Sabitlenmiş Tweet
Sekena Aja
158 posts


Bantu repost dan like yaaa, nanti aku bantu rt+like juga dan aku cepet kok follbacknyaaaa☺️🫶
Muts🐻@flwersay
Day 4 jadi cenblu guys Makasih banyak support dan dukungan nya teman cenblu/non terharu banget sama kekompakan kalian yang saling membantu untuk sukses bersama😭😭 Mari kita capai 5.5M impressions dengan saling repost maupun like kalo lewat di tl kalian, mari berteman( =^ω^)
Indonesia

@DigigitPudge77 Sering jbjb aja bang ke akun gede atau akun bola
Indonesia

@Jakkalstep Impressi nya bisa nyampe segitu gmna yaa gue belum nyampe huhu
Indonesia

@FabrizioRomano Based on the stats, PSG are expected to beat Arsenal comfortably, but anything can happen in football.
English

selamat pagi semuanya🙏
pagi ini, kami buka lapak buat followers cenblu yg masih butuh 500 followers buat monet.
silakan reply dan retweet ini supaya bisa saling menemukan sesama cenblu. semoga kalian segera bisa gajian di 2 minggu cycle ini.
jangan lupa juga untuk tetap jb jb aktif ke sesama cenblu, tetap ngonten supaya dibaca algoritma X. sehat selalu dan dilancarkan rezekinya. amin😇

Indonesia

Minsel selalu support kreator kecil yang tetap ingin bertumbuh lebih baik disini.✨🫶semangattt terus sobat minsel @starbelica ✨🫶
angel 🦢・₊🫧@starbelica
omaga sudah day 3😍 open moots yuk anyone yang mau bantu rt jb 🥹 pasti follback kok kalau gak limit yuk cimit lagi 500 🤌🏻🤌🏻
Indonesia

Progress bahasa Portugis udah sampe mana yak? Itu perintahnya dari Oktober 2025
Jejak digital.@ARSIPAJA
Indonesia

@LambeSahamjja Kayanya itu cuma asbun aja pake trik ngejilat brutal biar bapak senang
Indonesia

Guys, ada pola yang menurut gue paling lucu sekaligus paling memprihatinkan dari cara Prabowo membuat kebijakan pendidikan Indonesia.
Setiap kali Prabowo mengunjungi negara baru pulang-pulang ada instruksi bahasa baru yang harus masuk kurikulum sekolah.
Dan ini bukan sekali dua kali. Ini sudah terjadi tiga kali dalam kurang dari setahun.
Ini timeline-nya yang paling mengejutkan:
April 2026 — Prabowo ingin siswa SD belajar Bahasa Inggris dan Bahasa Mandarin.
Oktober 2026 — Prabowo bertemu Presiden Brasil Lula da Silva di Jakarta. Pulang-pulang: mau terapkan Bahasa Portugis di sekolah-sekolah Indonesia.
28 Mei 2026 — Prabowo berkunjung ke Paris untuk ketiga kalinya dalam setahun. Pidato di Istana Elysee: "Saya sudah instruksikan agar semua tingkatan sekolah di Indonesia harus belajar Bahasa Prancis."
Tiga kunjungan ke luar negeri.
Tiga instruksi bahasa baru.
Tiga kebijakan pendidikan yang diumumkan dari panggung diplomatik luar negeri bukan dari ruang rapat Kemendikdasmen.
Dan ini yang paling menggelikan:
Bahasa Portugis yang diumumkan Oktober 2025 sampai sekarang belum ada tindak lanjutnya.
Tidak ada roadmap.
Tidak ada regulasi.
Tidak ada kajian kesiapan guru.
Tidak ada apa-apa.
Tapi Bahasa Prancis sudah diumumkan.
Tanpa menunggu yang Portugis selesai dulu.
Dan DPR sendiri Wakil Ketua Komisi X Lalu Hadrian sudah bilang terang-terangan:
"Jangan sampai publik melihat kebijakan ini hanya sebagai bagian dari agenda diplomasi internasional tanpa perencanaan pendidikan yang matang."
Ini bukan kritik dari oposisi.
Ini dari anggota DPR yang harus mengawasi kebijakan pendidikan. Dan kalimatnya sangat jelas:
ini terlihat seperti diplomasi bukan kebijakan pendidikan.
Dan ini yang paling mendasar perlu dipertanyakan:
Indonesia sekarang punya masalah pendidikan yang sangat nyata dan sangat mendesak:
237 ribu guru honorer masih digaji Rp250.000 sampai Rp400.000 per bulan.
Guru yang kualitasnya sudah ada pun tidak bisa fokus mengajar karena memikirkan cara bayar kontrakan.
Bahasa Inggris yang sudah puluhan tahun diajarkan wajib hasil PISA Indonesia masih peringkat 69 dari 81 negara. Artinya instrumen yang sudah ada pun belum efektif dijalankan.
Dan solusinya:
tambah bahasa Portugis.
Tambah Mandarin.
Tambah Prancis.
Guru yang mengajarnya dari mana? Belum ada. Kurikulumnya bagaimana? Belum dibahas.
Anggaran untuk melatih guru bahasa barunya dari mana? Tidak disebutkan.
Yang ada hanya: instruksi dari podium di luar negeri.
Dan ini yang paling ironis:
Prabowo berkunjung ke Paris tiga kali dalam setahun.
Di pidatonya dia bilang hubungan Indonesia-Prancis "sangat baik" dan ingin meningkatkan kerja sama sains, teknologi, dan pendidikan.
Tapi pertanyaannya bukan soal apakah hubungan itu penting.
Pertanyaannya adalah: apakah cara terbaik mempererat hubungan diplomatik adalah dengan mewajibkan 50 juta lebih anak sekolah Indonesia belajar bahasa negara yang kita kunjungi?
Karena kalau logikanya seperti itu kita tinggal tunggu kunjungan berikutnya ke mana. Kunjungan ke Jepang: wajib belajar Jepang. Ke Arab Saudi: wajib belajar Arab. Ke Korea: wajib belajar Korea.
Dan semua instruksi itu akan menumpuk di atas kurikulum yang guru-gurunya saja belum bisa digaji layak.
Kebijakan pendidikan yang baik tidak lahir dari panggung diplomatik di luar negeri. Kebijakan pendidikan yang baik lahir dari riset kebutuhan, konsultasi dengan ahli pendidikan, kajian kesiapan guru, dan perencanaan anggaran yang jelas.
Bukan dari: "Saya baru pulang dari Paris kita wajibkan Bahasa Prancis."
DPR sudah ingatkan. Kemendikdasmen belum punya jawaban. Dan Bahasa Portugis yang diumumkan tujuh bulan lalu masih belum jelas nasibnya.
Sementara 237 ribu guru honorer masih dapat Rp250.000 per bulan menunggu keputusan yang tidak pernah datang tentang gaji yang layak.
Kalau mau anak Indonesia pintar bahasa asing mulai dari bayar gurunya dengan benar dulu.

Indonesia
Sekena Aja retweetledi














