Fuad Aziz||Milanista 🔴⚫
6.3K posts

Fuad Aziz||Milanista 🔴⚫
@Fooismee
Fans Ac Milan Dari 1988

Pak @msaid_didu, saya serius bertanya: 1. Kenapa sih Anda kecewa dan terus terusan marah pada Demokrat? Karena kami memilih angkat kaki dari Anies? Masih gara gara itu? 2. Di balik kekecewaan dan kemarahan itu, sebenarnya Anda berharap Demokrat berjuang memenangkan Anies? Bila benar, kenapa kok Anda tidak menegur atau memarahi Anies? Dia jelas tak berusaha mempertahankan kami. Setelah jalan sendiri dan menyegel kesepakatan sepihak dengan Cak Imin, dia cuma menawarkan: Silahkan putuskan sendiri, mau tetap bersama koalisi Anies-Imin atau tidak? Fait accomply, bukan? Pak Didu, kalau kami tak terlalu penting bagi kalian untuk dipertahankan, kenapa Demokrat dimaki ketika angkat kaki? Faktanya, Anies lebih menginginkan Cak Imin daripada AHY. Lho, ya sudah, kami pergi. Tapi kenapa kalian masih terus menggerutu padahal kami sudah tutup buku? Kalian marah karena AHY berambisi jadi Cawapres? Lho yang jadi Cawapres Anies itu Cak Imin. Dia lompat setelah keinginannya jadi Cawapres Prabowo tak kesampaian. Apa namanya itu kalau bukan ambisi? Adapun AHY: ketika ditanya oleh Prabowo, ia malah mengusulkan Khofifah sebagai kandidat Cawapres. Ia tak menolak bila ditawari, tapi tak pernah menjadikan dirinya sebagai syarat. Tentang "ambisi", tidakkah kalian tahu bahwa "ambisi berkuasa" adalah nama tengah Anies Baswedan? Kenapa itu pada dia jadi benar tapi jadi salah bila digunakan menilai orang lain? Kenapa kalian masih saja kesetanan? Jangan dong gegara Anies-Imin terpuruk di Jatim, orang lain disalahkan. Piring pecah di rumah Anda, kok malah tetangga yang dimaki-maki? Memang, menarik bahwa sementara PKB mendulang kenaikan elektabilitas di Jatim, tapi perolehan suara Anies justru cuma semata kaki. Sebaliknya, setelah kami bersama Prabowo, perolehan suara Prabowo di Jatim justru melesat melebihi Anies dan Ganjar. Tapi pada setiap pilihan memang selalu ada konsekuensi. Dimana kami berada, di situ kami menjalankan konsekuensinya. Begitu yang benar. Begitu lebih terhormat. Bukan bergaya seolah pionir perubahan tapi ogah keluar dari kabinet Jokowi. Itu sih namanya mau menang sendiri. Sana marahi Anies, marahi Cak Imin, jangan kami. Sekali lagi, kami sudah kalian usir. Jangan lagi kalian minta kami ikut bertanggungjawab atas kesalahan dan kekalahan. Atau, ayolah move on! Politik itu siasat. Dan perubahan selalu dibentuk oleh berbagai patahan dan benturan. Jangan cepat putus asa.***

Kecuali kepada politisi Anies, awakwikwok

Suka ngejudge org cuma dr fotonya, trus disangkutpautin sama teroris krn mukanya. Lalu dijadiin “pembenaran” klo beliau boleh diusir. Trus bilang kalo beliau kontroversi krn belio ‘wahabi’ Padahal denger isi ceramahnya jg gapernah. Islam rahmatan lil’alamin apanya klo—

Jangan lihat reply dan quote tweet-nya, nanti gimanaaaa gitu...

Geger! Beredar Video Pidato "Antek Asing" Menjelek-jelekan Proyek Food Estate.

Coba jawab?


