
Sebetulnya, jika tatacaranya benar, program ini tidak salah. Contoh: Menyasar sekolah yg memang muridnya super miskin dan miskin. Untuk yg “mau” bisa memberdayakan penjual/kantin yg sudah ada. Nutritionist berlaku sebagai pengawas dan monitoring gizi. Tapi sayangnya, ini jadi bancakan




















