Imanuel Taba

3.7K posts

Imanuel Taba banner
Imanuel Taba

Imanuel Taba

@ImanuelTaba

MD I Julid soal politik I Football and NBA enthusiast

ÜT: -6.919178,106.932178 Katılım Ekim 2009
293 Takip Edilen168 Takipçiler
Imanuel Taba retweetledi
عمرو
عمرو@bt3·
🚨🚨🚨🚨🚨 — بـرونو فيرنانديز: والدتي كانت تعمل كمنظفة للمنازل لم أرغب أبدًا في رؤية شخص يقلل من عمل والدتي أو شخص من الذين عملت لهم يتحدثون معها بأسلوب سيء الـيوم أنا لدي منظفة للمنزل؛ وأخبرتها من اليوم الأول بأنه لا شيء لدي أهم من الاحترام لن يجرؤ ابن من أبنائي بتقليل احترامك؛ ولن يجرؤ ابن من أبنائي بطلب شيء منك بأسلوب غير لائق؛ إذا أحد منهم تحدث معك بشكل غير لائق يجب أن تخبريني نعم أريد منك أن تنظفين وتهتمين بالمنزل ولكن عندما يطلب أحد منك شيء يجب أن يكون بـأدب كذلك أبنائي يجب أن يتعلموا منك؛ وإذا كان هناك شيء يستطيعوا أن يفعلوه بأنفسهم فـلا تفعليه؛ هذه مسؤوليتهم بكل بساطة مبدئي بـأنني لم أرغب في رؤية أحد يؤذي والدتي فلماذا أفعل ما لا أحبه مع شخص آخر؟
عمرو tweet media
العربية
257
1.1K
18.1K
968K
Imanuel Taba retweetledi
Awaken Mind
Awaken Mind@Awaken_Mind0·
Grow in silence! Here are 6 Pictures that can change your life: 1.
Awaken Mind tweet media
English
7
48
449
148.8K
Imanuel Taba
Imanuel Taba@ImanuelTaba·
@ardi_tama1 Jadi inget dulu kata senior 👽 "Penelitian apa yang baik?" 🙋 "meta analisis dok, genuine, memenuhi semua kaidah penelitian bla bla bla..." 👽 "salah, penelitian yg dibacakan atau publikasi, lolos koreksi dan seleksi, dan dipertahankan diatas podium, substansi mah relatif"
Indonesia
0
0
0
12
ardian pratama
ardian pratama@ardi_tama1·
Lho ini bener, abstrak di PIT rata" gak disaring ketat, buktinya saya bikin case report kayak jaman koas biasa aja bisa masuk 🤣🤣
Lutfi Nur Farid@lutfithe13th

@dilbisakodil Ini bukti bahwa juri konferensi gitu bisa terpukau cuma dgn effort yg terlihat aja tanpa substansi 😂😂😂 Gak usah mikir berat2 kalo mau lomba poster

Indonesia
3
0
1
359
Imanuel Taba retweetledi
RAZOR BLADE
RAZOR BLADE@razorblade300·
💔Pep Guardiola: “People think football gives you everything. The trophies, the nights under the lights, the songs from the fans… and yes, it gives you beautiful moments. But football also takes. It takes time. It takes peace. It takes pieces of you that you don’t even realise are disappearing. For many years, I was obsessed. Completely obsessed. I woke up thinking about football, I slept thinking about football. Even when I was sitting with my family, mentally I was somewhere else — thinking about tactics, training, pressure, the next match, the next title. I gave everything to this game. Maybe too much. There was a moment in my life when my wife looked at me and said, ‘You have to choose. Football or us.’ And the truth is… I chose football. At that time, I believed I was doing the right thing. I told myself this was my passion, my responsibility, my identity. But passion can become addiction when you forget the people who love you outside of your work. You win trophies, and everyone celebrates you for one night. Then the next morning, they ask what comes next. Another game. Another title. Another sacrifice. Football never says ‘enough.’ It always asks for more. And one day, I looked around and realised the people I loved were growing older while I was standing on the touchline shouting about a misplaced pass. My children were becoming adults. Time was moving. Life was moving. And I was missing it. That hurts more than losing any final. Now I understand something I didn’t understand when I was younger: there is life beyond football. Real life. Quiet mornings with your family. Conversations without pressure. Laughing at dinner without thinking about the weekend’s lineup. Being present. Truly present. Football gave me everything professionally, but family gives me something football never could — peace. So yes, maybe it is time to stop for a while. To rest. To breathe. To wake up without pressure in my chest. To be a husband. To be a father. Not a manager. Not a genius coach. Just a man with the people he loves. Because in the end, when the stadium lights go dark and the crowds go home, you understand something very simple: Love matters more than football. And for the first time in many years… I am ready to choose that.”
RAZOR BLADE tweet media
English
78
826
4.7K
204K
Imanuel Taba retweetledi
The Touchline | 𝐓
The Touchline | 𝐓@TouchlineX·
🚨🗣️ 𝗡𝗘𝗪: Mark van Bommel: "On my first day at AC Milan, Gennaro Gattuso came up to me and said: ‘Here, I’ll do the dirty work, you just distribute the ball.’ "I smiled at him and replied: ‘I didn’t come here to distribute the ball, I came to continue where you left off and make the sound of bones crack." "That season, we gave opponents no room to breathe in midfield; sometimes, having two lunatics playing side by side is the greatest weapon.”
The Touchline | 𝐓 tweet media
English
82
517
9.4K
515K
yohannes toban
yohannes toban@yohannestoban·
Yg paling kaya yg paling ga bayar pajak.
Hidup sebagai +62@Hidupsebagai62

PAJAK BOS BPJS DIBAYAR PAKAI UANG BPJS, NILAI HAMPIR 12 MILYAR/TAHUN SAAT BPJS SENDIRI DEFISIT RP2 TRILIUN PER BULAN Dua lembar dokumen resmi berlogo Garuda dan kop bertuliskan "Presiden Republik Indonesia" ini bukan dokumen sembarangan. Ini adalah Peraturan Presiden yang mengatur secara terperinci siapa yang mendapat apa di tubuh BPJS dan salah satu klausulnya cukup membuat publik terdiam ketika dibaca secara saksama. Dokumen yang terlihat di foto adalah bagian dari Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 110 Tahun 2013 tentang Gaji atau Upah dan Manfaat Tambahan Lainnya serta Insentif bagi Anggota Dewan Pengawas dan Anggota Direksi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. Beleid ini hadir untuk mendukung pelaksanaan BPJS yang mulai beroperasi sejak 1 Januari 2014. Peraturan ini berlaku untuk dua lembaga sekaligus: BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Dan yang diatur di dalamnya adalah seluruh paket kompensasi para petinggi lembaga ini mulai dari gaji pokok, tunjangan, fasilitas, insentif, hingga soal siapa yang membayar pajak penghasilan mereka. Ini bukan rahasia, tapi juga tidak banyak yang tahu perinciannya. Gaji atau upah anggota Direksi ditetapkan sebesar 90% dari gaji atau upah Direktur Utama. Ketua Dewan Pengawas mendapat 60% dari gaji Direktur Utama, sementara anggota Dewan Pengawas mendapat 54% dari gaji Direktur Utama. Gaji pokok Direktur Utama ditaksir berada di kisaran Rp 150 juta per bulan, sehingga kompensasi seorang anggota Dewan Pengawas menyentuh kisaran Rp 81 juta per bulan. Tapi gaji pokok hanya sebagian dari cerita. Paket kompensasinya jauh lebih luas. Berdasarkan Pasal 8 dan 9 dokumen yang terlihat, selain gaji mereka juga mendapat tunjangan hari raya keagamaan, santunan purna jabatan, tunjangan cuti tahunan, tunjangan asuransi sosial, dan tunjangan perumahan. Belum berhenti di situ ada juga fasilitas pendukung tugas berupa kendaraan dinas, layanan kesehatan, pendampingan hukum, fasilitas olahraga, pakaian dinas, biaya representasi, dan biaya pengembangan diri. Ditambah Pasal 9 yang menyebut bahwa Dewan Pengawas dan Direksi juga bisa mendapat insentif berbasis capaian kinerja yang dibayarkan dari hasil pengembangan aset BPJS. KLAUSA YANG PALING MENGUNDANG PERTANYAAN: PASAL 7 Di sinilah bagian yang paling menyentil nurani publik. Tertulis jelas dan terang di Pasal 7 yang disorot kuning dalam dokumen itu: "Pajak atas Gaji atau Upah anggota Dewan Pengawas dan anggota Direksi ditanggung dan menjadi beban BPJS." Artinya: bukan hanya gaji yang besar yang mereka terima pajak penghasilan atas gaji itu pun dibayarkan oleh BPJS, bukan dari kantong pribadi mereka. Dalam bahasa fiskal, ini disebut gross-up atau pajak ditanggung pemberi kerja. Penghasilan bersih yang mereka terima adalah take-home pay penuh, tanpa potongan pajak sama sekali. Di satu sisi, dokumen ini menunjukkan para petinggi BPJS menerima paket kompensasi kelas atas yang lengkap gaji ratusan juta, tunjangan berlapis, fasilitas mewah, plus pajak mereka pun ditanggung institusi. Di sisi lain, institusi yang membayar semua itu sedang dalam kondisi darurat finansial yang semakin memburuk. BPJS Kesehatan saat ini defisit Rp 2 triliun setiap bulan. Tunggakan iuran peserta sudah melampaui Rp 28 triliun. Cadangan kas diperkirakan tidak sehat di November 2026 dan berpotensi gagal bayar awal 2027. Suntikan APBN Rp 20 triliun pun belum juga cair. Dan dalam kondisi itu, BPJS masih menanggung pajak penghasilan para petingginya dibayarkan dari dana yang sama yang seharusnya digunakan untuk membayar klaim operasi jantung, cuci darah, dan kemoterapi rakyat miskin. Pada akhirnya, pertanyaan ini bukan soal dengki pada gaji tinggi. Ini soal keadilan sistemik: ketika peserta BPJS iuran tiap bulan agar bisa berobat, dan ketika sistem itu sedang sekarat secara finansial siapakah yang seharusnya merasakan penghematan paling pertama?

Indonesia
1
0
0
27
Imanuel Taba
Imanuel Taba@ImanuelTaba·
@ardi_tama1 yup, dan ini emg konsulen gw yg bae, pdhl kita koas anestesi, diajarin jg, bru lulus kyknya wktu itu
Indonesia
0
0
13
6.1K