t4mi4ng retweetledi
t4mi4ng
1.6K posts

t4mi4ng
@LALATISTANA
Anak yg terlahir dan besar d jaman Suharto Bekerja dan berkeluarga d jaman sby Dan bodoh dan tolol d jaman jokowi,,😅😅
Katılım Haziran 2021
74 Takip Edilen8 Takipçiler

@rachlannashidik Terserah anda bung mau nolak apa kaga tapi d hati kami rakyat kecil pa harto tetap pahlawan
Indonesia

PERNYATAAN BERSAMA
Atas nama keadilan sejarah dan integritas moral bangsa, kami mempertanyakan keputusan negara yang menobatkan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional.
Kami tak menolak mengakui jasa yang disumbangkan siapapun terhadap Republik ini — termasuk Soeharto. Tetapi kepahlawanan adalah hal yang jauh lebih besar dan penting dari sekedar menghargai jasa seseorang — siapapun dia.
Menjadikan klaim jasa sebagai dalih untuk menutupi, menyamarkan dan mengaburkan kesalahan atau kejahatan sejarah, sama saja dengan menyuntikan bius amnesia sejarah ke tubuh bangsa.
Bagi kami, Kepahlawanan adalah mekanisme moral kolektif: Cara suatu bangsa untuk mendidik anak-anaknya membedakan benar dari salah dalam sejarah. Memilih mana yang patut dihormati dan mana yang harus menjadi pelajaran.
Ia tidak boleh dikosongkan maknanya menjadi sekadar kemegahan personal, karena sesungguhnya ia adalah kompas moral bagi kehidupan bersama dalam menuju masa depan.
Kami setuju, rekonsiliasi bisa saja berguna untuk menyembuhkan luka-luka bangsa. Tapi bila demikian halnya, kami bertanya: Mengapa negara tidak secara konsekuen juga mengakui peran para tokoh-tokoh kiri Indonesia — mereka para pejuang anti-kolonialisme dan anti-imperialisme yang dihapus dari catatan resmi sejarah kemerdekaan hanya karena perbedaan ideologi?
Kami bertanya: Apakah bangsa ini telah kehilangan keberanian untuk mengakui sejarahnya sendiri? Apakah nilai nilai yang hendak diajarkan kepada anak anak dan cucu kita dari sikap inkonsisten dan mau menang sendiri tersebut?
Bahwa kekuasaan boleh berbuat apa saja sepanjang mendatangkan kemakmuran?
Bahwa kepatuhan pada negara lebih penting daripada kemanusiaan dan solidaritas sosial? Bahwa kebebasan adalah ancaman konstan pada pembangunan ekonomi?
Bahwa korban-korban boleh jatuh dan dilupakan demi stabilitas politik?
Jika itu pelajaran moral yang akan diwariskan kepada generasi muda, maka bangsa kita bukan sedang membangun masa depan, melainkan sedang memperpanjang bayang-bayang masa lalu.
Terhadap kemungkinan itu, kami menyatakan tidak setuju.
Jakarta, 10 November 2025
1. Andi Arief
2. Rachland Nashidik
3. Hery Sebayang
4. Jemmy Setiawan
5. Aam Sapulete
6. Robertus Robet
7. Syahrial Nasution
8. Rocky Gerung
9. Yopie Hidayat
10. Bivitri Susanti
11. Abdullah Rasyid
12. Ulin Yusron
13. Iwan D. Laksono
14. Beathor Suryadi
15. Affan Afandi
16. Zeng Wei Zian
17. Umar Hasibuan
18. Hendardi
19. Syahganda Nainggolan
20. Hardi A Hermawan
21. Denny Indrayana
22. Benny K. Harman
23. Endang SA
24. Yosi rizal
25. Syamsuddin Haris
26. Khalid Zabidi
27. Monica Tanuhandaru
28. Ikravany Hilman
29. Hendrik Boli Tobi
30. Isfahani
31. Elizabeth Repelita
32. Roni Agustinus
33. Marlo Sitompul
34. Tri Agus Susanto S
35. Oka Wijaya
Indonesia

@tvOneNews Dah berapa uang hasil korupsi c mukidi yg masuk MUI ea sangat mencurigakan inh,,🤔🤔 @KPK_RI mana nh
Indonesia

Ketua Umum MUI, Anwar Iskandar, menilai penanganan Polda Metro Jaya di kasus tudingan ijazah palsu yang dilaporkan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) sudah tepat. Anwar mengingatkan mengenai kebebasan berpendapat yang harus digunakan dengan penuh tanggung jawab.
"Sudah tepat supaya menjadi pelajaran bagi siapapun untuk tidak menyalahgunakan kebebasan berpendapat justru untuk caci maki," kata Anwar kepada wartawan, Jumat (7/11/2025).
Anwar lantas menyampaikan doa untuk Jokowi. "Semoga Pak Jokowi selalu diberikan kesehatan lahir dan batin," ujar Anwar.
Simak berita selengkapnya di tvonenews.com
#HardNews_Hukun #NewsOne #CariBeritaditvOne #MetuaMUI #AnwarIskandar #KasusIjazahJokowi #RoySuryo

Indonesia

@Bambang80369845 @Jumianto_RK Cintai rakyat kodok,,🤣🤣
Pameungpeuk, Indonesia 🇮🇩 Indonesia

@Jumianto_RK Mau ganti geng apapun Jokowi tetep di cintai rakyat Indonesia.
Indonesia

@Mdy_Asmara1701 Bukan nya c opung udah jadi tersangka ea, ko masih bacot aja ea dia
Indonesia

@Tan_Mar3M @prabowo Orang mana nh tan biar kita gruduk kerumah nya, biar kita tau rakyat yg mana yg d maksud
Indonesia

@BangPino__ Kira2 mereka d bayar berapa ea sama c termul bisa d taksir gak,,🤔🤔
Indonesia

@kegblgnunfaedh Buat yg mo pindah negara... Gih sono! Lu pikir gampang hidup di negara orang? Asal bunyi aja. Kalo dah pindah, jgn ngarep lu balik lg sini. Heran. Sebobrok2nya Indonesia, ga semuanya jelek. Yg sempurna itu cuma hidup di surga. Lu pindah negara, lu bkl ttp nemu kekurangan yg laen
Indonesia

(Bagian 1)
Drakor Fufufafa. Oleh: Tony Hasyim, Wartawan Senior Forum Keadilan.
Baiklah, anggap saja pemilik akun "fufufafa" adalah Gibran Rakabuming Raka.
Lantas kalian - para pengais jejak digital - maunya apa?
Mau mempidanakan Gibran? Lapor ke polisi supaya Gibran dipidana? Ya tidak bisa.
Karena yg punya _legal standing_ untuk melaporkan delik penghinaan, pencemaran nama baik, fitnah dan sejenisnya adalah korban. Yaitu Prabowo Subianto.
Atau kalian mau menceraikan Dwitunggal Prabowo-Gibran?
Lantas posisi Gibran mau kalian ganti dengan Anies, Gandjar atau Puan Maharani?
Apa semudah itu? Apakah parpol-parpol KIM Plus itu setuju dengan niatmu?
Jejak digital seperti ranjau darat yang dipasang pasukan Zeni untuk menjebak musuh.
Dia harus mencatat koordinatnya agar sewaktu-waktu, jika perang berakhir, bisa dijinakkan oleh dirinya sendiri atau orang lain.
Penemuan "ranjau fufufafa" ini bukan hal yang kebetulan.
Pelakunya mudah diusut. Karena dialah yang sebenarnya mengais-ngais bom ranjaunya sendiri untuk dijadikan amunisi menyerang Gibran yang asli.
Akun ini juga tidak pernah populer dan jadi trending pada masanya.
Tapi sekarang dia angkat kembali agar menimbulkan geger di media sosial.
Tapi karena pasukan yang kalah di Pilpres kemarin ngotot dengan keyakinan dan imajinasinya sendiri ya sudahlah.
Tidak ada yang bisa melarang kalian asyik menjadi detektif digital.
Sekarang, taruhlah Gibran yang asli mengakui perbuatannya.
Bagaimana jika Prabowo langsung memaafkan dan memeluknya?
Apakah kalian sudah siap meraung-raung lagi sambil bercucuran air mata seperti menonton "Drama Korea"?
Setelah ini apa lagi? Setelah gagal dan gagal, kalian pasti tidak akan berhenti mengais-ngais amunisi baru untuk menyerang pemenang Pilpres bukan?
Mayoritas rakyat sebenarnya ingin kita semua bersatu lagi.
Tapi sistem demokrasi memang tidak bisa melarang aktivitas pegiat perselisihan politik.
Prabowo dan Gibran akan baik-baik saja. Gibran memang masih anak kemarin sore. Tapi Prabowo bukan.
Prabowo terlalu kuat untuk dihasut. Dia prajurit Kopassus, daging dan tulangnya keras karena berpuluh-puluh tahun disiksa oleh latihan dan perang.
Tapi bukan kekuatan fisik yang membuat dia luar biasa. Kekuatan jiwanya itulah yang membuatnya sangat kokoh.
Ketulusan dia memaaafkan dan merangkul semua bekas musuh politiknya membuat mayoritas rakyat Indonesia "meleleh" di Pilpres 2024.
"Prabowo have a big heart". Itu kata kawan saya seorang wartawan Bule Jerman. Lantas saya komentari. "Prabowo is more than you know, comrade!"
Prabowo adalah manusia otentik. Dia tidak suka berselisih dengan sesama manusia bahkan dengan binatang.
Prabowo sayang binatang sudah menjadi pengetahuan umum.
Tapi banyak yang belum tahu dia melarang keras para staf di kediamannya membunuh ular, tikus dan semua binatang liar yang masuk ke kediamannya. Instruksinya tegas, harus ditangkap hidup-hidup dan dikembalikan ke habitatnya.
Prabowo, bukan hanya memelihara kucing, kuda dan kambing, tapi juga memelihara semut. Pernah lihat orang asyik memberi makan semut dengan butiran gula? Mainlah ke rumah Prabowo di Hambalang.
Si wartawan Bule itu langsung "speechless" mendengar cerita saya.
Urusan dihina dan difitnah, Prabowo sudah terlalu kenyang. Prabowo, begitu juga Jokowi sebenarnya adalah sama2 korban dari "sistem Pilpressung".
Karena presiden dipilih langsung oleh ratusan juta rakyat, mau tidak mau jutaan rakyat, tua muda, miskin kaya, terpaksa ikut-ikutan mengkampanyekan idolanya.
Demokrasi kita sangat bebas. Rakyat tidak dilarang berkampanye dengan narasi sesukanya.
Tidak peduli fakta atau hoaks yang penting idolaku menang. Itulah yang terjadi selama kampanye Pilpres 2014 dan 2019.
Gibran mungkin saja terlibat dalam masa2 kampanye brutal tersebut. Apalagi bapaknya dituduh PKI, dituduh Katolik, dituduh Cina, dan dituduh macem-macem.
Gibran yang masih polos di tahun 2014, sudah tentu ngamuk2 seperti para pencinta Jokowi yang lain.
Lanjut Bagian 2 di bawah
Indonesia
t4mi4ng retweetledi

@Minietweets_ Emang nya itu smw udah terwujud bangke, udah ada bukti belum atau itu cuma omong doang
Indonesia

WAJIB DISIMAK
Bagi yg tidak faham kenapa Jokowi dibenci, kenapa Jokowi harus turun...!!!
Demo up tagar #PolisiBrutal adlh rangkaian untuk menjatuhkan Jokowi. Siapa yang ada di belakang mereka ???
Indonesia

@_memoryusang Otak loe aja gak nyampe nenk, itu acara karnapal nya bukan acara upacara resmi kemerdekaan nya kalau otak d pake ea neng
Indonesia

Untuk Pilkada Serentak Bulan November nanti.
GUA AKAN #SKIP SIAPAPUN CALON DARI #PDIP
Gua HANYA akan pilih Partai yg RAMAH dengan Pak Jokowi.
Sesimple itu 🥰
Pasca Pilpres 2024
Prinsip Gua
SAY NO TO 🚫❌ PDIP ❌🚫
#SAYNOTOPDIP
Indonesia
t4mi4ng retweetledi

@andri220707 @zainalmusyaffak Yg 85% kan nunggu bansos,,🤣🤣 mana mampu beli,,🤭🤭
Indonesia

@zainalmusyaffak Cuma 16% dan 24% aja koq yg Nolak,banyak dari mana??? Kalian itu dah kayak Token,Tinggal Dikit... Bunyi nya makin berisik
Indonesia
t4mi4ng retweetledi

Mari kita Survei di sini.
Apakah Kalian Percaya dengan Hasil Survei @indikatorcoid besutan @BurhanMuhtadi...?
Percaya 👉🏻 💬
Tidak Percaya 👉🏻❤
Tidak Percaya Banget 👉🏻🔄❤

Indonesia

@democrazymedia Suara rakyat yg 96,2 jt lebih akan jadi pertimbangan MK ut tolak 01 n 03
Indonesia

Yusril Ingatkan Potensi "Chaos" Jika Belum Ada Presiden Baru Sampai 20 Oktober: MK Tak Berani Ambil Risiko Sebesar Itu
democrazy.id/2024/04/yusril…
Indonesia

Karangan Bunga Berisi Sindiran untuk Kubu 01 dan 03 Banjiri Gedung MK dlvr.it/T5mmm0
Indonesia













