Sabitlenmiş Tweet

🧵 Part 1 — 5 Tahun Jadi Graphic Design Media Online
Kalau ada yang bertanya, "Kerjaan paling lama yang pernah gw jalani apa?"
Jawabannya: 5 tahun jadi Graphic Design di perusahaan media online.
Selama di sana, gw kerja bareng pemimpin redaksi, editor, reporter, tim video, sampai tim media sosial. Tugas utama gw adalah memenuhi kebutuhan konten kreatif, terutama infografis untuk berita yang tayang setiap hari.
Gw menikmati prosesnya dan dari salary cukup oke saat itu.
Deadline cepat, isu yang selalu berubah, sampai momen-momen besar yang bikin semua tim harus kerja ekstra. Dari situ gw belajar kalau desain bukan cuma soal visual, tapi juga soal menyampaikan informasi dengan cepat dan jelas.
Hubungan gw dengan rekan kerja juga baik. Hampir setiap event besar kami bisa lewati bareng sebagai satu tim.
Tapi seiring waktu, ada satu hal yang mulai berubah.
Industri media memang bergerak cepat. Kadang harus siap kalau ada berita besar, bahkan di luar jam kerja. Buat gw, itu masih bisa dijalani.
Yang mulai berat justru suasana kerjanya.
Di tahun terakhir, ruang untuk berdiskusi atau berkembang terasa semakin sempit. Arahan berubah menjadi tuntutan, dan kesalahan kecil bisa mendapat respons yang menurut gw berlebihan.
Sampai di satu titik, gw sadar kalau yang bikin lelah bukan lagi pekerjaannya, tapi kondisi kerjanya.
Gw nggak tahu pasti apa yang sedang terjadi di level manajemen. Bisa jadi memang industri media saat ini sedang penuh tekanan.
Tapi apa pun alasannya, gw mulai merasa kehilangan semangat setiap berangkat kerja.
Akhirnya, Oktober 2025, gw mengambil keputusan yang paling berat dalam karier gw.
Resign.
Padahal...
Gw belum punya pekerjaan baru.
Bahkan waktu pamit ke beberapa teman kantor, gw bilang, "Udah dapat kerjaan baru kok."
Padahal kenyataannya belum.
Mungkin saat itu gw lebih malu mengakui kalau gw memilih keluar tanpa punya kepastian.
Keputusan itu ternyata gak mudah.
Gw sudah punya istri dan satu anak. Setiap bulan kebutuhan tetap jalan, sementara pemasukan berhenti.
Hampir enam bulan kami bertahan mengandalkan tabungan sambil terus kirim lamaran ke mana-mana dan megang gelar #jobseeker
Di fase itu, gw mulai sadar satu hal.
Yang paling berat setelah resign bukan mencari pekerjaan.
Tapi menghadapi rasa cemas setiap kali membuka rekening😂
Dan dari situlah gw mulai berpikir...
"Gimana kalau sementara jadi driver Grab dulu? sampe dapet pekerjaan lagi"
(Lanjut part 2 ojol)

Indonesia






































