K4❄ retweetledi
K4❄
7.5K posts

K4❄ retweetledi
K4❄ retweetledi
K4❄ retweetledi

Pantai Kartika dulu dikenal sebagai salah satu permata alam di daerah Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara.
Air lautnya jernih, lagunanya tenang, dan tebing karst yang menjulang membuat tempat ini terasa seperti surga kecil yang mudah dijangkau dari kota.
Tapi pemandangan itu perlahan berubah. Aktivitas pertambangan di sekitar kawasan disebut mulai merusak bukit dan tebing karst yang selama ini menjadi identitas Pantai Kartika. Area yang dulu hijau kini mulai gundul, tanah terbuka makin meluas, dan air laut yang sebelumnya bening perlahan terlihat keruh.
Warga juga menyoroti hilangnya salah satu spot wisata di sekitar kawasan, yakni Pantai Senja, yang kini disebut sudah rata dengan tanah akibat ekspansi tambang. Banyak yang khawatir Pantai Kartika hanya tinggal menunggu waktu mengalami nasib serupa.
Yang membuat publik marah, kerusakan ini terjadi di salah satu kawasan wisata dengan potensi besar untuk masa depan daerah.
Alih-alih dijaga sebagai aset alam dan pariwisata, kawasan itu justru perlahan dikorbankan demi eksploitasi jangka pendek. Kini muncul pertanyaan yang ramai disuarakan warga: setelah hutan dibuka, tebing dihancurkan, dan laut mulai keruh… apa lagi yang akan tersisa untuk generasi berikutnya?
Sc: suaraakarrumput
📹: rudyworldpacker
Indonesia
K4❄ retweetledi
K4❄ retweetledi

Mengaku demokratis, tetapi memusatkan kekuasaan.
Siap mati demi rakyat, tetapi
dekat dengan komprador.
Teriak efisiensi, tetapi tingkah
polahnya boros dan mewah.
Mengakui kebebasan, tetapi
kritik dianggap gangguan.
Mengakui keterbukaan, tetapi diingatkan tantrum.
Bukan presiden boneka, tetapi teriaknya Jokowi.
Bro, presiden kok nggak ajeg, yappingan pula!
Ah, dasar:
𝗣𝗥𝗘𝗦𝗜𝗗𝗘𝗡 𝗣𝗔𝗥𝗔𝗗𝗢𝗞𝗦

Indonesia
K4❄ retweetledi
K4❄ retweetledi
K4❄ retweetledi
K4❄ retweetledi
K4❄ retweetledi

Guys, Ferry Latuhihin baru ngomong sesuatu yang menurut gue paling jujur dan paling tidak takut konsekuensi dari semua kritik yang beredar soal pemerintahan Prabowo sekarang.
Dan dia mulai dengan satu angka yang langsung bikin gue terdiam.
108 wakil menteri.
Lebih gila dari zaman Soekarno:
Soekarno terkenal dengan kabinet
gemuknya 100 menteri.
Itu sudah dicatat sejarah sebagai salah satu pemborosan birokrasi terbesar Indonesia.
Prabowo melampauinya.
108 wakil menteri saja
belum termasuk menterinya.
Ferry bilang dengan sangat datar: "Birokrasi, Bos. Wakil menteri itu 108 loh.
You can imagine ini kabinet yang lebih gila
dari zaman Soekarno."
Dan ini bukan soal gaya atau
estetika pemerintahan.
Ini soal uang.
Setiap wakil menteri punya gaji, tunjangan, staf, kendaraan dinas, protokol, dan anggaran operasional.
Dikali 108 angkanya tidak kecil.
Dan semua itu dibayar dari pajak rakyat yang sama yang katanya sedang dihemat untuk efisiensi.
Soal Purbaya Ferry akui ada yang menarik,
tapi ada yang lebih penting:
Ferry tidak membabi buta mengkritik Purbaya.
Dia mengakui keberanian Purbaya berani head to head dengan Luhut, berani buka Pandora Box soal mafia-mafia yang selama ini nyaman, berani mengakui ada kebocoran di sistem restitusi pajak.
Tapi Ferry memisahkan dengan sangat tajam antara administrasi dan kebijakan.
Memindahkan Rp200 triliun dari BI ke Himbara?
Itu administrasi.
Bukan fiscal policy.
Dan hasilnya pun menunjukkan itu: undisbursed loan di perbankan sekarang sudah hampir Rp3.000 triliun.
Bank sudah punya likuiditas berlimpah tapi kredit growth tetap jatuh dari double digit ke 7%.
Debitur tidak mau ambil kredit bukan karena tidak ada uang di bank tapi karena economic
outlook-nya tidak meyakinkan.
Bisnis tidak ekspansi di tengah ketidakpastian.
Jadi pertanyaan Ferry sangat sederhana dan sangat keras: kebijakan apa yang Purbaya tawarkan untuk membalikkan tren ekonomi yang sedang turun ini?
Solusi Ferry dan ini yang paling provokatif:
Ferry tidak hanya mengkritik. D
ia kasih resep yang sangat berlawanan dengan narasi pemerintah sekarang.
Turunkan pajak.
Semua pajak.
PPN dari 11% ke 10%,
idealnya ke 5%.
Corporate tax diturunkan.
PPh diturunkan.
Biarkan uang itu tetap di tangan rakyat dan swasta bukan masuk ke kas negara yang menurut Ferry makin besar penerimaannya makin ngawur spendingnya.
Logikanya:
semakin besar uang yang dikuasai pemerintah semakin besar ruang untuk misallocation of resources.
Hambalang. BLBI. IKN. IKTP.
Semua terjadi bukan karena kekurangan uang
tapi karena uang yang terlalu banyak di tangan yang salah.
"The more money the government get,
itu makin kacau ekonomi kita."
Dan kalau penerimaan pajak turun spending harus dikecilkan juga.
Tidak ada jalan lain.
Defisit harus dijaga.
Negosiasi dengan kreditur kalau perlu.
Tapi cara membangun negeri ini harus berubah secara radikal dari government-driven menjadi private sector-driven.
Karena yang menciptakan lapangan kerja adalah bisnis. Bukan pemerintah.
Dan kalau bisnis punya ruang lebih besar untuk bergerak mereka yang akan menggerakkan ekonomi, bukan program pemerintah yang penuh kebocoran.
MBG salah dari awal, salah dalam desain:
Ferry tidak malu-malu:
Terus terang saja saya tidak setuju dengan program-program ultra populis macam MBG dan Koperasi Merah Putih.
Ini sudah salah dari awal."
Bukan karena niatnya buruk.
Tapi karena desainnya tidak masuk akal secara data.
Berdasarkan data statistik hanya 7,1% atau sekitar 20 juta orang yang benar-benar dalam kondisi urgen membutuhkan perbaikan gizi.
Dari 20 juta itu, mungkin 10 juta adalah anak-anak.
Tapi program MBG dirancang untuk menyuapi 83 juta orang dengan anggaran Rp328 triliun.
Pertanyaan Ferry: "
Kenapa yang harus disuapin 83 juta orang?
Kalau memang mau fokus gizi kenapa tidak targetkan 20 juta yang benar-benar butuh,
di daerah tertinggal, dengan sistem kupon yang jauh lebih efisien?
Paling mahal 5 triliun."
Dan kemudian muncul kabar ada 11 yayasan yang ikut di dalam ekosistem MBG.
Ferry langsung tanya:
Purbaya berani tidak mengcounter ini?
Kalau berani saya cium tangannya."
Kabinet 108 wakil menteri yang lebih gemuk dari Soekarno.
Program gizi yang menyuapi 83 juta orang padahal yang darurat hanya 20 juta. Anggaran Rp328 triliun untuk program yang tidak menyentuh akar masalah.
Dan tidak ada satu kebijakan fiskal yang benar-benar radikal untuk membalikkan tren ekonomi yang sedang turun.
Ferry tidak bilang Purbaya jahat. Dia bilang Purbaya belum cukup.
Dan selama kebijakan yang diambil masih bersifat kosmetik terapi kejut administrasi tanpa perombakan struktural yang nyata angka 8% growth yang terus digembar-gemborkan akan tetap menjadi angka yang indah di slide presentasi, bukan kenyataan yang dirasakan di dompet rakyat.

Indonesia

Waduh, investor mulai berani teriak!
Sedang beredar surat terbuka dari Kamar Dagang Tiongkok (CCC Indonesia) langsung buat Presiden. Isinya benar-benar tamparan keras buat wajah birokrasi kita!
Bayangin aja, mereka terang2an bongkar borok yg dihadepin investor/pengusaha di lapangan:
1. Pungli & Pemerasan: Mereka mengeluhkan adanya praktik korupsi dan pemerasan oleh oknum berwenang yang sudah sangat mengganggu operasi bisnis.
2. Ada denda kehutanan "rekor" sebesar US$180 juta yang dijatuhkan secara sepihak dan dianggap berlebihan.
3. Kebijakan nikel berubah-ubah mendadak sampai bikin biaya produksi melonjak 200%
4. Birokrasi korup. ada masalah, saluran resmi macet, tapi kalau lewat perantara dan pake pelicin baru masalah bisa beres.
Gimana mau ekonomi tumbuh 8% kalau investor aja merasa dirampok dan ga ada kepastian hukum?. Nasib jutaan pekerja sekarang di ujung tanduk karena ketidakmampuan pemerintah menjaga iklim usaha yang bersih. Mana ini Bowo katanya mau sikat korupsi, jangan sampai Indonesia dicap sebagai sarang pungli internasional
surat terbuka dari CCCI bisa dibaca selengkapnya di: drive.google.com/file/d/1Gi5Af3…

Indonesia

@Sumaredi_Nestor Lama nggak muncul mbah, masih hidup kah.. Negara sedang tidak baik2 saja 😂
Indonesia
K4❄ retweetledi

Udah pada liat kasus di Final Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI 2026 ini belum?
Intinya ada peserta yang udah menjawab pertanyaan dengan benar, namun oleh juri dianggap salah. Pertanyaan kemudian dilempar ke tim lain. Tim lain jawab dengan jawaban yang sama dan dianggap benar.
Peserta yang sebelumnya menjawab protes (dengan cara yang cukup elegan) tapi tidak digubris oleh Juri. Bahkan malah disalahkan oldh juri lain.
Gimana menurut kalian?




Indonesia
K4❄ retweetledi

STRATEGI PRABOWO DEKATI TRUMP — GAGAL TOTAL.
CSIS Indonesia baru saja merilis analisis yang cukup keras.
Dan kesimpulannya mengejutkan:
Semua langkah besar Prabowo untuk "membangun hubungan istimewa" dengan Trump — tidak ada yang berhasil.
____________________________________________________
Tiga keputusan yang dikritik habis-habisan:
① Bergabung dengan Trump's Board of Peace (BOP)
② Tanda tangani perjanjian tarif yang lebih menguntungkan AS daripada Indonesia
③ Diam saja ketika Trump serang Iran — padahal Indonesia selama ini selalu bersuara untuk perdamaian
Hasilnya? Bukan kedekatan strategis. Bukan keistimewaan diplomatik.
Yang didapat justru: pengikisan prinsip politik luar negeri bebas aktif Indonesia.
_____________________________________________
Prabowo membaca satu hal dengan benar:
Trump memang pemegang kunci kebijakan luar negeri AS. Harus didekati langsung.
Tapi Prabowo salah baca karakternya.
Trump bukan tipe yang membalas kesetiaan dengan loyalitas.
Trump bertipe zero-sum — semua negosiasi harus menguntungkan Washington secara maksimal. Mitra hanya alat.
___________________________________________________
Yang lebih menyakitkan?
Di saat Prabowo sibuk mendekati Trump, negara-negara middle power di seluruh dunia justru sedang membangun tatanan internasional baru — tatanan yang lebih adil bagi Global South.
Indonesia harusnya ada di garis depan gerakan itu.
Kita punya sejarahnya. Kita punya mandat moralnya.
Tapi kita memilih untuk duduk di sisi yang sibuk membangun tembok tarif.
__________________________________________________
Dalam bahasa diplomatik, itu berarti: blunder besar.
Apakah Prabowo akan koreksi haluan setelah serangan Trump ke Iran mulai memaksa dia mundur dari beberapa komitmen?
Atau Indonesia akan terus terjebak dalam orbit transaksional Washington?
Pertanyaan ini yang akan menentukan wajah politik luar negeri Indonesia untuk 4 tahun ke depan.
Sumber: CSIS Indonesia — "The High Costs of Prabowo's Strategy Toward Trump" (April 2026)
Penulis: Ann Marie Murphy, Seton Hall University

Indonesia
K4❄ retweetledi

Mantap Kampus!!
Mantap Pak Rektor!!
Bravo UI dan UII !! 👍🏻
Pimpinan dua kampus besar, Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Islam Indonesia (UII), melontarkan kritik pedas terhadap program "Satu Kampus Satu Dapur" dalam proyek MBG.
Keduanya menegaskan bahwa kampus adalah pusat riset, bukan operator katering pemerintah.
Rektor UII, Prof. Fathul Wahid, menolak keras keterlibatan kampus karena dinilai merendahkan marwah akademik. "Kampus bukan event organizer pemerintah. Keterlibatan ini berisiko membungkam nalar kritis akademisi.”
Rektor UI Prof. Heri Hermansyah meminta kebijakan ini dikaji ulang. Ia menekankan bahwa tugas universitas adalah mendidik, bukan mengurusi dapur.
"Mahasiswa itu individu dewasa, punya hak memilih makanannya sendiri. Jangan bebani kampus dengan urusan operasional yang bukan intinya.”
Penolakan ini menjadi sinyal kuat bahwa institusi pendidikan tinggi memilih menjaga independensi dan fokus pada mutu pendidikan daripada terseret dalam proyek logistik politik.
Sc: jakarta.persoektif



Indonesia
K4❄ retweetledi
K4❄ retweetledi













