Mata*Hati
2.9K posts

Sabitlenmiş Tweet

Kalo terlempar dari Top 5, itu sih kebangetan.....
#YNWA
Mata*Hati@Just_Legz
Ternyata di musim ke 2-pun masih harus tahu diri. Bisa berakhir di Top 3 saja sudah bagus. 🔴⚽️
Indonesia


Malam ini memutuskan dinner di Nanny’s Summarecon Bekasi. Dateng sama nyokap, anak 4 tahun, dan baby.
Kita pesen makan 2 main course dan 2 drinks.
Sambil nunggu makanan, aku nyuapin bayi dan ya baby nangis, sepertinya ngantuk dan minta susu.
Aku coba tanya ke waiters dengan baik-baik,
“Ka maaf, saya boleh minta air panas sedikit?”
sambil sodorin dot bayi karena mau buat seduh susu.
Dan jawaban mereka SUNGGUH MENGENASKAN.
Mereka bilang,
“Maaf kak, kita ga bisa kasih air panas.”
Dan aku meyakinkan lagi,
“Kak ini sedikit aja buat susu bayi,”
sambil kode pakai jari sedikit.
Tapi jawabannya tetep ga bisa.
Kemudian dia ngomong ke manager cowo disitu, dan jawabannya makin gila lagi.
Aku disuruh beli air mineral panas dari mereka.
Gue yang langsung, “Hah?!” sambil bilang, “Mbak sedikit aja.”
Tapi tetep ga dikasih.
Sumpah baru kali ini makan di resto diperlakukan seperti ini. Hello Nanny’s Pavillon, saya disana makan bayar, bukan dateng cuma buat minta air panas!
SANGAT SANGAT KECEWA.
BAD BAD EXPERIENCE.
Makan di resto yang lebih bagus dari Nanny’s aja ga ada kata ga bisa. Malah lebih helpful dan suka dikasih bener-bener satu gelas.
Ga cuma resto lain, coffee shop aja ga pernah perhitungan dan mereka baik banget.
Gila… ga pernah sekesal dan semarah ini!!!
Pada akhirnya gue juga udah ga napsu makan.
Mana makanannya juga ga enak banget, hambar, sampai ice coffee-nya pun rasanya kaya ga niat.
Dan gue memutuskan buat ninggalin makanan dan minuman dalam keadaan utuh.
Gue tetep bayar dan gue bilang langsung ke kasir kalau gue sangat kecewa.
Dan itu manager cowo ga ada fungsi sama sekali menurut gue. Sangat ga helpful dan ga ramah ke customer.
Sepanjang pengalaman makan di resto manapun, mau itu pelayanan lama atau makanan ga enak, gue ga pernah komplain.
Tapi kali ini gue sangat amat marah dengan service mereka.
Hanya air panas untuk anak tapi ga membantu.
Omon-omon doang di IG kids friendly. Ah bullshit kalian.
Disini gue ga butuh permintaan maaf atau apapun dari Nanny’s karena bener-bener sangat kecewa berat.
Sampai semua hal ini gue tulis, gue udah rate di Google Review, DM IG, dan submit form keluhan.
Dan satu kata buat Nanny’s: YOU ARE SO MEAN!!!
Sekali lagi saya minta air panas sedikit, ga lebih dari 100ml, dan itu bukan minta di gelas orang dewasa. Saya minta di dot bayi!!!
Kapok dan ga akan pernah dateng ke Nanny’s manapun.
Sorry dan thanks buat masukannya.
Yang namanya bawa bayi ga akan pernah ga prepare kaya orang mudik walau cuma ke mall.
Kalau ga karena termos ketinggalan ga mungkin saya minta.
Biasanya selalu bawa thermos 500ml. Dan ini asking nicely, buat di dot, bukan minta di gelas dewasa.
Disini bukan permasalahan soal bayar atau tidak.
Lu aja ga berani menghadapi customer lu dan cuma cengengesan. Di sebelah lu ada managernya tapi ga menatap ke arah kita, selalu buang muka.
Dari awal masuk aja udah ga bagus hawanya.
Gue akan beli jika cara kalian memperlakukan customer dengan baik.
cc:threadisma_hamid
Indonesia

@ardisatriawan Mungkin bias informasi, jadi perlu dilihat isi Project Charternya.. biar lebih proporsional/fair menilainya.🙏
Indonesia

news.detik.com/berita/d-84743…
Sebagai salah satu bentuk kepedulian dan layanan publik, nampaknya KAI perlu antisipasi dng menyediakan transportasi ekstra utk kondisi seperti ini...
#hanyausul
Indonesia

Mau share sesuatu lagi aah
Beberapa bulan lalu, di X juga, gw nemu 1 google drive isinya ilmu semuaaa.
Nih langsung aja drive.google.com/drive/u/0/fold…
Silakan belajar sepuasnya yaaa.
Semoga bermanfaat Silakan bookmark dan bantu repost yaa!

Indonesia

Aku mau bikin kelas gratis tentang Claude
Kepikiran buat bahas:
• Kenapa Claude happening, bedanya sama LLM lain apa?
• Claude Chat vs Cowork vs Claude Code
• Effective Claude prompting techniques
• Claude Cowork use case & Automations for professionals
• Claude MCP and Integrations with 3rd Party (PPT, Sheet, etc)
• Bikin Web Apps dan Deploy secara gratis pake Claude Code
Siapa aja yang mau join? Coba Follow + Retweet + Reply di bawah ya 👇🏻
English


Inkonsistennya si Merah smg membalikkan prediksi.
#YNWA
sport.detik.com/sepakbola/uefa…
Liverpool dalam performa bapuk jelang menghadapi Paris Saint-Germain di Liga Champions. Pasukan Arne Slot diprediksi jadi bulan-bulanan Les Parisiens.
Indonesia

Ini beneran terjadi di kantor gue 11 tahun yang lalu. Jadi, Payroll Officer di kantor gue kongkalikong dgn Head of Personalia. Mereka bikin 2 slip gaji pegawai di kantor gue, satu untuk laporan ke bag. keuangan dan satu ke pegawai yang bersangkutan. Tiap slip gaji beda 500rb - 2 juta. Ketauannya pas boss gue bikin acara outing, ada acara feedback dari karyawan ke jajaran pimpinan. Di situ ada karyawan bilang gajinya cuma 6 juta sementara tanggung jawab yang dia kerjakan itu Job desc 2 department. Kagetlah kepala bagian keuangan gue. Akhirnya pulang outing crosscheck semua karyawan harus menyerahkan slip gaji terakhir kemudian dicocokkan sama slip gaji yang dilaporkan Payroll officer di sistem payroll (komputer). Dari total 148 karyawan, ditemukan ada selisih nyaris 250 juta tiap bulannya. Gila kan ? Nih konspirasi 2 orang ya dzholim ke karyawan ya dzholim ke perusahaan 😡😡😡
โอบี ดีธาน@obyeto
Mincotttt @hrdbacot udah liat ini belommm??? Kaget banget baca ini pagi-pagi di hari Senin gini bahahahaha Affaahhh iyyaa???
Indonesia
Mata*Hati retweetledi

World's Most Generous Countries
1. 🇮🇩 Indonesia
2. 🇰🇪 Kenya
3. 🇸🇬 Singapore
4. 🇬🇲 Gambia
5. 🇳🇬 Nigeria
6. 🇺🇸 United States
7. 🇺🇦 Ukraine
8. 🇦🇺 Australia
9. 🇦🇪 UAE
10. 🇲🇹 Malta
11. 🇨🇦 Canada
12. 🇱🇷 Liberia
13. 🇬🇳 Guinea
14. 🇹🇭 Thailand
15. 🇮🇪 Ireland
16. 🇧🇭 Bahrain
17. 🇳🇿 New Zealand
18. 🇰🇼 Kuwait
19. 🇲🇲 Myanmar
20. 🇲🇾 Malaysia
Note: According to three main aspects of generosity: Charitable donations, Volunteering, and Willingness to help Strangers
Source: World Giving Index

English

@SBYudhoyono Kalimat penutup tentang prajurit itu.... sangat wow ! 🙏
Indonesia

HARI-HARI YANG MENENTUKAN SEJARAH AMERIKA DAN IRAN: PERANG ATAU DAMAI?
Jenewa kota yang indah, damai dan saat ini hawanya sejuk. Namun, jam-jam ini, hari-hari mendatang, kota yang penuh legenda ini bisa menjadi saksi sejarah. Bisa melahirkan sebuah “game change” yang berimplikasi besar pada perkembangan dunia.
Di penghujung Februari 2026 ini, tengah berlangsung sebuah perundingan dan negosiasi yang sangat penting. Juru runding Amerika Serikat tengah melakukan pertemuan tidak langsung (melalui mediator) dengan juru runding Iran. Banyak kalangan yang tengah menunggu hasil negosiasi itu, utamanya bangsa-bangsa di kawasan Timur Tengah. Sukses atau gagal? Bawa kedamaian, atau sebaliknya menyulut terjadinya peperangan yang dahsyat?
Semua tahu bahwa negosiasi, utamanya menyangkut masa depan proyek nuklir Iran itu sesuatu yang sangat rumit dan tidak mudah untuk membangun opsi yang bisa diterima kedua belah pihak. Kepentingan kedua negara sangat berbeda. Ketika perundingan tengah berlangsung, di kawasan Timur Tengah sedang berhadap-hadapan dua negara yang siap berperang. Para juru runding juga harus cerdas membaca pikiran kedua pemimpin yang memberikan mandat pada mereka, Presiden Trump dan Ayatullah Khamenei. Membangun “harmoni” antara juru runding dengan para bosnya mungkin juga sesuatu yang tidak mudah.
Sebagai seorang yang memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam resolusi konflik, baik pada tingkat nasional maupun internasional, saya mesti mengatakan bahwa sebuah negosiasi itu sangat melelahkan. Perlu kesabaran, kecerdasan, dan keuletan. Siap untuk berkompromi serta bersedia untuk sebuah “take and give”. Keinginan dan sasaran yang digariskan oleh kedua pemimpin negara juga harus sangat dimengerti.
Khusus negosiasi Amerika-Iran ini, saya mengamati bahwa kedua pemimpin mereka, Donald Trump dan Ali Khamenei memiliki “uniqueness”. Keduanya memiliki ego, ambisi dan juga “personal interest”. Trump khawatir kalau sampai gagal, reputasi serta “legacy” indah yang ingin diraih bisa hancur berantakan. Ali Khamenei juga khawatir kalau sengketa sengit dengan Amerika ini, jika nasibnya naas, bisa berakhir dengan pergantian rezim dan “he must go”. Berarti, ini merupakan “survival interest” buat pemimpin Iran itu.
Banyak pihak yang memprediksi atau menyimpulkan jika perundingan ini gagal, maka perang besar pun akan segera meletus. Ibaratnya kondisi sudah matang. Tinggal menunggu komando Trump dan Khamenei.
Pendapat saya, terjadinya perang yang seolah diniscayakan itu, bisa iya, bisa tidak. Apalagi kalau para jenderal di kedua belah pihak, terus mengawal pengambilan keputusan para pemimpinnya. Trump dan Khamenei tidak akan gegabah dalam memerintahkan tentaranya untuk berperang. Terlalu tinggi risiko dan harga yang harus mereka bayar kalau keputusannya salah.
Ada catatan penting bagi seorang “commander-in-chief” untuk mengambil jalan perang guna memenuhi kepentingan nasionalnya.
Pertama, apakah perang itu harus dilaksanakan atau masih ada opsi yang lain? Inilah yang sering disebut “war of necessity” dan “war of choice”. Pada akhirnya, kedua belah pihak akan menentukan berperang atau menempuh jalan lain.
Kedua, negara siap berperang kalau kalkulasi rasionalnya menjamin bahwa perang dapat dimenangkan. Baik Trump maupun Khamenei harus bisa meyakinkan dirinya sendiri, dengan menggunakan logika dan akal sehatnya, bahwa perang yang ia pilih memang akan bisa dimenangkan. Karena perang terkait dengan nasib dan masa depan rakyat yang dipimpinnya, yang memberikan mandat dan kepercayaan, suara mereka mesti didengar. Pertimbangan dan saran para jenderal dan petinggi militer juga mesti diindahkan, jangan terkubur dengan ego pemimpin yang kelewat tinggi.
Bagi Amerika yang boleh dikatakan terus sesumbar untuk menghancurkan Iran (meskipun belakangan Iran juga mengobarkan dan menjanjikan ancaman), perlu dipikirkan dalam-dalam sebelum mengambil keputusan untuk berperang. Maksud saya, jangan-jangan bagi Amerika menang perangnya sulit dicapai, kemudian “exit” atau mengakhiri peperangan juga tidak mudah dilakukan. Ingat kembali pengalaman pahit ketika melakukan peperangan di Vietnam, Irak dan Afghanistan. Ingat, Iran adalah Iran. Iran bukan Irak dan bukan Afghanistan.
Terakhir, ada pesan dari seorang warga Indonesia dan juga warga dunia melalui media ini. Bukan hanya untuk Presiden Trump dan Ayatullah Khamenei, tetapi juga untuk seluruh pemimpin politik di dunia yang di tangannya ada sebuah tombol untuk memulai peperangan.
Begini pesan saya.
Para perwira dan para prajurit itu juga punya jiwa, punya keyakinan, punya akal sehat, dan tentunya punya harapan. Kalau soal berkorban untuk nusa dan bangsa, tentara selalu siap mengorbankan jiwa dan raganya. Hal itu tidak perlu diragukan. Selama 30 tahun saya mengabdi di dunia militer, lima tahun saya pernah bertempur untuk Sang Merah Putih. Namun, sukses sebuah peperangan juga ditentukan oleh apa yang ada dalam hati dan pikiran para prajurit. Ada kalimat indah yang mesti diingat oleh para pemimpin politik – presiden atau perdana menteri – “Soldiers will not fight and die, unless they know what they fight and die for” (Prajurit tidak bertempur dan siap untuk mati, kecuali mereka tahu untuk apa mereka bertempur dan mati) *SBY*
Indonesia

@direktoridosen @ErickRudianto Trims ya mindos.... keren dan lengkap isinya.
Indonesia

ada buku bagus banget,
tadi nongol di TL. diposting oleh sdr. @ErickRudianto
kalian harus unduh ya.
link:
aciar.gov.au/sites/default/…

Indonesia

@kompascom Terima kasih bung @dar_gempa2sg yang tak lelah mengedukasi, semoga terus berkontribusi bagi bangsa di perjalanan berikutnya.
Indonesia

"Saya ingin menyampaikan bahwa saya telah mengajukan pengunduran diri dari jabatan Direktur Gempa Bumi dan Tsunami, sekaligus mengajukan pensiun dini dari BMKG," kata Daryono.
Baca di sini: kompas.com/tren/read/2026…
~TR #BMKG #Daryono

Indonesia

Sisi lainnya, bgmn dng "tanah negara" yg nganggur/terlantar >2 thn ? Boleh diberdayakan rakyat ?
detik.com/properti/berit…
Pemerintah terbitkan PP Nomor 48 Tahun 2025 untuk penertiban tanah telantar. Benarkah tanah yang tidak dimanfaatkan selama 2 tahun bisa diambil alih negara.
Indonesia

@sosmedkeras Ternyata memang pelajaran adab/etika sudah menunjukkan sinyal merah.....😔
Indonesia






