sang penyair 98
1.2K posts

sang penyair 98
@ISyfdn
vrede, dennen, en ook tomaten


UI harusnya malu sama UP UP, dg lahan yg tdk bsr, dana yg tdk gede, dan ndak ada embel2 World Class Uni, udah 5 thn lbh pny 6 rumah ibadah dr seluruh agama yg diakui di Indonesia. UI? Smp skrng belum, pdhl namanya Universitas Indonesia. UP - 1 : 0 - UI

kok bisa orag-orang di fakultas/kampusnya nyontek? apakah gaada peraturan dan keketatannya rendah dalam pengawasan? bayangin lu apply kerja hasil nyontek. *tidak bermaksud pickme soalnya fakultas gua menjunjung tinggi kejujuran jadi kaget✌🏻





kalian setuju gak sama kalimat ini.. “kuliah di mana pun, sama aja..” 👇🫣🙃


Laki-laki tak bisa menjadi feminis. Lelaki hanya bisa menjadi sekutu bagi gerakan feminisme, sebab laki-laki tidak hidup dengan pengalaman sebagai perempuan. Laki-laki yang mengaku feminis berarti belum memahami pemikiran Sophie de Beauvoir dan Mary Wollstonecraft.






@Fakhrikurniawan Apakah menurut kakaknya anak sejarah tidak bisa belajar mekanika fluida? Kenapa? Pendidikan K-12? Latar belakang ekonomi? Metode pembelajaran? Kenapa? Di mana letak masalah-masalahnya? Sedikit lagi sampai menemukan inti masalahnya 😁

💛 divisi panitia/bidang organisasi yang paling pickme dan paling manja adalah bagian PDD/Desain. Padahal kerjaannya cuman klak-klik geser-geser mouse, geser2 layar smartphone x.com/unsoedmfs/stat…

Selama kata "sastra" dipakai utk menunjukkan bahwa ada karya yg lebih tinggi, lebih bernilai, lebih suci, lebih intelelek, dsb, gw nggak akan memgakui kata "sastra". Itu akar terjadinya ketidaksetaraan dan pelanggengan kekerasan.

Belajar Sejarah itu bukan untuk memuaskan ego dan perasaan kita. Selama ini banyak orang takut digiring opininya karena mereka tidak memiliki kemampuan untuk berpikir dengan merdeka. Ayo, bentuk pemikiranmu sendiri. Jadikan Sejarah sebagai alat pembebasan dari belenggu sempit.



