Kawan Laut

560 posts

Kawan Laut banner
Kawan Laut

Kawan Laut

@KawanLautID

Wadah Gerakan Massa Dalam Perlindungan & Pelestarian Alam Laut Bagi Masyarakat Pulau Di Sulawesi Selatan #LautMasaDepanBangsa

Katılım Temmuz 2022
94 Takip Edilen85 Takipçiler
Kawan Laut
Kawan Laut@KawanLautID·
@KompasTV Dulu Pak Lurah dan anak nya yang jadi juga caWapres bilang begini 😂
Indonesia
0
0
0
2
KOMPAS TV
KOMPAS TV@KompasTV·
Kaesang Tak Ingin Jadi Pejabat Publik: Gaji Saya Lebih Tinggi Daripada Kakak dan Bapak dlvr.it/T1M10c
Indonesia
2.5K
305
3K
1.3M
Kawan Laut
Kawan Laut@KawanLautID·
@PartaiSocmed Partai Sosmed dulu getol sekali melawan kekuasaan kok sekarang berpihak pada Capres yang diRekom penguasa..?
Indonesia
0
0
0
1
#99
#99@PartaiSocmed·
Pendukung Wan Angin memang penyebar hoax dan kebencian. Bahkan bila perlu merekayasa hoax untuk membunuh karakter lawan.
#99 tweet media
Lupa password@Dndy5rjtn

@PartaiSocmed Wah damai sekali

Indonesia
1.3K
247
1.2K
593.3K
Anas Ponti
Anas Ponti@anas_pnk90·
Didepan Anggota Kadin, Anies menjelaskan mengapa negara harus membuat korporasi, simak penjelasannya guys Burger King ada di Amrik Partai Salah Input ada di Yaman Pilih pemimpin harus cerdik Namanya Anies Baswedan
Indonesia
11
57
257
33.9K
222 Mountains For 🇵🇸
222 Mountains For 🇵🇸@kafiradikalis·
...Habis ucapan laki2: "Anies Bangsat", (1x) terbit ucapan wanita: "Anies Bacot" (2x) Benar2 keren pendukung capres pro Zionis ini di debat capres semalam...Akhlak yg patut diteladani...(``,)
Indonesia
638
4.2K
15.1K
1.1M
Kawan Laut
Kawan Laut@KawanLautID·
@AfifFuadS Si paling benar dan si paling Nasionalis 😂 seolah olah hanya kelompoknya yang mencintai negeri ini
Indonesia
0
0
0
36
Afif Fuad Saidi
Afif Fuad Saidi@AfifFuadS·
Hanya Karena Ambisi Kuasa, NU dan PKS Dipaksa Menikah. Saya ingat Dawuh Alm KHR. Fawaid As`ad Syamsul Arifin, putera kinasih Alm KHR. As`ad Syamsul Arifin, dalam satu kesempatan, beliau Dawuh begini “Billahi engkok ta` ride`, santrena Kiai As`ad nurok PKS”, Wallahi saya tidak rido, ada santrinya Kiai As`ad yang ikut PKS. Satu lagi, Dawuh Kiai Marzuki Mustamar, “Jika ada pengurus NU, Muslimat, Ansor dan Banom lainnya ikut PKS dan PAN, maka batal baiatnya” Jika banyak yang bertanya kenapa bisa sampai beliau berdua dawuh seperti itu? Jawabannya jelas, ini semata2 ideologi, jika PAN jelas, lahir dari rahim Muhammadiyah yang berbeda dalam banyak hal furu`iyah dengan NU, namun dengan PKS? Kita paham siapa PKS? Siapa yang bisa membantah perkataan salah satu pendirinya, Yusuf Supendi, salah satu pendiri Partai Keadilan--cikal bakal Partai Keadilan Sejahtera—beliau memastikan awal pendirian partai itu pada Juli 1998 dibantu oleh banyak tokoh Ikhwanul Muslimin di Mesir dan Timur Tengah. Jelas, PKS adalah ikhwanul Musliminnya indonesia, itu bukan saya yang bicara, namun salah satu pendirinya bahkan. Siapa Ikhwanul Muslimin? Cari saja, negara mana saja yang memasukkan IM sebagai kelompok teroris. Secara idelogi, PKS berkiblat pada Ikhwanul Muslimin, dengan tarbiahnya misalnya, Kata Yai Fawaid, ideologi PKS itu Mbahnya Wahabi. Ingat, PKS pada tahun 2013 bersikukuh menolak asaz tunggal Pancasila di RUU Ormas, ya karena IM semangatnya adalah Islam berkuasa, tidak ada sekat2 nasionalisme, yang ada hanya ukhuwah Islamiyah, makanya PKS cocok dengang HTI, survey SMRC tahun 2017, 34,3 % simpatisan PKS setuju dengan perjuangan HTI, tahun 2018 PKS mendukung HTI ajukan banding putusan PTUN. Lha itu semua apa tidak berbahaya? NU bukan atas dasar suka tidak suka pada PKS, namun pada semangat ideologi kebangsaan memang sudah berbeda dengan apa yang diperjuangkan dengan NU salama ini bagi Indonesia, bahkan sejak sebelum meredekanya bangsa ini. Yang NU jaga adalah NKRI dan Pancasila, yang dijaga adalah Bhineka Tunggal Ika, yang dijaga adalah Islam di Indoesia adalah islam yang ramah, menjadi payung teguh bagi saudara2 kita yang lain iman. Lalu hendak bersatu karena hanya soal elektoral politik? Belum lagi soal bagaimana Nyinyiran kebencian PKS pada NU, itu sudah Ndak terhitung jumlahnya, sampai kadernya bikin hoax ke Kiai Said Aqil saat menjabat Ketua Umum PBNU ya ada. Jika pemilu2 lalu PKS hanya SKSD dengan NU, malah sekarang ada yang menyeret NU untuk bersatu dengan PKS merebut kuasa. Lalu demi ambisi kekuasaan seseorang, sampai menggadaikan ideologi dengan bahu membahu dengan PKS yang jelas2 berlawanan arah dengan idelogi NU? Malah bermesraan dengan PKS, bukan soal kekhawatiran kemenagan mereka, mustahil dua ideologi berbeda bisa mendapatkan hasil elekotral yang maksimal jika tidak boleh dibilang mustahil. Namun dengan akrabnya dengan PKS, ini membuka ruang bagi mereka untuk masuk pada basis2 NU, pesantren2 NU, menggerogoti idelogi warga NU, PKS dianggap tidak berbahaya, menyusup, lalu merebut, cukup sudah masjidnya saja yang mereka serobot. Ga bahaya ta? Terakhir, saya hanya teringat ucapan Daniel Johan, yang saat itu, pada tahun 2018, beliau menjabat sebagai kata Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Daniel Johan, beliau berkata begini, "Kultur dan ideologi NU sangat berbeda dengan PKS. Seperti minyak dan air, meski sama-sana benda cair tapi punya sifat yang berbeda,".
Afif Fuad Saidi tweet media
Indonesia
2.1K
852
2.9K
587K
Angga Mochamad Sunny
Angga Mochamad Sunny@amochsun_·
@ekowboy2 Petugas punya anak istri juga , di fikir warga desa yang di gusur jomblo semua , 🤣😂
Indonesia
1
1
9
1.2K
Kawan Laut
Kawan Laut@KawanLautID·
@ekowboy2 Terus bagaimana dengan petugas yg melakukan tindakan represif terhadap warga beberapa saat lalu apakah bapak akan proses anak buah bapak juga..?
Indonesia
0
0
0
233
Kawan Laut retweetledi
Miss Tweet |
Miss Tweet |@Heraloebss·
Tidak Akan Melayu, Terberak di Celana Rempang Malang, Rempang Terbuang, Duka Rempang duka Indonesia . . Polemik Proyek Eco-City, Aparat Bentrok dengan Warga Rempang di Jembatan IV Barelang Bentrokan besar terjadi antara aparat dan warga Pulau Rempang di Jembatan IV Barelang, Batam, Kamis (7/9/2023). Aparat yang melakukan tindakan represif mulai menekan warga yang membarikade jembatan untuk menghalangi pematokan lahan di wilayah tersebut. Masyarakat Rempang dan Galang mengaku, sudah gerah dengan pemerintah dan penguasa. Mereka telah bermohon berkali-kali agar kampung mereka tidak digusur. Tapi tak ada yang mau mendengar. Mau mengadu kepada siapa. Mau melapor kepada siapa. Bangkit Melawan adalah "Jalan terakhir yang bisa mereka lakukan
Indonesia
246
1.9K
3.3K
498.8K
KakekHalal
KakekHalal@KakekHalal·
Pilih Cak Imin Jadi Cawapres, Paloh Mau Bubarkan Koalisi Perubahan & Berhenti Usung Anies? Baru-baru ini Surya Paloh bikin keputusan yang sangat mengejutkan yakni mengusung Anies-Cak Imin sebagai pasangan Capres/Cawapres 2024. Pertanyaannya, kenapa mengejutkan? Karena selama ini Cak Imin sama sekali tidak pernah masuk radar Cawapres Anies. Termasuk partainya PKB juga tidak pernah berkoalisi dengan Parpol pengusung Anies, NasDem. PKB sebelumnya berkoalisi dengan Gerindra mengusung Prabowo. Koalisi tersebut diberi nama Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR). Untuk melanggengkan kerjasama antara kedua partai juga dibentuk Sekretariat Bersama (Sekber) dan penandatanganan piagam deklarasi KKIR yang isinya Gerindra dan PKB bekerja sama dalam Pemilu serentak 2024. Eh gak tahunya beberapa waktu yang lalu Demokrat malah mengumumkan Cawapres Anies adalah Cak Imin. Benar-benar di luar nalar. Nah, yang jadi pertanyaan di sini, apa sebenarnya yang bikin Surya Paloh akhirnya mengusung Anies-Cak Imin? Karena ada banyak alasan Cak Imin tidak layak jadi Cawapres. Pertama, beresiko ditinggalkan Partai Demokrat. Sebagaimana kita ketahui bahwa AHY-lah makhluk di muka bumi ini yang paling menginginkan jadi wakil Anies. Hal ini terlihat dari apa yang dia lakukan. Mulai dari memuja-muji Anies, mengkampanyekannya serta memanjakan eks Mendikbud tersebut. Tidak hanya itu, AHY juga bikin baliho gede-gede bergambar wajah dirinya dan wajah Anies yang dipasang di berbagai daerah di Indonesia. Malah Cak Imin yang tidak pernah berkorban sama sekali untuk Anies dijadikan Cawapres. Tidak pelak, Demokrat pun akhirnya benaran meninggalkan Koalisi Perubahan dan berhenti mendukung Anies. Kedua, elektabilitas Cak Imin rendah banget. Gak sampai 1 persen. Seperti menurut hasil survei LSI hanya 0,7 persen doang dan menurut hasil survei Litbang Kompas lebih kecil lagi yakni 0,4 persen. Padahal elektabilitas Cawapres diharapkan mampu mendongkrak elektabilitas Capres. Tapi kalau kecil begitu, bagaimana mau mendongkrak elektabilitas Anies? Ketiga, Cak Imin tidak sepenuhnya didukung oleh NU. Memang PKB partai yang identik dengan NU. Tapi setidaknya sudah ada dua kelompok di NU yang secara terang-terangan menyatakan tidak akan mendukung Cak Imin. Pertama PBNU dan kedua Gusdurian. Terakhir, ini yang sebenarnya paling krusial untuk tidak menunjuk Cak Imin jadi Cawapres. Ia diduga terlibat dalam kasus korupsi pengadaan sistem proteksi TKI saat menjadi Menteri Tenaga Kerja dulu. KPK pun saat ini terus mendalami kasus tersebut dan membuka peluang akan memeriksa Cak Imin. Bisa jadi sih Cak Imin gak sampai dikandangin. Tapi kalau sudah diperiksa KPK atas kasus dugaan korupsi tetap saja citranya akan tercoreng. Apa lagi kalau dia dikandangin benaran serta dipakaikan rompi oranye KPK. Hancur dunia persilatan. Pertanyaannya, apakah Surya Paloh gak memikirkan itu semua? Tentu memikirkan dong. Dia kan politisi senior dan juga pengusaha atau pedagang. Hitung-hitungannya sudah pasti sangat matang. Tapi kenapa masih mau mengusung Cak Imin? Inilah yang patut dicurigai. Jangan-jangan dia sebenarnya gak mau atau menyesal telah mengusung Anies sebagai Capres 2024. Pasalnya elektabilitas Anies gak naik-naik sehingga kecil kemungkinan akan menang. Jadi daripada duit banyak habis, Capres yang diusung kalah, mending gak usah ngusung sekalian. Namun untuk mengatakan kapok mengusung Anies serta membubarkan Koalisi Perubahan tanpa alasan yang jelas, jelas akan membuat orang bertanya-tanya serta Surya Paloh akan kena serang para pendukung Anies. Untuk itu diusunglah Cak Imin sebagai Cawapres Anies, dengan harapan ketika dia digarap oleh KPK, Paloh ada alasan untuk batal mengusung Anies serta membubarkan Koalisi Perubahan.
KakekHalal tweet media
Indonesia
325
93
693
147.9K
Raja Juli Antoni, MA., Ph.D.
Raja Juli Antoni, MA., Ph.D.@RajaJuliAntoni·
Ojo Gumunan, Ojo Kagetan, Ojo Kesusu Jam terbang saya di politik terbilang masih sangat pendek. Masih bocil dan ingusan di banding para senior. Namun, pengalaman penetapan capres-cawapres 2018 membantu mempercepat proses belajar politik saya agar ojo gumunan, ojo kagetan dan ojo kesusu mengambil kebijakan politik. Sekitar pukul 12.00 siang, pada hari itu, saya mengantar Pak Mahfud dengan mobil saya ke istana untuk mengukur baju yang akan dikenakan besok ketika mendaftar ke KPU sebagai Cawapresnya Pak Jokowi dan mengantarkan CV terbarunya untuk kelengkapan administrasi pendaftaran. Lewat pukul 15.00 saya dan sis Grace sudah sampai di Plataran Menteng. Beberapa Sekjen partai tidak lama kemudian turut begabung. Selang beberapa menit seorang Sekjen partai memperlihatkan WA dari Ketua Umumnya kepada saya. “Geser ke Kyai Ma’ruf.” Katanya sambil membacakan deretan huruf di hp-nya. Sebagai pendatang baru di dunia persilatan politik nasional saya terperanjat. Keget tak alang-kepalang. Politlk kita terlalu dinamis, berubah bahkan dalam hitungan menit. Last minutes. Injury time. Beberapa teman dekat saya kabari dan tetap meminta info ini dirahasiakan sambil menunggu perkembangan dan kepastian informasi finalnya. Jam 16.00 lebih Pak Jokowi sampai di Plataran menyusul para ketum partai yang trlah duluan sampai. Dalam pertemuan terbatas dan tertutup secara resmi Pak Jokowi menyampaikan keputusan bersama untuk kebaikan bersama. “Saya tahu keputusan ini tidak bisa menyenangkan ssmua pihak.” Kata Pak Jokowi sambil rasanya melihat ke saya yang duduk di hadapannya. Hari-hari ini percaturan politik kita terasa sangat dimamis. Kocok ulang koalisi seperti yang tejadi pekan lalu ketika Gus Imin berlabuh menjadi Cawapresnya Mas Anies, meski bagi sebagian orang mengagetkan, bagi saya mulai terasa biasa-biasa saja. Ya. Pengalaman politik jelang 2019, seperti yang saya singgung di atas, jauh lebih dimamis. Sekarang, saya tidak terkaget-kaget lagi. Ora kagetan. Ora gumunan. Santai. Ojo Kesusu ambil langkah politik. Drama politik akan terus berlanjut sampai detik-detik capres dan cawapres didaftarkan ke KPU awal November. Panggung sandiwara akan terus memproduksi lakon-lakon baru dengan kegembiraan dan kekecewaan baru. Satu saat menjelang undur dari dunia publik, saya berniat menulis autobiografi politik mengenai hal-hal serupa di atas dengan lebih detail dari satu babak ke babak lainnya. Mungkin tulisan itu nanti bisa jadi pelajaran bagi para junior politisi, pengamat dan mahasiswa yang melakukan studi politik Indonesia. Bismillah! *Foto mengantar Pak Mahfud ke istana bersama sahabat beliau, Pak Subandrio, 9 Agustus 2018. #TegakLurusJokowi #TegakLurus #Jokow15me #OjoKesusu
Raja Juli Antoni, MA., Ph.D. tweet media
Indonesia
169
119
783
213.5K
Kawan Laut retweetledi
DS
DS@syafikri_dedi·
@KawanLautID @RajaJuliAntoni Benar pak Wamen Investasi jd staf gegara lamanya proses PKKPR termasuk juga PKKPRL nya yg di KKP.
Indonesia
0
1
1
333