jesen
1.6K posts


Di era video 30 detik dan perhatian yang mudah terpecah, membuat ribuan orang bertahan menyimak selama 3 jam adalah pencapaian yang tidak sederhana.
Ternyata yang disampaikan Seskab Teddy Indra Wijaya isinya vitamin semua.
Banyak orang ingin terlihat hebat saat berbicara. Tapi yang jauh lebih sulit adalah membuat orang lain mau terus mendengarkan.
Indonesia

@SiaranBolaLive Ya karena sudah ter stigma timnas 'perampok' dr 78, 86 dan 22
Indonesia

@zanatul_91 Dulu dibully orang gara2 dia bilang ditawari Jd vokalis Stinky, ternyata betul🤣
Indonesia

🤣🤣🤣🤣 Fun fact:
- Anak Kedoya
- Temennya Andre Atulani
- Nongkrong sama Charlie di Blok M
- Pernah ditawarin jadi vokalis Stinky
-Meeting sama tim Stinky, bayarin makan abis 6 juta
- Nolak jadi vokalis Stinky karena jiwanya Rock
- Serius punya gunung di Parung, malah viral
- Pernah bikin Band, namanya Kaca. Siap-siap kalau pecah
- Ibunya ngebanding-bandingin band miliknya dengan Andre Stinky
-ngefans sama Hotman
-Dibekukan advokatnya gara-gara Hotman
- Cincinnya beli di shopee
🤣🤣🤣 saya nonton lagi sampe beres. 😭😭😭

Indonesia

@panditfootball Padahal dulunya negara ini menampung para penjahat fasis eks Nazi, negara fasis bin rasis emang aneh..pemujanya banyak di indonesia.
Indonesia

@arsenalskitchen DNA perampok memang udah ada di tim ini
1978 kasus Cruyff,kiper peru,blom lagi kalo nonton finalnya
1986 gol pake tangan , yg anehnya mereka banggakan, semifinal kontra Belgia dll
Indonesia

Video ini jadi muncul lagi
Piala Dunia Qatar. Muka Virgil van Dijk ketara banget seakan-akan bilang "ada sesuatu nih".
Wasit saat itu namanya Antonio Mateu Lahoz. Di laga yang sama, Lahoz mengeluarkan 18 kartu kuning dan 1 karetu merah.
Namun, Lahoz nggak ngasih kartu ke Messi yang "seperti dengan sengaja" mencolek bola dengan tangan.
Setelah laga, Messi mengkritik Lahoz dan minta dia dievaluasi. Eh, setelah itu, Antonio Mateu Lahoz dipulangin sama FIFA 😂
Serem ih Messi.
Indonesia

@utdfocusid Sepakat,negara fasis nan rasis emang dari dulu menghalalkan segala cara utk juara...DNA jendral videla selamanya akan ada di timnas ini
Indonesia

@ainurohman Jendral videla tertawa dr dlm kubur...emang dr Sononya Argentina
Indonesia

Kecaman Sangat Keras dari Pelatih Mesir Hossam Hassan.
Dalam konferensi pers setelah pertandingan, Hassan menuding wasit Francois Letexier dan para pemain Argentina.
"Kami tidak melihat adanya rasa hormat atau fair play. Sebuah penalti dibatalkan dan insiden kedua yang seharusnya diperiksa untuk potensi penalti kami, bahkan tidak diperiksa sama sekali oleh VAR."
"Gol kedua kami terjadi secara luar biasa, entah karena alasan apa, dianulir. Tampaknya ada tekanan dari pihak Argentina terhadap wasit yang memicu hasil akhir seperti ini."
"Hidup ini memang tidak adil. Dunia ini tidak adil. Oke, tapi mengapa tidak ada keadilan dalam olahraga? Saya tidak bisa menerima hasil ini dan cara segala sesuatunya berjalan dalam pertandingan ini."
"Mungkin mereka ingin mempertahankan sang juara dunia di kompetisi ini? Mungkin mereka ingin Messi tetap berkompetisi? Dalam sepak bola, terkadang ada faktor eksternal yang melampaui aspek teknis. Juara dunia mendapatkan keuntungan dari dukungan di setiap level," kata Hassan via France24.
"Saya memberi tahu wasit bahwa apa yang terjadi itu tidak adil. Ini adalah kemenangan yang tidak layak bagi Argentina. Begitu saya kembali ke negara saya dan berada di rumah, saya tidak akan pernah menonton Piala Dunia lagi, karena tidak ada keadilan dalam kompetisi ini."
Mesir kalah 2-3 melawan Argentina meski unggul 0-2 di babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Indonesia

Cara main Paraguay itu bukan “JAHAT”, mereka cuma punya identitas sendiri.
Dan sepakbola justru indah karena tiap tim, tiap negara, tiap pelatih datang dengan karakter yang beda-beda.
Nggak semua tim harus main seperti Guardiola. Kalau semua orang dipaksa main dengan pola yang sama—possession rapi, build-up cantik, kontrol total—sepakbola malah kehilangan warna. Yang bikin olahraga ini hidup justru benturan gaya, benturan ide, benturan karakter.
Ada Mourinho dengan pragmatisme dan mental perang.
Ada Ancelotti yang tenang, fleksibel, dan tahu cara menang dengan materi yang dia punya.
Ada Klopp dengan intensitas, pressing, dan chaos yang terorganisir.
Ada Scaloni yang bikin Argentina modern tapi tetap punya jiwa Amerika Selatan: tahu kapan menguasai, tahu kapan sabar, tahu kapan nusuk dan bunuh laga.
Dan ada Alfaro yang paham betul Paraguay bukan dibangun untuk tampil manis, tapi untuk bertarung, bertahan, bikin lawan frustrasi, lalu menghukum di momen yang tepat.
Paraguay di tangan Alfaro memang main keras, rapat, disiplin, duel demi duel, second ball dikejar, ritme lawan dirusak, ruang ditutup, tempo dipaksa mengikuti kemauan mereka.
Buat lawan, itu menyebalkan.
Buat penonton yang maunya sepakbola estetik doang, itu mungkin dianggap jelek.
Tapi buat Paraguay? Itu identitas. Itu cara mereka hidup.
Cape Verde juga sama. Mereka bukan tim yang datang untuk sekadar parkir bus lalu berharap keajaiban.
Di tangan Bubista, Cape Verde main berani, kompak, agresif saat transisi, dan punya keberanian buat menyerang ketika ada celah. Mereka bisa bertahan rendah dengan disiplin, tapi begitu bola direbut mereka langsung lari, langsung menyerang ruang, langsung bikin lawan panik. Lawan Argentina pun mereka nggak datang cuma buat numpang lewat—mereka datang buat bikin juara bertahan menderita, dan mereka berhasil.
Makanya gue selalu ngerasa aneh kalau ada yang bilang sepakbola “yang benar” cuma satu jenis. Emang indah lihat tim Guardiola. Tapi indahnya sepakbola nggak cuma lahir dari 70% penguasaan bola dan 800 passing. Kadang keindahan itu lahir dari blok pertahanan yang mati-matian, dari duel yang keras, dari transisi yang brutal, dari tim kecil yang tahu cara bikin tim besar nggak nyaman.
Sepakbola nggak akan seru kalau isinya cuma orang-orang seperti Guardiola.
Sepakbola jadi indah justru karena ada Mourinho, Ancelotti, Klopp, Scaloni, Alfaro, Bubista, dan banyak pelatih lain yang membawa filosofi, karakter, serta cara bertarung yang berbeda-beda.
Jadi kalau Paraguay bikin laga jadi keras, kotor, nggak nyaman, dan jauh dari kata cantik, itu bukan berarti mereka jahat.
Mereka cuma sedang jadi Paraguay.

Indonesia

@saludosparatii Tipikal Amerika latin , licik kasar dan barbar..cuma Brazil yg lain
Indonesia

Banyak yang mengapresiasi para pemain Prancis karena tidak emosi ketika dipancing oleh Paraguay.
Tapi yang gue liat justru ada peran besar Deschamps di situ, terutama di babak kedua.
Beberapa kali tersorot kamera Deschamps sangat sibuk memberikan instruksi untuk tenang sambil memberikan gestur calm.
Selain itu dia juga sempat memisahkan keributan antar para pemain.
Di babak pertama terlihat pemain Prancis kesal dengan Paraguay. Sepertinya Deschamps melihat ini dan berpikir akan berbahaya kalau sampai terpancing.
Akan sangat merugikan apabila permainannya terganggu atau bahkan terkena kartu kuning/merah karena terpancing.
Sehingga Deschamps cukup aktif memberikan instruksi dan gestur calm ke para pemainnya di babak kedua.
Dan berhasil, Prancis tak terpancing dan lebih santai di babak kedua.
Ada yang liat juga momen itu juga?

Indonesia

Kok bisa ada orang setenang ini.
Saat timnya mencetak gol kemenangan pd menit 90+6 gesturnya terlihat biasa2 saja. Nggak ada selebrasi heboh.
Dia malah langsung fokus bicara dgn asistennya, Paul Clement utk memasukkan Danilo Santos dan mengunci kemenangan.
Saat tertinggal di babak 1, menurut pengakuan Casemiro dan Gabriel, pelatih bilang tetap tenang dan cari solusi.
Lalu dia mencoba taktik 4-2-4 dgn memasukkan Endrick (penyerang) menggantikan Paqueta (gelandang).
Dia menginstruksikan sesimpel mungkin kpd pemainnya utk mulai banyak crossing dan memenuhi kotak penalti Jepang dgn lebih banyak lagi pemain.
Dia juga mengubah pure winger Gabriel Martinelli utk lebih ke tengah sbg inside forward atau bahkan pemain nomor 8.
Taktik2nya berhasil. Gol berdatangan. Krn pelatihnya tenang, pemain Brazil juga tenang dalam membongkar low block Jepang.
Brazil memang butuh sosok ini, sosok luar biasa tenang meski dlm tekanan hebat sebuah negeri yg menganggap sepak bola bukan cuma olahraga tapi agama suci.
Sosok yang ketenangannya telah dibuktikan berkali2 sebelumnya terutama di tim yang tuntutannya juga tak kalah gila, Real Madrid.
Jadi, selamat datang kembali di dunia Carlo Ancelotti..

Indonesia

Luar Biasa & Memilukan Belanda Unbeaten di Piala Dunia Sejak Final Piala Dunia 2010 (Non Adu Penalty) Tapi Juara Pun Tidak Pernah.
Afsel 2010: 🥈
Brazil 2014: 🥉
✅ 5-1 vs Spanyol
✅ 3-2 vs Australia
✅ 2-0 vs Chile
✅ 2-1 vs Meksiko
🤝 0-0 vs Kosta Rika
🤝 0-0 vs Argentina (Kalah Adu Penalty)
✅ 3-0 vs Brazil
Rusia 2018: Gak Lolos 😢
Qatar 2022: Quarterfinal
✅ 2-0 vs Senegal
🤝 1-1 vs Ekuador
✅ 2-0 vs Qatar
✅ 3-1 vs USA
🤝 2-2 vs Argentina (Kalah Adu Penalty)
🇺🇸🇨🇦🇲🇽 2026:
🤝 2-2 vs Jepang
✅ 5-1 vs Swedia
Belanda memegang rekor tak terkalahkan terpanjang dalam sejarah Piala Dunia tapi Tidak Pernah Juara Dunia. 🌟🥀

Indonesia
jesen retweetledi

@SiaranBolaLive 2022 yang sengaja tangkap bola aja aman terkendali 😃😃apalagi ini..Van Dijk Ampe ketawa aja..
Indonesia

@giIangmahesa 2022 tangkap bola lawan Belanda pas play on aman terkendali,.😃😃
Indonesia

Di balik perjalanan Portugal di Piala Dunia kali ini, ada sebuah simbol yang memiliki makna mendalam bagi seluruh skuad. 🇵🇹❤️
Sebelum turnamen dimulai, Perdana Menteri Portugal, Luís Montenegro, memberikan gelang khusus kepada seluruh pemain. Gelang tersebut berisi nama setiap anggota skuad, termasuk satu nama yang selalu mereka kenang: Diogo Jota.
Menurut Vitinha, gelang itu dibuat secara khusus agar memenuhi seluruh aturan yang berlaku, sehingga para pemain tetap dapat mengenakannya selama pertandingan.
📸@footballontnt

Indonesia

KELUARGA SERAKAH PENGHANCUR HUTAN PAPUA
Banyak mata menyorot Haji Isam, tapi sedikit yang menyoroti salah satu pelaku utama kerusakan hutan Papua, dialah MARTIAS FANGIONO SEKELUARGA.
Beberapa Kasus pernah menimpa si serakah ini, tapi selalu lolos. Ah, kalian pasti sudah tahu alasannya... orang berduit memang punya cara.
1. Kasus Korupsi Izin Sawit & Kayu di Kaltim (2004–2007)
Total kerugian negara :Rp 1,2Triliun
2. Dugaan Penggelapan Pajak & Lahan Hutan Ilegal (2024–2025)
Total kerugian negara : Rp 1,4 triliun
3. Proyek di Papua (Sawit & Food Estate) dan Deforestasi Besar-besaran via Shadow Companies
Total kerugian negara: TAK TERHITUNG SANGKING BANYAKNYA
Dan masih banyak kasus lainnya, aku tak berani sebut, Awak akut di buru🥲


Sumatera Adil & Federal@indepenSumatera
Sekarung beras cukup untuk menghidupi keluarga yang punya rasa syukur. Tapi jutaan hektar hutan papua tidak cukup untuk satu keluarga yang serakah. Ini jawabannya 👇
Indonesia









