Artemisyu

2.6K posts

Artemisyu banner
Artemisyu

Artemisyu

@KatehaJim

✤.

Bumi Katılım Ekim 2020
65 Takip Edilen30 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
Artemisyu
Artemisyu@KatehaJim·
“𝐒𝐨𝐦𝐞 𝐩𝐞𝐨𝐩𝐥𝐞 𝐠𝐫𝐮𝐦𝐛𝐥𝐞 𝐭𝐡𝐚𝐭 𝐫𝐨𝐬𝐞𝐬 𝐡𝐚𝐯𝐞 𝐭𝐡𝐨𝐫𝐧𝐬; 𝐈 𝐚𝐦 𝐠𝐫𝐚𝐭𝐞𝐟𝐮𝐥 𝐭𝐡𝐚𝐭 𝐭𝐡𝐨𝐫𝐧𝐬 𝐡𝐚𝐯𝐞 𝐫𝐨𝐬𝐞𝐬.” — 𝐀𝐥𝐩𝐡𝐨𝐧𝐬𝐞 𝐊𝐚𝐫𝐫.
English
0
0
0
0
Artemisyu retweetledi
Math Agung
Math Agung@MathAgung·
Kalian bingung mau latian soal dimana? Playlistku bisa bangett!! 🗣️: "caranya gimana kak?" Caranya kamu play videonya sebentar, trus pause, trus coba kamu kerjain dulu ajaaa darisituu hihi semoga membantu yaa!! Kalo lewat tolong bantu RT dan like yaa mootss!! Makasii 😎👋💥🔥
Math Agung tweet mediaMath Agung tweet mediaMath Agung tweet mediaMath Agung tweet media
Indonesia
2
227
368
30.1K
Artemisyu retweetledi
PERSIB
PERSIB@persib·
Tertinggal bukan berarti usai. Balasan empat gol yang berkelas! Tiga poin berhasil diamankan #PERSIB malam ini 💙 #PERSIBDAY #WeArePERSIB
PERSIB tweet media
Indonesia
587
1.5K
4.7K
121.2K
Tanyarl 💚
Tanyarl 💚@tanyakanrl·
halo met hari jumat, yuk akhirin weekdays kalian dengan spill semua info freelance WFH gratis, trusted no tipu tipu ya 💚
Indonesia
103
12
184
214.8K
Artemisyu retweetledi
Iim Fahima Jachja
Iim Fahima Jachja@iimfahima·
“Para bapak, sudahi prinsip: mendidik anak laki-laki itu mudah. Turun tangan, didik anak laki-lakimu” Semalam 16 mahasiswa FH UI disidang sampai jam tiga pagi, sidang terbuka, disaksikan secara live oleh ribuan orang. Kejadian ini tidak tiba-tiba. Ini akumulasi. Terlalu lama society menelan mentah-mentah prinsip: “mendidik anak laki-laki itu mudah.” TIDAK. Justru karena dianggap mudah, banyak hal yang tidak diajarkan. Lihat saja pola yang sering diremehkan: Berawal dari obrolan santai yang melecehkan, jadi kebiasaan, jadi cara pandang, lalu jadi perilaku nyata (liat gambar piramida perkosaan) Tidak semua langsung jadi pelaku kekerasan seksual. Tapi hampir semua berangkat dari titik yang sama: normalisasi. Society sibuk mendidik anak perempuan: jaga diri, jaga batas, jaga perilaku. Tapi kendor pada anak laki-laki. “Namanya juga laki-laki.” “Cuma bercanda.” “Nanti juga ngerti sendiri.” "Boys will be boys" Tidak. Karakter tidak tumbuh sendiri. Ia dibentuk. Dilatih. Ditegaskan. Orang tua, perhatikan obrolan anak laki-lakimu. Kalau sudah mulai ada convo yang melecehkan: Tegur. Luruskan. Jangan ditertawakan atau dianggap enteng. Karena di situlah fondasi dibangun. Terutama para bapak. Anak laki-laki belajar bukan dari teori, tapi dari contoh. Bagaimana kamu bicara tentang perempuan. Bagaimana kamu memperlakukan pasanganmu. Bagaimana kamu menempatkan perempuan sebagai manusia, bukan objek. Semua itu direkam. Dan akan mereka ulang. Ketika seorang bapak menganggap mendidik anak laki-laki itu mudah, dia sedang memilih untuk menjerumuskan anak dengan tidak hadir secara penuh, tidak waspada, hingga di satu titik si anak bisa jadi pelaku ataupun korban. Anak kemudian dibesarkan oleh algoritma, oleh teman, oleh budaya yang seringkali permisif terhadap pelecehan dan standar moral yang yang tidak sehat. Kalau kita tidak serius mendidik anak laki-laki hari ini, jangan kaget dengan realitas besok. Karena pelaku tidak lahir tiba-tiba. Mereka dibentuk pelan-pelan, dari hal-hal yang selama ini dianggap “sepele.” Just incase ada yang komen: "emang siapa yang bilang mendidik anak laki-laki itu mudah? Saya dididik dengan sangat keras" Oh well, cara pandang itu sudah mengakar sejak lama di masyarakat.
Iim Fahima Jachja tweet mediaIim Fahima Jachja tweet media
Indonesia
34
6.7K
11K
210.8K
Artemisyu retweetledi
happyived🍒| 🌼
happyived🍒| 🌼@Pipelcantikk·
@jasontoddreveng TITIP JUGA!!!!!. Ada juga kasus ks yang di lakuin dosen cowok bergelar S3 di kampus bukan top Ten. Sudah negosiasi, dan cuman berhenti mengajar 1 tahun. Korban rata2 anak bimbingannya. Korban gak bisa apa2 dilarang bersuara, karna backingannya rektor kampus tersebut.
Indonesia
27
402
5.2K
125.5K
Artemisyu retweetledi
bia
bia@bersuwara_·
daripada terus melarang dan menyuruh perempuan untuk ini dan itu, mengapa tidak sedari awal menanamkan dan mengajarkan kepada anak laki laki terkait batasan, empati, serta bentuk respect terhadap sesama manusia? persoalan ini sejatinya terletak pada kegagalan mendidik anak laki laki. orang tua yang gagal mendidik anak laki lakinya untuk tumbuh sebagai manusia yang beradab dan bertanggung jawab.
bia tweet media
Indonesia
50
5.3K
15.3K
158.2K
Artemisyu retweetledi
Tubagus Siswadi W
Tubagus Siswadi W@tb_siswadi·
Lagi rame kasus grup wa mahasiswa UI mau berpendapat dari sisi medis khususnya psikologi, karena saya bukan polisi moral 😆 Kenapa banyak cowok bisa nyaman ngomongin perempuan secara objektifikasi di grup privat? Karena ada yang namanya “disinhibisi online”. Saat merasa aman, anonim, dan “cuma di grup”, otak kita jadi lebih berani ngeluarin sisi yang biasanya ditahan. Ditambah lagi efek peer pressure. Di otak, ini berkaitan dengan sistem reward: • Dapet respon “haha”, “anjir”, “setuju” • Dianggap lucu, dianggap bagian dari circle • Dopamin naik. Lama-lama, perilaku itu “dipelajari” sebagai sesuatu yang menyenangkan dan normal. Masalahnya? Kalau terus diulang, ini bisa mengarah ke desensitisasi. Empati ke perempuan turun. Perempuan gak lagi dilihat sebagai manusia utuh… tapi jadi objek. Ini bukan hal sepele. Dalam banyak studi psikologi, objektifikasi yang terus-menerus bisa jadi pintu awal ke: • Pelecehan verbal • Pelecehan seksual • Bahkan kekerasan seksual Jadi ini bukan cuma “becandaan cowok”. Ini soal pola pikir yang dibentuk pelan-pelan… sampai batasnya jadi kabur. Makanya penting banget buat sadar: Kalau kalian cuma bisa bonding dengan cara merendahkan orang lain, itu bukan bonding. Itu conditioning. Dan kalau dibiarkan, dampaknya bukan cuma ke orang lain… Tapi ke cara otak memandang manusia..
Indonesia
46
4.4K
10.2K
289K
Tanyarlfes
Tanyarlfes@tanyarlfes·
💚 menurut kalian mending aku lanjut baca novel apa ngerjain dl laprak?? hah? apa? lanjut baca novel aja? okayyy, makasiii sarannyaa😚🫰🏻
Indonesia
12
0
5
3.2K
Tanyarlfes
Tanyarlfes@tanyarlfes·
Haloo! Aku butuh 200an responden lagii untuk kuesioner tesiskuu, yuk yg mau bantu! Ada undian 100rb untuk masing-masing 5 pemenang lhoo🫶🏻 💚
Tanyarlfes tweet media
Indonesia
28
3
36
4.6K
Tanyarlfes
Tanyarlfes@tanyarlfes·
cewe yg tingginya 150 cm an pake motor apa? 💚
Indonesia
1.2K
13
638
122.4K
Tanyarl 💚
Tanyarl 💚@tanyakanrl·
Setiap hari Sabtu abis pulang kerja merasa gabut banget ngga ada kegiatan alias bingung mau ngapain, kalian ada saran ngga? 💚
Tanyarl 💚 tweet media
Indonesia
14
0
9
3.5K
Tanyarl 💚
Tanyarl 💚@tanyakanrl·
siapa yg baru tau penampakan asli aa drawing yg viral di tikt*k itu?? 💚
Tanyarl 💚 tweet media
Indonesia
347
371
13.8K
738.1K
Artemisyu
Artemisyu@KatehaJim·
tbtb beberapa menit, langit di rumahku rada orenn gitu Oren yg Oren bet. kenapa yh🤔
Indonesia
0
0
0
64
Artemisyu
Artemisyu@KatehaJim·
ini gpt gwe kenapa pwicc
Indonesia
0
0
0
28
alyx
alyx@indifferentkidd·
@tanyakanrl sender kalo mau tips belajar bahasa inggris atau mau gue ajarin sedikit sedikit boleh kabarin gue yaa, kebetulan gue sedikit beruntung bisa belajar sastra inggris dan punya pengalaman ngajar bahasa inggris juga🙌
Indonesia
81
17
818
51.2K
Tanyarl 💚
Tanyarl 💚@tanyakanrl·
sedih bgt abang snder blg kaya gini☹️💔 dia ga kuliah dan skrg hrs ngojol demi bs kuliahin sender.. sender ngerasa bersalah udh hancurin mimpi2nya☹️ 💚
Tanyarl 💚 tweet media
Indonesia
608
1.1K
17.7K
351K
Artemisyu retweetledi
🫀
🫀@pinjemdulu100rb·
@nahdlatululama Ngamuk² masalah nunduk, giliran ngerusak tambang + korupsi dana haji, diem aja, emang badjingan kalian semua
Indonesia
294
8.2K
30.6K
630.1K
Artemisyu retweetledi
Ɐ⅄ⱯſNⱯS HIꓕⱯԀ ✰
Ɐ⅄ⱯſNⱯS HIꓕⱯԀ ✰@goldinfernal·
BREAKING ⚠️ the Indonesian islamic organization PBNU is trying to silence the facts presented by the national television TRANS 7 about bad habits in spreading Islam (bullying, child labor exploitation, behaviors against Islamic law) and this is PBNU (Nahdlatul Ulama) looks like
Nahdlatul Ulama@nahdlatululama

Karena sudah berulang, karena sudah keterlaluan, karena bernada sinis. Bahkan cenderung menghina nilai-nilai pesantren.

English
912
28.3K
67.8K
4.1M