Al-Uqab retweetledi
Al-Uqab
18.8K posts

Al-Uqab
@Fkr200374
Politik & Pemerintahan = Kejujuran Modal Kehidupan & Kebohongan Modal Kehancuran
Kota Lhoksumawe, Nanggroe Aceh Katılım Nisan 2016
482 Takip Edilen355 Takipçiler
Al-Uqab retweetledi

"Penjara tidak akan menahan saya punya ide dan berjuang kecuali saya dipenjara karena korupsi, itu baru memalukan. Jika saya dipenjara saat ini saya adalah patriot dan saya tidak menyesal".
Luka lama itu masih membekas dan sejarah akan mencatatnya...
Dan menurut keyakinan saya, semua yang terjadi hingga saat ini, hanya bermuara di 1 orang.

Indonesia
Al-Uqab retweetledi
Al-Uqab retweetledi
Al-Uqab retweetledi
Al-Uqab retweetledi

1. "Kekuatan Jokowi ada di uang.
Dia cerita ke Rizal Ramli ingin berkuasa untuk mengumpulkan uang. Dipilihlah orang2 yang mau nyetor2.
Dana Covid sekitar 1.000 triliun itu yg kepakai cuma beberapa. Sisanya dia bagi2 itu ke gerombolannya" (Beathor Suryadi)
#BongkarKorupsiJokowi
Indonesia
Al-Uqab retweetledi
Al-Uqab retweetledi
Al-Uqab retweetledi
Al-Uqab retweetledi
Al-Uqab retweetledi
Al-Uqab retweetledi
Al-Uqab retweetledi
Al-Uqab retweetledi
Al-Uqab retweetledi
Al-Uqab retweetledi
Al-Uqab retweetledi
Al-Uqab retweetledi

Serangan Balik Sang Juru Damai"! Jika sebelumnya Ade Armando merasa aman karena merasa bukan "koki" pemotong video, sepertinya beliau lupa bahwa di sinetron politik Indonesia, menjadi "kurir" pun bisa kena pasal berlapis.
#PSIPolitisasiAgama
Panggung "Konteksku Sayang, Videoku Melayang" per tanggal 30 April 2026 mendadak berubah jadi arena tawuran hukum. Tak tanggung-tanggung, 40 ormas Islam yang biasanya punya agenda masing-masing kini kompak membentuk barisan "Avengers" versi religi untuk menyeret Ade Armando, Abu Janda, dan Grace Natalie ke meja hijau.
Selama ini, Ade, Abu Janda, dan Grace Natalie dikenal sebagai pemegang sabuk hitam dalam dunia persilatan opini digital. Tapi kali ini, mereka sepertinya salah memilih lawan. Pak JK, sang "Bapak Perdamaian" yang punya rekam jejak mendamaikan konflik Aceh sampai Afghanistan, dibela oleh pasukan yang siap mendamaikan nafsu posting mereka lewat jalur kepolisian.
Ibarat kamu biasa nge-troll di kolom komentar sendirian, eh tiba-tiba yang datengin rumahmu satu batalyon lengkap dengan bukti print-out postinganmu dari jaman purba.
Tokoh Muhammadiyah, Din Syamsuddin, turun gunung dengan narasi yang menohok. Beliau menegaskan bahwa video tersebut bukan cuma dipotong, tapi "dipelintir secara sengaja".
Dalam dunia editing, "melintir" itu butuh skill. Tapi dalam dunia hukum, "melintir konteks" itu butuh pengacara. Din Syamsuddin ingin membuktikan bahwa apa yang dianggap "penistaan" oleh sebagian orang sebenarnya adalah "penyesatan" oleh penyebar video.
Masalah utama dari sinetron ini adalah durasi. Video asli yang panjang dan penuh filosofi perdamaian disulap menjadi klip singkat yang memicu amarah.
Menyebarkan potongan video ceramah JK tanpa konteks itu ibarat kamu cuma denger kata "Saya mau cerai" tapi nggak denger kelanjutannya "...dengan kemiskinan". Hasilnya? Satu RT geger, padahal niatnya mulia.
Rakyat Indonesia kembali disuguhi kuliah gratis tentang Bahaya Informasi Tidak Utuh.
Realitanya: Masyarakat kita sangat mudah "terbakar" oleh potongan video 15 detik, tapi malas menonton video aslinya yang 15 menit. Para pelapor ingin memastikan bahwa siapa pun yang "menyalakan korek api" di ruang publik harus siap tanggung jawab kalau rumah kerukunan sosial jadi hangus.
Ade Armando sebelumnya bilang: "Kami tidak menciderai nama baik beliau." Namun, 40 ormas ini punya pendapat berbeda. Mereka melihat ada upaya sistematis untuk membenturkan narasi JK dengan sentimen umat.
Vibes-nya: Ade, Abu Janda, dan Grace sekarang berada di posisi yang cukup awkward. Mereka ingin menjadi "penjaga gawang" pluralisme, tapi dituduh sebagai "pencetak gol bunuh diri" yang merusak harmoni.
Tuntutan para ormas ini tegas: Proses hukum yang jujur dan adil. Mereka ingin ada efek jera agar di masa depan, hobi "comot-mencomot" video tokoh besar tidak jadi olahraga nasional baru.
Episode 30 April ini menutup bulan dengan ketegangan tinggi. Pak JK tetap tenang di singgasananya sebagai tokoh bangsa, sementara para pengagumnya mulai sibuk menjilid berkas laporan.
Pelajaran penting bagi kita semua: Sebelum klik 'Share', pastikan videonya nggak cuma sepotong. Karena kalau cuma sepotong, yang melayang bukan cuma konteksnya, tapi mungkin juga ketenangan hidupmu karena harus bolak-balik ke kantor polisi.
Akankah Trio Medsos ini berhasil melakukan "diplomasi kopi" dengan 40 ormas, atau sinetron ini bakal berlanjut ke Season 3 dengan judul "SKCK-ku Sayang, Karierku Melayang"? Kita tunggu tanggal mainnya!
Sumber facebook.com/share/p/1HQwbP…

Indonesia
Al-Uqab retweetledi

Bajingan di MK itu bukan hakim MK tapi Jokowi.
#JokowiGibranPerusakRI
Tanpa Paman Gibran, putusan MK 29, 51, dan 55 MK menolak perubahan batas bawah usia cawapres.
Tiba2 Paman Gibran masuk dan MK 90 mengesahkan perubahan batas minimal cawapres
#JokowiGibranPerusakRI
Indonesia














