Unknown1945💤

63 posts

Unknown1945💤

Unknown1945💤

@Furry_Carry

peace with 🇦🇫🇨🇳🇮🇩🇮🇷🇱🇧🇲🇾🇵🇸🇰🇵🇵🇰🇷🇺🇰🇵

Katılım Temmuz 2024
73 Takip Edilen9 Takipçiler
Anonymous
Anonymous@silvergoldiamon·
@business When political predictions hit too close to home, the ban hammer always drops under the guise of gambling.
English
1
0
0
433
Bloomberg
Bloomberg@business·
Indonesia blocked access to Polymarket, labeling the prediction-market a form of online gambling soon after a bet on the possible early end of President Prabowo Subianto’s tenure circulated widely on social media bloomberg.com/news/articles/…
English
26
271
666
62.1K
Unknown1945💤
Unknown1945💤@Furry_Carry·
@RezzaVgnc @LambeSahamjja Ya itu sih terserah lu, mau percaya apa kagak intinya barat mau papua lepas, logikanya kalau mau maju harus ada pembangunan, giliran gk di bangun bilangnya di anak tirikan? Masa beras harus kirim dari Jawa?
Indonesia
0
0
0
33
Jaa 𝕏 🇵🇸 🍉
Jaa 𝕏 🇵🇸 🍉@RezzaVgnc·
@Furry_Carry @LambeSahamjja laah wkwkw gimana bisa berargumen kalau ga di tonton, darimana bisa disimpulkan kalo itu propaganda, darimana bisa tiba2 di danai soros. udah logical falacy. skip ah kalo mau lanjut pake akun asli
Indonesia
1
0
0
45
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
gaji admin gerindra berapa yah??
Lambe Saham tweet mediaLambe Saham tweet media
Indonesia
19
27
244
12.9K
Unknown1945💤 retweetledi
Never
Never@neVerAl0nely___·
Prof. Yusril Ihza Mahendra mengungkapkan kritiknya terhadap majalah the economist yang baru-baru ini mengkritik Presiden Indonesia Menurut Prof. Yusril dari dulu barat tidak ingin Indonesia jadi negara maju, sehingga mereka terus menghantui kita dengan menghancurkan perekonomian suatu negara Barat tidak mau kalau Indonesia maju secara teknologi dan bisa mengolah sumber kekayaan alamnya secara mandiri dan mengekspor dalam bentuk barang jadi bukan komoditi mentah
Indonesia
132
56
131
12.1K
Ryan Capriboy
Ryan Capriboy@Aboy7474·
@neVerAl0nely___ Gausah cuma nyalahin barat, disini pejabat keparat nya jg banyak dan bikin hancur negara, musuh nyata depan mata bahkan bareng2 sama lu, ga usah cuma liat yg jauh!!
Indonesia
1
0
2
266
Unknown1945💤
Unknown1945💤@Furry_Carry·
@xel4life @LambeSahamjja Sekelas media besar loh ya, mulai dari pesta babi dll, intinya barat mau kalau Indonesia pro ke mereka, apa kmu mau bersekutu dgn penjajah?
Unknown1945💤 tweet media
Indonesia
0
0
0
75
Zulfikar Arma x
Zulfikar Arma x@ArmaZulfikar·
@LambeSahamjja Hai goblok loe nulis itu harus pakai data, ekspor Indonesia surplus terhadap impor bro. Ekspor 60 import 50. Itu analogi nya. Loe bikin status lama lama semakin ngawur 🤣🤣
Indonesia
2
0
1
292
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, gue mau jelasin kenapa rupiah melemah dengan cara yang paling sederhana yang bisa gue lakukan. Bayangkan kamu punya warung. Setiap hari ada uang yang masuk dan uang yang keluar. Kalau yang keluar lebih banyak dari yang masuk warungmu perlahan bangkrut. Indonesia persis seperti itu. Tapi skala negara. Dan selama puluhan tahun yang keluar lebih banyak dari yang benar-benar kita hasilkan sendiri. Dan itu akar masalahnya. Bukan Soros. Bukan konspirasi asing. Bukan faktor global semata. Struktur ekonomi kita sendiri yang bocor. Dan ini yang paling penting dipahami dulu: Pemerintah selalu bilang: rupiah melemah karena faktor global. Konflik geopolitik. Suku bunga Amerika naik. Semua negara mengalami hal yang sama. Tapi ini fakta yang tidak bisa dibantah: Ringgit Malaysia dalam satu tahun terakhir menguat terhadap dolar. Won Korea menguat. Bath Thailand menguat. Peso Filipina menguat. Dong Vietnam menguat. Rupiah melemah bukan hanya terhadap dolar Amerika, tapi terhadap semua mata uang itu sekaligus. Kalau masalahnya murni global kenapa hanya Indonesia yang melemah? Kenapa negara tetangga justru menguat? Jawabannya hanya satu: ada yang berbeda dengan Indonesia. Dan yang berbeda itu ada di dalam negeri kita sendiri. Dan ini penjelasan paling sederhana kenapa rupiah bisa terus melemah: Bayangkan dolar seperti air. Supaya rupiah kuat harus ada banyak orang yang mau menukar dolar mereka jadi rupiah. Artinya permintaan terhadap rupiah tinggi. Kalau lebih banyak orang yang menjual rupiah untuk beli dolar rupiah melemah. Dan sekarang yang terjadi adalah: dari banyak arah sekaligus dolar terus keluar dari Indonesia. Dari mana saja keluarnya? Pertama — impor. Setiap perusahaan yang beli bahan baku dari luar negeri harus bayar pakai dolar. Artinya mereka jual rupiah beli dolar. Dan Indonesia masih sangat bergantung pada impor dari kedelai untuk tempe, gandum untuk roti, sampai mesin-mesin pabrik. 70% bahan baku produk jadi di Indonesia masih diimpor. Kedua — energi. Indonesia punya minyak tapi tidak cukup untuk kebutuhan sendiri. Setengah kebutuhan minyak kita masih diimpor dan dibayar dalam dolar. Setiap harga minyak naik — dolar yang keluar makin banyak. Ketiga — jasa. Ini yang paling sedikit dibahas tapi sangat besar dampaknya. Ekspor jasa Indonesia 40 miliar dolar per tahun. Tapi impor jasa kita 60 miliar dolar per tahun. Defisit 20 miliar dolar hanya dari jasa. Apa saja itu? Kapal-kapal asing yang mengangkut ekspor kita kita bayar dalam dolar. Software dan lisensi teknologi yang kita pakai dolar. Konsultan keuangan internasional dolar. Wisatawan Indonesia yang belanja di luar negeri dolar. Semua mengalir keluar. Keempat — keuntungan perusahaan asing. Setiap perusahaan asing yang untung di Indonesia sebagian keuntungannya dikirim balik ke negara asal. Dalam dolar. Dan ini puluhan miliar dolar per tahun. Kelima — bayar utang dan bunga. Pemerintah dan perusahaan punya utang luar negeri. Setiap jatuh tempo harus bayar dalam dolar. Bunganya saja sudah puluhan miliar dolar per tahun. Jauh lebih besar dari pendapatan yang kita terima dari investasi kita di luar negeri. Keenam — investor yang kabur. Ketika investor tidak percaya dengan arah kebijakan Indonesia mereka jual saham dan obligasi Indonesia, tukar jadi dolar, keluar. Q1 2026 saja: 40 triliun kabur dari pasar saham. 20 triliun dari pasar obligasi. Dalam tiga bulan. Dan ini yang paling mengejutkan: Secara total dolar yang masuk ke Indonesia sebenarnya lebih banyak dari yang keluar. Neraca pembayaran Indonesia bahkan kadang surplus. Tapi surplus itu bukan dari ekspor yang kita hasilkan sendiri. Bukan dari ekonomi yang produktif. Surplusnya dari: utang baru. Investasi jangka pendek yang bisa keluar kapan saja. Hot money yang masuk hari ini dan bisa pergi besok. Dan itu bedanya dengan surplus yang sehat. Kalau surplusmu dari utang suatu saat harus dibayar kembali plus bunganya. Kalau surplusmu dari hot money begitu ada kabar buruk, semuanya kabur dalam hitungan jam. Ini seperti warung yang kelihatan ramai tapi sebagian besar uang kasnya adalah utang ke rentenir. Kelihatan surplus. Tapi rapuh. Dan ini yang paling relevan dengan kondisi sekarang: Sekarang ada banyak tekanan sekaligus yang menghantam dolar kita dari berbagai arah bersamaan: Semua terjadi bersamaan. Di satu waktu. Dan ini kenapa rupiah bisa terus melemah — bahkan ke level yang lebih dalam: Bukan karena ada yang menyerang Indonesia. Tapi karena struktur ekonomi kita belum cukup kuat untuk menghasilkan dolar sendiri secukupnya. Kita masih sangat bergantung pada ekspor komoditas mentah yang harganya ditentukan dunia. Industri pengolahan kita masih lemah. Ekspor jasa kita masih kalah jauh dari impornya. Dan setiap kali kepercayaan investor goyah — hot money kabur dan dolar langsung langka. Selama struktur ini tidak berubah — setiap guncangan dari dalam atau luar negeri akan langsung terasa di nilai tukar rupiah. Dan ini yang paling menyakitkan: Ibu yang membuat tempe di Gresik tidak tahu apa itu neraca berjalan. Tidak tahu apa itu hot money. Tidak tahu apa itu defisit jasa. Tapi dia merasakan: harga kedelai naik dari Rp9.000 ke Rp11.000 per kilogram. Pendapatannya turun 20%. Karena kedelai Indonesia masih diimpor dan dibayar dalam dolar yang terus menguat. Rupiah yang melemah bukan angka di koran. Rupiah yang melemah adalah harga tempe yang naik. Harga bensin yang naik. Tagihan cicilan yang naik. Dan gaji yang terasa makin tidak cukup.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
24
90
226
12K
PetroDollar is dead
PetroDollar is dead@wintropicale·
@TheEconomist Kita sedang dijadikan target berikutnya oleh AS🇺🇲 & UE🇪🇺 Di WTO kita selalu dijegal Sekarang Rupiah dilemahkan Tujuannya: Agar krisis ➡️ aksi demo ➡️ pergantian rezim pro Barat Mereka gak suka dengan policy ekonomi Indonesia yang kata Barat "merugikan mereka" Waspadalah ✊ 🇮🇩
PetroDollar is dead tweet media
Indonesia
1
0
7
378
The Economist
The Economist@TheEconomist·
Far too much in Indonesia depends on a thin-skinned former general with a sketchy human-rights record. Prabowo Subianto needs to hear some unpalatable truths economist.com/leaders/2026/0…
English
70
616
1.3K
97.2K
S Huda Agatha
S Huda Agatha@shda_agatha_·
Sepertinya, Presiden kami dianggap rintangan krn akan jadi penentu arah kebijakan masa depan Indonesia yg akan mengancam status quo Barat .. The economist dimiliki oleh perusahaan investasi multinasional & bankir dinasti apa saja @grok ?
The Economist@TheEconomist

Far too much in Indonesia depends on a thin-skinned former general with a sketchy human-rights record. Prabowo Subianto needs to hear some unpalatable truths economist.com/leaders/2026/0…

Indonesia
10
7
41
2.8K
Unknown1945💤
Unknown1945💤@Furry_Carry·
@blue_berets7 Tetep jaga kenetralan guys, berita jelek tentang pemerintah jgn ikutan fomo, cek dlu faktanya yaa
Indonesia
0
0
2
39
Unknown1945💤 retweetledi
iii_chromatic
iii_chromatic@blue_berets7·
Akun X AngeloinChina menyebut Indonesia sedang menghadapi tekanan geopolitik besar dari Amerika Serikat. Dalam unggahannya, AS disebut tengah berupaya menarik Indonesia lebih jauh ke kubu Barat 📷 demi membendung pengaruh China di kawasan Asia Pasifik.
iii_chromatic tweet media
Indonesia
8
10
20
831
Angelo Giuliano 🇨🇭🇮🇹
WATCH OUT INDONESIA. The US is putting massive pressure on Indonesia right now as part of its desperate plan to contain China. The goal? Turn Indonesia into a US client state that helps enforce an extended blockade around the Malacca Strait >> choking off China’s main energy lifeline. We’re already seeing the signs: a flood of new hit pieces on the Prabowo government popping up everywhere. Polymarket (that classic US psyop betting tool) is suddenly running projections on regime change. Western-controlled media outlets are sliding into DMs with Brian Berletic and myself, fishing for angles >> because we were among the few who called out the last color revolution attempt and exposed the Soros/NED funding networks behind the 2025 unrests. This is coordinated. There’s a clear plan to destabilize Indonesia and flip it fully into the Western camp. Don’t be surprised when your feeds (including X) get flooded with more and more negative coverage of the Indonesian government >> “authoritarian,” “corrupt,” “unstable,” the usual script. Indonesia is too important: biggest Muslim country, strategic geography, resources, and balancing act between powers. The US doesn’t like that independence. They want control over those sea lanes for any future Taiwan or South China Sea showdown. Stay vigilant, Indonesia. Separate real domestic issues from foreign-funded chaos. The hybrid war playbook is in full swing >> info ops, NGOs, media smears, and political pressure. Don’t let them turn your country into the next pawn.
Angelo Giuliano 🇨🇭🇮🇹 tweet mediaAngelo Giuliano 🇨🇭🇮🇹 tweet mediaAngelo Giuliano 🇨🇭🇮🇹 tweet mediaAngelo Giuliano 🇨🇭🇮🇹 tweet media
English
389
4.8K
10.9K
713.2K