
Hanzzzzz
1.6K posts




Soal tren cowo2 pada bilang "sepakat" termasuk ada cewe2 yang mulai ikut2an ngebela. Kurasa, orang2 ini akan sulit berkembang. Kenapa? Pandanganku gini, menyimak argumen atau mengolah opini seseorang di kepala itu termasuk "menghargai" dia di dalam relasi itu, entah pertemanan, pasangan atau mungkin di ranah lingkar diskusi kolektif. Bahkan kontra sekalipun isi argumennya. Kan ada yg disebut "mengoreksi", kalo misal ada argumen yang dirasa miss atau gak sesuai sama standar pengetahuan tertentu, terus masih bisa diexplore bareng2 letak kesalahan argumennya (karena argumen itu mewakili cara berpikir). Itu dinamika yang sehat kok. Sering aku lakuin sama kawan2ku juga, entah cowo atau cewe, yang cowo pun gak takut kalo misal argumen mereka dipatahin :) Karena ya masing2 orang punya titik berangkat yang beda buat akses pengetahuan. Gak semua pengetahuan diketahui. Dan itu wajar btw:) Bahkan di ranah penelitian aja tuh, banyak penelitian baru atau teori baru yang diciptain buat matahin temuan sebelumnya. Nah baru kalo emang ada orang yang udah dikasih tahu ini kalo pandangannya kurang tepat, tapi masih ngeyel, yaudah bikin boundaries aja. Misalnya kaya para incel sama misoginis tuh kan ya ngeyel bgt:)






yap! kualitas laki2 di indonesia itu gampang bgt ditebak, cuma krn 1 ucapan menteri gajelas aja bikin mereka berbondong bondong bikin jokes gini 🤣 giliran cewe speakup dilecehin sukanya nimbrung mulu dan mulai pembelaan ke sesamanya







dari pria untuk pria 💚 "SEPAKAT"





YAP! STOP!!! GW UDAH MUAK!! STOP! STOP! STOP!













Baca di sini: regional.kompas.com/read/2026/04/2… "Di mana ada negara bisa memberi makan lebih 60 juta orang, 5 kali seminggu, yang ibu-ibu hamil diantar makan, lansia yang tidak berdaya diantar makan, kasih lihat di negara mana? Banyak negara yang sekarang belajar MBG ke kita," ujar Prabowo. ~TR #Prabowo #MBG #IndonesiaKiblatDunia















