🌐 #Tasty
39.9K posts

🌐 #Tasty
@ItsMeEka131
her/she English is not my language, don't correct my english. my english is under, below, bottom, underground compared with hanbin 😭 ps: im an ID only.




Kerjaan satpol PP Lombok 😓 Karyawan msh di dalam tp melakukan penyegelan. Maksudnya apa? Dianggap karyawan itu bukan manusia?! Macam robot aja. Disuruh segel lgsg segel ga peduli di dalamnya ada orang tidak. Ga mikir dl sblm bertindak. Atau emang gada otak? 😡

Baca komentar komentar disini serem ternyata ya. 1. Ada suara pesawat terbang rendah sebelum mati 2. Ada cahaya mirip kilat kilat sebelum mati 3. Matinya nggak langsung pet padam tapi pelan² meredup kayak kehabisan daya Dan kejadian ini tepat setelah Indonesia mengizinkan jadi-









Guys ini yang bikin banyak orang makin merinding Pas rame isu penutupan minimarket kemarin gara-gara program koperasi desa, pemda sana beri yang jawaban: “kami PNS kerja sesuai regulasi… ada aturan ya kami jalankan.” Yang kalau diterjemahin kasarannya: “gue disuruh, ya gue nurut.” Nah masalahnya… kalau semua orang cuma berlindung di balik: “saya hanya menjalankan perintah” terus siapa yang mikirin dampaknya ke rakyat kecil? besok besok bisa di gusur kalo ada program prabowo lagi dong

Breaking: Indonesia kehilangan status sebagai bursa saham terbesar di Asia Tenggara!

Sejumlah guru honorer madrasah dari berbagai daerah demo di depan Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta Pusat pada Rabu (20/5/2026) pukul 13.00 WIB. Terjadi kemacetan yang cukup panjang sehingga terdapat pengalihan rute TJ pada koridor Koridor 9, Rute 1W, 3F, 9A, 10H, T31, S61 dan SH2. Gaji guru naik hampir 300%....eh cuma 3 detik kok...



WOY! KALAU ADA UNJUK RASA DI SENAYAN ATAU DI GEDUNG-GEDUNG PEMDA TOLONG DILIPUT DAN DIBERITAIN DONG, WOY!! JANGAN BISU SAMA KABAR PROTES MASYARAKAT! @CNNIndonesia @kompascom @detikcom @NarasiNewsroom @officialinews_ @BBCIndonesia @Metro_TV @mediaindonesia @kumparan @TirtoID



Yang lagi rame diaplikasi sebelah sampe ke Negara Jiran juga. Bagaimana tanggapan kalian gaes? Saya pribadi menanggapi sentilan dari tetangga ini harus jadi cermin retak buat dunia pendidikan kita

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara Siti Hafsa diduga melakukan intimidasi kepada korban dugaan pemerkosaan berinisial P (18). Korban merupakan pekerja rumah tangga (PRT) di rumah pribadi Bupati Konawe Selatan, Irham Kalenggo. P jadi korban dugaan perkosaan yang dilakukan Candra (32) keponakan istri Irham Kalenggo, Nurlita Jaya. Tindakan bejat pelaku dilakukan di rumah pribadi bupati Irham Kalenggo di Jl Brigjen M Yoenoes, Kelurahan Lepo-lepo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, pada Selasa (12/5/2026) malam. Usai insiden, korban melaporkan kejadian itu ke Polresta Kendari. Siti Hafsa ternyata menyusul korban. Ia menemui P dan menawarkan agar berdamai dengan menikahi keponakan Kadis Kesehatan Konsel itu. "Dia datangi korban di polres, dia bilang, dek kenapa kamu tidak menikah saja dengan ini pelaku," ungkap kuasa hukum korban, Fadri Laulewulu kepada kendarihariini, saat dikonfirmasi, pada Senin (18/5/2026). Fadri bilang, korban menolak keras tawaran itu. Sebab, disamping karena akan menjadi masalah baru, pelaku juga telah memiliki istri dan satu anak. "Jelas korban tidak mau," tegas Fadri. Selain tawaran menikah, kepada korban, Siti Hafsa juga mengiming-imingi uang senilai Rp 25 juta untuk modal kuliah dan seekor sapi jika mau berdamai dengan pelaku. "Ambil mi uang peohala Rp 25 juta sebagai biaya kuliah mu. Dan ko ingat, kalau kasus ini berlanjut, namanya Bupati Konsel akan rusak, akan tercoreng," kata Fadri meniru pernyataan Kadis PPPA kepada korban. Menurut Fadri, tindakan Kadis PPPA Konsel di luar kewenangannya. Pasalnya, lokasi kejadian berada di Kota Kendari. Ditambah lagi, kasus ini tak berkaitan dengan urusan kedinasan. "DP3 ini seharusnya melindungi dan berpihak kepada korban. Bukan malah terkesan membela pelaku dan menyudutkan korban dengan pilihan damai. Kadis ini sangat tidak kompeten dengan jabatannya," kesal Fadri. Kadis PPPA Konsel, Siti Hafsa tak merespons pesan Whatsapp jurnalis kendarihariini saat dihubungi sejak Minggu (17/5/2026).





