
“Lu mending mati aja bang” Ini DM yang gue dapetin setelah nyanggah Ferry Irwandi. Kalau ditanya kenapa orang males nyanggah belio, ya ini salah satu alasannya
Grady Nagara
2K posts

@GradyNagara
Hanya segumpal darah dan daging yang diberi nyawa

“Lu mending mati aja bang” Ini DM yang gue dapetin setelah nyanggah Ferry Irwandi. Kalau ditanya kenapa orang males nyanggah belio, ya ini salah satu alasannya

Benarkah penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus hanya aksi spontan empat prajurit? Investigasi Project M menemukan dugaan operasi intelijen terstruktur yang melibatkan belasan orang, personel TNI AD, AU, dan AL, hingga pencatutan identitas warga. projectmultatuli.org/komplotan-tiga…

Ferry Irwandi memang bukan intelektual. Dia influencer. Kerjaannya hari2 mencari hook. Yg jadi masalah, sekarang batasan intelektual dan influencer ini jadi blur. Karena org2 macam Ferry ini menampilkan diri seolah intelektual di panggung publik. Dan "sialnya", banyak orang suka

Inilah yang saya kurang suka sama Ferry Irwandi, dia seperti selalu berdalil biar terjadi diskusi, kritis, berpikir, dan sejenisnya. Padahal banyak narasinya yang memang keliru dan sekadar hook awal saja (ramai). Sy rasa intelektual gak bermain dengan cara itu...



Komentar seorang kawan di jajaran teras @BANKBRI_ID

pantes dulu pernah diomelin sama penjual sate gara² tusukan satenya aku patah²in setelah makan

Unpopular opinion about BJ Habibie


Jujur… Kita butuh oposisi. Beneran sebutuh itu. Oposisi yang membuat iklim demokrasi sehat karena diskursus tumbuh untuk mencari solusi terbaik. Oposisi yang terlembaga di dalam trias politica. Bukan cuma di media sosial atau media massa.


Dua tulisan “beda banget” ini atas bawah di satu halaman :) Aku seneng baca debat gini karena medium tulisan = mikir, bukan hanya modal pokoknya :) Buat teman-teman yg di medsos cakap menulis, punya perspektif kritis, coba deh menulis di media massa.



Lahh para founding fathers kita aja udah paling eksklusif pada masanya kok. Soekarno, Hatta, Sjahrir, dan tokoh bangsa lainnya itu adalah definisi nyata dari privilege dan eksklusivitas paling gud di era kolonial. Di masa itu, persentase kaum bumiputra yang bisa mencicipi pendidikan tinggi bahkan tidak sampai 1%. Mereka nongkrong di sirkel yang bagus ala ala Holywings yaitu Algemeene Studie Club di Bandung atau Perhimpoenan Indonesia di Belanda. Mereka membaca buku-buku yang tidak bisa diakses orang biasa dan berdiskusi dalam bahasa Belanda. TAPI..... Mereka menggunakan privilege tersebut bukan untuk flexing gaya hidup atau memandang rendah rakyat jelata, tapi yahh buat ngehancurin sistem yang membuat mereka eksklusif. Mereka melebur ke bawah untuk mendidik rakyat.


“Jangan mau kemakan sama narasi timnya @ibamarief” duh gimana ya, narasi yg terus berupaya mengkambing hitamkan mas Ibam datangnya dari Tekarok, Hera, dan temen-temen buzzernya inilah mengapa gue ngerasa aneh dan semakin yakin mas Ibam cuma dikorbankan saja

Gelooo, jutaan guru (termasuk saya) terancam kehilangan pekerjaan berkat Surat Edaran Kemendikdasmen No. 7 Tahun 2026 Tapi rekrutmen untuk Manajer Koperasi Merah Putih dibuka gitu aja, mantap Indonesiaku wkwkwk





kalau long haul flight jadinya sholat di pesawat sambil duduk aja atau qodho’ setelah landing yik?