Adam 🌱/acc

3.3K posts

Adam 🌱/acc banner
Adam 🌱/acc

Adam 🌱/acc

@GeneralAdamJaya

Don't follow me. Tweeting in Indonesian language | Terlahir jaya. Ikuti nasehat Manly P. Hall, dan baca buku Human Action!!

Katılım Nisan 2022
1K Takip Edilen78 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
Adam 🌱/acc
Adam 🌱/acc@GeneralAdamJaya·
PENTING!! untuk dibaca masyarakat awal abad 21 pada umumnya, dan untuk calon pendirj negara daring pada khususnya: thenetworkstate.com
Indonesia
0
0
2
0
Adam 🌱/acc
Adam 🌱/acc@GeneralAdamJaya·
@SahalaSmnjtk16 @MuhadklyAcho Marketing yg sehat itu sah, bukan yg hanya untuk tujuan khusus: marketing yg hanya bertujuan memenangkan lomba paling banyak penonton untuk membuktikan paling banyak penonton = kualitas objektif film diapprove. Karena terbatas, rincinya ada di reply lainnya.
Indonesia
1
0
0
64
SahalaSimanjuntak16
SahalaSimanjuntak16@SahalaSmnjtk16·
@GeneralAdamJaya @MuhadklyAcho coba diperjelas lagi mana korelasi penonton banyak dengan kualitas dari opini Acho. tujuan marketing ya untuk membentuk persepsi. Kalau yg dijual memang cocok, ya jalan. Kalau ga, ya ga jalan Bagus atau ga itu ditekankan subjektif. Subjektifitasnya diarahkan melalui marketing.
Indonesia
1
0
0
57
Adam 🌱/acc
Adam 🌱/acc@GeneralAdamJaya·
Ingat lho. KDP dan platform semacam RoyalRoad mengijinkan penggunaan AI, baik sebagian atau keseluruhan, jika dan hanya jika kualitasnya tidak poor experience.
Indonesia
0
0
0
123
Adam 🌱/acc
Adam 🌱/acc@GeneralAdamJaya·
Maka penulisan prosa, plot dan struktur, dialog, deksripsi, didelegasikan ke ghost writer. Secara timeline, kebetulan AI datang. Makin senanglah mereka. Karena mekanisasi beberapa tindakan kognitif dan motorik (mengetik/menulis menggunakan tangan) akhirnya didelegasikan ke AI.
Indonesia
1
0
1
185
Adam 🌱/acc
Adam 🌱/acc@GeneralAdamJaya·
A: Apa enaknya nulis pakai AI? B: Apa enaknya nulis dgn bantuan Google? C: Apa enaknya nulis dgn bantuan pustakawan? D: Apa enaknya nulis dgn mengambil konsep buku org lain? E: Apa enaknya pakai komputer? D: Apa enaknya pakai mesin tik? Mereka semua terpisah jarak ruang-waktu.
َ@rzebels

tapi apa enaknya deh nulis pake ai? apa enaknya nulis without bolak-balik nyari sinonim just to keep things from sounding repetitive. apa enaknya nulis without hitting up a fuckin dictionary/kbbi every 2 minutes just to double check satu kata yang aslinya sering digunain sehari2

Indonesia
1
0
1
959
Adam 🌱/acc
Adam 🌱/acc@GeneralAdamJaya·
@piokharisma catatan: "tribalisme" tanda kutip. Maksudnya semangat kubu2an terhadap kefanatikan film satu terhadap film lainnya.
Indonesia
1
0
0
81
Adam 🌱/acc
Adam 🌱/acc@GeneralAdamJaya·
@piokharisma Jikapun saya meneliti. Saya lebih tertarik meneliti praktik marketing mengajak memenangkan lomba banyak2an penonton dan perbandingan dgn kualitasnya. Termasuk bentuk kurva kenaikan penonton. Faktor psikologis, demografis penonton terutama semangat tribalisme menang2an lomba tadi
Indonesia
1
0
0
179
Sam Oip
Sam Oip@piokharisma·
Biar fair, siapa menurut lo yg pantas ngebedah filmnya agar sesuai dg persepsi lo? Kalo yg ngebedah sutradaranya, jelas ga fair. Kalo gue yg ngebedah, ya siapa gue. Atau lo mau bikin simposium kolosal utk ngebedah bersama agar dianggap valid obyektifitasnya?
Adam 🌱/acc@GeneralAdamJaya

Tapi film Agak Laen kok bisa laku ya? Bukannya cuma FOMO, dan cuma ngejar menang2an angka statistik total penjualan tiket atau yg nonton? Kalau dibedah filmnya: segi cerita, sinematografi, makna, tema, subteks, narasi, akting, apakah sebagus itu?

Indonesia
1
0
12
6.3K
Adam 🌱/acc
Adam 🌱/acc@GeneralAdamJaya·
@piokharisma Misalnya setelah ditonton oleh para sinefil tersebut. Ini film soal apa sih? Kok bisa penontonnya bisa banyak? Pendukung paling banyak bakalan jawab, karena relate, karena komedi, karena ceritanya masuk dgn budaya Indonesia. Tapi ketika dibedah apakah benar demikian?
Indonesia
1
0
0
293
Adam 🌱/acc
Adam 🌱/acc@GeneralAdamJaya·
@piokharisma Katakanlah, ada sinefil dunia (jumlahnya banyak), ingin tahu budaya Indonesia dari film apa saja yg paling banyak ditonton. Muncullah film tersebut karena angka. Kira-kira angka tersebut secara alamiah kesadaran penonton, atau karena terpapar kampanye menang2an banyak penonton?
Indonesia
1
0
0
310
Adam 🌱/acc
Adam 🌱/acc@GeneralAdamJaya·
@MuhadklyAcho Terjadi proses di mana keluaran (output) dari suatu sistem digunakan kembali sebagai masukan (input).
Indonesia
1
0
0
812
Adam 🌱/acc
Adam 🌱/acc@GeneralAdamJaya·
@MuhadklyAcho Saya kurang tau ya apakah bang Acho terpapar kampanye tersebut atua tdk. Tapi kampanye hanya untuk memenangkan lomba banyaknya penonton itu terjadi. Dan itu masif dari sisi konsumen pendukung dan timnya. Hasil angka menangnya = justifikasi penilaian bagusnya film.
Indonesia
4
0
1
1.3K
Adam 🌱/acc
Adam 🌱/acc@GeneralAdamJaya·
@monstreza @piokharisma Kira-kira Agak Laen 2 terkena efek sekuel dan limpahan popularitas tidak? Soalnya saya masih menemukan jg kampanye memenangkan lomba banyak2an penonton, untuk menjustifikasi menang mutlak kualitas. Baik yg pertama maupun sequelnya.
Indonesia
1
0
0
134
Reza Ikal
Reza Ikal@monstreza·
@GeneralAdamJaya @piokharisma Kebetulan nama saya di-credit sebagai pengarah strategi digital di Agak Laen 2, Mas. Tak ada satupun dari strategi rancangan saya yang mengarahkan ke "ini film paling bagus". Mas lihat di mana?
Indonesia
1
0
1
153
Adam 🌱/acc
Adam 🌱/acc@GeneralAdamJaya·
@piokharisma Tentu saja. Tapi, ga sehat. Marketing "hanya demi" memenangkan angka banyak2an penonton, dan setelah kejadian, menggunakan metrik penggaris "paling banyak penonton" untuk menjustifikasi satu2nya penggaris paling sakti dan objektif dlm mengukur kualitas film itu konyol.
Indonesia
1
0
0
389
Sam Oip
Sam Oip@piokharisma·
@GeneralAdamJaya Ya gpp juga kan? Itu namanya strategi marketing, bukan?
Indonesia
1
0
0
441
Adam 🌱/acc
Adam 🌱/acc@GeneralAdamJaya·
@MuhadklyAcho Ya memang, tapi terjadi feedback loop di sana. Persepsi pembelokannya itu mengajak memenangkan lomba banyak2an penonton hanya demi memenangkan lomba juara satu. Setelah angka penontonnya menggelembung menukik (lihat grafiknya), maka kesimpulannya, banyak penonton = bagus.
Indonesia
1
0
1
1.1K
Acho
Acho@MuhadklyAcho·
@GeneralAdamJaya Penonton bukan robot yang bisa diatur-atur begitu mas 😀
Indonesia
1
0
2
1.1K
Acho
Acho@MuhadklyAcho·
Kok kesimpulannya jadi begitu? Coba bacanya pelan-pelan ya 😁 Justru saya bilang, kalo konteksnya film (dan karya seni apapun), ukuran kualitas (bagus/jelek) itu ya soal selera. Karena kalo bicara karya seni itu kan kita sedang bicara soal apa yang dirasakan penikmatnya. Sangat subjektif. Artinya.. bagus belum tentu laku dan laku belum tentu bagus. Film laku itu artinya cuma 1, orang RELA mengeluarkan effort BESAR untuk menikmati karya itu.
Indonesia
1
0
4
1.5K
Patia Marbun
Patia Marbun@pjmarbun·
@GeneralAdamJaya @SahalaSmnjtk16 @MuhadklyAcho film yg bisa bertahan lbh dari 100 hari di bioskop brarti filmnya memang sesuai dgn selera mayoritas masyarakat (baca: menurut mayoritas publik filmnya bagus). Klo ga, ga mgkin tahan sampe 100 hari.
Indonesia
1
0
0
37