Izz Al Wiru 🏳🏳🏳

96.5K posts

Izz Al Wiru 🏳🏳🏳 banner
Izz Al Wiru 🏳🏳🏳

Izz Al Wiru 🏳🏳🏳

@IMCMushroom

Akun Normal. @MushroomIMC cadangan. ❌🚫Porno 🚫🚫BuzzerRp🚫

Katılım Ağustos 2012
12.1K Takip Edilen30.6K Takipçiler
Izz Al Wiru 🏳🏳🏳
Izz Al Wiru 🏳🏳🏳@IMCMushroom·
Dia merasakan jadi menteriitu enak, jabatan itu harus dipertahankan, kalau presiden ganti gak mungkin dapat jatah jabatan lagi
Izz Al Wiru 🏳🏳🏳 tweet media
Indonesia
0
0
0
697
Izz Al Wiru 🏳🏳🏳
Izz Al Wiru 🏳🏳🏳@IMCMushroom·
Bandingkan. sama warga sendiri x Warga pendatang
Izz Al Wiru 🏳🏳🏳 tweet media
Aceh 🇮🇩🇹🇷🇵🇸@Aceh

Ketika Bencana Bertemu Politik: Strategi Pengalihan Perhatian di Tengah Kegagalan Negara Dalam kajian ilmu politik dan studi kebencanaan, terdapat fenomena yang dikenal sebagai diversionary politics atau agenda shifting. Fenomena ini merujuk pada upaya sebagian pemerintah mengalihkan perhatian publik dari kegagalan penanganan bencana dengan mengangkat isu lain—terutama keamanan, konflik, atau stabilitas nasional. Strategi ini bukanlah hukum pasti, namun memiliki dasar analitis yang kuat dan terbukti muncul dalam kondisi tertentu. Pengalihan perhatian biasanya terjadi ketika respons negara terhadap bencana lambat atau gagal, kemarahan publik meningkat, legitimasi pemerintah melemah, serta media dan opini publik sulit dikendalikan. Dalam situasi tersebut, negara cenderung memperbesar isu keamanan, mengangkat ancaman separatisme atau instabilitas, membangun narasi ketertiban, serta membatasi simbol solidaritas dan ekspresi publik. Tujuan utamanya adalah menggeser fokus masyarakat dari kegagalan negara ke ancaman lain yang dianggap lebih mendesak, demi mempertahankan legitimasi kekuasaan. Sejarah menunjukkan pola ini dalam berbagai konteks global. Myanmar pasca Cyclone Nargis (2008) menunjukkan kegagalan respons bencana yang diikuti pembatasan bantuan internasional, pengetatan keamanan, dan sensor media. Sri Lanka pasca Tsunami 2004 memperlihatkan distribusi bantuan yang timpang disertai penguatan isu konflik separatis LTTE, yang memperburuk ketegangan etnis. Pakistan saat banjir besar 2010 menampilkan pergeseran narasi dari kritik terhadap pemerintah ke isu stabilitas dan keamanan nasional. Amerika Serikat pasca Hurricane Katrina 2005 memperlihatkan sekuritisasi isu melalui penekanan pada kekacauan dan penjarahan, yang mengalihkan sorotan dari kegagalan negara. Kasus-kasus tersebut memperlihatkan pola serupa: ketika penanganan bencana buruk, isu keamanan sering dijadikan alat untuk menyelamatkan citra pemerintah. Strategi ini mungkin efektif dalam jangka pendek, namun berisiko memperparah ketegangan sosial dan merusak kepercayaan publik dalam jangka panjang. Dalam konteks Aceh, yang memiliki sejarah konflik dan bencana besar seperti tsunami 2004, fenomena ini sangat relevan. Frustrasi masyarakat pascabencana dapat dengan mudah dibingkai sebagai ancaman keamanan jika pendekatan negara terlalu menekankan aspek represif. Pengalaman internasional menunjukkan bahwa pendekatan terbaik adalah humanitarian-first approach, di mana keamanan berfungsi mendukung distribusi bantuan, bukan menggantikannya. Kesimpulannya, bencana bukan semata peristiwa alam, tetapi juga arena politik. Memahami konsep diversionary politics penting untuk mendorong respons negara yang lebih transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kemanusiaan, serta untuk mencegah konflik sosial yang tidak perlu di tengah penderitaan masyarakat. - ib

Indonesia
0
1
1
363
Izz Al Wiru 🏳🏳🏳
Izz Al Wiru 🏳🏳🏳@IMCMushroom·
segitu kuatnya joko. kira2 siapa yg kuatnya?
Dokter Tifa@DokterTifa

709 Dokumen dan bukan hanya 1 lembar Ijazah yang akan diperiksa RRT bersama Ahli Forensik Independen! Pada Gelar Perkara Khusus di depan kami POLDA Metro Jaya menyatakan telah menyita 709 Dokumen terkait dengan riwayat pendidikan Joko Widodo yang mengklaim lulus dari Kehutanan UGM. Dengan pernyataan ini maka RRT akan melanjutkan penelitian terhadap 708 Dokumen selain Ijazah. Untuk diketahui, penelitian terkait Ijazah telah kami bukukan dengan Judul JOKOWI'S WHITE PAPER dengan tebal buku sebanyak 700 halaman. Hasilnya sesuai yang berkali-kali juga sampaikan. Jadi jika Penelitian RRT terhadap 708 Dokumen lainnya akan kami bukukan juga, maka akan ada 708 buku berikutnya, sehingga total hasil penelitian terkait KEABSAHAN Gelar Sarjana Kehutanan UGM yang selama ini diklaim oleh Joko Widodo, kurang lebih 495.600 halaman. Ini juga kalau kami perlu membuat buku untuk setiap hasil penelitian kami tentang 709 dokumen tersebut. Contoh penelitian Neuroscience behavior dan digital forensik terhadap Dokumen kedua terpenting setelah Ijazah adalah: Skripsi berikut seluruh isinya termasuk lembar pengesahan yang raib, penggunaan printer keluaran tahun 2002 untuk dokumen yang "dibuat" tahun 1985. Penelitian tentang skripsi ini saja sudah akan sangat menarik hasilnya, karena pisau analisis andalan kami bertiga yaitu Triangulasi Telematika, Digital Forensik, dan Neuropolitika akan kami gunakan habis-habisan untuk menguliti Skripsi dari depan sampai belakang, lengkap penelitian terhadap nama-nama yang disebutkan dalam skripsi tersebut. Tak luput dari benda matinya yaitu Skripsi, kami teliti juga Perilaku dan Pola Kerja Otak semua pihak yang berkaitan dengan Skripsi tersebut. Karena Skripsi adalah produk Otak juga produk Perilaku, maka Ilmu Neuroscience Behavior sangat relevan berdampingan dengan Digital Forensik untuk menguak Skripsi yang diklaim dibuat tahun 1985 tetapi baru ada diupload di repository UGM tahun 2018. Ini kita baru bicara Dokumen nomor 2 setelah Ijazah lho ya, yaitu Skripsi Joko Widodo Setelah skripsi, berikutnya akan kami kuliti habis-habisan tentang TRANSKRIP NILAI Joko Widodo selama mengaku kuliah 5 tahun di Kehutanan UGM. Transkrip nilai itu tentu saja bukan hanya soal nilai-nilai yang tertera, tetapi juga tentang Dosen-Dosen yang mengampu setiap mata kuliah, apakah para Dosen ini betul-betul kenal dengan seorang mahasiswa bernama Joko Widodo, bagaimana tugas-tugas, absensi,. hasil nilai Ujian Tengah Semester dan Ujian Semester, teman-teman yang sama-sama kuliah, kuliahnya di ruang man, dan sebagainya. Itu baru 3 Dokumen ya, Ijazah, Skripsi, dan Transkrip. Setelah ketiga dokumen tersebut, Dengan senang hati kami akan menguliti 706 Dokumen lainnya. Netizen, silakan gelar tikar siapin kuaci ya. Buat para Termul dan Boss Termul, kalau baca ini lantas meriang dan panas dingin, silakan siap-siap tolak angin dan minuman jahe sereh.

Indonesia
0
0
0
167
Izz Al Wiru 🏳🏳🏳
Izz Al Wiru 🏳🏳🏳@IMCMushroom·
Kalau niat nyumbang gak sambil golf juga bisa, dibilang b*doh pasti gak mau kan????? anehnya orang seperti ini Prabowo masih aja dipertahankan. jasanya sebesar apa sama Prabowo sampai-sampai orang seperti ini masih jadi pejabat???
Izz Al Wiru 🏳🏳🏳 tweet media
Indonesia
0
0
2
210
Izz Al Wiru 🏳🏳🏳
Izz Al Wiru 🏳🏳🏳@IMCMushroom·
Pemerataan Bencana, ternyata gak kapok2, bukannya introspeksi malah menjadi
Izz Al Wiru 🏳🏳🏳 tweet media
Indonesia
0
0
3
172
Izz Al Wiru 🏳🏳🏳
Izz Al Wiru 🏳🏳🏳@IMCMushroom·
Yaqut ini udah jadi tersangka blom sih? kalau udah jadi tersangka pasti banyak yg ketangkep juga, pasti mengalir sampai jauh...
Izz Al Wiru 🏳🏳🏳 tweet mediaIzz Al Wiru 🏳🏳🏳 tweet mediaIzz Al Wiru 🏳🏳🏳 tweet media
Indonesia
0
0
4
253
Izz Al Wiru 🏳🏳🏳
Izz Al Wiru 🏳🏳🏳@IMCMushroom·
Emangnya Rakyat gampang ditipu dengan ngangkut sekarung beras, coba angkat 500 karung sendiri pasti ma*!
Izz Al Wiru 🏳🏳🏳 tweet media
Indonesia
0
2
4
265