hd_sarira retweetledi
hd_sarira
15.5K posts

hd_sarira
@HdSarira
Negara Dagelan
Jakarta-Samarinda-Jakarta Katılım Nisan 2019
2K Takip Edilen1.7K Takipçiler

Mohon perhatian presiden... Ini omongan dari adiknya pak Prabowo... Apakah sudah di tepati?
muki EOA Gold@Mukidioon2
Prabowo sudah berjanji, dan akan berjanji, akan menambah gaji para guru dan guru honorer sebesar 2 JUTA perbulan, ingat ya, janji dan akan berjanji!
Indonesia

@TaliUdeng Kalau mobil gini jangan di tutup dong nopolnya.... Gak jelas jadinya dan gak bisa viral... Bisa jadi ini adegan film...
Indonesia

@AnakLolina2 @tr1ey Takut di tagih janji sama para guru... Ingin tanya... Apakah janji om wowo waktu kampanye utk guru² sdh ada yg di tepati????
Indonesia

@OmJ_J3Nggott @P0lt4k_1511 Lagi sibuk ngurusin MBG... Lebih penting MBG krn yg dilayani puluhan juta ketimbang hanya empat... Gitu kan bapak pemerintah?
Indonesia

Pemerintah ngapain saat 4 WNI di Sandera di Somalia
💥Genap sepekan, empat warga Indonesia Telah menjadi sandera bajak laut Somalia
di sandera sejak 21 april 2026
🔻Kapal tanker MT Honour 25 berisi 17 pelaut (4 WNI)
1. Ashari Samadikun kapten kapal asal Gowa,
2. Adi Faizal selaku 2nd Officer asal Kab Bulukumba
3. Wahudinanto selaku Chief Officer asal Pemalang,
4. Fiki Mutakin asal Bogor
Sisanya, 11 warga Pakistan, satu warga Sri Langka dan satu warga India.
Indonesia

@BangPino__ "Saya bukan siapa-siapa, saya hanya orang kampung"
Hidup jokowi
9 thn kena kibul sama raja kibul
Indonesia

"Anwar Usman: Ada yang digugat mengenai batas atas umur. Kalau MK memutuskan batas usia maksimum 70, berarti ada capres yang gagal" (Gatot Nurmantyo)
Jokowi akan jegal Prabowo dengan batas umur maksimal kalau Prabowo tidak ambil cawapres Gibran
#JokowiGibranPerusakRI
Indonesia
hd_sarira retweetledi

Guys, ada cerita dari balik layar program MBG yang menurut gue perlu lo dengar langsung dari orang yang mengalaminya bukan dari siaran pers pemerintah.
Namanya Bu Ira.
Perempuan di atas 60 tahun yang punya passion di kuliner, ingin membantu program Prabowo, dan akhirnya mengubah restorannya menjadi dapur MBG dengan investasi hampir Rp2 miliar.
Sekarang dia menjual emas pribadi untuk bisa terus memasak makanan bagi anak-anak sekolah. Dan belum menerima satu rupiah pun pembayaran dari program yang sudah dia layani selama berbulan-bulan.
Kronologi yang perlu dipahami dari awal:
Seseorang berinisial MI yang mengaku sebagai orang BGN menghubungi Bu Ira. Iming-imingnya menarik: Rp15.000 per porsi, kontrak setahun, diperpanjang sampai 5 tahun.
Bu Ira tertarik. Dia merenovasi restorannya menjadi dapur standar BGN senilai hampir Rp2 miliar. Beli steamer, peralatan masak, semua dari kantong sendiri.
Kontrak akhirnya ditandatangani antara Bu Ira sebagai mitra dapur dan Yayasan MBN. Yang tertulis: Rp15.000 per porsi. Bu Ira masak, packing, kirim, semua sendiri.
Lalu program berjalan. Dan masalah mulai muncul:
19 hari operasional. 65.000 porsi sudah dikirim ke 19 sekolah TK dan SD di kawasan Kalibata-Pancoran. Semua sudah dimakan anak-anak.
Bu Ira menagih.
Yayasan MBN tidak mau bayar.
Alasan pertama: Bu Ira punya utang ke yayasan sisa pembayaran ompreng atau tempat makan senilai Rp300 juta yang memang belum dilunasi dan rencananya akan dibayar dari cash flow program. Yayasan langsung mencampuradukkan utang itu dengan tagihan yang seharusnya dibayar ke Bu Ira.
Tagihan kedua diajukan.
Yayasan masih tidak mau bayar kali ini dengan alasan tidak ada kuitansi dan bukti. Padahal semua sudah diserahkan.
Total yang belum dibayar sampai sekarang: lebih dari Rp1 miliar mencakup 65.000 porsi ditambah sekitar 5.000 porsi tambahan dari tahap ketiga yang juga dijalankan dengan dana pribadi.
Yang membuat kasus ini semakin aneh ada yang namanya potongan Rp2.500 per porsi:
Di lampiran kontrak tertulis jelas: dari Rp15.000 per porsi, yayasan memotong Rp2.500 sebagai fee mereka.
Itu berarti Bu Ira sebenarnya hanya menerima Rp12.500 per porsi. Untuk memasak, mempacking, dan mengirim makanan. Sendiri.
Tapi di lapangan lebih parah lagi. Ada porsi yang harganya dari BGN hanya Rp13.000 untuk TK sampai SD kelas 3. Dikurangi lagi Rp2.500 Bu Ira hanya dapat Rp10.500 per porsi untuk memasak, packing, dan antar.
Kepala BGN Dadan Hindayana sendiri ketika mendengar angka Rp2.500 langsung bereaksi: "Ini berarti ada yang salah. Ada kongkalikong." Karena menurut BGN keuntungan maksimal untuk yayasan itu Rp2.000. Bukan Rp2.500.
Hitung kasar saja: Rp2.500 dikali 65.000 porsi dalam 19 hari satu dapur saja menghasilkan sekitar Rp162 juta untuk yayasan yang tidak ikut masak, tidak ikut packing, tidak ikut antar.
Dan ada fakta yang lebih mengejutkan yang baru terungkap saat BAP di kepolisian:
Yayasan MBN ternyata tidak punya dapur sendiri. Kepala BGN Dadan baru mengetahui ini ketika mediasi.
Lebih jauh lagi ternyata di dalam tubuh Yayasan MBN ada dua oknum berinisial MI dan GR yang membuat perjanjian bagi hasil sendiri dengan yayasan.
Lalu MI dan GR inilah yang membuat kontrak dengan Bu Ira mengatasnamakan Yayasan MBN.
Jadi strukturnya adalah: BGN → Yayasan MBN → MI/GR (oknum internal) → Bu Ira sebagai mitra dapur. Ada subcon di dalam subcon. Berlapis-lapis. Dan setiap lapis mengambil potongan.
Uang dari BGN sebenarnya sudah turun.
Tapi tidak sampai ke dapur:
Ini yang paling penting untuk dipahami.
BGN sudah mentransfer dua tahap pertama ke Yayasan MBN sekitar Rp700 juta sekian.
Plus dana bantuan operasional untuk 10 hari ke depan yang sudah ada di virtual account yayasan.
Kepala BGN sendiri yang mengonfirmasi ini langsung kepada kuasa hukum Bu Ira: "Kami sudah bayar. Silakan berhubungan dengan yayasan."
Yayasannya yang menahan. Tidak mencairkan ke mitra dapur. Dengan berbagai alasan yang berganti-ganti dan tidak konsisten.
Selama tiga hari anak-anak tidak mendapat makanan:
Karena Bu Ira kehabisan uang pribadi dan tidak ada dana dari yayasan dapur berhenti beroperasi selama tiga hari.
Tiga hari. Anak-anak TK dan SD yang sudah terbiasa mendapat makan bergizi gratis tidak mendapat apa-apa. Tidak ada penggantian dari dapur lain. Tidak ada komunikasi resmi tentang penghentian sementara.
Saat ini Bu Ira masih beroperasi dengan dana pribadi, pinjaman dari investor, dan hasil menjual perhiasan emas. Tahap ketiga sudah berjalan 8 hari dan menghasilkan sekitar 5.000 porsi semuanya belum dibayar.
Respons BGN dan ini yang mengecewakan kuasa hukumnya:
Dana Noverius pengacara probono Bu Ira dari Lemhannas sudah mengirim surat ke BGN sebelum press conference. Tidak ada respons.
Satu hari sebelum press conference dia datang langsung ke kantor BGN. Dijawab: deputi hukumnya sedang keluar, datang lusa saja. "Tapi besok saya press conference," kata Dana. Jawabannya: jangan dulu.
Setelah press conference viral barulah dipanggil. Barulah BGN membuat nomor WhatsApp pengaduan. Barulah ada respons dari PCO atau Presidential Communication Office.
"No viral, no justice," kata Dana dan dia tidak melebih-lebihkan.
Langkah hukum yang sudah dan akan diambil:
Laporan pidana sudah masuk di Polres Jakarta Selatan. Pihak yayasan sudah dipanggil dua hari setelah laporan dibuat.
Gugatan perdata sudah disiapkan tinggal menunggu aba-aba dari klien. Dan tim kuasa hukum sedang berkonsultasi dengan Kejaksaan Agung tentang kemungkinan tindak pidana korupsi.
Yang menarik Dana dengan tegas menyatakan meski yayasan membayar lunas sekalipun proses pidana akan tetap dilanjutkan. Bukan untuk dendam. Tapi supaya ada efek jera.
"Kalau ini bisa diselesaikan dengan uang semua yayasan akan berpikir hal yang sama. Tarik dulu, kalau yang ada ribut bayar, selesai. Harus ada pelajaran."
Saran praktis dari pengacara ini untuk siapapun yang mau ikut program MBG:
Satu — kalau bisa, langsung daftar ke website BGN dengan yayasan sendiri. Jangan bergabung dengan yayasan yang sudah ada. Karena setiap perantara pasti mengambil potongan dan semakin banyak lapisan semakin besar potensi masalah.
Dua — kalau sudah terlanjur dengan yayasan pantau ketat setiap pergerakan dana. Minta transparansi LPJ atau laporan pertanggungjawaban. Minta tanda terima dari sekolah. Jangan mau tidak dilibatkan dalam proses klaim.
Tiga — kalau ada masalah dengan yayasan — segera lapor ke BGN. Jangan tunggu. Dan kalau BGN tidak merespons buat saja press conference. Terbukti lebih efektif.
Yang paling menohok dari seluruh cerita ini:
Bu Ira bukan penipu. Bukan pengusaha nakal. Dia perempuan di atas 60 tahun yang ingin membantu program presiden rela investasi Rp2 miliar, rela bekerja keras, rela jual emas pribadi — dan sekarang terjebak dalam sistem yang berlapis-lapis tidak transparan.
Dan sistem yang berlapis-lapis itulah yang menjadi masalah. BGN membayar ke yayasan. Yayasan tidak mencairkan ke mitra dapur.
BGN tidak mau tahu apa yang terjadi antara yayasan dan mitra. Tidak ada pengawasan di antara lapisan-lapisan itu.
Hasilnya: uang negara sudah keluar. Tapi tidak sampai ke orang yang memasak makanan untuk anak-anak.
Dan anak-anak sempat tiga hari tidak mendapat makanan dari program yang anggarannya Rp335 triliun.
Kalau ini terjadi di satu dapur di Kalibata pertanyaannya adalah: berapa banyak Bu Ira lain di seluruh Indonesia yang tidak viral dan tidak mendapat perhatian?
⚠️ Disclaimer: Berdasarkan podcast Leon Hartono dengan kuasa hukum mitra dapur MBG — Dana Noverius. Semua pihak yang disebutkan berhak atas praduga tidak bersalah. Penyelidikan masih berjalan di kepolisian. Ini adalah fakta kasus yang sudah masuk ke ranah hukum — bukan tuduhan yang belum terverifikasi.

Indonesia
hd_sarira retweetledi
hd_sarira retweetledi

Guys, ada kabar duka yang sangat berat hari ini dan di baliknya ada cerita yang menurut gue harus diketahui semua orang.
dr. Myta Aprilia Azmi meninggal dunia pada 1 Mei 2026 dokter internship di RSUD K.H. Daud Arif, Kuala Tungkal.
Tapi sebelum dia meninggal ada surat resmi dari IKA FK Unsri yang mengungkap fakta-fakta yang sangat mengkhawatirkan tentang apa yang sebenarnya terjadi.
Ini bukan sekadar dokter yang sakit lalu meninggal:
Berdasarkan investigasi internal dan kronologi tertulis yang dikumpulkan IKA FK Unsri ada empat temuan yang menurut gue perlu lo baca dengan sangat serius.
Pertama — beban kerja yang tidak manusiawi.
Dr. Myta menjalani tiga bulan tanpa libur di bangsal dan IGD. Tiga bulan. Tanpa libur.
Dan selama itu dia bekerja tanpa supervisi dokter definitif melanggar aturan Kemenkes yang jelas menyatakan dokter internship statusnya dokter magang, bukan pekerja tetap rumah sakit.
Kedua — kelalaian medik yang sangat mengkhawatirkan.
Dr. Myta sudah melaporkan gejala sakit sejak Maret 2026. Tapi dia tetap dipaksa menjalani jadwal jaga malam dalam kondisi sesak napas berat dan demam tinggi.
Yang paling mengejutkan:
saturasi oksigennya sudah menyentuh 80% sebelum akhirnya mendapat penanganan yang layak.
Saturasi 80% itu bukan kondisi ringan. Itu kondisi darurat yang seharusnya langsung ditangani.
Ketiga — dugaan malapraktik administratif.
Obat Sulbacef kosong di rumah sakit.
Dan pasien yang merupakan tenaga kesehatan di wahana tersebut yaitu dr. Myta sendiri diminta mencari obat sendiri di luar.
Dokter yang sakit disuruh cari obatnya sendiri.
Keempat — tindakan intimidasi dan upaya penutupan informasi.
Ada arahan dari oknum pembimbing untuk merahasiakan kondisi dr. Myta agar tidak terjadi prolong atau perpanjangan masa internsip.
Dan ada narasi gaslighting yang menyerang para dokter internship ketika mereka menyuarakan hak dasar kesehatan mereka dengan sebutan "generasi Z lembek."
Ini bukan kasus individual.
Ini adalah cerminan sistem:
Yang membuat kasus ini lebih dari sekadar tragedi personal adalah konteksnya yang sangat sistemik.
Dokter internship di Indonesia berstatus dokter magang bukan pegawai tetap.
Tapi dalam praktiknya mereka diperlakukan seperti tenaga kerja penuh tanpa perlindungan yang memadai.
Tidak ada batasan jam kerja yang ditegakkan.
Tidak ada supervisi yang dijamin.
Tidak ada mekanisme yang melindungi mereka ketika mereka sakit dan membutuhkan istirahat.
Dan ketika mereka berani bersuara mereka dibungkam dengan label "lembek."
Dokter yang sesak napas dengan saturasi 80% dan demam tinggi tetap dipaksa jaga malam.
Ini bukan tentang ketabahan atau dedikasi.
Ini adalah eksploitasi yang berpotensi fatal.
Dan terbukti fatal.
IKA FK Unsri bergerak dan ini langkah konkret yang mereka tuntut:
Surat resmi tertanggal 30 April 2026 dari Ketua Umum IKA FK Unsri, dr. H. Achmad Junaidi, Sp.S(K)., MARS., ditujukan langsung kepada Menteri Kesehatan RI. Isinya empat tuntutan.
Audit menyeluruh terhadap RSUD K.H. Daud Arif sebagai wahana internship dan evaluasi kelayakan oknum pembimbing yang terlibat dalam kronologi ini. Perlindungan agar tidak ada sanksi administratif atau ancaman prolong terhadap dr. Myta dan rekan-rekan internship lain yang mengalami beban double job akibat kekosongan posisi.
Somasi administratif kepada RSUD agar memberikan penjelasan resmi dan pertanggungjawaban atas pengabaian kondisi klinis dr. Myta sejak awal sakit.
Dan tidak menutup kemungkinan langkah hukum jika ditemukan unsur pidana terkait kelalaian yang mengancam jiwa.
Yang paling menohok dari seluruh cerita ini:
Dr. Myta Aprilia Azmi sudah melewati bertahun-tahun kuliah kedokteran yang keras.
Sudah melalui koas.
Sudah lulus ujian.
Sudah berhasil sampai di tahap internship tahap terakhir sebelum resmi menjadi dokter penuh.
Dan di tahap itu dia jatuh sakit, melaporkan kondisinya, tidak didengar, tetap dipaksa bekerja, saturasi oksigennya jatuh ke 80%, dan akhirnya tidak sempat menikmati gelar dokter yang sudah dia perjuangkan bertahun-tahun.
Sementara ada oknum pembimbing yang sibuk memikirkan bagaimana supaya kondisinya tidak menyebabkan prolong bukan bagaimana supaya dia bisa sembuh.
Untuk semua dokter internship yang sedang membaca ini:
Kalian bukan "generasi Z lembek." Kalian adalah manusia yang berhak atas jam kerja yang manusiawi, supervisi yang layak, dan penanganan medis ketika kalian sakit. Itu bukan privilege. Itu hak dasar.
Dan untuk sistem yang selama ini menganggap dokter internship sebagai tenaga kerja murah tanpa perlindungan kasus dr. Myta harus menjadi titik balik. Bukan hanya menjadi trending topic sehari lalu dilupakan.
Semoga dr. Myta Aprilia Azmi mendapat tempat terbaik di sisi-Nya. Dan semoga perjuangan ini tidak sia-sia.
Al-Fatihah.
cc: threads


Indonesia

@HumorJonTampan Iya sih.... Mereka dan para oligarki itu yg terang benderang...
Hidup jokowi
Indonesia

"Indonesia Gelap, Kau yang Gelap. Bukan Indonesia!" tegas LBP optimis akan terangnya Indonesia dimasa yg akan datang.
Sebuah era keemasan & puncak kemakmuran yg mustahil utk ditandingi, bahkan tak akan ada satupun negara yg layak utk disejajarkan!"
#Ngik
Indonesia
hd_sarira retweetledi

@OmJ_J3Nggott @bangherwin Tenang... 19 jt lapangan pekerjaan siap di gelontorkan sama boss.... Hidup jokowi
Indonesia















