txt keabsurdan wni@txtharihariWNI
Guys, ini cerita yang diem-diemnya nyakitin banget...
Dua tahun nikah.
Si istri tau dari awal suaminya anak bungsu, broken home, dibesarkan kakaknya.
Jadi ketika gajian suami selalu dibagi ke keluarga, dia gak pernah protes.
Bahkan ketika dikasih 1,3 juta dari gaji 6,5 juta, dia masih sering gorjekin buah ke mertua, nanya kabar, ikut ngurusin.
Dia percaya.
Sampai satu hari Allah buka sendiri faktanya.
Lagi kumpul di rumah mertua, tiba-tiba keponakan suami dateng dan nagih janji, minta dibeliin mainan karena katanya tiap gajian selalu dibeliin.
Mertuanya malah dengan bangganya nambahin, cerita suami rutin kasih uang, beliin baju, bayarin belanja pasar, beliin jajan keponakan sampai 600 ribu sekali ke supermarket.
Si istri cuma bisa senyum dan bilang alhamdulillah.
Pulang, dia klarifikasi baik-baik. Gak melarang berbakti.
Cuma minta kejujuran.
Dan jawaban suaminya...
"Mereka itu keluarga aku. Kamu itu siapa? Istri itu cuma orang lain.
Kalau disuruh pilih, aku pilih ibu.
Surgaku di sana."
Dua tahun masak, nemenin, ngurusin, berhemat mati-matian dari sisa 1,3 juta.
Dan di mata suaminya, dia cuma orang lain.
Si istri cuma bilang satu kalimat, "Cukup tau," lalu diam.
Kadang perpisahan bukan dimulai dari pertengkaran besar.
Tapi dari satu kalimat yang akhirnya menjawab semua pertanyaan yang selama ini kamu takut tanyakan.
Semoga dia baik-baik saja sekarang.
Dan semoga yang lagi baca ini, kamu dikelilingi orang yang benar-benar menganggapmu ada.