Football POV

56 posts

Football POV banner
Football POV

Football POV

@FootballPOV11

Setiap Pemain Punya Cerita. 👀📖 Sepak bola lebih dari 90 menit. Berbagi cerita dibalik pemain, pelatih, klub, karier, transfer & statistik. ⚽📊

Katılım Haziran 2026
58 Takip Edilen41 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
Football POV
Football POV@FootballPOV11·
Setiap Pemain Punya Cerita. 👀📖⚽🔊 Sepak bola lebih dari hasil laga 90 menit. Football POV akan berbagi cerita-cerita dibalik pemain, pelatih, klub, karier, transfer & statistik. ⚽📊
Indonesia
0
0
3
55
Lambe Bola Indonesia
Lambe Bola Indonesia@LambeBolaID·
🚨 DRAMA REBUTAN WUNDERKIND! Como dilaporkan siap menebus klausul rilis Mattia Liberali (19) dari Catanzaro senilai €6 juta. Sesuai perjanjian masa lalu, AC Milan bakal dapet jatah 50% alias €3 juta dari penjualan ini. Melihat Como gerak cepat, bos besar Milan Gerry Cardinale langsung panik dan turun tangan nelpon agen Liberali buat nikung di menit akhir. Milan cuma perlu bayar €3 juta buat bawa pulang mantan pemainnya itu. Tapi apes buat Milan, laporan terbaru Fabrizio Romano menyebut Liberali tetep kepincut sama proyek Como dan ogah putar balik ke Milan. Proyek Como emang gak main-main magnetismenya! Sumber: @FabrizioRomano #MattiaLiberali #Como #ACMilan #TransferNews
Lambe Bola Indonesia tweet mediaLambe Bola Indonesia tweet media
Indonesia
3
0
1
83
blaugranaline.
blaugranaline.@blaugrana1O·
Lah ngamokk, menurut kalian siapa nih yang salah
Indonesia
147
48
838
352.7K
Football POV
Football POV@FootballPOV11·
Di bawah sorotan MetLife, Kylian Mbappé hampir menyamai dentuman Messi dengan brace-nya yang mematikan, dua gol yang kini mendekatkan dirinya pada tahta gol terbanyak Piala Dunia sang maestro Argentina. Apakah sang Phenomenon akan melewati rekor Messi dan mengukir namanya sebagai raja baru?​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​ 📸 @FabrizioRomano
Football POV tweet media
Fabrizio Romano@FabrizioRomano

🍿🇫🇷 No player in history has scored more World Cup knockout goals than Kylian Mbappé.

Indonesia
1
0
0
21
gigs - TapIn
gigs - TapIn@OghieGigs·
Pertarungan menuju Golden Boot sepertinya akan tertuju pada 3 nama besar. Messi, Mbappe, Haaland. Messi konsisten selalu mencetak gol di 4 pertandingan. Sekarang dia sudah mencetak 6 gol. Mbappe walau di pertandingan terakhir group stage tidak mencetak gol walau bermain, mampu cetak 2 gol di 32 besar dan menyamai 6 gol Messi. Haaland juga selalu konsisten mencetak gol di semua pertandingan Piala Dunianya. Dia sudah cetak 5 gol dari 3 pertandingan. Haaland sendiri tidak turun saat Norway kalah 1-4 dari Perancis. Apabila ada yang bisa mendekati ketiganya itu mungkin Vini Jr dan Dembele. Pembuktian Haaland dan Vini Jr akan terjadi di 16 besar saat Norway dan Brazil.
gigs - TapIn tweet mediagigs - TapIn tweet mediagigs - TapIn tweet media
Indonesia
9
1
16
3K
Txt Boehly //
Txt Boehly //@TxtDariBoehly·
Lewat di fesbuk. Enzo MareSSSca~~~
Txt Boehly // tweet media
Indonesia
1
0
2
82
Garis Tengah
Garis Tengah@garistengah_id·
Ismael Saibari Ben El Basra 🇲🇦 Lahir di Spanyol (2001), dan besar di Belgia 🇪🇸🇧🇪, Saibari punya tiga paspor. Dia bisa aja membela negara lain. Bahkan di 2022, Roberto Martinez pernah berusaha merekrutnya. Akan tetapi, tawaran tersebut dia tolak demi Maroko! "Dia (Martinez) mengatakan bahwa pintu akan selalu terbuka untuk saya. Akan tatapi pilihan saya sudah jelas: Maroko," kata Saibari ke Eindhovens Dagblad. Sekitar 4 tahun kemudian, Saibari jadi penendang penalti penentu di partai 32 besar Piala Dunia 2026, Maroko lawan Belanda. Belanda, tempat di mana Saibari menandatangani kontrak profesional pertamanya bersama PSV. Tempat dimana dirinya naik daun sampai Bayern München pun berani untuk menawar dana ±€50jt untuk mendapatkan jasanya. Waktu Maroko taruhannya, Saibari tak mengenal kata ampun. Walaupun minim peluang selama 120 menit pertandingan dia tetap totalitas. Berdarah-darahpun bukan jadi masalah. Di pertandingan yg berjalan ketat sejak menit pertama itu, adu penalti sampai terlihat tidak bisa jadi pemisah. Teun Koopmeiners membuka adu penalti untuk keunggulan Belanda ⚽ Upaya El Aynaouri menyamakan kedudukan membentur mistar ❌ Justin Kluivert ikut kena tiang ❌ Soufiane Rahimi menyamakan kedudukan jadi 1-1 di adu penalti ⚽ Wout Weghorst & Chemsdine Talbi melanjutkan rentetan gol dari 12 pas. Sebelum Quinten Timber & Achraf Hakimi sama-sama gagal. Setelah 4 penendang dari setiap negara, skor masih imbang. Crysencio Summerville yg tampil brilian selama turnamen, termasuk menjadi awalan dari gol Cody Gakpo di partai vs Maroko kali ini, dipercaya jadi eksekutor kelima Belanda. Namun tendangannya berhasil ditinju oleh Yassine Bounou 🥊 Saibari maju untuk Maroko. Gagal, adu penalti bisa dilanjutkan entah sampai kapan, dan menurut pengalaman sebelumnya, kegagalan itu biasanya beruntun: El Aynaouri ❌ Kluivert ❌ Timber ❌ Hakimi ❌ Ternyata pengalaman itu belum cukup untuk menjadi data. Saibari dengan dingin melepas tendangan ke pojok bawah gawang Bart Verbruggen, dan memastikan Maroko ke 16 besar. Sementara Belanda harus pulang dari Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun: 2014 vs Argentina 🧳 2018 vs Argentina 🧳 2026 vs Maroko 🧳 Belanda dan adu penalti memang tidak bersahabat. Sebelumnya dari 9 adu penalti di berbagai turnamen resmi, Belanda hanya menang dua kali. Data itu hari ini diperkuat oleh Maroko & Saibari. 10x adu penalti, hanya menang dua kali.
Garis Tengah tweet media
Indonesia
21
31
251
32.3K
Bandung Football
Bandung Football@bandungfootball·
Banyak kejutannya ya Piala Dunia kali ini. Nama besar ga cukup, collective mentality yang bedain tadi. 🇩🇪🇳🇱
Indonesia
21
10
549
29.7K
Extra Time Indonesia
Extra Time Indonesia@idextratime·
Momen sujud syukur pemain timnas Maroko setelah sukses menyingkirkan Belanda. 🤲😇
Extra Time Indonesia tweet media
Indonesia
299
1.5K
16K
244K
soal_BARCA
soal_BARCA@soal__BARCA·
Tim tim yang sudah angkat koper sejauh ini: Afrika Selatan 🇿🇦 Jepang 🇯🇵 Jeman 🇩🇪 Belanda 🇳🇱
Indonesia
3
0
6
263
Football POV
Football POV@FootballPOV11·
BREAKING: Maroko lolos ke babak 16 besar usai bekuk Belanda di laga sengit via adu penalti. Sujud syukur atas kemenangan 🤗✨😇😇 Selamat tinggal buat Timnas Pusat! Pulanglah dengan damai sejati, balik lagi di 2030😭🫶🏼 #WorldCup
Football POV tweet media
Indonesia
0
0
2
95
Football POV retweetledi
Cityzens +62
Cityzens +62@cityzens62·
World Cup - RO 32 FT: 🇳🇱Netherlands 1-1 🇲🇦Morocco ⚽️ Gakpo '72 - ⚽️ Diop '90+1 Maroko berhasil menyamakan kedudukan di menit akhir! Pertandingan lanjut ke babak extra time. Let's gooooo!! #NEDMAR
Cityzens +62 tweet media
Indonesia
1
1
7
1.2K
Football POV
Football POV@FootballPOV11·
Ketat banget Belanda vs Maroko, nanti ya kita update versi POV. Masih padat merayap ini kerjaan real life 😭😂
Indonesia
0
0
0
18
Football POV
Football POV@FootballPOV11·
@garistengah_id Apes Jepang, solusi Don Carlo antar Brasil menang comeback . Cahaya Asia yang diharapkan gugur di medang perang 😭
Indonesia
0
0
0
479
Garis Tengah
Garis Tengah@garistengah_id·
Ancelotti 'miskin taktik' tapi selalu punya solusi! Adaptasi dengan jalannya pertandingan, menaikkan tempo, dan punya lebih banyak variasi penyerangan. Too harsh for Jepang, apalagi melihat permainan babak pertama. Tapi babak kedua mereka emang nggak kelihatan sama sekali. Kekurangan Jepang masih sama kayak 2022: Kurang berani! #FeelEveryGoal | @toshibatv_id
Garis Tengah tweet media
Indonesia
26
28
209
11.5K
soal_BARCA
soal_BARCA@soal__BARCA·
Full Time: Brazil 2-1 Jepang. Kalah dengan kepala tegak buat bang Jepang. Sampai bertemu dengan King Indo di Piala Asia 🔥
soal_BARCA tweet media
Indonesia
4
0
5
86
Football POV
Football POV@FootballPOV11·
Arsenal’s Gunner Jadi Penyelamat Seleção, Mental Juara Martinelli Antar Brasil ke 16 Besar Piala Dunia 2026! Aku adalah Gabriel Martinelli.
Di lapangan ini, aku bukan hanya pemain Arsenal yang biasa berlari seperti angin di Emirates. Malam ini, aku adalah darah Brasil yang mendidih. Skor 1-1. Waktu hampir habis. Detik-detik yang menyiksa. Jepang bertahan seperti benteng sakura yang tak mau roboh. Tapi aku? Aku lahir untuk momen seperti ini. Aku ingat semua. Latihan pagi di London, teriakan Arteta, tembakan-tembakan yang tak pernah berhenti di latihan Arsenal. Semua itu menempa mental juara di dalam diriku. Juara tidak menyerah di menit ke-89. Juara muncul ketika semua orang sudah lelah. Menit 90+6. 
Bola datang. Jantungku berdegup kencang, tapi kepalaku dingin. Aku melompat, menyentuhnya dengan seluruh jiwa. Gol! Jaringan bergoyang. NRG Stadium terbelah dua. Separuh diam. Separuh meledak dalam sorak samba. Brasil lolos ke babak 16 besar! Aku berlari ke pinggir lapangan, menunjuk lambang CBF di dada sambil berteriak. Ini bukan sekadar gol penyelamat. Ini adalah pernyataan: Brasil tidak pernah mati. Kami adalah juara dunia lima kali, dan malam ini kami tunjukkan lagi mengapa. Kepada Jepang, aku hormat. Kalian bertarung seperti prajurit sejati. Tapi malam ini, mental juara berbicara lebih keras. Aku datang dari Arsenal, dari sekolah yang mengajarkanku untuk tak pernah menyerah. Dan di sini, aku bawa pelajaran itu untuk tanah airku. Kita lolos. Kita hidup. Kita Brasil. Sekarang, mata kami tertuju ke babak berikutnya. Karena juara sejati tidak berhenti di 16 besar. Kami baru mulai. Vamos Brasil! 🇧🇷🔥
 Gabriel Martinelli, Penyelamat di Menit 90+6 ⚽️ @Indo_Gunner #WorldCup
Football POV tweet mediaFootball POV tweet media
Football POV@FootballPOV11

Dari Mata Samurai dan Tajamnya Kaki Sano, Rekor Lahir di Menit ke-29 Aku berdiri di sini, di tengah gemuruh NRG Stadium, jantungku berdegup seirama dengan denyut sejarah. Namaku Kaishu Sano, tapi malam ini aku bukan lagi hanya seorang gelandang. Aku adalah hembusan angin pertama yang menyapu legenda Brasil. Menit ke-29. Bola lepas dari kaki Danilo. Aku menyambarnya seperti pedang yang haus kemenangan. Melewati Casemiro yang gagah, meliuk di antara bayang-bayang kuning, lalu… tembakan. Rendah, tajam, tak terjangkau. Pojok kiri bawah gawang Alisson bergetar. Gol! Jepang 1, Brasil 0. Dan dunia berhenti sejenak. Ini bukan sekadar gol. Ini adalah rekormu, Jepang. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia, kita memimpin atas Brasil di babak gugur. Kita, Samurai Biru yang dulu hanya penonton mimpi, kini menulis babak baru dengan tinta darah dan keringat. Jika mampu bertahan, dengan hati yang teguh, kaki yang tak lelah, dan semangat yang tak tergoyahkan, hingga peluit akhir berbunyi, maka malam ini akan menjadi monumen. Rekor itu bernama, kemenangan Jepang atas Brasil di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Bayangkan ribuan bendera merah-putih berkibar di Tokyo, Osaka, dan seluruh negeri. Anak-anak kecil yang menonton di layar akan bermimpi menjadi Sano berikutnya. Para senior yang pernah menelan kekalahan pahit di masa lalu kini tersenyum bangga. Kita bukan lagi kejutan. Kita adalah kekuatan. Tapi aku tahu, pertarungan belum usai. Brasil akan datang seperti gelombang samudra. Namun kita adalah gunung Fuji, tegar, tenang, dan penuh kehormatan. Setiap blok, setiap umpan akurat, setiap detik bertahan adalah bait puisi perjuangan. Satu gol tipis. Satu hati raksasa. Satu sejarah yang abadi. Jika kami bertahan hingga akhir…
Maka namamu, Jepang, akan terukir di langit sepak bola dunia. Untuk yang selalu percaya. Untuk yang tak pernah menyerah. 
Samurai Biru, kita sedang membuat sejarah. 🇯🇵🔥 Foto: @fifaworldcup_es #WorldCup

Indonesia
0
0
3
27
Football POV
Football POV@FootballPOV11·
Gollllll Brasil 2-1 Jepang Gabriel Martinelli yang catatkan sejarah, itu dia pemain Arsenal emang jago buat waktu meledak. #WorldCup
Football POV@FootballPOV11

Dari Mata Samurai dan Tajamnya Kaki Sano, Rekor Lahir di Menit ke-29 Aku berdiri di sini, di tengah gemuruh NRG Stadium, jantungku berdegup seirama dengan denyut sejarah. Namaku Kaishu Sano, tapi malam ini aku bukan lagi hanya seorang gelandang. Aku adalah hembusan angin pertama yang menyapu legenda Brasil. Menit ke-29. Bola lepas dari kaki Danilo. Aku menyambarnya seperti pedang yang haus kemenangan. Melewati Casemiro yang gagah, meliuk di antara bayang-bayang kuning, lalu… tembakan. Rendah, tajam, tak terjangkau. Pojok kiri bawah gawang Alisson bergetar. Gol! Jepang 1, Brasil 0. Dan dunia berhenti sejenak. Ini bukan sekadar gol. Ini adalah rekormu, Jepang. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia, kita memimpin atas Brasil di babak gugur. Kita, Samurai Biru yang dulu hanya penonton mimpi, kini menulis babak baru dengan tinta darah dan keringat. Jika mampu bertahan, dengan hati yang teguh, kaki yang tak lelah, dan semangat yang tak tergoyahkan, hingga peluit akhir berbunyi, maka malam ini akan menjadi monumen. Rekor itu bernama, kemenangan Jepang atas Brasil di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Bayangkan ribuan bendera merah-putih berkibar di Tokyo, Osaka, dan seluruh negeri. Anak-anak kecil yang menonton di layar akan bermimpi menjadi Sano berikutnya. Para senior yang pernah menelan kekalahan pahit di masa lalu kini tersenyum bangga. Kita bukan lagi kejutan. Kita adalah kekuatan. Tapi aku tahu, pertarungan belum usai. Brasil akan datang seperti gelombang samudra. Namun kita adalah gunung Fuji, tegar, tenang, dan penuh kehormatan. Setiap blok, setiap umpan akurat, setiap detik bertahan adalah bait puisi perjuangan. Satu gol tipis. Satu hati raksasa. Satu sejarah yang abadi. Jika kami bertahan hingga akhir…
Maka namamu, Jepang, akan terukir di langit sepak bola dunia. Untuk yang selalu percaya. Untuk yang tak pernah menyerah. 
Samurai Biru, kita sedang membuat sejarah. 🇯🇵🔥 Foto: @fifaworldcup_es #WorldCup

Indonesia
0
0
2
8
Football POV
Football POV@FootballPOV11·
Dari Tribun NRG Stadium, Suara Hati Kami Pendukung Samurai Biru Kami berdiri di sini, dada membusung, suara parau tapi hati membara. Skor kini 1-1. Gol Sano yang indah di menit 29, yang sempat membuat kami menangis bahagia, kini disamakan Casemiro pada menit 56’. Tapi lihat kami… kami tidak goyah. Kami tetap menggenggam kipas kecil itu, tetap mengibarkan bendera merah-putih dengan tangan yang gemetar karena emosi. Di layar besar, skor bertuliskan BRA 1 - 1 JPN, tapi di dada kami tertulis KITA MASIH HIDUP. Kami terus bernyanyi.
Kami terus berteriak nama Sano, Doan, Suzuki, Maeda…
Kami terus mendukung, lebih keras dari sebelumnya. “Jepang! Jepang! Jepang!” 
Suara itu bergema meski Brasil menekan. Kami tahu, ini bukan akhir cerita. Ini hanya babak tengah dari sebuah epik. Gol Casemiro mungkin menyamakan angka, tapi tidak menyamakan semangat. Tidak menyamakan keinginan kami untuk menulis sejarah. Kami melihat kalian di lapangan, para prajurit biru. Keringat kalian adalah air mata kami. Setiap tackle, setiap lari, setiap umpan… kami rasakan di sini, di tribun ini. Kami tidak datang untuk menang mudah. Kami datang untuk menyaksikan kalian berjuang sampai peluit terakhir. Meski skor 1-1, hati kami tetap 100-0 untuk Jepang! Kami tidak akan diam.
Kami tidak akan pulang dengan kepala tertunduk. 
Kami akan terus menyanyi, terus berdoa, terus mendukung…
sampai detik terakhir, sampai keajaiban itu datang lagi. Ayooooo Jepang!
Samurai Biru, kami di belakang kalian selamanya! 🇯🇵🔥❤️ Kami di sini. Kami tetap di sini.
Dan kami akan bernyanyi lebih kencang lagi. #WorldCup #Japan
Football POV tweet media
Football POV@FootballPOV11

Dari Mata Samurai dan Tajamnya Kaki Sano, Rekor Lahir di Menit ke-29 Aku berdiri di sini, di tengah gemuruh NRG Stadium, jantungku berdegup seirama dengan denyut sejarah. Namaku Kaishu Sano, tapi malam ini aku bukan lagi hanya seorang gelandang. Aku adalah hembusan angin pertama yang menyapu legenda Brasil. Menit ke-29. Bola lepas dari kaki Danilo. Aku menyambarnya seperti pedang yang haus kemenangan. Melewati Casemiro yang gagah, meliuk di antara bayang-bayang kuning, lalu… tembakan. Rendah, tajam, tak terjangkau. Pojok kiri bawah gawang Alisson bergetar. Gol! Jepang 1, Brasil 0. Dan dunia berhenti sejenak. Ini bukan sekadar gol. Ini adalah rekormu, Jepang. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia, kita memimpin atas Brasil di babak gugur. Kita, Samurai Biru yang dulu hanya penonton mimpi, kini menulis babak baru dengan tinta darah dan keringat. Jika mampu bertahan, dengan hati yang teguh, kaki yang tak lelah, dan semangat yang tak tergoyahkan, hingga peluit akhir berbunyi, maka malam ini akan menjadi monumen. Rekor itu bernama, kemenangan Jepang atas Brasil di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Bayangkan ribuan bendera merah-putih berkibar di Tokyo, Osaka, dan seluruh negeri. Anak-anak kecil yang menonton di layar akan bermimpi menjadi Sano berikutnya. Para senior yang pernah menelan kekalahan pahit di masa lalu kini tersenyum bangga. Kita bukan lagi kejutan. Kita adalah kekuatan. Tapi aku tahu, pertarungan belum usai. Brasil akan datang seperti gelombang samudra. Namun kita adalah gunung Fuji, tegar, tenang, dan penuh kehormatan. Setiap blok, setiap umpan akurat, setiap detik bertahan adalah bait puisi perjuangan. Satu gol tipis. Satu hati raksasa. Satu sejarah yang abadi. Jika kami bertahan hingga akhir…
Maka namamu, Jepang, akan terukir di langit sepak bola dunia. Untuk yang selalu percaya. Untuk yang tak pernah menyerah. 
Samurai Biru, kita sedang membuat sejarah. 🇯🇵🔥 Foto: @fifaworldcup_es #WorldCup

Indonesia
0
1
2
182
Football POV
Football POV@FootballPOV11·
Casemiro hapus setengah catatan sejarah yang sudah ditulis Sano. Tapi Samurai Blue masih punya tinta emasnya di sisa 33 menit waktu normal. Game on, Brasil 1-1 Jepang! #WorldCup
Football POV@FootballPOV11

Dari Mata Samurai dan Tajamnya Kaki Sano, Rekor Lahir di Menit ke-29 Aku berdiri di sini, di tengah gemuruh NRG Stadium, jantungku berdegup seirama dengan denyut sejarah. Namaku Kaishu Sano, tapi malam ini aku bukan lagi hanya seorang gelandang. Aku adalah hembusan angin pertama yang menyapu legenda Brasil. Menit ke-29. Bola lepas dari kaki Danilo. Aku menyambarnya seperti pedang yang haus kemenangan. Melewati Casemiro yang gagah, meliuk di antara bayang-bayang kuning, lalu… tembakan. Rendah, tajam, tak terjangkau. Pojok kiri bawah gawang Alisson bergetar. Gol! Jepang 1, Brasil 0. Dan dunia berhenti sejenak. Ini bukan sekadar gol. Ini adalah rekormu, Jepang. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia, kita memimpin atas Brasil di babak gugur. Kita, Samurai Biru yang dulu hanya penonton mimpi, kini menulis babak baru dengan tinta darah dan keringat. Jika mampu bertahan, dengan hati yang teguh, kaki yang tak lelah, dan semangat yang tak tergoyahkan, hingga peluit akhir berbunyi, maka malam ini akan menjadi monumen. Rekor itu bernama, kemenangan Jepang atas Brasil di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Bayangkan ribuan bendera merah-putih berkibar di Tokyo, Osaka, dan seluruh negeri. Anak-anak kecil yang menonton di layar akan bermimpi menjadi Sano berikutnya. Para senior yang pernah menelan kekalahan pahit di masa lalu kini tersenyum bangga. Kita bukan lagi kejutan. Kita adalah kekuatan. Tapi aku tahu, pertarungan belum usai. Brasil akan datang seperti gelombang samudra. Namun kita adalah gunung Fuji, tegar, tenang, dan penuh kehormatan. Setiap blok, setiap umpan akurat, setiap detik bertahan adalah bait puisi perjuangan. Satu gol tipis. Satu hati raksasa. Satu sejarah yang abadi. Jika kami bertahan hingga akhir…
Maka namamu, Jepang, akan terukir di langit sepak bola dunia. Untuk yang selalu percaya. Untuk yang tak pernah menyerah. 
Samurai Biru, kita sedang membuat sejarah. 🇯🇵🔥 Foto: @fifaworldcup_es #WorldCup

Indonesia
0
0
1
7