Institute Of Arsenal

1.1K posts

Institute Of Arsenal banner
Institute Of Arsenal

Institute Of Arsenal

@InsOArsenal

Champions 25/26 🏆🏆

Katılım Eylül 2021
417 Takip Edilen359 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
Institute Of Arsenal
Institute Of Arsenal@InsOArsenal·
Day 2 Cenblu, gak ngerti sih ikut ikutan aja
Institute Of Arsenal tweet media
Indonesia
58
8
37
1.5K
Virtual Footballers
Virtual Footballers@virtualballers·
Konami bikin cinematic perjalanan Arsenal menjuarai Liga Inggris lewat eFootball. Kreatifitas terhalang lisensi 🥲
Indonesia
15
325
1.8K
55.7K
Andoni Iraolads
Andoni Iraolads@cakkadull·
Ini akun kenapa sih? Saat Emyu nunjuk Carrick jadi interim ga ada tuh akun fanbase yg nyinyir, bahkan mengakui kalau Carrick bisa kasih impact bagus ke Emyu. Saat penunjukan sebagai manajer baru pun reaksi kami biasa aja. Ini kenapa? belum resmi juga loh.
Akun Merah@AkunMerahUnited

BREAKING: Liverpool resmi tunjuk Andoni Iraola gantiin si Botak. Nih gw kasih analisis kenapa pelatih "overrated" ini bakal ngelawak dan bawa Pool ke goa! A THREAD. 🤡👇

Banjarsari, Indonesia 🇮🇩 Indonesia
54
5
44
18.1K
Tanyarlfes
Tanyarlfes@tanyarlfes·
Yo siang gas temenan 💚
Tanyarlfes tweet media
Indonesia
414
39
166
12K
justbluu
justbluu@bluuujeann·
aku masih mau cari mutual nih, help rt yaa moots, tencu sm🫶🏻
Indonesia
81
50
68
3.1K
swan.
swan.@Swanketigaaa·
pagiii moots, udah pada sarapan?
Indonesia
11
0
4
205
Hida
Hida@hida23journey__·
Day 2 cenblu gaada yang ajak mutualan, padahal akun ku mayan rame huhuhu 🥹 yuk follow/like/retwet auto aku follback 100% #moots
Hida tweet media
Indonesia
81
30
43
2.4K
arsenal's kitchen
arsenal's kitchen@arsenalskitchen·
dan klub itu kalau lawan city, malah biasanya jadi bagus. memang anomali liga inggris. entar kalau ada waktu, saya cari datanya deh buat tulisan. kayaknya seru.
Institute Of Arsenal@InsOArsenal

@arsenalskitchen Nah itu, anomali sesungguhnya ketika lawan united. Hal ini terjadi juga tetangga kita yg putih berisik itu. Ketika arsenal lagi underperform nya malah si putih ini yg ngampas lawan kita chef

Indonesia
3
1
9
1.3K
Institute Of Arsenal
Institute Of Arsenal@InsOArsenal·
@arsenalskitchen Nah itu, anomali sesungguhnya ketika lawan united. Hal ini terjadi juga tetangga kita yg putih berisik itu. Ketika arsenal lagi underperform nya malah si putih ini yg ngampas lawan kita chef
Indonesia
0
0
1
1.5K
arsenal's kitchen
arsenal's kitchen@arsenalskitchen·
arsenal itu, meskipun baru di performa bagus, pasti jadi aneh kalau lawan manchester united. semacam ada aura untuk nggak bisa menang dengan tenang. harus ada drama. mungkin itu yg namanya rivalitas sejati wwqwqw
Institute Of Arsenal@InsOArsenal

@arsenalskitchen @raykairi Ya semoga rivalistas ini kembali, dan ada sosok keane dan viera lagi di season depan.

Indonesia
4
2
40
2.7K
Institute Of Arsenal retweetledi
arsenal's kitchen
arsenal's kitchen@arsenalskitchen·
Manchester United x Arsenal: Badut yang (Sebetulnya) Kompak Fans Manchester United dan Arsenal tak henti-hentinya berbalas serangan di media sosial, salah satunya X. Keduanya saling mencari kelemahan dan berusaha mempermalukan rivalnya. Rivalitas fans seperti menggambarkan panasnya rivalitas klub ini di zaman Roy Keane dan Patrick Vieira. Keduanya berusaha menjadi yang paling benar. Kalau bisa harus galak, pakai ancaman fisik. Kreativitas makian datang dan pergi. Saya menyumbang satu makian untuk fans Setan: Fans Tanpa Otak Kiri. HEHE. Begitulah, keduanya saling serang. Padahal, di beberapa titi kala mangsa, Manchester United dan Arsenal itu kompak sekali. Ya, kompak menjadi badut Liga Inggris. Pada 2019, saya sudah merasakan kalau sebetulnya Manchester United dan Arsenal itu punya kekompakan yang tak terduga. Yes, keduanya kompak menjadi badut Liga Inggris. Saat itu, United dilatih oleh Ole Gunnar Solskjaer. Sementara itu, Arsenal dilatih Unai Emery. Perlombaan menjadi badut Mari kita flashback ke tahun 2019. Saat itu, Manchester United baru saja dihajar Everton dengan skor 0-4. “Apakah para pemain di kamar ganti betul-betul ingin bermain untuk Manchester United?” “Saya tidak tahu,” jawab Ole kepada wartawan. Rangkaian tanya dan jawab di atas terjadi setelah Manchester United dihajar Everton dengan skor 0-4. Kekalahan di detik-detik akhir Liga Inggris ini membuat mereka semakin berat untuk mengakhiri musim di empat besar. Peluang Man United untuk bermain di Liga Champions musim depannya menjadi begitu tipis. Yang membuat kekalahan Man United semakin terlihat bodoh adalah sebuah kenyataan bahwa mereka punya kesempatan terbaik untuk masuk empat besar. Ketika Tottenham Hotspur, klub jamban dari London Utara itu kalah dari City, tiga tim punya kesempatan besar untuk setidaknya mendekatkan diri, bahkan melewati, untuk masuk empat besar. Namun, buat kamu fans Manchester United, tak perlu sedu sedan itu. Sebagai pecundang sejati, kalian punya teman, yang juga sejati, bahkan sehati, bernama Arsenal. O, jangan salah, Arsenal ini pecundang yang paling orisinil. Bagaimana tidak, ketika segala sesuatu bisa dibikin gampang, saat itulah Arsenal punya skenario sendiri; dibuat sulit untuk pada akhirnya menjadi sampah. Arsenal bermain melawan Crystal Palace dengan kesadaran bahwa Spurs dan United kalah. Yang mereka harus lakukan cuma satu, yaitu menang. Kemenangan atas Palace bakal bikin Arsenal naik ke peringkat ketiga, menggeser Spurs, dan sedikit menjauh dari United dan Chelsea. Kalau bisa dibuat sulit, kenapa dipermudah? Unai Emery sadar betul. Sebagai pelatih yang saat itu masih baru, yang patuh dengan kebodohan paling hakiki, Emery menurunkan Mohamed Elneny dan Matteo Guendouzi. Sebuah kesalahan yang bikin Arsenal kalah di kandang dengan skor 2-3. Kalau bukan pecundang, ya badut namanya. Nampaknya Arsenal tidak rela gelar klub suram diambil alih Manchester United. Kalau United bisa kalah dengan skor 4-0, The Gunners bisa menyajikan kekalahan dengan lebih megah, lebih drama, dan yang pasti lebih mengenaskan: Kalah dengan skor 2-3, Shkodran Mustafi dapat kartu kuning karena diving, dan kebobolan oleh Christian Benteke, striker yang sudah 365 hari tidak bikin gol! Fans Man United kala itu mengeluhkan performa Paul Pogba dan Lukaku yang tanpa determinasi. Kalian memang patut khawatir. Gelar pemain terburuk bisa-bisa diambil Mustafi. Arsenal dan Manchester United pernah bersaing dengan sengit untuk mendapatkan status klub pecundang. Sungguh sebuah kehormatan bisa menjadi fans salah satu klub berdedikasi tinggi ini. Sungguh, Liga Inggris tak bakal seru tanpa kegoblokan dua klub ini. Dua badut yang bangkit Musim ini adalah titik kulminasi perkembangan Arsenal. Setelah 3 kali juara 2, tahun ini, Arsenal juara satu. Sementara itu, Manchester United di bawah asuhan Michael Carrick, menyelesaikan musim di peringkat 3 dan lolos ke Liga Champions musim depan. Untuk kali pertama, dua klub ini mengakhiri musim di posisi yang berdekatan setelah United terlihat alergi untuk masuk 4 besar sebelumnya. Kok ya kompak. Ketika Arsenal semakin membaik, Manchester United juga sama. Dulu kompak menjadi badut, sekarang bersaing untuk menguasai kembali Liga Inggris. Fakta inilah, menurut saya, membangkitkan lagi rivalitas panas zaman dulu. Zaman Fergie vs Arsene, dan Keano vs Vieira. Dan, panasnya itu menular kepada fans. Banyak fans Manchester United lawas yang saya kenal hanya mengenal 2 jenis rivalitas, yatu Manchester United vs Arsenal dan Manchester United vs Liverpool. Itu kata mereka ya, bukan kata saya. Melihat kekompakan ini, saya rasa sudah saatnya fans Manchester United dan Arsenal tahu batasan. Dokter @tirta_cipeng peng peng peng pernah menjelaskan batasan banter, yaitu: "Jangan sara, menyebar identitas, mengajak gelut, menjurus ke personal dan pelecehan, pengancaman ke fans dan pemain lawan." Saya rasa, batasan dari Dokter Tirta tersebut sudah sangat clear. Rivalitas itu hal yang alami di dalam kompetisi. Bahkan bisa memecah belah keluarga. Namun, di sisi lain, jangan kebablasan. Pada akhirnya, tidak ada rivalitas semahal nyawa, juga martabat. Mari berdebat dengan cara-cara manusiawi. Fans Manchester United jangan gampang baper dan jahat banget, dan fans Arsenal memang yang terbaik. Itu contoh. Jangan marah. Salam badut #COYG
arsenal's kitchen tweet media
Indonesia
54
95
262
21.4K
honeybell
honeybell@loncengmadu·
Suhu suhu cenbluee bantu aku mencapai 500 dongg 🥹🙏
Indonesia
37
3
13
735
Cityzens +62
Cityzens +62@cityzens62·
🚨Baru-baru ini, #ManCity meminta informasi terkini mengenai situasi Eli Junior Kroupi (19/AM), bersama dengan PSG dan Arsenal yg menunggu Bournemouth untuk menetapkan harga. [📝 @FabrizioRomano] Punten banget inimah, terlalu maruk kalo mau ambil Kroupi jg, minimal harus jual Marmoush dulu gasih?😇
Cityzens +62 tweet mediaCityzens +62 tweet media
Indonesia
12
2
83
12.1K
Siaran Bola Live
Siaran Bola Live@SiaranBolaLive·
Official: Marco Silva resmi tinggalkan Fulham setelah 5 tahun menjabat sebagai pelatih. Bye Bye 👋👋 Oliver Glasner 👋 Andoni Iraola 👋 Pep Guardiola 👋 Arne Slot 👋 Marco Silva 👋
Siaran Bola Live tweet media
Indonesia
7
4
64
5.8K