gi

55K posts

gi banner
gi

gi

@GarutIklan

You've been lied to your entire life.

Garut Katılım Aralık 2011
7.6K Takip Edilen17.4K Takipçiler
gi retweetledi
King Purwa
King Purwa@BosPurwa·
Msh terjadi di hari ke-490 MBG Negara bicara ratusan triliunan anggaran, tp msh gagal memastikan satu hal paling dasar, makanan yg sehat dan aman untuk anak-anak.
King Purwa tweet media
Indonesia
5
57
79
1K
gi retweetledi
gi retweetledi
Info Jateng
Info Jateng@Jateng_Twit·
Terjadi Kembali, kali ini di Pekalongan Menu MBG ada BELATUNGNYA di salah satu sekolah di Pekalongan. Kejadian Seni 4 Mei 2026
Indonesia
59
778
1.4K
72.9K
gi retweetledi
Kementerian Kegelapan
Kementerian Kegelapan@kemgelapan·
400 lagi menuju keniscayaan 🔥
Kementerian Kegelapan tweet media
Indonesia
81
395
1.6K
27.1K
gi retweetledi
salam4jari
salam4jari@salam4jari·
😎
salam4jari tweet media
QME
57
3.2K
4.6K
44.4K
gi retweetledi
MinDos
MinDos@dosenkesmas·
Pagi pagi udah dibikin esmosi sama MBG yang mau pengadaan SUFOR. IYA SUFOR! Padahal Sufor hanya diberikan atas indikasi. Cukup ASI saja hingga 2 tahun. Nakes aja ada sanksi dan hukumannya loh promosi sufor.
MinDos tweet media
Indonesia
74
866
1.6K
29.2K
gi retweetledi
MinDos
MinDos@dosenkesmas·
Wah aseli ini kacau bener dah BGN. HEEEEEELLLLPPPPPP!!!! 😭😭😭
MinDos tweet media
Indonesia
200
2.8K
8.4K
249.3K
gi retweetledi
Sumatera Adil & Federal
Sumatera Adil & Federal@indepenSumatera·
News :🚨Gila! BI beli rupiah secara brutal di semua front. Intervensi pembelian gila-gilaan ini jadi pertaruhan terbesar buat cegah kehancuran nilai tukar!
Sumatera Adil & Federal tweet media
Indonesia
40
130
584
24.1K
gi retweetledi
Silo
Silo@Silo1986·
Trans FTM gait ⚧️🏳️‍⚧️ Knees separate: FEMALE! ♀️
English
0
4
9
507
gi retweetledi
versace
versace@trunkszoldyck·
BBM naik Sembako naik Ongkos naik Rupiah hancur Biaya hidup melonjak naik Enih serius kagak ada yang demo besar besaran?
Indonesia
277
3.1K
10.7K
194.5K
gi retweetledi
ℬ𝒶𝑔𝒾𝓃𝒹𝑜 𝒦𝑜𝓅𝒾
Aksi protes dilakukan siswa SMP di Deli Serdang dengan membuang puluhan paket Makanan Bergizi Gratis (MBG) ke jalan. Diduga, makanan yang dibagikan sudah tidak layak konsumsi akibat perubahan jadwal distribusi. Pihak terkait mengakui adanya indikasi kualitas makanan yang kurang baik, namun juga menyayangkan cara protes yang dilakukan siswa. Kasus ini menjadi catatan penting untuk evaluasi pengawasan kualitas dan distribusi program MBG ke depannya. Sumber: Liputan6
ℬ𝒶𝑔𝒾𝓃𝒹𝑜 𝒦𝑜𝓅𝒾 tweet media
Indonesia
38
82
146
4.4K
gi retweetledi
kiv z
kiv z@triwul82·
Gaji guru di Sikka Rp150rb, tapi negara sanggup gelontorkan triliunan untuk proyek MBG. Inilah kekonyolan yang nyata: lebih sibuk urus pengadaan makanan daripada memanusiakan pendidik. ​Ironi luar biasa. Kita bicara makan siang gratis yang butuh logistik masif, tapi untuk sekadar bayar gaji layak guru honorer di pelosok saja tidak becus. Nalar kebijakan kita sedang tidak sehat. Jangan sampai MBG cuma jadi ladang korupsi baru, sementara martabat guru digadaikan demi gimik politik. cnnindonesia.com/nasional/20260…
kiv z tweet media
Indonesia
32
369
508
7K
gi retweetledi
Hidup sebagai +62
Hidup sebagai +62@Hidupsebagai62·
KAMPUS DISURUH MASAK? WHAT?? "Tugas kami mendidik, bukan memasak!" Rektor UI Seminggu belakangan ini, dunia pendidikan Indonesia diramaikan oleh satu permintaan yang bikin banyak rektor mengernyitkan dahi. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana meminta perguruan tinggi turut membuka Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) alias dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Bukan sekadar wacana permintaan ini disampaikan langsung dalam Forum U25 yang dihadiri para rektor dari 24 Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) di Makassar, seiring peresmian dapur MBG pertama di lingkungan kampus di Universitas Hasanuddin. ALASAN BGN: BUKAN SEKADAR MASAK-MASAKAN BGN punya argumen yang lebih luas dari sekedar "tolong buatin nasi boks". Ini alasannya: 1. Kampus = Gudang Ilmu + Sumber Daya Dadan menegaskan bahwa teknologi, SDM, dan inovasi yang dimiliki perguruan tinggi dinilai sangat bermanfaat bagi program MBG, mulai dari pengembangan peralatan, keamanan pangan, hingga pelatihan dan bimbingan teknis. 2. SPPG = Lab Hidup untuk Mahasiswa SPPG di kampus dimaksudkan sebagai pusat pembelajaran berbasis praktik, sekaligus laboratorium hidup untuk mengembangkan riset dan inovasi mulai dari teknologi pertanian, pengolahan pangan, hingga manajemen rantai pasok. 3. Skala Kebutuhannya BESAR banget Satu unit SPPG saja membutuhkan sekitar 8 hektare lahan sawah untuk suplai beras, 19 hektare lahan jagung untuk pakan ternak, dan 3.700–4.000 ekor ayam petelur untuk kebutuhan protein harian. BGN menilai kampus punya kapasitas untuk menyuplai semua itu dari civitas akademikanya sendiri. 4. Penggerak Ekonomi Lokal SPPG di kampus diharapkan jadi offtaker terdepan bagi produk-produk lokal, menciptakan kolaborasi antara kampus, petani, peternak, dan UMKM dalam satu sistem ekosistem ekonomi yang berkelanjutan. RESPONS REKTOR UI: TUNGGU DULU! Rektor UI, Heri Hermansyah, menegaskan bahwa tugas utama perguruan tinggi adalah pendidikan, penelitian, riset, inovasi, dan pengabdian masyarakat bukan operasional dapur. Jika pun ada SPPG, seharusnya dikelola oleh unit usaha kampus yang relevan, bukan universitas itu sendiri. PRO VS KONTRA Yang PRO: Rektor IPB University, Alim Setiawan Slamet, menilai pelibatan kampus dalam MBG merupakan langkah strategis karena kampus memiliki keunggulan dalam mengintegrasikan sistem pangan berbasis ilmu pengetahuan, dari produksi hingga konsumsi dan gizi. Yang KONTRA: Akademisi dari Pusat Studi Kebijakan Publik Universitas HKBP Nommensen mengingatkan bahwa pendidikan tinggi tidak boleh diperlakukan sebagai ruang operasional proyek. Kampus harus tetap menjadi institusi yang menjaga kebebasan berpikir dan otonomi intelektual. LBH Makassar bahkan mengkritik keras Unhas yang sudah terlanjur membangun dapur MBG, menyebutnya menyimpang dari mandat Tridharma Perguruan Tinggi dan berpotensi menimbulkan konflik kepentingan. Niat BGN sebenarnya mulia melibatkan kampus sebagai knowledge hub yang mengintegrasikan sains, riset, dan praktik dalam program gizi nasional. Tapi pertanyaannya tetap relevan: apakah ini tugas kampus, atau seharusnya ada lembaga lain yang mengambil peran operasional ini? Yang jelas, antar "kampus sebagai mitra riset" dan "kampus sebagai pengelola dapur" itu bedanya jauh banget. Dan Rektor UI sudah memilih jawabannya dengan elegan Gimana menurut kamu? Kampus seharusnya ikut masak atau cukup kasih resep ilmiahnya? Komen di bawah!
Hidup sebagai +62 tweet media
Indonesia
359
2.2K
6.7K
149.1K
gi retweetledi
Sumatera Adil & Federal
Sumatera Adil & Federal@indepenSumatera·
Deforestasi Indonesia pada tahun 2025 mencapai sekitar 433.751 hektare, Angka ini setara dengan hilangnya hutan seluas hampir 6 kali lipat wilayah DKI Jakarta dalam satu tahun saja. Kurang puas? Tahun 2026 pemerintahan juga menargetkan lahan sekitar 2,5-3 juta hektar di papua, angka ini setara 70 kali luas DKI. Terima kasih hidup jokowi dan prabowo Source :BPS
Sumatera Adil & Federal tweet mediaSumatera Adil & Federal tweet media
i-Pop HQ@iPopHQ

An orangutan bathing herself amid hot weather. 📹: Orangutan Foundation

Indonesia
11
409
589
10.1K