Hermust Moestafa

344 posts

Hermust Moestafa

Hermust Moestafa

@HermustM

Depok, Jawa Barat Katılım Ağustos 2017
293 Takip Edilen11 Takipçiler
Chusnul ch💞timah
Chusnul ch💞timah@ch_chotimah2·
Ini bukan sekedar capaian politik pak JK, tapi salah satu alasan mengapa Indonesia hari ini masih utuh. Jokowi hingga pak Prabowo bisa menjalankan pemerintahan dgn tenang. Tapi bukannya berterima kasih, tnp angin tnp hujan, pak JK yg ga tau apa-apa, tiba-tiba diserang termul, difitnah termul sbg dalang ijazah palsu. Dan saat pak JK membela diri, memberi nasehat, termul malah tambah gila, serangan ke pak JK makin besar. Jadi sy setuju dgn kalimat dibawah. KETIKA PEMADAM API DISERANG BANGSA YANG LUPA CARA BERTERIMA KASIH. DARI MENYELAMATKAN NEGERI, HINGGA DIBIDIK NARASI YANG MENYESATKAN. Itulah yg dilakukan termul pada pak JK , para ternak @jokowi . #JusufKalla #JuruDamai
Chusnul ch💞timah tweet media
Indonesia
52
55
120
5.5K
Tita
Tita@Tita83079013·
Bukan masalah yg edit Dan yg menyebarkan tetapi fokus pada contain. @Pak_JK ga gentle ternyata
Tita tweet media
Indonesia
121
66
253
6.7K
Hermust Moestafa retweetledi
Dedy Nur
Dedy Nur@DedynurPalakka·
Justru kita yang heran, kenapa kita memaksakan seseorang yang sudah bukan pejabat negara lagi untuk menunjukkan ijasahnya dihadapan kita, memangnya kita punya hak apa terhadapan dokumen pribadi seseorang, walaupun seseorang itu adalah mantan Presiden. Bukannya saat dulu menjelang pendaftaran untuk menjadi pejabat negara, semua dokumen resmi yang dibutuhkan sudah diperiksa dan diverifikasi oleh pihak penyelenggara negara. Dalam negara hukum, tidak ada kewajiban bagi seorang warga negara termasuk mantan Presiden-untuk membuka dokumen pribadinya kepada publik tanpa dasar hukum yang sah. Seluruh persyaratan administratif untuk menjadi Presiden telah diverifikasi oleh lembaga resmi negara, dan hasilnya memiliki kekuatan hukum sepanjang tidak dibatalkan oleh pengadilan. Oleh karena itu, tuntutan publik yang memaksa pembukaan dokumen pribadi di luar mekanisme hukum tidak hanya lemah secara konstitusional, tetapi juga berpotensi melanggar prinsip hak privasi dan merusak tatanan negara hukum itu sendiri. Jadi kalau mau berkelahi sama Jokowi pake jalur hukum, jangan pake jalur Trial by public opinion.
Dedy Nur tweet media
Indonesia
359
60
203
19.2K
Hermust Moestafa
Hermust Moestafa@HermustM·
@Pnghbrkesepian Waduh ... Ini benar2 Atlet berbakat masa depan, bolanya sampai gak kelihatan jelas... Sampai Tdk bisa diamati pergerakan dan bentuk detailnya...
Indonesia
0
0
0
84
Islah Bahrawi
Islah Bahrawi@islah_bahrawi·
Mohon maaf bapak menteri dan bapak presiden, bukan bermaksud untuk mengajari, tapi hanya mengingatkan: Di dalam dunia teror selalu ada faktor idolatri yang sangat kuat. Bagaimanapun, kelompok berideologi eksklusif yang berbasis apapun, entah itu komunisme, anarkisme — dan apalagi teologisme, kohesi ketokohan dengan penganutnya menjadi hal yang harus kita pertimbangkan. Yang kita takutkan dari wacana pemulangan Hambali ini adalah: munculnya simbol baru dari gerakan ekstrem atas nama Islam yang kelak bisa menstimulasi kebangkitan baru, di mana kelompok sejenis ini sebenarnya belakangan mulai melandai. Mohon ijin pak menteri @Yusrilihza_Mhd, saya — meski sekadar rakyat biasa — ikut merasakan betapa beratnya melakukan penyadaran terhadap saudara-saudara kita yang sudah terlanjur terpapar ideologi kekerasan ini. Konon, "ideology never dies". Sesadar-sadarnya seseorang, sebuah ideologi sedikit banyak menjadi residu di otaknya dan memerlukan kesadaran kognitif yang panjang untuk menurunkannya. Belum lagi tanggapan dunia internasional terhadap wacana pemulangan Hambali ini bagi Indonesia (jika misalnya bisa terlaksana). Harus diingat, kejahatan Hambali adalah lintas negara dengan korban dari berbagai warga negara. Mungkin kita semua ingat, ketika saudara kita, Umar Patek, bebas dari penjara, reaksi dunia luar sedemikian hebohnya. Resistensi dan reaksi bermunculan di mana-mana, padahal Umar ketika itu kebebasannya memang dijamin oleh hukum. Kita semua seharusnya paham, negara kita sedang gencar-gencarnya memoles citra yang baik untuk menyamankan investor dari luar. Jangan karena Hambali setitik, rusak susu sebelanga Indonesia. Jadi mohon ijin bapak menteri dan bapak presiden @prabowo, banyak faktor yang harus dipertimbangkan dari wacana pemulangan Hambali ini. Bukan hanya karena dia WNI atau rasa kasihan belaka. Ada dampak sosial, politik, ekonomi dan faktor keamanan yang juga harus dipertimbangkan. Terima kasih.
Islah Bahrawi tweet media
Indonesia
306
363
1.4K
117K
Ruhut Sitompul
Ruhut Sitompul@ruhutsitompul·
Eh E Simbolon kau sudah dipecat dari PDI Perjuangan jadi tolong tidak usah banyak bacot, nyerang2 Ketua Umum PDI Perjuangan Prof DR HC Hajah Megawati Soekarnoputri Presiden RI ke 5 kalau bukan Kader lagi baik 2 saja duduk diboncengan Kader lain yang sudah dipecat Waspada Waspada waspadalah Merdeka👍🤟🙏🇮🇩.
Ruhut Sitompul tweet media
Indonesia
488
318
1.6K
131K
Dedy Nur
Dedy Nur@DedynurPalakka·
Dulu ✍️📸
Dedy Nur tweet media
Indonesia
176
24
155
19K
Jhon Sitorus
Jhon Sitorus@JhonSitorus_18·
✅️ Presiden dua periode "hampir 3 periode" dipecat ✅️ Wakil Presiden dipecat ✅️ Gubernur terpilih dipecat Cuma PDI Perjuangan yang tidak tunduk pada PENGHIANAT 😎
Indonesia
167
127
790
33.9K
Hermust Moestafa
Hermust Moestafa@HermustM·
@tempodotco Kok ya bisa media Mainstream sekelas Tempo. Sekarang menjadi media Gibah, Hoax, Kebencian & Fitnah... Bersembunyi dibalik etika jurnalistik tanpa konfirmasi & Cover bothside....
Indonesia
28
0
36
13.7K
tempo.co
tempo.co@tempodotco·
Jokowi Marah Dipecat oleh PDIP PDIP memecat Jokowi dan keluarganya sebagai anggota partai banteng. Internal PDIP menduga Jokowi berupaya mengintervensi kepengurusan partai itu. Jokowi marah karena dipecat. Simak selengkapnya Program Bocor Alus Politik di Channel Youtube Tempodotco dan Spotify #BocorAlusPolitik #PodcastBAP #PodcastTempo #MajalahTempo
tempo.co tweet media
Indonesia
640
1.5K
8.2K
1.1M
Agus Susanto IV
Agus Susanto IV@cobeh2022·
Netizen Yang Menghujat Gus Miftah: -Tidak Pernah Ikut Pengajian. -Netizen Tolol. ~Gus Iqdam
Indonesia
960
416
2.3K
712.7K
Hermust Moestafa
Hermust Moestafa@HermustM·
@yusuf_dumdum Emang sudah tahu Duduk perkara/ kejadian yg sesungguhnya... Cek ricek itu perlu agar Kedunguan tdk dipamerkan ...
Indonesia
0
0
0
61
Dumdum
Dumdum@yusuf_dumdum·
Hanya karena senggolan motor main tembak siswa paskibraka ? Trus yang koruptor, bandit kakap dan siluman wereng berseragam, gimana ? Dibiarin aja ? Diternak biar makin banyak dan bisa kasih cuan ? Miris melihat kejadian seperti ini, belum lagi kasus kemaren ada polisi baik yang tangkap pemain tambang malah ditembak sesama polisi. Gila bener yg baik2 dihabisi yang bandit malah diternak ? Ini negara apa sih ?
Dumdum tweet media
Indonesia
54
101
437
18K
Hermust Moestafa
Hermust Moestafa@HermustM·
@bacottetangga__ Saya ragu Agus buta ?! Buktinya saat mendengar Uang,/ Duit Gratis, matanya kok Hijo... 🤔🤨🤭🫣
Indonesia
0
0
0
25
Hermust Moestafa
Hermust Moestafa@HermustM·
@ch_chotimah2 Yang rusak diri sendiri, Kelompok & teman dekatnya.... Kok orang lain yg di tuduhkan ?? Bapak waras... !?
Indonesia
0
0
0
42
Jhon Sitorus
Jhon Sitorus@JhonSitorus_18·
Akhirnya NGAKU juga Jadi surat Himbauan Prabowo utk memilih Ridwan Kamil itu ternyata BENAR, bukan Hoax Diakui sendiri oleh kader Gerindra dan ketua timses Rido, Riza Patria. Surat tersebut memang dibuat masa kampanye. Ini artinya surat tsb ditandatangi Prabowo pada masa kampanye Tapi, klarifikasi apapun tidak melepaskan kelakuan Prabowo yang Melanggar UU Pemilu Lalu, kenapa Raffi Ahmad buru2 menghapus postingan surat tsb dari IGnya? 😂 makin jelas komunikasi internal yang buruk dan AMBURADUL dalam kabinet/ring 1 Prabowo Lalu yang HOAX siapa nih? SESKAB? Raffi Ahmad? Arief Rosyid lagi? Kalian emang lawak semua 😂
Jhon Sitorus tweet media
Indonesia
401
740
2.5K
184.6K