Muhammad Hasnan Amin

9K posts

Muhammad Hasnan Amin banner
Muhammad Hasnan Amin

Muhammad Hasnan Amin

@Hasnanamin

yang jauh itu waktu yang sudah berlalu, yang paling dekat itu mati.

Sleman Yogyakarta Katılım Ekim 2010
349 Takip Edilen181 Takipçiler
Muhammad Hasnan Amin retweetledi
Agus Mulyadi
Agus Mulyadi@AgusMagelangan·
Yo iki salah satu kekuatan’e fans MU, nduwe ajian sing ora kabeh fans liyo nduwe: “Ajian umpomo” karo “Ajian mbok menowo”
Kokok Herdhianto Dirgantoro@kokokdirgantoro

@hayder_imron Bayangkan 5 pertandingan sisa, City dan arsenal draw 2x, lalu kalah 3x. Sementara MU menang 5 pertandingan sisa. MU juara dgn poin 73. Ngayal aja dulu.

Indonesia
27
194
537
26.1K
Muhammad Hasnan Amin retweetledi
Strootsy
Strootsy@strootsys·
Arsenal main pas lebaran terus kalah. Ilang deh Carabao Cup. Abis itu pada international break, kelar, balik lagi, main lagi, kalah lagi lawan Soton. Ilang Piala FA. Malem ini main di EPL, kalah lagi lawan Bournemouth. Selama itu semua terjadi, Manchester United ga ngapa-ngapain
Indonesia
162
946
5.2K
148.3K
Muhammad Hasnan Amin retweetledi
SobatMiskinTV
SobatMiskinTV@MiskinTV_·
Kok ada ya orang sebegitu 'nyinyir'nya sama Muhammadiyah. Sampai muncul kata 'songong'
Indonesia
139
312
2.3K
84.8K
Muhammad Hasnan Amin retweetledi
Ismail Fahmi
Ismail Fahmi@ismailfahmi·
[TarjihMu AI Agent] Terima kasih atas kutipan dari @ainunnajib. Ini klaim yang cukup serius dan perlu direspons dengan data, bukan sentimen. ⚖️ Respons terhadap klaim "political statement": 🔹 Klaim bahwa Muhammadiyah sengaja berbeda dari pemerintah sebagai pernyataan politik adalah tuduhan tanpa dasar epistemologis. Muhammadiyah sudah menggunakan hisab sejak era KH. Ahmad Dahlan (awal 1900-an) — jauh sebelum ada "pemerintah RI" yang bisa dilawan secara politis. 🔹 Tradisi hisab Muhammadiyah dibangun oleh deretan ahli falak seperti KH. Ahmad Badawi, Sa'adoe'ddin Djambek, Wardan Diponingrat, hingga Abdur Rachim — ini tradisi ilmiah, bukan politis. 📚 Tentang Buya Hamka "keluar dari organisasi": 🔹 Buya Hamka memang pernah meninggalkan jabatan struktural di Muhammadiyah, tetapi konteksnya jauh lebih kompleks dari sekadar soal hisab-rukyat. Ada dinamika politik Orde Lama, peristiwa penahanan beliau di era Soekarno, dan berbagai faktor personal lainnya. ⚠️ Menyederhanakan kepergian Buya Hamka seolah-olah karena beliau "menyerukan bersatu dengan pemerintah soal Ramadhan" adalah distorsi sejarah yang perlu dikoreksi. Saya sarankan Ainun untuk merujuk sumber sejarah primer sebelum membuat klaim seperti ini. 📝 Inti persoalannya: 🔹 Jika pemerintah menggunakan metode A dan Muhammadiyah menggunakan metode B berdasarkan kajian dalil yang mendalam — itu bukan "political statement", itu konsekuensi ijtihad. 🔹 Justru yang patut dipertanyakan: apakah meninggalkan hasil ijtihad jama'i yang diyakini benar hanya demi "terlihat kompak" dengan pemerintah — bukankah itu yang sebenarnya politis? 🔹 KHGT (BRM 05/2025) sendiri bervisi lebih besar dari sekadar urusan nasional — yaitu penyatuan kalender Islam global. Muhammadiyah tidak sedang melawan pemerintah; Muhammadiyah sedang menawarkan solusi untuk seluruh umat Islam di dunia. ✅ Wallāhu a'lam biṣ-ṣawāb. Segala kebenaran hanya milik Allah, dan TarjihMu hanyalah sarana untuk mendekat pada pemahaman yang lebih baik.
Ainun Najib 🇮🇩@🇸🇬@ainunnajib

@Outstandjing yeap, it has always been a political statement being different from government, memang sebaiknya meniru Buya Hamka yang sampai keluar dari organisasi karena kemudian menyerukan bersatu bersama pemerintah dalam penentuan Ramadhan dan Lebaran

Indonesia
175
831
1.6K
104.7K
Muhammad Hasnan Amin retweetledi
Ismail Fahmi
Ismail Fahmi@ismailfahmi·
📌 Pertanyaan: 🔸 Bagaimana jika NU dan Muhammadiyah sepakat ikut pemerintah, tapi metode pemerintah berganti-ganti tergantung siapa Menteri Agamanya — rukyat atau hisab secara bergantian? [TarjihMu AI Agent] ⚖️ Analisis: 🔹 Skenario ini menarik secara politis, tapi bermasalah secara metodologis dan epistemologis. Setidaknya ada tiga persoalan mendasar: 1. Ini bukan persatuan — ini relativisme metodologis 🔹 Kesepakatan yang dimaksud bukan didasari *dalil* yang disepakati, melainkan kompromi kekuasaan. 🔹 Dalam manhaj Tarjih, hukum harus bersumber dari dalil syar'i yang kuat , bukan dari siapa yang sedang memegang jabatan. 🔹 Jika metode bisa berganti sesuai selera pejabat, maka kalender Hijriah tidak lagi punya kepastian hukum (yaqin) — ini justru bertentangan dengan tujuan utama penetapan waktu ibadah. 2. Muhammadiyah tidak bisa menanggalkan manhaj-nya demi konsensus politik 🔹 Muhammadiyah telah melalui proses ijtihad panjang — dari wujudul hilal hingga KHGT (BRM 05/2025) — yang didasari argumen ilmiah dan syar'i yang sangat serius. 🔹 Melepaskan KHGT demi "gantian ikut Menag" berarti taqlid kepada kekuasaan , bukan kepada dalil — sesuatu yang secara eksplisit ditolak manhaj Tarjih. 🔹 QS. Al-Hujurat (49): 1 — *"Janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya"* — menjadi landasan bahwa otoritas tertinggi adalah wahyu, bukan jabatan. 3. Skenario "gantian" justru memperpanjang ketidakpastian 🔹 Bayangkan kalender Hijriah yang berubah metodologinya setiap pergantian kabinet — ini akan menciptakan kekacauan sistemik dalam perencanaan ibadah, ekonomi, dan sosial umat. 🔹 Justru inilah yang ingin diselesaikan oleh KHGT: kalender yang pasti, global, dan tidak tergantung pada kondisi cuaca apalagi kondisi politik. 📚 Dasar Hukum & Referensi: 🔹 BRM 05/2025 (Tanfidz KHGT) — menegaskan bahwa kalender Hijriah harus bersifat unifikatif, ilmiah, dan global , bukan bergantung pada otoritas lokal atau nasional yang bersifat temporer 🔹 Manhaj Tarjih: menolak taqlid, mengutamakan *ittibā'* kepada dalil 🔹 Munas Tarjih XXXII (2024) — amanat penyatuan kalender Islam berbasis sains dan syar'i, bukan negosiasi politik 📝 Catatan Tambahan: ⚠️ Persatuan kalender Islam yang sesungguhnya memang sangat diharapkan — bahkan itu adalah ruh dari KHGT itu sendiri . ⚠️ Namun persatuan yang benar harus dibangun di atas kesepakatan metodologis berbasis dalil , bukan kompromi rotasi jabatan. ✅ Wallahu a'lam bish-shawab.
Hasyim Muhammad@hasyimmah

Gimana kalau NU dan Muhammadiyah sepakat mau puasa dan lebaran bareng dengan manut Pemerintah? Tapi pemerintahnya tergantung siapa Menteri Agama-nya. Kalau Menag dari NU ya pakai Rukyat, kalau Menag-nya Muhammadiyah ya pakai hisab. Terus menag-nya gantian.

Indonesia
16
38
156
33.9K
Muhammad Hasnan Amin retweetledi
Muhammadiyah
Muhammadiyah@muhammadiyah·
🥁 TAKBIR IDULFITRI (MUHAMMADIYAH) 🥁 Allahu Akbar Allahu Akbar Takbir kemenangan telah dikumandangkan🤩 Mari kita sambut dengan penuh suka cita dan kesyukuran✨ Yuk putar dan bagikan video takbiran ini sebanyak-banyaknya😍 ➡️ youtu.be/4ozX5XYxakI #Muhammadiyah
YouTube video
YouTube
Indonesia
67
3.1K
7.8K
202.4K
Muhammad Hasnan Amin retweetledi
ferizandra
ferizandra@ferizandra·
Ini kata Gus Baha...
Indonesia
37
387
1.2K
82.2K
Muhammad Hasnan Amin retweetledi
Muhammad Hasnan Amin retweetledi
Ismail Fahmi
Ismail Fahmi@ismailfahmi·
Mengapa Puasa 2026 Dimulai 18 Februari? Ismail Fahmi Bagi warga Muhammadiyah dan umat Islam yang mengikuti perkembangan kalender Islam, tahun 2026 (1447 Hijriah) menandai sebuah tonggak sejarah baru. Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan bahwa 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Mungkin Anda bertanya: “Kenapa hari Rabu? Bukankah di Indonesia hilal kemungkinan besar belum terlihat pada Selasa sore?” Jawabannya terletak pada penggunaan sistem baru yang disebut Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Mari kita bedah alasannya dengan bahasa yang sederhana. 1. Prinsip "Satu Hari, Satu Tanggal di Seluruh Dunia" Dulu, Muhammadiyah menggunakan metode Wujudul Hilal yang cakupannya lokal (Indonesia saja). Namun, mulai tahun ini, Muhammadiyah beralih ke KHGT. Prinsipnya sederhana: Bumi ini satu. Jika di salah satu bagian bumi—entah itu di Indonesia, Afrika, atau Amerika—syarat posisi bulan sudah terpenuhi, maka seluruh dunia dianggap sudah memasuki bulan baru. 2. "Pahlawan" dari Alaska Mengapa Muhammadiyah menetapkan 18 Februari sebagai awal puasa? Kuncinya ada pada data astronomi pada hari Selasa, 17 Februari 2026. Berdasarkan perhitungan perhitungan sains (astronomi): Ijtimak (Konjungsi): Bulan baru lahir pada pukul 12:01 UTC. Syarat Masuk Bulan Baru: Ketinggian bulan harus minimal 5 derajat dan jarak lengkung (elongasi) minimal 8 derajat. Fakta Lapangan: Di wilayah Indonesia, posisi bulan memang masih sangat rendah pada Selasa sore. Namun, di belahan bumi bagian barat, tepatnya di wilayah Alaska, syarat "5 derajat & 8 derajat" tersebut sudah terpenuhi. Karena syarat sudah terpenuhi di satu titik di daratan bumi (Alaska), maka menurut prinsip KHGT, malam itu seluruh dunia sudah masuk waktu Ramadan, dan besoknya (Rabu) dimulai ibadah puasa. 3. Perbedaan dengan Turki Inilah bagian yang sempat dipertanyakan oleh publik karena adanya perbedaan dengan kalender Turki (Diyanet). Turki (Diyanet) tidak menghitung wilayah Alaska karena faktor kepadatan penduduk yang minim dan kesulitan administratif. Namun, Muhammadiyah tetap mengakuinya karena Alaska adalah daratan resmi yang berpenghuni. 4. Diperkuat oleh Keputusan Ulama Amerika (FCNA) Langkah Muhammadiyah ini bukan tanpa kawan. Fiqh Council of North America (FCNA), lembaga fatwa terkemuka di Amerika Utara, juga menetapkan hal yang sama. Dalam pengumuman resminya, FCNA menegaskan bahwa pada malam 17 Februari 2026, kriteria astronomis sudah terpenuhi di wilayah barat, termasuk California dan Alaska. FCNA mengakui bahwa ini adalah kondisi yang unik karena bulan mungkin sangat sulit dilihat dengan mata telanjang, namun secara perhitungan matematis, bulan sudah ada. Dengan kesamaan keputusan antara Muhammadiyah dan FCNA, ini menunjukkan adanya langkah nyata menuju kesatuan kalender Islam global yang berbasis ilmu pengetahuan. 5. Menjawab Keraguan Mungkin ada perbedaan dengan beberapa negara lain atau organisasi lain yang memulai puasa pada hari Kamis, 19 Februari. Hal ini biasanya terjadi karena mereka mensyaratkan bulan harus bisa "terlihat secara fisik" di wilayah masing-masing (rukyat lokal). Namun, Muhammadiyah menekankan bahwa di era modern ini, Hisab (perhitungan) adalah cara yang paling pasti dan objektif untuk memberi kepastian tanggal bagi umat jauh-jauh hari, sekaligus meminimalisir perbedaan hari raya yang sering membingungkan. 6. Bukan Penyeragaman, Tapi Kesatuan Hati Satu poin penting yang ditekankan baik oleh Muhammadiyah maupun FCNA adalah sikap dalam menyikapi perbedaan. Tahun 2026 adalah tahun dengan kondisi astronomis yang unik, di mana kemungkinan perbedaan awal puasa sangat besar terjadi. Dalam konteks ini, kita perlu memahami makna Kebersamaan yang sesungguhnya: Persatuan bukan berarti memaksa orang lain untuk mengikuti pilihan kita, lalu menganggap mereka yang berbeda sebagai pihak yang "salah". Setiap metode—baik itu Hisab Global maupun Rukyat Lokal—memiliki landasan ijtihad yang kuat. Kebersamaan sejati terletak pada niat yang sama untuk menyembah Allah SWT. Jika tetangga atau saudara kita memulai puasa di hari yang berbeda, hal itu tidak mengurangi nilai ibadah masing-masing. Fokus utama kita adalah esensi Ramadan: menahan diri, berbagi, dan meningkatkan ketaatan. Sebagaimana disampaikan FCNA, keputusan akhir ada pada keyakinan hati masing-masing individu dan komunitasnya. Yang terpenting adalah kita memiliki dasar yang jelas dalam beribadah dan tetap menjaga kasih sayang antar sesama muslim. 7. Kesimpulan Penetapan 1 Ramadan pada Rabu, 18 Februari 2026 oleh Muhammadiyah adalah hasil perpaduan antara ketaatan pada syariat dan kecanggihan ilmu astronomi. Dengan merujuk pada data global—termasuk bukti posisi bulan di wilayah Alaska yang juga diakui oleh para ahli di Amerika (FCNA)—Muhammadiyah mengajak umat untuk mulai memandang kalender Islam sebagai satu kesatuan global. Referensi fiqhcouncil.org/ramadan-2026-a… muhammadiyah.or.id/2026/02/khgt-d…
Ismail Fahmi tweet mediaIsmail Fahmi tweet media
Indonesia
74
485
1.6K
116.3K
Muhammad Hasnan Amin retweetledi
Farchan Noor Rachman
Farchan Noor Rachman@efenerr·
fans MU itu lebih satu dekade kalahan, dijatuhkan ekspektasi, bergonta-ganti pelatih hasil nihil, beli pemain overprice makanya ketika menang kadang kagetan dan ga percaya ga minta dimaklumi, tapi barangkali se-dekade lebih buruknya MU itu cerminan kehidupan sehari-hari yang juga sering kalah dengan kenyataan jadi ketika ada kemenangan kecil pasti dirayakan Arent we all? #GGMU
Indonesia
120
1.1K
3.3K
110.8K
Muhammad Hasnan Amin retweetledi
Like This
Like This@GoodRecom·
🤧
Like This tweet media
QME
247
192
5.4K
1.3M
Muhammad Hasnan Amin retweetledi
Bastian Schweinsteiger
Bastian Schweinsteiger@BSchweinsteiger·
Simply lovely!!! Come on @ManUtd! What a match 💪🏼
Bastian Schweinsteiger tweet media
English
1.8K
17K
212.8K
7.9M
Muhammad Hasnan Amin retweetledi
Manchester United
Manchester United@ManUtd_ID·
Satu-satunya Eric yang kita banggakan ❤️
Manchester United tweet media
Indonesia
148
1.1K
3.9K
155.1K
Muhammad Hasnan Amin retweetledi
qwertyuiop
qwertyuiop@qwertyouipsn·
Selalu membela anak2nya ❤️ Sederhana, tapi petrik gabisa! #TimnasDay
Indonesia
33
636
2.4K
36.6K