Helmi

3.2K posts

Helmi banner
Helmi

Helmi

@Helminawali

Founder @pesantrencahaya

Malang, Indonesia Katılım Şubat 2011
37 Takip Edilen423 Takipçiler
Helmi
Helmi@Helminawali·
@prabowo Masih adakah harapan untuk bangsa ini?
Indonesia
0
0
0
9
Prabowo Subianto
Prabowo Subianto@prabowo·
14. Anggaran perjalanan dinas: Rp. 20 T per tahun. Ini pemborosan. Harus dicoret. Jika saya presiden, tidak boleh pejabat RI plesiran ke LN.
Indonesia
3K
20.6K
25.9K
0
Helmi
Helmi@Helminawali·
@typolagi Kita harus sering bersuara memang.
Indonesia
0
0
1
5
Firdaus Agung
Firdaus Agung@typolagi·
Orang2 yg sengaja "memperluas", jg otaknya, jg penuntut2nya, mengira akan hidup selamanya. Mereka mengira setelah ini yg ada cm kekosongan, nothing. Padahal bahkan sebelum liang kubur mereka digali, masa pensiun akan mereka jalani bersama stroke.
Ibrahim Arief@ibamarief

Ini Ibam, bicara sendiri agar Ririe terlindungi. Betul, ketika belum jadi tersangka, saya dapat ancaman: buat pernyataan "mengarah ke atas" kalau tidak kasusnya "akan diperluas". Saya tolak, ngga mau bohong & zalim. Tiga minggu kemudian, saya jadi tersangka. Saya tolak bukan untuk lindungi Nadiem, tapi karena memang ngga pernah ada arahan dari Nadiem ke saya agar pengadaannya jadi Chromebook semua. Seperti yang terungkap dari 22x sidang, tidak ada sama sekali arahan dari atas seperti itu. Saya hanya diminta memberi masukan netral dan objektif sebagai konsultan. Artinya, ketika menerima ancaman tersebut saya dihadapkan ke dua pilihan: Berbohong mengarang cerita menuduh orang lain untuk menyelamatkan diri sendiri. Atau, berpegang kepada integritas, kejujuran, dan kebenaran yang saya yakini, dan menolak untuk berbohong. Dengan shalat istikharah dan kesadaran penuh akan risikonya, saya memilih jalan yang kedua: kejujuran. Insya Allah selalu berpegang pada kejujuran akan berujung pada kebaikan untuk saya, Ririe, dan keluarga kecil kami. Kalau tidak di dunia, maka di akhirat kelak. Lalu jawabannya apa ketika saya menolak untuk berbohong? "Oke, kami perluas.” Saya tidak berdaya. Ya Allah, apa lagi yang bisa kami lakukan ketika dihadapkan pada pilihan seperti itu? Pegangan kami hanya prinsip integritas dan kejujuran. Ketika konsekuensinya beberapa minggu kemudian saya dinyatakan tersangka, kami hanya bisa memperbanyak istighfar dan ikhtiar. Kami jalani dan hormati proses hukum yang ada dengan tabah, kami berniat jelaskan di persidangan fakta-fakta yang membuat terang, kami masih percaya dengan hukum Indonesia. Mungkin ngga banyak yang tahu, tapi Ririe istri saya adalah seorang sarjana dan magister hukum. Di Belanda dulu kami banting tulang nabung dan berhemat banyak, supaya bisa bayar uang kuliah S2 Ririe. Dari Ririe, saya belajar banyak tentang hukum Indonesia, apa saja yang mungkin terjadi, dan bagaimana hukum kita tetap memungkinkan pembelaan yang efektif. Baik, mari berjuang di persidangan, luruskan seluruh tuduhan. Satu persatu fakta di persidangan muncul dengan terang benderang, satu persatu tuduhan bisa kami bantah. Sampai akhir rangkaian sidang, 57 orang saksi dihadirkan, tidak ada bukti saya menerima keuntungan dari perkara ini, tidak ada bukti masukan saya karena konflik kepentingan, tidak ada bukti saya mengarahkan. Yang terungkap malah saya sebagai konsultan sudah menyarankan Chromebook diuji dulu, pejabat menolak pengujian dan memutus Chromebook, nama saya dicatut di SK, masukan saya dipelintir. Kami merasa pembelaan hukum kami sudah maksimal, kebenaran sudah terungkap, tinggal menumpu harapan pada keadilan dan kebijaksanaan dari majelis hakim yang mulia, yang kami merasa sudah sangat objektif dan penuh kearifan sepanjang persidangan. Namun, ketika JPU menyebutkan tuntutan 15 tahun penjara, denda Rp1 miliar, uang pengganti Rp16,9 miliar subsider 7,5 tahun penjara tambahan... Ini titik kezaliman yang sangat terang benderang, tekanan kepentingan yang sangat kentara, saya memutuskan pembelaan saya tidak lagi bisa hanya di persidangan. Besok saya akan sidang pembelaan (pleidoi) dan kami bersurat kepada Presiden @prabowo Subianto serta @KomisiIII DPR, untuk memohon perlindungan hukum dari kriminalisasi, ketidakadilan, intimidasi, serta pengkambinghitaman yang sudah sekentara ini. Kami takut untuk bicara? Takut ada intimidasi lain? Itu risiko yang jelas, tapi kami tidak gentar. Tuntutan 22,5 tahun dan belasan miliar yang tidak mampu kami bayar mungkin dianggap akan membuat kami terdiam, tapi kami malah semakin berani untuk melawan kriminalisasi ini. Mohon bantuan, dukungan, dan perlindungannya dari masyarakat Indonesia, dari pekerja kreatif dan pekerja pengetahuan, serta dari semua yang ingin bantu negara atau takut dizalimi negara. Kami berjuang bukan untuk kami sendiri, tapi agar tidak ada lagi kriminalisasi dan ketakutan bagi mereka yang tulus mau bantu Indonesia. Kami masih percaya Indonesia bisa menjaga dan menghadirkan keadilan dalam kasus kami.

Indonesia
2
0
1
48
Helmi
Helmi@Helminawali·
@typolagi Lebih ke hal substansial
Indonesia
1
0
0
8
BWFScore
BWFScore@BWFScore·
KAPAL API Indonesia Open 2025 WD - SF 🇲🇾TAN Pearly🏅 12 21 21 🇲🇾THINAAH Muralitharan🏅 🇨🇳LI Yi Jing 21 17 11 🇨🇳LUO Xu Min 🕚 in 64 minutes
Indonesia
179
843
2.7K
316.5K
Helmi
Helmi@Helminawali·
Banyak orang merasa Mekkah dan Madinah itu dekat. Setiap tahun mereka ke sana. Tapi, jauh dengan tetangganya, apalagi tetangga yang fakir miskin. Saya termasuk mereka.
Indonesia
0
0
0
23
BWFScore
BWFScore@BWFScore·
VICTOR Kaohsiung Masters 2024 MS - QF 21 11 21 CHENG Kai🏅 17 21 17 🇮🇩Alwi FARHAN 🕚 in 52 minutes
Indonesia
29
32
171
68.6K
Helmi retweetledi
BWFScore
BWFScore@BWFScore·
YONEX All England Open Badminton Championships 2024 MS - QF 8 21 21 🇮🇩Anthony Sinisuka GINTING🥇 21 18 19 🇩🇰Viktor AXELSEN 🕚 in 69 minutes
English
575
2.8K
9K
460.8K
Helmi
Helmi@Helminawali·
Pesantren memang harus berbenah serius terkait bullying dan kekerasan fisik. Yg lbh parah, sudah jatuh korban jiwa, terus pesantren berkilah dg alasan yg mengada². #pesantren
Indonesia
0
0
1
316
Helmi retweetledi
Ardianto Satriawan
Ardianto Satriawan@ardisatriawan·
Rakyat dibikin bodoh dari a) sampai z) versi mahasiswa: a) Universitas gak merata, 10 besar cuma ada di Jawa. Yang tinggal di luar Jawa mesti keluar duit banyak biar bisa kuliah gede di universitas top. b) Kesempatan masuk universitas negeri cuma 3 kali. Kalau tahun pertama gak cukup biaya, tahun kedua sakit karena kecapekan, terus tahun ketiga udah lupa semua materi sekolah, gak ada lagi kesempatan. c) Biaya UKT dan atau uang pangkal kuliah gak ngotak, gak terjangkau sama kelas menengah, apalagi miskin. d) Yang miskin punya SKTM sih bisa difasilitasi pake KIP, tapi yang menengah dibiarin pontang panting bayar kuliah. Padahal porsi terbesar penduduk ya kelas menengah. e) Yang kelas menengah gak bisa pinjem bank buat bayar UKT, penghasilan kurang, rawan gagal bayar. f) Cuti kuliah buat kerja ngumpulin biaya tetep kena biaya cuti 50%. g) Universitas nyaranin pinjol bunga gak ngotak. h) Ada beasiswa dari pemerintah, tapi kebanyakan duitnya buat bayarin pertukaran pelajar, S2, sama S3 ke luar negeri. i) Si beasiswanya bukannya bikin buat S1, tapi malah maunya bikin pinjol cap negeri, j) Mau magang program pemerintah buat nyari pengalaman, syaratnya pengalaman magang sebelumnya. k) Bikin program magang motong kuliah 20 SKS tanpa syarat dan ketentuan yang jelas, l) Akhirnya universitas dibikin pontang panting mikir sendiri ini harus diapain, m) Mahasiswa ada yang cuma dapet 6 SKS, tapi ada juga yang dapet 40 SKS dari dua kali magang, gak ada kejelasan, n) Dosennya digaji seenak udelnya, dekan bisa gajinya cuma 1.1 juta, o) Karena digaji seenak udelnya, akhirnya mroyek, kuliah yang ngajar asdosen. p) Asdosnya gaji cuma 300 ribu per semester, itu pun telat 6-7 bulan, q) Padahal yang bikin silabus, rencana pembelajaran semester, koreksi PR, koreksi ujian juga asdos, r) Pas tugas akhir dosen pembimbing susah ditemui gara-gara mroyek, sekalinya ada bukannya dibimbing malah dimarahin "KAMU KOK GAK ADA PROGRES TERUS?" s) Akhirnya gak ada progres karena takut dimarahin. Terus lingkaran setan: kalau gak ada progres gak bimbingan, kalau gak bimbingan gak ada proges. t) Skripsi/TA-nya lama, bayar UKT lagi, lulus lebih dari 25 tahun, u) Segala lowongan kerja di JobStreet maksimum 25 tahun, susah cari kerja, v) Lowongan kerjanya juga minta syarat gak ngotak: pengalaman 4 tahun, good looking, w) Skripsi hasil susah payah itu diterbitin sama dosennya jadi paper SINTA, tapi mahasiswanya nama terakhir dosennya nama pertama, x) Jurusan-jurusan yang krusial buat masyarakat: pendidikan, keperawatan, dan kesehatan masyarakat gak diminati gara-gara gaji guru dan nakes gak ngotak, y) Dosennya juga disuruh jadi superman: ngajar iya, penelitian iya, bikin acara pengabdian iya, akhirnya overwork dan kecapekan, z) Karena gak sempet, materi kuliah udah seabad lalu juga masih dipake di kelas, gak pernah diupdate.
Indonesia
179
3.6K
8.8K
609K
Helmi retweetledi
ilonaraa
ilonaraa@iloynaraa·
Ketika Rumah Subsidi Berada Di Tangan Yang Tepat! — A thread
ilonaraa tweet media
Indonesia
126
1.1K
7.4K
1.2M
Helmi
Helmi@Helminawali·
Berharap tahun depan bersih dari dosa dan perasaan jelek ke siapapun. Ya Rabb.
Indonesia
0
0
1
14
Helmi
Helmi@Helminawali·
Yu Tun di kampung bilang: kalau ada yg kasih uang untuk dicoblos, sy ambil uangnya dn sy coblos, mas. Kita hy menerima uang 5 thn skali. Mereka pesta uang rkyt slm 5 tahun.
Indonesia
0
0
1
27
Helmi
Helmi@Helminawali·
Saat mudik, jika melihat abah mau dahar saya langsung menanyakan ingin apa dan menyiapkan, tak perlu manggil mbak saya untuk nyiapin.
Indonesia
0
0
0
20
Helmi
Helmi@Helminawali·
Setiap anak memiliki porsi kewajiban yang sama dalam birrul walidayn. Jadi gak ada cerita anak perempuan lebih wajib birrul walidayn.
Indonesia
0
0
1
16
Helmi
Helmi@Helminawali·
Ulama akan menjaga konstitusi syariat; yg sunnah tidak akan diwajibkan, bahkan kadang ditinggalkan. yg mubah ya tidak akan dianjurkan agar tdk dikira sunnah.
Indonesia
0
0
0
17