Joko retweetledi
Joko
27.9K posts

Joko retweetledi
Joko retweetledi
Joko retweetledi
Joko retweetledi

Menteri Pertanian Amran Sulaiman ngaku sendiri ada beras rusak di gudang Bulog , akibat kebijakan beli gabah tanpa pilah kualitas.
Tempo liput itu. Judulnya: "Poles-poles Beras Busuk."
Respons Amran waktu itu? Gugat Tempo Rp200 miliar.
Padahal Tempo udah jalanin semua rekomendasi Dewan Pers sebelum tenggat 2x24 jam.
Hasilnya? Hakim PN Jaksel November 2025: gugatan tidak dapat diterima , pengadilan tidak berwenang, karena sengketa pers harusnya diselesaikan di Dewan Pers.
Sengketa yang udah selesai di Dewan Pers.
Trus? pegawai Kementan dapat instruksi berantai via WA grup buat dislike dan lapor video YouTube Tempo sebagai "misinformasi."
Kronologinya:
Kebijakan bermasalah → beras rusak → diliput → gugat medianya → kalah → mobilisasi ASN hajar media.
Ini bukan membela petani. Ini membungkam yang ngritik
Dan ini bukan pertama kali. Tahun 2019 dia juga gugat Tempo Rp100 miliar. Kalah juga

Indonesia
Joko retweetledi
Joko retweetledi

Di tengah kasus pemalsuan penelitian di forum internasional yang dilakukan orang Indonesia, jadi teringat kasus hampir serupa dengan pelaku bernama Dwi Hartanto.
Dalam pengakuannya, dia mengaku sebagai ilmuwan satu-satunya asal Indonesia yang bisa meneliti di lingkaran utama Aerospace Eropa. Bahkan ia mengeklaim saat itu baru melakukan riset terkait pembuatan jet tempur hingga satelit di Belanda.
Dwi Hartanto pun sampai diwawancarai eksklusif sama Najwa Shihab pada medio tahun 2016.
Pada wawancara tersebut, Dwi Hartanto pamer ke Mba Najwa melalui foto-fotonya ketika tengah berada di sebuah roket yang diklaimnya akan diluncurkan. Mengapa dia sampai booming? Karena sampai ada julukan yang disematkan kepadanya sebagai The Next Habibie.
Singkat cerita, pada Oktober 2017, Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Belanda membongkar seluruh kebohongan Dwi Hartanto dari gelar yang dia sandang sampai seluruh klaim soal hasil penelitiannya.
Yang paling mencolok adalah terkait lulusannya di mana dia sempat mengaku sebagai lulusan Tokyo Institute of Technology, Jepang. Faktanya, ia adalah lulusan S1 Fakultas Teknologi Industri AKPRIND Yogyakarta (dikutip dari kumparan com)
Pasca kebohongannya terkuak, ada penghargaan yang berujung dicabut yaitu dari KBRI Den Haag.
courtesy tribunnewscom & kumparancom

Ardianto Satriawan@ardisatriawan
Ada yang lagi rame: DUGAAN Beberapa orang Indonesia melakukan pemalsuan riset terorganisir dan TERUNGKAP di Konferensi ilmiah di Denmark?? Masih menunggu kesimpulannya. Karena ini berpotensi mencoreng nama baik ilmuwan Indonesia di mata internasional.
Indonesia
Joko retweetledi

Satu keluarga dari Temanggung, mengantar anak yang wisuda di Semarang menggunakan mobil rental.
Selesai acara wisuda mau pergi ke studio foto, tiba-tiba mobil dicegat dua mobil yang mengaku Debt Collector, lalu mencoba merebut kunci mobil dan memaksa pengemudi turun untuk alasan koordinasi dan mengecek nomor rangka mobil.
Pengemudi mobil tetap bertahan pada posisinya karena posisi dia sebgai penyewa yang tidak berhak menyerahkan mobil ke pihak lain, dan menyaankan untuk ke kantor polisi saja. Pria yang mengaku Debt Collector ini beralasan mobil punya keterlambatan pembayaran sejak 2023, dan tetap memaksa pengemudi untuk turun hingga terjadi tarik-menarik (yang tidak sempat divideo).
Setelah perdebatan panjang akhirnya pengemudi ke Polrestabes Semarang, dan ditunjukkan bukti kepemilikan mobil yang lengkap dan sah, akhirnya pihak debt collector pun pergi.
Indonesia
Joko retweetledi

Draf RUU Sisdiknas 2022 itu emang nyerang banget TPG guru — yang cuma Rp1,5-3,5 juta per bulan udah jadi tumpuan hidap puluhan ribu guru honorer. World Bank bilang guru butuh insentif berbasis kinerja, tapi di lapangan yang terjadi justru pemangkasan jatah yang udah pas-pasan. Paradigma ekonom mainstream itu selalu jualan efisiensi, padahal yang dipangkas bukan gaji pejabat — tapi tetek bengek buat guru-guru yang ngajar di pelosok.
Indonesia
Joko retweetledi

🚨Kalian harus tahu ini ⚠️⚠️⚠️
DAFTAR PERUSAHAAN SHARLY TJOANDA PENGHANCUR PULAU DI MALUKU UTARA
1. PT Karya Wijaya : menghancurkan Pulau Gebe
2. PT Bela Sarana Permai : menghancurkan Pulau Obi, Desa Wooi
3. PT Amazing Tabara : menghancurkan Pulau Obi, Desa Sambiki
4. PT Indonesia Mas Mulia : menghancurkan Pulau Bacan
5. PT Bela Kencana : menghancurkan Pulau Obi, Desa Soligi
Dan masih banyak lagi perusahan cangkangnya yang merusak
Sumber: JATAM
Total kekayaan Sharly Tjoanda hampir 1 Triliun Rupiah, menjadikannya gubernur terkaya se-Indonesia.
Sepertinya Sharly Tjoanda tidak butuh gaji sebagai Gubernur Maluku Utara. Yang dibutuhkannya adalah posisi strategis untuk mengatur regulasi agar bisnis tambang keluarganya semakin lancar.

Indonesia
Joko retweetledi

@Hidupsebagai62 @RSound1297114 Gak papa korupsi asal gak dzalim? Miyakah?
Indonesia
Joko retweetledi

BEDAH YUK !!!
KOK BISA HARGA SAPI KURBAN DARI APBN 91 JT/EKOR?
Rp 100 miliar untuk 1098 sapi.
Jadi rata-rata Rp 91 jt.
Dari Baznas, sapi premium 200-300 kg seharga hampir Rp 20 jt (termasuk distribusi).
Dari Dompet Dhuafa, sapi > 300-350 kg seharga Rp 26 jt.
Jadi, yang besar sapinya (1 ton an) apa mark-upnya?


Indonesia
Joko retweetledi
Joko retweetledi

Anehnya Rifaldy Fajar dan Prihantini ini kan bukan dokter, bukan perawat, bukan apoteker, bukan nakes, gak pernah studi kesehatan atau kedokteran. Tapi kok bisa dapat puluhan travel grant selama 2-3 tahun di bidang spesialis kedokteran semua.(?) apa gak heran orang-orang dari sana?
pun perbuatan ini bener bener mencoreng nama baik pendidikan Indonesia loh, pendidikan kita (khususnya kedokteran) udah dipandang sebelah mata, ditambah ada pemalsuan kelas dunia begini apa ga amsyong




Ardianto Satriawan@ardisatriawan
Ada yang lagi rame: DUGAAN Beberapa orang Indonesia melakukan pemalsuan riset terorganisir dan TERUNGKAP di Konferensi ilmiah di Denmark?? Masih menunggu kesimpulannya. Karena ini berpotensi mencoreng nama baik ilmuwan Indonesia di mata internasional.
Indonesia
Joko retweetledi

@TaliUdeng Kalo gue mah gue tinggal aja ngapain juga di urusin pasien pun gak kritis kritis sana ke igd rs, bahkam ku suru berobat ama dokter yang lain, pasien berhak memilih dokter dan dokter juga berhak menolak pasien dah gitu aja
Indonesia
Joko retweetledi
Joko retweetledi
Joko retweetledi



























