
Gading Utoro
4.2K posts



Belanda 🇳🇱 Kampus spesialis teknik bendungan dan pengairan. Mesir 🇪🇬 Kampus spesialis ilmu agama dan bahasa arab. Jerman 🇩🇪 Kampus spesialis teknik mesin dan otomotif. Amerika 🇺🇸 Kampus spesialis bisnis dan manajemen startup. Jepang 🇯🇵 Kampus spesialis robotika dan teknologi manufaktur. Prancis 🇫🇷 Kampus spesialis seni rupa dan industri fashion. Swiss 🇨🇭 Kampus spesialis perhotelan dan manajemen pariwisata. Indonesia ?


Ternyata bangsa kita gaes udah jadi pengepul dan pedagangan komoditas dari dulu Bisa dilihat dari postingan ini. Dulu jualannya: -Rempah-rempah - emas - logam -perkayuan - batu2 berharga Sekarang jualannya: - Sawit - Batubara - Nikel - Kopi dkknya Kita masih ga berubah selama 1000 tahun. Bangsa lain sudah jualan barang jadi, kita masih jualan barang mentah. Eksploitatif dan ngerusak lingkungan lagi. Source gambar: Kontan.com

@raykairi Apakah perlu juga makanan kita mendunia? Kebanggaan beda dengan pamer ya. Realitasnya, makanan otentik kita itu terlalu berempah/pedas untuk lidah orang asing. Jangan bandingkan dengan Thailand yang lebih diuntungkan secara geografi (dan tak pernah mengalami penjajahan).


Profesor Herawati Sudoyo, Pahlawan Bom Bali yang "dikalahkan" oleh tembok birokrasi negara sendiri. Lo bayangin, kepolisian dunia aja hormat sama beliau karena sukses bongkar identitas pelaku Bom Bali cuma dari serpihan DNA. Tapi pas di negaranya sendiri, nasib beliau dan timnya malah berakhir ngenes gara-gara urusan administratif. Namanya Prof. Herawati Sudoyo, salah satu otak paling cerdas di Lembaga Eijkman. Pas kejadian Bom Bali 2002, beliau dan timnya kerja gila-gilaan buat identifikasi pelaku lewat sisa-sisa DNA di lokasi ledakan. Berkat beliau, kasus-kasus terorisme besar bisa terungkap secara ilmiah. Di tangan beliau, Lembaga Eijkman jadi markas riset genetika paling bergengsi di dunia. Bukan kaleng-kaleng, ilmuwan luar negeri aja segan sama riset mereka. Tapi ya gitu, musuh terberat orang pinter di sini bukan virus, tapi birokrasi. Plot twist paling pahitnya terjadi awal 2022. Lembaga bersejarah ini dibubarin dan dilebur secara paksa ke instansi riset baru. Alhasil? Ratusan ilmuwan dan peneliti elit dipecat massal dalam semalam cuma karena mereka bukan PNS. Bayangin, orang-orang yang udah ngabdi puluhan tahun demi kemajuan sains Indonesia, disuruh angkat kaki cuma karena masalah dokumen status pegawai. Dr. Herawati dan timnya harus ninggalin laboratorium tempat mereka nyetak sejarah internasional. Ini jadi bukti nyata kalau di sini, "surat sakti" birokrasi kadang lebih berkuasa daripada otak jenius yang diakuin dunia. Padahal kita butuh lebih banyak orang kayak mereka, bukan malah bikin mereka "patah hati" sama negaranya sendiri. Respek buat Prof. Herawati dan para ilmuwan Eijkman. Mereka udah kasih yang terbaik buat Indonesia, meskipun akhirnya harus "menelan luka" gara-gara sistem yang kaku. Pahlawan sains yang sebenernya.🫡✨


Berita Kompas hari ini 14 Mei 1998, 28 tahun lalu. Relevan kah?

Profesor Herawati Sudoyo, Pahlawan Bom Bali yang "dikalahkan" oleh tembok birokrasi negara sendiri. Lo bayangin, kepolisian dunia aja hormat sama beliau karena sukses bongkar identitas pelaku Bom Bali cuma dari serpihan DNA. Tapi pas di negaranya sendiri, nasib beliau dan timnya malah berakhir ngenes gara-gara urusan administratif. Namanya Prof. Herawati Sudoyo, salah satu otak paling cerdas di Lembaga Eijkman. Pas kejadian Bom Bali 2002, beliau dan timnya kerja gila-gilaan buat identifikasi pelaku lewat sisa-sisa DNA di lokasi ledakan. Berkat beliau, kasus-kasus terorisme besar bisa terungkap secara ilmiah. Di tangan beliau, Lembaga Eijkman jadi markas riset genetika paling bergengsi di dunia. Bukan kaleng-kaleng, ilmuwan luar negeri aja segan sama riset mereka. Tapi ya gitu, musuh terberat orang pinter di sini bukan virus, tapi birokrasi. Plot twist paling pahitnya terjadi awal 2022. Lembaga bersejarah ini dibubarin dan dilebur secara paksa ke instansi riset baru. Alhasil? Ratusan ilmuwan dan peneliti elit dipecat massal dalam semalam cuma karena mereka bukan PNS. Bayangin, orang-orang yang udah ngabdi puluhan tahun demi kemajuan sains Indonesia, disuruh angkat kaki cuma karena masalah dokumen status pegawai. Dr. Herawati dan timnya harus ninggalin laboratorium tempat mereka nyetak sejarah internasional. Ini jadi bukti nyata kalau di sini, "surat sakti" birokrasi kadang lebih berkuasa daripada otak jenius yang diakuin dunia. Padahal kita butuh lebih banyak orang kayak mereka, bukan malah bikin mereka "patah hati" sama negaranya sendiri. Respek buat Prof. Herawati dan para ilmuwan Eijkman. Mereka udah kasih yang terbaik buat Indonesia, meskipun akhirnya harus "menelan luka" gara-gara sistem yang kaku. Pahlawan sains yang sebenernya.🫡✨

Vigilante dunia nyata itu modelnya bukan Punisher atau Batman, noh FPI yg razia warteg pas puasa atau boti hunter di fb/ig yg bikin konten gebukin queer, vigilante semua itu. Because vigilantism is actually bad irl, hukum yg mrk pegang buat basis not applied irl for a reason.




Gw sedih bgt waktu Ejkman dibubarin asli. Terus tau gak sih pas barang2 alat penelitiannya dipretelin tanpa standar, mesin2 yg puluhan milyar dibawa kaya bawa kulkas biasa. HAH







