Soeka Isi BH retweetledi
Soeka Isi BH
1.6K posts

Soeka Isi BH
@FirmanRossi
CEO banana republic
tegal, bogor, jakarta Katılım Aralık 2012
754 Takip Edilen71 Takipçiler
Soeka Isi BH retweetledi
Soeka Isi BH retweetledi
Soeka Isi BH retweetledi

Soeka Isi BH retweetledi
Soeka Isi BH retweetledi
Soeka Isi BH retweetledi
Soeka Isi BH retweetledi
Soeka Isi BH retweetledi

penderitaan kadang disebabkan oleh pikiran dan perasaan dari diri sendiri, karena pada kondisi yang sama bukankah masih ada pilihan untuk tetap merasa bahagia bukan?
#celahawan
Indonesia
Soeka Isi BH retweetledi
Soeka Isi BH retweetledi
Soeka Isi BH retweetledi
Soeka Isi BH retweetledi

Di antara akhlak yang mulia adalah ketika seseorang sanggup menempatkan dirinya pada posisi orang lain yang sedang membutuhkan.
Ketika ada seseorang datang kepadamu meminta uluran tangan, cobalah sejenak membayangkan dirimu berada di posisinya, sementara ia berada di posisimu. Dengan cara itu, hatimu akan lebih mudah memahami betapa berarti bantuan yang kamu berikan baginya.
Demikian pula ketika seseorang yang belum mengetahui sesuatu datang bertanya kepadamu, sementara kamu memiliki pengetahuan tentang hal itu. Tempatkan dirimu pada posisi orang yang tidak tahu itu, dan bayangkan seakan kamulah yang sedang membutuhkan penjelasan. Dengan begitu, kamu akan menyadari betapa besar kebutuhan manusia terhadap ilmu yang kamu sampaikan.

Indonesia
Soeka Isi BH retweetledi
Soeka Isi BH retweetledi
Soeka Isi BH retweetledi
Soeka Isi BH retweetledi
Soeka Isi BH retweetledi
Soeka Isi BH retweetledi

Surat Maryam — Ketika yang Mustahil Menjadi Mungkin
Surat ini dibuka dengan sesuatu yang tidak biasa.
Bukan perintah. Bukan peringatan. Tapi **huruf-huruf misterius:**
*"Kaf. Ha. Ya. 'Ain. Shad."* (QS. Maryam: 1)
Lima huruf yang tidak ada manusia yang tahu persis maknanya. — huruf yang Allah simpan rahasianya.
Seolah surat ini dibuka dengan pengakuan: tak ada hal-hal yang berada di luar jangkauan akal manusia.
Dan kisah-kisah yang akan datang adalah buktinya.
---
Zakaria — Doa di Usia Mustahil
Zakaria adalah seorang nabi tua. Tulangnya lemah. Rambutnya putih. Istrinya mandul. Dan ia berdoa meminta anak.
Bukan karena ia tidak tahu kondisinya.
Justru karena ia tahu kondisinya, doanya menjadi lebih menggetarkan:
"Ya Tuhanku, sungguh tulangku telah lemah dan kepalaku telah dipenuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu, ya Tuhanku." (QS. Maryam: 4)
tulang yang lemah, rambut yang putih seolah berkata:
"Aku tahu aku tidak layak secara fisik. Tapi aku punya rekam jejak bersamaMu.Aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu."
Ini bukan kesombongan.
Ini kepercayaan yang dibangun dari sejarah panjang bersama Allah.
Dan Allah mengabulkan. Yahya lahir. Dari rahim yang mandul, dari ayah yang tua renta.
Kemudian kisah beralih ke Maryam.
Ujian Tampa Pembelaan
Seorang perempuan muda yang taat, yang mengasingkan diri untuk beribadah, tiba-tiba didatangi malaikat dalam wujud manusia dan diberitahu bahwa ia akan mengandung seorang anak.
Tanpa suami. Tanpa penjelasan yang bisa diterima masyarakat.
"Bagaimana mungkin aku mempunyai anak laki-laki, padahal tidak ada seorang pun yang menyentuhku dan aku bukan seorang pezina?"* (QS. Maryam: 20)
Dan jawaban malaikat terasa seperti hukum fisika yang dilampaui oleh kehendak:
*"Demikianlah, Tuhanmu berfirman: 'Hal itu mudah bagi-Ku.'"* (QS. Maryam: 21)
*Mudah bagi-Ku.* Dua kata yang meruntuhkan semua kalkulasi kemungkinan manusia.
---
Yang paling menyentuh dari kisah Maryam bukan kelahiran Isa. Tapi **momen sebelumnya** — ketika ia sendirian, kesakitan, bersandar pada pohon kurma, dan berkata:
*"Wahai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan menjadi sesuatu yang tidak berarti, lagi dilupakan."* (QS. Maryam: 23)
Maryam — wanita yang dipilih Allah di antara seluruh wanita di alam semesta — pernah ingin mati karena tidak tahan menanggung beban.
Al-Qur'an tidak menyembunyikan ini. Tidak memperindahnya. Karena **kemanusiaan Maryam adalah bagian dari keagungannya.**
Dan di titik terbawah itu, Allah tidak mengirim penjelasan. Allah mengirim **kurma dan sungai kecil:**
*"Goyanglah pangkal pohon kurma itu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu. Maka makan, minum, dan bersenang hatilah."* (QS. Maryam: 25-26)
Pertolongan Allah datang bukan selalu dalam bentuk mukjizat besar. Kadang ia datang dalam bentuk makanan, air, dan istirahat ,hal-hal paling sederhana yang dibutuhkan tubuh yang kelelahan.
Ketika Maryam membawa bayinya pulang, masyarakat menyerangnya dengan tuduhan.
Dan Maryam tidak berkata apa-apa. Ia hanya menunjuk bayinya.
Lalu bayi itu berbicara:
"Sesungguhnya aku hamba Allah. Dia memberiku Kitab dan Dia menjadikan aku seorang nabi."* (QS. Maryam: 30)
Kata pertama Isa kepada dunia: **"Aku hamba Allah."**
Bukan "aku anak Allah." Bukan "aku tuhan." Tapi **hamba** — posisi yang dalam Islam adalah posisi paling mulia yang bisa dimiliki seorang manusia.
Surat ini mengumpulkan kisah Ibrahim, Musa, Ismail, Idris — semua nabi yang terhubung dengan tema yang sama:
Mereka semua pernah berada di titik di mana logika berkata tidak mungkin. Dan Allah berkata: mudah bagi-Ku.
Janji Allah kepada setiap manusia yang pernah merasa sendirian:
*"Sungguh, orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, kelak Allah yang Maha Pengasih akan menanamkan rasa kasih sayang dalam hati mereka."* (QS. Maryam: 96)
Bukan janji harta. Bukan janji kekuasaan. Tapi janji "dicintai" oleh Allah, dan oleh sesama manusia.
Indonesia
Soeka Isi BH retweetledi



















