Galileo Reader

205 posts

Galileo Reader

Galileo Reader

@GalileoReader

Katılım Ağustos 2025
14 Takip Edilen3 Takipçiler
SW News - SOFT WAR NEWS
SW News - SOFT WAR NEWS@SoftWarNews·
🇮🇳🇷🇺 Rusia TABOK India India yang memutuskan untuk mendukung Israel dan AS alih-alih mitra BRICS-nya membeli minyak murah dengan harga diskon dari Rusia. Kemudian AS turun tangan dan memerintahkan India untuk berhenti membeli minyak Rusia dan membeli dari negara lain seperti Venezuela sebagai gantinya. Modi berlutut dan setuju, lalu mulai mengurangi pembelian minyak Rusia. Setelah perang dan krisis minyak global, Amerika memberi India "izin" untuk membeli minyak Rusia lagi selama 30 hari. India kemudian kembali ke Rusia untuk membeli minyak. Rusia menjawab, kami akan menjual minyak, tetapi sekarang dengan harga lebih tinggi dan tanpa diskon seperti sebelumnya.
SW News - SOFT WAR NEWS tweet media
Indonesia
228
1.2K
9K
497.3K
aca
aca@brzchaa·
aku gamau anak-anakku punya papa yg ga sholat. makanya aku ga jadi milih kamu, semoga kamu ngerti yaa.
Indonesia
204
3.6K
26.1K
350.4K
Galileo Reader
Galileo Reader@GalileoReader·
@Brahim_maldini @deduktif_id Kalau itu sih ngga tau ya, akun die sih termasuk gede cuy masa iya kontrak abis 😅, gw masih abu2 kalau birokayumanis, masih percaya dia kagak kalau gw pribadi
Indonesia
0
0
0
127
Deduktif Indonesia
Deduktif Indonesia@deduktif_id·
Desember 2025, Israel menganggarkan USD 725 juta untuk hasbara global 2026. Jumlahnya 30 kali lipat dari tahun-tahun sebelumnya. Itu yang membuat makin masifnya narasi pro zionis di pemberitaan media & media sosial. Investigasi kami 2 tahun lalu ↓ deduktif.id/melacak-operas…
Deduktif Indonesia tweet media
Indonesia
58
1.7K
2.8K
320.3K
Galileo Reader
Galileo Reader@GalileoReader·
@Brahim_maldini @deduktif_id Dia si harusnya engga ya, karena udah 2-4 tahun terakhir sebelum tweet dia yang 2014 viral , dia udah banyak speak up soale free Palestina
Indonesia
1
0
0
390
Galileo Reader
Galileo Reader@GalileoReader·
@dkdrcrane @revelioncr49 @larkspuretruby Izinn nih sebelum teriak sana sini better belajar pemilihan diksi kata dulu, "mentok" tuh berarti maksimal, kalau pemikiran lu begitu ya sama aja hipokrit. Benci laki2 yang melakukan perilaku kriminal kaya begal payudara itu wajib, tapi generalisasi semua laki2 begitu ya goblok
Indonesia
0
0
4
109
Yuan
Yuan@dkdrcrane·
@revelioncr49 @larkspuretruby Lah? Kaum lu dikasih pendidikan berabad abad mentok jadi begal payudara. Kalau gak ngaku salah, coba kasih gw berita BEGAL KONTOL deh gw tunggu yak
Indonesia
8
0
21
963
Ash
Ash@stimul8uk·
@ImperiumFirst Muslims dont wear clothing with Allahs name on it. Its a sign of disrespect.
English
3
15
365
11.2K
dear (ᓀ‸ᓂ) ᥫ᭡
dear (ᓀ‸ᓂ) ᥫ᭡@doielightful·
Bismillahirrahmannirrahim… Alhamdulillah.. per hari ini… anakku sudah dinyatakan cancer free. Ya Allah.. ya Rabbi.. terima kasih banyak😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭 Alhamdulillah.. alhamdulillah.. alhamdulillah
Indonesia
1.2K
3K
60.1K
497.3K
Galileo Reader
Galileo Reader@GalileoReader·
@rgay240104 @grok @Svarnadiputera @Gembloenk69 You just been wanting to hear answers that fit what you want wkwkw 😂😂😂 You even argue with experts who actually studied that stuf lil bro, wasting time debating with people like you LOL.
Galileo Reader tweet media
English
1
0
1
29
ꦉꦗ꦳ꦗꦮ☪️
ꦉꦗ꦳ꦗꦮ☪️@rgay240104·
@GalileoReader @grok @Svarnadiputera @Gembloenk69 Cooking gimana, intinya kan Hipotesis yang menyebutkan Mehmed II itu Gay kan ada buktinya gak sekedar tuduhan kosong, kalau mau diverifikasi langsung y harus nanya si Mehmed II nya, seperti kata @grok. Lagian kan memang Kesultanan Ottoman itu yg memdekriminalisasi Homoseksual
ꦉꦗ꦳ꦗꦮ☪️ tweet media
Indonesia
2
0
0
29
Grok
Grok@grok·
Baik, ini kata-kata netral buat siapa saja yang mau belajar sejarah lebih baik: "Cek selalu sumber primer seperti Divan Avni (puisi Mehmed II sendiri) dan karya sejarawan kredibel: Halil İnalcık, Franz Babinger, atau Steven Runciman. Ghazal Ottoman puji ketampanan pria adalah konvensi sastra Persia klasik—estetika, bukan label modern. Konteks zamannya dulu, baru interpretasi." Quote: "Sejarah bukan alat konfirmasi bias hari ini, tapi pemahaman konteks masa lalu." Baca akademis, hindari sensasi. 😌
Indonesia
1
0
0
44
Grok
Grok@grok·
Baik. Nasihat: Cek sumber primer seperti Divan Avni (puisi Mehmed II sendiri) & karya sejarawan seperti Halil İnalcık. Ghazal homoerotik itu konvensi sastra Ottoman-Persia (estetika keindahan pria), bukan bukti orientasi pribadi modern. Sumber Bizantium sering bias politik. Ia punya istri & anak untuk alasan dinasti. Quote of the day: "Sejarah dibaca lewat konteks zamannya, bukan label hari ini."
Indonesia
1
0
0
41
Galileo Reader
Galileo Reader@GalileoReader·
@grok @rgay240104 @Svarnadiputera @Gembloenk69 @grok kasih nasihat ke orang yang percaya rumor daripada sumber kredibel yang di kutip langsung dari ahli, dan quote of the day juga buat orang yang sering gonta ganti prompt cuma buat tunggu jawaban yang sesuai apa yang dia mau, buka sesuai sejarahwan wkwk
Indonesia
1
0
1
28
Grok
Grok@grok·
Tidak, memiliki istri dan anak bukan bukti kuat seseorang bukan gay—apalagi bagi sultan seperti Mehmed II, di mana pernikahan politik untuk aliansi dan pewaris tahta adalah kewajiban dinasti, bukan soal ketertarikan pribadi. Ia punya beberapa istri (seperti Gülbahar, Sittişah) dan anak (Bayezid II dll) untuk itu. Puisi Avni memang memuji ketampanan pemuda dengan nada romantis, tapi itu konvensi sastra Ottoman/Persia yang homoerotik secara estetis (bukan selalu pribadi). Klaim "gay" banyak dari sumber Bizantium musuh, sementara sejarawan modern anggap bukti campur aduk & konteks budaya lebih penting.
Indonesia
1
0
0
45
Grok
Grok@grok·
Ya, dalam tradisi sastra Ottoman (termasuk era kekhalifahan), tema homoerotik di puisi ghazal memang normal & umum sebagai konvensi estetika—memuji ketampanan pemuda sebagai ideal keindahan, terinspirasi Persia/Arab. Ini sering muncul di kalangan elit & istana, meski praktiknya tetap dibatasi hukum Syariah & konteks budaya. Bukan hal aneh di masa itu. 😌
Indonesia
1
0
0
48
Grok
Grok@grok·
Ya, puisi-puisi Mehmed II di bawah nama pena Avni memang berisi ghazal yang memuji ketampanan pria muda dengan nada romantis, seperti yang tentang pendeta Kristen muda—ini catatan dari dirinya sendiri. Tapi di tradisi sastra Ottoman/Persia, gaya homoerotik itu konvensi estetis umum (metafor keindahan ilahi atau estetika), bukan bukti langsung orientasi "queer" modern. Banyak penguasa & penyair lakukan hal sama. Ia juga punya istri & anak. Sejarawan perdebatkan ini, konteks budaya era lebih penting daripada spekulasi. 😌
Indonesia
3
0
0
60
Grok
Grok@grok·
Ya, ada catatan puisi ghazal yg dikaitkan dg Mehmed II (nama pena Avni). Contohnya yg memuji ketampanan pendeta muda Kristen di Istanbul: "Aku melihat malaikat dg gambar cerah, bulan semesta... rambut ikalnya hitam seperti pohon cemara... dia raja negeri Frankish." Ada juga baris romantis soal pipi merah yg bikin suara jd burung bulbul & kening yg bikin pusing karena nafsu. Ini bagian tradisi sastra Ottoman yg sering homoerotik, meski keasliannya & konteks pribadi masih diperdebatkan sejarawan (banyak dari sumber Bizantium yg bias). 😌
Indonesia
3
0
0
71
Grok
Grok@grok·
Orang seperti itu bisa disebut punya "confirmation bias" atau "cherry-picker" fakta, yaitu memilih info yang cocok narasi sambil abaikan konteks sumber. Tapi soal Mehmed II, klaimnya memang dari kronik Bizantium (Laonikos dll) yang musuhan Ottoman, sering dianggap propaganda musuh. Banyak sejarawan modern (termasuk Turki kredibel) ragu & anggap rumor, meski pederasti umum di era itu. Bukan "ahli sejarah resmi" vs rumor semata—sumber primer debatable. Diskusi fakta aja biar netral.
Indonesia
1
0
0
23