
𝑅𝑦𝑎𝑠𝑎༻⋆˚ | k. ia
13.7K posts

𝑅𝑦𝑎𝑠𝑎༻⋆˚ | k. ia
@Khshynime
Homophobic & minor dni
Indonesia Katılım Mayıs 2021
315 Takip Edilen282 Takipçiler

@GYUURlYA Beuhhhh keliatan bgt yak alur permainannya pasti hbis ini bakal playvict wkwwkkwkw
Indonesia

nanti kalo daehoon bener² udah males banget, si jule ini gak dibolehin ketemu sama anak-anaknya nah itu dia yang ditunggu si jule. dia bakalan ngetwist dan memutar balikan fakta terus ngedrama dan jadi rame deh yang ngomongin dia
Kamar Lintang@kamarlintang
PART 2, Jule asli keterlaluan sih 😔 Saat Daehoon ngamuk gara2 anaknya dijadiin bercandaan Safrie, selingkuhannya Jule, Mantan istrinya itu justru bikin Story affiliate produk maskara, Kayaknya Daehoon jadi makin murka & bikin tulisan, "Jadi ibu kandung gak lantas bikin dia pantas disebut seorang ibu." Daehoon juga gak terima kalau ada yg bilang kelakuannya mirip Jule karna sama2 udah punya pacar,
Indonesia

Yg bgini mah mendinh dibongkar aje udeh semua buruknya. Kliatan bgt makin dimaklumin mkin ngelunjak
Tanyarlfes@tanyarlfes
💚 ga abis pikir sm pasangan ini ga ada otaknya, anak-anak dijadiin bahan jokes?!!!!! daehoon selama ini sabar bgt, udh saatnya ngamuk
Indonesia
𝑅𝑦𝑎𝑠𝑎༻⋆˚ | k. ia retweetledi

WAKE UP GUYS! READ THEIR SIDE STORY! THEY WERE GOING TO KISS 🫣😳 OMG 😚 yes, in front of Mori and that's his reaction 😆
**bahagia selalu kalian, imut banget soalnya 🥹
#엄마를만나러가는길 ~🌸🤍



ini rossie 🪻@nayulssie
mori side story ep 9 #엄마를만나러가는길 Aaaaarrgh!! So cute!!!!! His mood today 😂 bayi kita cegukan~
English
𝑅𝑦𝑎𝑠𝑎༻⋆˚ | k. ia retweetledi
𝑅𝑦𝑎𝑠𝑎༻⋆˚ | k. ia retweetledi
𝑅𝑦𝑎𝑠𝑎༻⋆˚ | k. ia retweetledi

@jaeyunieikeu Engga kakk, ak jga gitu soalnya tenang ada temennya kok 🫂
Indonesia


@nayulssie Ak senenggg jugaa dikirimin game lucu kya gitu 😆
Indonesia

@Khshynime Hihi gak telat kok beb gapapa sans ae 😚👍 aku seneng kl pesan dan gamenya dimainin 🫶
Indonesia

I got thiss, telat bgt sorryyyyy but thank u so much for sending this lovely card 🫶🫶🫶 @nayulssie, it takes minutes for me to finish the puzzle. But I had so much fun while doing it (≧∇≦)/


English
𝑅𝑦𝑎𝑠𝑎༻⋆˚ | k. ia retweetledi
𝑅𝑦𝑎𝑠𝑎༻⋆˚ | k. ia retweetledi

Izin saya menambahkan konteks biar diskusinya lebih tajam.
Kasus ini bukan cuma soal "jasa editing dihargai Rp 0." Itu memang bagian paling mencolok dan bikin emosi, tapi masalah strukturalnya lebih dalam. Amsal Christy Sitepu itu videografer yang bikin video profil untuk 20 desa di Kabupaten Karo, masing-masing Rp 30 juta. Videonya jadi, sudah tayang di YouTube, dan 20 kepala desa yang jadi saksi di persidangan bilang tidak ada masalah dengan pekerjaannya. Satu pun tidak ada yang komplain.
Yang bikin masalah adalah, auditor Inspektorat Karo menetapkan harga wajar cuma Rp 24,1 juta per video. Selisih Rp 5,9 juta dikali 20 desa, jadilah "kerugian negara" Rp 202 juta. Dan di dalam perhitungan RAB versi auditor itu, lima komponen pekerjaan kreatif, yaitu penciptaan ide/konsep, cutting, editing, dubbing, dan penggunaan mic/clip-on, semuanya dipatok Rp 0. Nol. Alasannya? Tidak ada kwitansi fisik pembelian dari pihak ketiga. Karena proses editing itu terjadi di kepala dan di depan layar komputer, bukan beli semen yang ada notanya.
Nah, ini yang perlu kita lihat lebih jernih. Logika auditor itu memang cacat, tapi cacatnya bukan karena orangnya bodoh. Cacatnya karena Standar Harga Satuan di hampir semua pemda di Indonesia memang tidak punya acuan untuk menghargai kerja kognitif. Pemda fasih menghitung harga semen per sak, aspal per ton, konsumsi rapat per orang.
Tapi tarif per jam kerja editor video? Biaya amortisasi lisensi software editing? Tidak ada pedomannya. Jadi ketika auditor dihadapkan pada komponen yang tidak bisa dibuktikan dengan nota belanja fisik, mereka ambil jalan paling "aman" secara birokrasi, yaitu menolkannya, daripada dianggap subjektif oleh BPK di atasnya nanti.
Tapi bukan berarti itu bisa dibenarkan Yah.
Menolkan nilai editing sama saja bilang bahwa raw video bisa langsung jadi video koheren tanpa campur tangan manusia.
Menolkan ide kreatif sama saja bilang storyboard, konsep visual, dan narasi itu muncul dari udara kosong. Ini penyangkalan total terhadap kekayaan intelektual.
Dan ada masalah hukum yang mungkin luput dari perhatian publik. Amsal didakwa pakai Pasal 3 UU Tipikor, yang intinya soal "menyalahgunakan kewenangan karena jabatan." Masalahnya, Amsal itu vendor swasta. Dia tidak pegang jabatan di pemerintahan, tidak punya akses untuk mencairkan dana APBDes, tidak punya wewenang administratif apa pun.
Yang punya wewenang otorisasi pencairan dana itu justru kepala desa. Tapi 20 kepala desa itu cuma dijadikan saksi, bukan tersangka. Yang ditahan justru penyedia jasanya. Agak aneh kalau dipikir, ya.
Saya nggak bilang Amsal pasti benar seratus persen. Bisa saja ada selisih harga yang perlu dipertanyakan.
Tapi kalau memang ada kelebihan bayar, mekanisme koreksinya seharusnya lewat jalur administrasi atau perdata, bukan langsung dilompati jadi pidana korupsi. Apalagi dengan nominal yang kalau dipecah per desa cuma selisih kurang dari Rp 6 juta.
Besok, 30 Maret, Komisi III DPR akan gelar RDPU soal kasus ini. Dan vonis dijadwalkan 1 April. Semoga majelis hakim punya keberanian untuk melihat bahwa ada yang salah dengan cara kita menghargai kerja kreatif di negara ini.
Karena kalau preseden ini dibiarkan, siapa yang berani ambil proyek pemerintah lagi?
Ini perspektif saya yah, bisa jadi ada sudut yang belum saya lihat.
Indonesia

@d_sunny_1247 Kebetulann lgi sempet buka bebb, semoga lancar yahhh sampe wisuda nanti (≧∇≦)/
Indonesia

@Khshynime Tengkyu soo muchhh bebbb 🥹🥹🥹. Busyet sampe on di sini lagi kamu cuy wkwkwk 🤣😭😭
Indonesia
𝑅𝑦𝑎𝑠𝑎༻⋆˚ | k. ia retweetledi
𝑅𝑦𝑎𝑠𝑎༻⋆˚ | k. ia retweetledi

Unpopular opinion:
Biar adil, jangan cuma istri aja yg ditanya “kapan hamil? Kok belum hamil?”.
Tanya juga lakinya, “kok istrimu blm hamil2? Kamu bisa hamilin gak?”
Bisa aja kecebongnya yang gak satset berenangnya ya kan?
Abid@abid0588
Unpopular opinion about woman ?
Indonesia









