
John Smith
150 posts



Sayangnya, pendukung Anies itu (kebanyakan) masih denial bahwa Anies pernah memakai politik identitas untuk Pilgub DKI lawan Ahok. Bagaimana mungkin menyangkal hal itu? Saya tak pernah berubah menyatakan hal itu, bahkan ketika saya akhirnya memilih Anies di Pilpres 2024. Saya pilih Anies di 2024, tapi fakta bahwa dia pernah memakai politik identitas untuk mengalahkan Ahok itu nggak bisa dibantah. Saya masih bisa memaafkan kesalahan Anies itu dengan memilihnya di Pilpres kemarin. Tapi tak semua orang yang terluka sama "pilihan strategi" Anies bisa memaafkan itu, apalagi Anies tidak secara terbuka mengakui itu salah dan meminta maaf. Kalau Anda pendukung Anies fanatik, sudah jelas tidak suka dengan pendapat saya. Bagi Anda strategi politik seperti itu memang jalan yang harus ditempuh menurut ajaran Islam. Padahal agama Islam bukan untuk jualan politik seperti itu karena itu merendahkan Islam. Anda yang fanatik, sudah pasti denial bahwa itu politik identitas. Atau denial bahwa politik identitas itu salah.


Klo Pilpres 2029 seperti ini, siapa pilihanmu? Gibran kok ga ada? 😌 Cr: lambesaham



Lo baca replies yg dukung dah. Budaya overwork udah dinormalisasi banget sehingga lo semua lebih pilih kerja lembur nelantarin daripada Bos lu batal liburan ke Swiss sama keluarganya. Lo pilih telantarin anak istri supaya bos lo bisa ngentot semalam suntuk di Four Seasons.








印象的だったこと② ・そういえばサウジアラビア🇸🇦の滞在中は全てクレカで支払いできた。1度も両替しなかった ・メトロの主要な駅ホームに係りの方がいらっしゃって、わからないことがあれば聞けた。ホームも日本のそれよりもとてもきれい。ゴミ落ちていたりしない





Yang lucu justru narasi “Anies menang karena politik identitas” selalu diulang terus, seolah jutaan warga Jakarta nggak punya kemampuan berpikir selain soal agama. Kalau memang semata-mata politik identitas, kenapa setelah jadi gubernur Anies tetap mendapat tingkat kepuasan tinggi dari banyak survei lintas kelompok? Kenapa banyak non-Muslim juga memilihnya di 2024? Pilgub DKI 2017 memang panas, tapi menyederhanakan semuanya jadi “Anies jual agama” itu terlalu malas secara analisis. Faktor reklamasi, penggusuran, komunikasi Ahok, ketimpangan sosial, sampai mesin politik juga besar pengaruhnya. Dan lucunya lagi, politik identitas itu dipakai hampir semua kubu di Indonesia. Nasionalis, agama, suku, wong cilik, anak muda, semua memainkan identitas masing-masing saat pemilu. Tapi kenapa label itu ditempel permanen hanya ke satu orang? Kalau mau fair, kritik semua praktik politik identitas. Jangan hanya menjadikannya senjata untuk mendeligitimasi pilihan politik orang lain.


@BudiBukanIntel Dalam ceritaku, istrinya IRT yah kak. Dan izinnya jg tdk pernah tertolak krn izinnya semuanya mendadak 🙏🏼 dihari yang sama.


@sunsetJhesus tapi partai pengusungnya 03 udah cukup bikin trauma warga Indonesia sih kak. aku ngomong gini as voter 03 juga btw




Andai pas Pilgub gak bawa2 politik identitas mungkin saya udah jadi pendukungnya..


💚 udah 2026 fans ah0k masih bilang anies politik identitas? 😭😭


Jakarta overpopulated banget ya tiap pulang kerja di jalur neraka ini, warnanya merah gelap💀🥲


sorry aku orang jatim, tapi aku protes knp pembangunan di Jawa itu Solo Raya-sentris. gk cuma jakartasentris kenapa Toll Trans Jawa gk disambung dr demak ke timur? kenapa KRL lebih dulu ada di Jogja-Solo drpd Surabaya Raya? kenapa Bandara Juanda gk bisa punya kereta bandara?





Andai pas Pilgub gak bawa2 politik identitas mungkin saya udah jadi pendukungnya..
