fazrndra

Lihat tuit ku penuh omong kosong

Bandung, Jawa Barat Katılım Nisan 2013
714 Takip Edilen327 Takipçiler
Anda retweetledi
Ramin Nasibov
Ramin Nasibov@RaminNasibov·
getting paid after taxes
English
588
11.5K
91.7K
6.2M
Anda retweetledi
Garbage Human
Garbage Human@GarbageHuman24·
Some random coincidental facts
English
73
816
5.6K
128.4K
Anda
Anda@Fazrndra·
Nonton perang ukrain rusi dor dor bum bum bum
Indonesia
0
0
0
4
Anda retweetledi
π
π@nofaith3xists·
don't call yourself an introvert if you've posted your face anywhere on social media
English
623
758
11.3K
547.3K
Anda retweetledi
Ounka
Ounka@OunkaOnX·
An IDF soldier visiting Towson University received the treatment they deserved from students “Keep sucking our country dry, bitch” “I don't want to talk to someone like you who supports an inherently genocidal state”
English
366
3.8K
20.5K
438.6K
Anda retweetledi
RT
RT@RT_com·
23yo Colombian merc promised quick buck by Ukrainian recruiter What he was given: no food, no water — just a rifle, radio, and ticket to front line Lucky to be ONLY survivor, captured during Russian ambush FULL RT exclusive interview coming Monday
English
23
146
808
28K
Anda
Anda@Fazrndra·
Yang japri P doang antek asing
Indonesia
0
0
0
8
Anda
Anda@Fazrndra·
Pantes gasih berkorban harta, benda, keluarga serta nyawa belain ini bangsa yang katanya besar tetep bertahan?
Indonesia
0
0
0
15
Anda
Anda@Fazrndra·
Sudah ratusan, ratusan ribu hingga jutaan kematian setiap harinya diberitakan, namun kematian orang -orang serta pemimpinnya yang menyebabkan kematian tersebut yang dinantikan
Indonesia
0
0
0
9
Anda
Anda@Fazrndra·
Udah overworked underpaid pula, underworld gelap
English
0
0
0
7
Anda
Anda@Fazrndra·
Bekas ajudan Jokowi
Lambe Saham@LambeSahamjja

Guys, ada nama yang menurut gue perlu dibahas lebih serius dari yang selama ini dibahas media. Letkol Teddy Indra Wijaya. Sekretaris Kabinet. Bukan menteri. Bukan jenderal bintang empat. Tapi dalam konteks kebebasan pers dan kontrol informasi di pemerintahan Prabowo dia adalah satu nama yang paling banyak disebut oleh para jurnalis yang berbicara di balik anonimitas. Apa yang terjadi di bencana Sumatra dan di mana Teddy masuk: Akhir November 2025. Banjir dan longsor menghantam Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. BMKG sudah memberikan peringatan delapan hari sebelumnya. Tidak ada rapat darurat. Tidak ada langkah antisipasi dari pemerintah pusat. Saat bencana meluas Prabowo tetap menjalani agenda seperti biasa. Rapat soal koperasi. Ketemu Menteri Kelautan. Menerima Ratu Belanda. Baru di tanggal 27 November setelah 72 orang meninggal dan 54 orang hilang rapat penanganan bencana digelar. Dan per Januari 2026, korban tercatat 1.199 orang meninggal dan 114 orang hilang. Di tengah semua itu ada wartawan bernama Rina yang dikirim liputan ke Aceh. Lebih dari tiga minggu di lapangan. Dia melihat beras menumpuk di posko tapi tidak disalurkan. Seorang pria yang istrinya harus diamputasi tapi tidak bisa karena tidak ada alat. Orang-orang yang mengaku sudah siap bunuh diri karena tidak kuat lagi. Rina melakukan siaran langsung. Dia tumpahkan semua yang dia lihat. Dan Teddy Indra Wijaya Sekretaris Kabinet menonton siaran itu dari Jakarta. Lalu Teddy menghubungi pemilik media tempat Rina bekerja. Mengamuk. Dan meminta pemimpin redaksi media itu diganti. Bukan insiden tunggal ini pola: Wartawan lain bernama Indira yang dikirim ke Padang mengalami hal serupa. Setelah dia melapor bahwa bantuan belum datang dan pemerintah belum terlihat atasannya langsung menelepon. "Next, jangan sebut kalau belum ada bantuan masuk, ya." "Tapi memang belum ada bantuan. Faktanya begitu." "Cerita soal dampaknya aja. Tapi jangan kasih tahu kalau bantuan belum masuk." Indira akhirnya siaran langsung di depan sebuah ekskavator yang membersihkan sisa longsor bukan karena ada kemajuan nyata, tapi karena itu satu-satunya hal yang bisa terlihat seperti "pemerintah bekerja." "Maksa banget," kata Indira. Teddy dan pola Orde Baru yang sangat familiar: Project Multatuli yang menginvestigasi ini menarik perbandingan yang sangat tepat dan sangat tidak nyaman. Di era Orde Baru tidak ada larangan tertulis soal apa yang boleh dan tidak boleh diberitakan. Yang ada adalah telepon. Pejabat atau perwira militer tertentu menelepon petinggi redaksi untuk memberi arahan, teguran, atau larangan atas isu tertentu. Tidak perlu SK. Tidak perlu aturan resmi. Cukup satu telepon dari orang yang tepat dan seluruh redaksi paham apa yang harus dilakukan. Apa yang dilakukan Teddy? Persis sama. Menelepon pemilik media. Mengamuk. Meminta pemred diganti. Tanpa surat resmi. Tanpa proses hukum. Cukup satu telepon. Yang paling ironis Teddy adalah simbol harapan yang berubah menjadi simbol yang lain: Banyak yang dulu berharap besar pada sosok militer muda yang masuk lingkaran dalam Prabowo. Ada harapan bahwa generasi baru perwira akan membawa cara kerja yang berbeda. Lebih profesional. Lebih terukur. Yang kita saksikan sekarang adalah seseorang yang menggunakan posisinya sebagai Sekretaris Kabinet posisi administratif, bukan posisi keamanan untuk mengontrol arus informasi tentang kegagalan pemerintah dalam menangani bencana. Bukan mengontrol berita palsu. Bukan melawan disinformasi. Tapi meminta media tidak memberitakan bahwa bantuan bencana belum datang saat bantuan memang belum datang. Dan Teddy tidak merespons pertanyaan dari Project Multatuli: Pertanyaan dikirim ke nomor pribadinya dan ke email resmi humas Setkab. Tidak ada respons sampai artikel diterbitkan. Tidak ada klarifikasi. Tidak ada bantahan. Hanya diam. Ketika seorang Sekretaris Kabinet bisa menelepon pemilik media dan meminta pemimpin redaksi diganti hanya karena wartawannya melapor bahwa bantuan bencana belum datang itu bukan soal satu orang yang arogan. Itu adalah sistem yang memang dirancang untuk memastikan bahwa rakyat hanya mendengar apa yang penguasa mau mereka dengar. Dan sistem seperti itu pernah kita kenal. Namanya Orde Baru. Dan kita butuh 32 tahun untuk keluar dari sana. ⚠️ Disclaimer: Berdasarkan investigasi Project Multatuli dalam serial Dead Press Society. Semua nama wartawan disamarkan untuk melindungi sumber. Teddy Indra Wijaya tidak merespons pertanyaan yang diajukan sampai artikel diterbitkan.

Indonesia
0
0
0
18
Anda
Anda@Fazrndra·
@xopch Entah pura-pura bodoh atau gimana beliau ini
Indonesia
0
0
0
19
Langit Amaravati
Langit Amaravati@eLAmaravati·
Orang Jakarta pada ke Bandung karena long weekend. Orang Bandung? Nya di imah weh da rek ka mana atuh?
Indonesia
6
0
4
694
Anda retweetledi
naiive
naiive@naiivememe·
naiive tweet media
ZXX
83
598
15.9K
168.5K
Anda
Anda@Fazrndra·
Gimana jika bangsa ini dipimpin beliau itu bukan ujian melainkan azab dari Alloh
Indonesia
0
0
0
11