Juno Arthur
18.9K posts





PROYEK "MAKAN BERBAYAR" (TAK GRATIS) | Saya memilih istilah itu, krn pada dasarnya proyek ini tidak pernah gratis. Ia sepenuhnya bersumber dari uang rakyat, hanya dikemas ulang dgn narasi ; KEDERMAWANAN NEGARA. ____________________________ RAPBN 2026 yg memuat anggaran MBG telah disetujui @DPR_RI dlm Rapat Paripurna 23 September 2025. Anggaran yg "diketok" mencapai Rp. 335 T, salah satu pos terjumbo dlm RAPBN 2026. Dari total Rp. 335 T tsb, sekitar Rp. 223 T bersumber dari anggaran pendidikan (± 83% dari total anggaran MBG). Sisanya dialokasikan dari: Anggaran kesehatan: ± Rp 24,7 triliun; Anggaran ekonomi: ± Rp 19,7 triliun. ● Konsekuensinya 'crystal clear & sedemikian brutal. Pergerakannya bukan hanya skala batalion, atau resimen, bahkan infiltrasinya sdh skala divisi. "Infiltrasi" MBG scr masif ke teritorial pendidikan, membuat proporsi anggaran pendidikan terjun bebas, bahkan di bawah 20% dari total APBN. Padahal Pasal 31 UUD 1945 scr terang benderang mengamanatkan ; Anggaran pendidikan minimal 20% dari APBN. Skema tsb berpotensi inkonstitusional, sebab dana pendidikan yg seharusnya menopang: mutu pelayanan pendidikan/ sekolah, kesejahteraan guru, sarana - prasarana pendidikan, dan akses pendidikan, justru tersedot ke proyek yg lebih tepat disebut : KEBIJAKAN GIZI bukan kebijakan pendidikan. Proyek ini bukan sekadar keliru dlm pelaksanaan, melainkan sudah "CACAT SEJAK DALAM PIKIRAN". Absurd sejak dlm konsep, rapuh di ruang nalar, namun dipaksakan dgn birahi yg tak terbendung, seolah - olah angka jumbo itu bisa mengebiri logika publik. _____________ Jadi, pernyataan elit BGN ini, tak sepenuhnya benar, ada fakta yg sengaja dikaburkan. Memang benar, bukan seluruh Rp. 335 T anggaran MBG berasal dari anggaran pendidikan. Namun yg sengaja dihilangkan adalah : Rp. 223 triliun di antaranya bersumber dari anggaran pendidikan, atau sekitar 83% dari total anggaran MBG. Bukan cuma narasinya yg problematik, "DNA" elit BGN ini memang menyebarkan kebohongan, tentu bagi mereka yg sudah lama mencermati jejak "bacot digital" - nya. "JANGANKAN BICARA, DIAMNYA PUN DUSTA". . . . | @KemenkeuRI

Buahahahah....ini candaan siapa sih.


