Herry afandi
75 posts


Mutiara Raih Gelar Master Harvard, Anies Baswedan Bangga Putri Tersayang Lulus di Tengah Tantangan Jadi Orang Tua Baru.
kbanews.com/hot-news/mutia…

Indonesia



@aniesbaswedan Pak Anis tidak mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah yang telah memberikan beasiswa S2 LPDP anaknya. Ingat pak jangan lupa untuk mengabdi ke masyarakat karena itu pake uang rakyat
Indonesia

Memanjatkan rasa syukur tak terhingga ketika menyaksikan Tia naik ke atas panggung wisuda di Harvard, menerima ijazah sambil menggendong Ibrahim, lalu Ali berdiri menyambut di samping panggung.
Setahun lalu, kami melepas Tia dan Ali berangkat dengan bayi yang baru berusia satu bulan. Tentu, ada rasa khawatir yang manusiawi. Mereka menjadi orangtua baru di negeri asing saja sudah merupakan tantangan besar, apalagi ketika dijalani beriringan dengan studi master di universitas dengan tuntutan akademik yang sangat tinggi seperti kampus ini.
Alhamdulillah, masa penuh perjuangan itu tuntas mereka lalui. Ijazah Master of Education dari Harvard Graduate School of Education yang diterima hari ini adalah simbol pencapaian akademik, yang di baliknya ada harga kesabaran, kerja sama, dan keteguhan yang mereka bertiga harus bayar sebagai keluarga muda.
Terima kasih kepada semua yang telah mendoakan dan memberikan dukungan selama mereka menjalani babak kehidupan di Cambridge, Massachusetts, ini.
Semoga pengalaman ini menjadi bekal berharga dalam perjalanan hidup mereka ke depan, serta ilmu yang didapat bisa menjadi bekal kontribusi Tia dan Ali bagi bangsa dan bagi lingkungan di sekitar mereka. Aamiin yra.




Indonesia

@ch_chotimah2 Anda lucu anak pak hatta, pak harto, Gus Dur. pak Habibie. Mereka semua tidak memiliki panggung politik (Partai). Tapi anda blh banding mas Andi dengan anak SBY dan Jokowi. Lebih populer mana Megawati, HAY dan Gibran. Pasti masyarakat pilih Gibran. Megawati nepo baby Bung Karno
Indonesia

Rasa hormat terhadap Megawati tidak sekadar diberikan, tetapi diperoleh.
Jika anda menganggap Mega dihormati hanya karena ia Putri Bung Karno itu kekeliruan besar. Sama kelirunya ketika Budi Hardjono, Soerjadi hingga Soeharto yang pernah meremehkan Mega.
Mega memang memanggul nama besar Soekarno didalam dirinya sebagai keturunan biologis. Itu satu variabel, tapi di dalam kepemimpinan tidak ada variabel tunggal dalam menyokong kepemimpinan seseorang.
Pada posisi yang sama putri-putri Bung Hatta juga membawa nama besar ayahnya sebagai Proklamator Kemerdekaan RI.
Demikian putra-putri presiden lainnya yang pernah atau sedang eksis di perpolitikan nasional, mereka juga tidak bisa melepaskan nama besar orang tua mereka.
Mega memperoleh rasa hormat karena daya tahannya. Orang-orang melihat dirinya konsistensi antar perkataan & perbuatan. Karakternya sangat kuat. la mampu tetap tenang meski dibawah tekanan.
Mega masuk politik ketika partai yang didirikan ayahnya PNI sudah dipadamkan dengan dileburkannya PDI sejak tahun 1973.
Kondisi PDI saat ia bergabung kacau. Konflik internal. Krisis kepemimpinan. Suara & kursi PDI anjlok di Pemilu 1982.
Masuknya Mega ke PDI itu adalah berkah terbesar buat partai. la tidak langsung memegang kendali puncak kepemimpinan partai tapi berproses dari bawah. Menjadi pengurus PDI Jakarta.
Rasa hormat adalah mata uang sosial yang tidak dipalsukan. Para tokoh eks-PNI yang ada di PDI kala itu tidak serta merta memberikan rasa hormat pada Mega dengan bentuk jabatan karena ia Putri Bung Karno.
Mega berproses. la fokus menjadi terbaik versi dirinya sendiri. Kursi partai meningkat tajam di dua Pemilu berikutnya 1987 & 1992 atas kehadiran Mega.
Dari situ, Mega memperoleh rasa hormat dari akar rumput, para Soekarnois & para pemilik hak suara di Kongres.
Apakah berhenti sampai disitu?
Tidak.
la masih harus melewati arus besar tantangan di politik. Dari Budi Hardjono, Fatimah Ahmad, Buttu Hutapea hingga Soerjadi yang menjadi "lawannya" di internal PDI.
Lawannya di eksternal politik?
Jangan tanya. Ada Soeharto dengan segala struktur kekuasaan hukum, militer, birokrasi & penguasaan media.
Mega tidak tumbang, ia bertahan...



Indonesia

Politisi perusak negara ?
Korban Ceklist Satu ༊ ⋆𐙚 ˚@AnKiiim_
Pemerintah itu beban rakyat @ZUL_Hasan !
Indonesia

PENDUKUNG PRABOWO
VS
PENIKMAT KEKUASAAN PRESIDEN PRABOWO
Oleh : Muhammad Said Didu
Para pengeritik Presiden Prabowo saat ini, sebagian besar adalah pendukung Prabowo (asli). Para pengeritik tersebut konsisten menggunakan referensi dari pemikiran dan sikap politik asli Prabowo, antara lain berupa :
1) 4 (empat) Buku tulisan Prabowo, yaitu :
a) Paradoks Indonesia dan Solusinya.
b) Strategi Transformasi Bangsa
c) Membangun Kembali Indonesia, dan
d) Kepemimpinan Militer
2) 3 (tiga) Visi dan Misi Prabowo sebagai Capres/Cawapres, yaitu :
a) Visi dan Misi Capres/Cawapres Megawati - Prabowo 2009 : Ekonomi Kerakyatan : membangun Indonesia yang Berdaulat, Mandiri, dan Adil.
b) Visi dan Missi Capres/Cawapres Prabowo-Hatta 2014 : Transformasi Bangsa Menuju Kemandirian, dan
c) Visi dan Misi Prabowo-Sandi 2019 : Indonesia Menang dg 5 misi utama.
Sementara para pejabat pemerintah dan pendukung/penikmat kekuasaan Presiden Prabowo menggunakan dasar “pembelaan” yaitu :
Visi dan Misi Capres/Cawapres Prabowo-Gibran : *Indonesia Emas* dengan Misi Utama *Asta Cita*.
Seperti kita ketahui bahwa Visi dan Misi Prabowo - Gibran bukan lagi pemikiran asli Prabowo, tetapi merupakan hasil kompromi dan “pemakluman” terhadap kesalahan dan kerusakan yang dibuat oleh rezim Jokowidodo sehingga motto yang diusung adalah keberlanjutan.
Sangat jelas terlihat bahwa sikap dasar Prabowo sebagaimana tertuang dalam 4 (empat) buka dan 2 (dua) visi dan misi Capres 2014 dan 2019 melemah dalam visi dan misi pasangan Prabowo-Gibran 2024.
Para pengeritik Presiden Prabowo menghendaki agar Prabowo mengelola negara Indonesia sesuai aslinya sebagaimana tertuang dalam 4 (empat) buku dan 3 (tiga) visi dan misi sebagai capres sebelum Prabowo “diakuisisi” oleh Jokowidodo.
Dalam pemikiran asli Prabowo yg ditulis dalam 4 (empat) buku tersebut, terdapat 5 (lima) dasar perjuangan yang ditanamkan yaitu :
1) bahwa Indonesia akan maju jika dipimpin oleh pemimpin yang memiliki jiwa nasionalisme, patriotisme, dan profesionalisme.
2) bahwa politik dan kekuasaan harus dikembalikan kepada rakyat dari politisi dan oligarki.
3) bahwa perekonomian harus dikembalikan ke pangkuan rakyat dari penguasaan pemilik modal (Oligarki)
4) bahwa penegakan hukum dan pemberantasan korupsi harus jadi prioritas
5) bahwa pemerintahan bersih, efesien, dan profesional harus diwujudkan.
Para pengeritik Presiden Prabowo (pendukung Prabowo asli), memberikan kritik berdasarkan 5 (lima) tolok ukur tersebut. Mereka bukan pengarang bebas. Tujuan mereka adalah agar Presiden Prabowo memimpin Indonesia sesuai sikap Prabowo asli - bukan Prabowo yang sudah “terkontaminasi”.
Para pengeritik Prabowo (pendukung Prabowo asli) umumnya adalah pendukung loyal sejak 2009, bukan bunglon, bukan pengejar jabatan, dan yang pasti bukan Jokower.
Para pendukung/penikmat kekuasaan Presiden Prabowo, sebagian adalah pendukung Prabowo asli, tapi banyak juga para pengejar jabatan, oportunis, bunglon, bahkan tidak sedikit adalah para “pemaki” Prabowo asli selama lebih 10 tahun.
Dari analisis singkat tersebut, dapat disimpulkan bahwa sebagaian besar pengeritik Presiden Prabowo adalah pendukung Prabowo (asli) 24 karat. Sementara para pendukung/penikmat jabatan Presiden Prabowo sebagian (atau dominan) adalah Jokower tulen dan “pemaki” Prabowo (asli).
Jokower tulen tetap pada agenda utama, yaitu kembalinya kekuasaan ke tangan Geng SOP (Solo, Oligarki, Parcok).
Pertanyaan besarnya adalah apakah Presiden Prabowo masih berkenan memimpin Indonesia sesuai dengan Sikap Prabowo asli dan berkenan mendengarkan pengeritik Presiden Prabowo ataukah seperti yang dikatakan banyak pihak bhw Presiden Prabowo yang terlihat sekarang adalah Prabowo asli.
Penulis masih berharap bahwa Presiden Prabowo masih bisa kembali ke aslinya sesuai dengan yang dituliskan dalam buku dan berbagai pidato.
Wallahualam bissawab
Indonesia


Jokowi: Benar, Pak JK yang Pertama Kali Minta Saya Ikut Pilgub DKI news.detik.com/berita/d-19836…
Termul, Jokower, Partai Jokowi (PSI dan Golkar) masih mau bantah pernyataan Pak JK ?
Indonesia


Fix, No Debat!l,
Jejak digital itu membenarkan apa yang memang benar terjadi.

Lambe Waras@abu_waras
Jadi gini ceritanya....
Indonesia


Beginilah selalu cara mereka.
Pak JK tidak pernah menyatakan terkait kemenangan.
Pak JK menyatakan :
1) Pak JK yg usulkan ke Megawati utk jadikan Jokowi Cagub - itu diakui Jokowi
2) Pak JK jadi Cawapres Jokowi atas permintaan Ibu Mega - bukan usulan Jokowi.
3) artinya Jokowi tdk punya jasa thdp Pak JK.
Kemenangan Jokowi-JK 2014 jelas kerja bersama, termasuk tim JK
GELORA NEWS@geloraco
Projo Klaim Jokowi Menang Berkat Rekam Jejak, Bukan Jasa Jusuf Kalla gelora.co/2026/04/projo-…
Indonesia



Jokowi: "Memang betul Pak JK yg telepon saya. Saya nggak punya duit, kata Pak JK 'itu gampang nanti saya bicara sama Bu Mega',"
Dulu sy pilih dia krn sy anggap orang baik.
Makanya pas bersama pak JK sy bikin baju kampanye yg bertuliskan, orang baik pilih orang baik.
Ternyata dia penipu, pembohong, pengkhianat dan tak tau terimakasih.
Orang2 yg berjasa padanya dia balas sebaliknya.
Hanya orang ga pny otak yg masih memuja orang seperti ini aplg menganggap memenuhi syarat jadi nabi, sakit jiwa.
news.detik.com/berita/d-19836…

Indonesia


PKI Itu Memang Hobi Khianat
Jadi Jangan Sampai Terjebak Dalam Rayuannya
#DukungJKHantamJokowi
#DukungJKHantamJokowi
Indonesia



Termul Kena Sindir Jusuf Kalla! Sebut Jokowi Jadi Presiden Karena Dirinya Disuruh Megawati oposisicerdas.com/2026/04/termul…
Indonesia


"Kasih tahu semua termul. Jokowi jadi presiden karena saya" (JK)
#DukungJKHantamJokowi
#DukungJKHantamJokowi
Indonesia


Sentilan JK ke Jokowi yang Tak Berani Tunjukkan Ijazah: Membiarkan Masyarakat 'Berkelahi' 2 Tahun
gelora.co/2026/04/sentil…
Indonesia


JK: Kasih Tahu Termul, Jokowi Jadi Presiden Karena Saya
Wakil Presiden kesembilan dan ke-12 Indonesia Jusuf Kalla (JK), menyampaikan tanggapannya saat ada tuduhan tak balas budi pada Jokowi, yang telah membawanya sebagai wakil presiden untuk kedua kalinya. Di kesempatan itu, JK justru mengungkap perannya yang membawa Jokowi ke Jakarta untuk diorbitkan sebagai calon presiden pada masa itu.
"Ini langkah awal yang membuka pintu bagi Jokowi kemudian menjadi Presiden RI. Tanpa ini, kemungkinan nasibnya beda lagi. Sebab sesudah jadi gubernur, selanjutnya, Jokowi dicalonkan jadi Presiden oleh ibu Mega,” ungkap juru bicara Jusuf Kalla, Husain Abdullah, tulisnya di Instagram, Minggu, (19/4).
"Tapi Mega tidak mau kalau bukan JK wakilnya. Sebab Jokowi dianggap belum berpengalaman tapi elektabilitasnya tinggi untuk bersaing dengan Prabowo,” tambah Husain.
Naskah & Editor Video: MI/Fathurrozak
#Jokowi
#Termul
#JK
#JusufKalla
Indonesia












