BINGUNG
1.4K posts


@DeHoutman_id @gibran_tweet Antum itu artinya apa ya? Dalam bahasa Indonesia, bahasa Jawa dan bahasa2 daerah lain, tdk ada kata "antum". 😁
Indonesia

Iki nek kalah terus si kevin ra sido nyalonke walikota lho
PERSIS@persisofficial
𝗪𝗮𝗸𝘁𝘂 𝗽𝗲𝗻𝘂𝗵. 🔴 #FreeFirexPERSIS #PERSISBARITO
Indonesia
BINGUNG retweetledi
BINGUNG retweetledi
BINGUNG retweetledi

Din Syamsuddin: Saya dan Rakyat Berada di Samping Rocky Gerung oposisicerdas.com/2023/08/din-sy…
Indonesia
BINGUNG retweetledi

@LAODE79285118 Di ilikitiknya pake jarum jahit oom.. utowo silet..
Indonesia

@LAODE79285118 Protap mereka: salah benar pokoknya dibela. Kacamata kuda.
Indonesia

@MasBroJowoNKRI Ngajar RG gampang > di cancang ning wit pelem trs di-ilik-kitik . ora kena HAM brow
Indonesia
BINGUNG retweetledi

Robot politik itu algoritmanya adalah memecah-belah bangsa.
cnnindonesia.com/nasional/20230…
Indonesia

@Pekaklonto76 Sakit apa kang ?
Mohon maaf baru ketemu akun panjenengan ( anda ) lagi nich. Akun ku yg lama di gondol burung kang .
Indonesia

@JhonniSinaga20 Itu tanda ke tidak waspadaan mereka dlm kehidupan.
Mereka hanya menuruti hawa nafsu , saya yakin akan menghancurkan kehidupan nya mereka sendiri mas.
Indonesia

Bodoh amat NARASI ini. Buruh datang ke JAKARTA dari JAWA BARAT TANGGAL 3 Agustus 2023 untuk demo tanggal 10 Agustus 2023.
7 hari alpa dengan alasan DEMO ???
Jangankan 7 hari, 3 hari saja anda tidak hadir dengan alasan DEMO, anda pasti di-PHK.
Wajarlah hidup anda SURAM ...!!!🇮🇩
¥@N'$@yaniarsim
Buruh dari Bandung, Jabar siang ini Kamis 3 Agustus 2023 sudah mulai bergerak menuju Jakarta.
Indonesia

@gibran_tweet Bahasa kepanikan RG mulai terlihat mas gibran. Walaupun Bpk sekeluarga diam, suasana serta alam tdk akan diam mas. Optimis akan akan menjawab prilaku dan ucapan dia. Suwun.
Indonesia

@jansen_jsp @jokowi Sekalipun Pak Jokowi tdk mau lapor , suasana dan alam yg akan akan menjawab. Dan anda tdk akan mampu menjangkau atas kehendak Nya ( Allah Swt ).
Indonesia

“PANDANGAN SAYA SOAL KASUS ROCKY”
1) Pendukung pak Jokowi ingin Rocky ditangkap-dipenjara bahkan sampai ngancam akan lakukan persekusi dll. Tapi pak @jokowi sendiri, tidak mau buat pengaduan/laporan. Truss bagaimana kasus ini bisa berjalan?
2) Melihat perkembangan kasus ini sejak bbrp hari ini, sebaiknya pak Jokowi adukan/laporkan saja RG. Krn pendukung bapak terlihat sangat ingin RG dipenjara. Biar saja nanti di pengadilan diuji — jika APH menganggap perkara ini cukup bukti dibawa ke persidangan dan mediasi di penyidikan gagal — apakah bapak yg benar atau RG?
3) Jika pak Jokowi tidak mau buat LP, sebaiknya kasus terkait Rocky ini segera ditutup/dihentikan saja semua. Termasuk berbagai polemiknya. Krn tidak ada satupun perkara itu yg layak dilanjutkan krn prosedurnya yg tidak benar.
Termasuk pihak2 yg koar-koar: “RG telah berhasil kami laporkan”. Padahal itu LP yg dipaksakan & dilarikan ke pasal: berita bohong, menghasut dll saja, agar LP nya diterima. Karena yg jadi persoalan diperkara ini adalah kata2: “bajingan, tolol” sebagaimana video yg diviralkan. Inilah yg mau diuji dan dibuktikan: itu masuk pencemaran, nyerang kehormatan atau tidak? Termasuk RG dan kuasanya akan membela sebaliknya.
4) Dgn fakta ini, para pendukung pak Jokowi menurut saya baiknya diam dulu. Krn yg punya “legal standing” disini satu-satunya HANYA individu bernama pak Jokowi saja. Jika kalian ingin bersuara, lebih baik kalian dorong pak Jokowi buat LP. Ketimbang kalian ribut, demo, ancam lakukan persekusi dll. Padahal secara hukum itu tidak bermakna apa-apa, jika prosedurnya tidak benar & dibenarkan dulu.
Kita ini masih Negara hukum, “rechstaat”. Bukan negara otot, “ototstaat”. Tidak bisa krn tekanan otot kalian, prosedur hukum tertulis yg jadi pegangan bersama, jadi diabaikan.
5) Kita ini tidak hidup di Thailand dimana hukum “Lese Majeste” masih berlaku. Dimana Raja tidak boleh disentuh sedikitpun. Sejak putusan MK bbrp tahun lalu, politik hukum kita sudah berubah. Khususnya terkait pasal2 yg dulu eksis di KUHP terkait penghinaan Presiden.
Skrg, tanpa ada pengaduan dari yg dicemarkan atau kuasanya, penegak hukum tidak boleh bertindak. Dalam delik pencemaran ini skrg, tidak ada bedanya lagi seorang Presiden sedang berkuasa dgn rakyatnya yg biasa.
Hukum kita sudah sangat jelas mengatur itu. Jadi silahkan saja bagi yg merasa dirinya dicemarkan kehormatannya diserang — termasuk jika dia Presiden sekalipun — gunakan haknya buat laporan/pengaduan.
Jika itu tidak dilakukan bagaimana kasus ini bisa diproses dan berjalan seperti diharapkan pendukung? Krn bahkan kadang, itu dilakukanpun belum tentu kasus itu bisa dibuktikan. Apalagi tidak dilakukan. Tapi minimal jika telah dilakukan, APH bisa bekerja. Dan kegundahan para pendukung bisa tersalurkan.
6) PENUTUP. Yg hari ini Presiden esok hari bisa kembali jadi rakyat biasa. Sebaliknya yg skrg jelata bisa jadi Presiden berikutnya. Itulah Demokrasi. Dgn sistem kita skrg, paling lama hanya 10 thn saja seseorang bisa jadi Presiden, sekuat dan se-dicintai apapun dia.
Akhir kata:
“Yang perlu kita jaga dan temani itu bukan ketika seseorang jadi Presiden, tapi ketika dia sudah tidak lagi jadi Presiden. Disitulah dia serentan-rentannya dari segala hal. Rentan dari serangan, berbagai tuduhan termasuk kesepian. Kalau ketika jadi Presiden, sudah dialah manusia paling kuat dan paling ramai didatangi orang dgn segala otoritas, proteksi, fasilitas dan kewenangan yg dimiliki. Itu maka muncul banyak para pencari muka.
Saya berharap teman2 yg skrg mendukung pak Jokowi teriak-teriak paling kencang ini, akan terus setia menemani beliau ketika sudah turun nanti bahkan sampai akhir hayatnya. Itulah baru disebut pendukung sejati. Loyalis sejati. Jangan sampai kita yg oposisi sepanjang sejarah pemerintahan beliau ini malah nanti yg akan jaga pak Jokowi.
Jadi ujian bagi para loyalis pak Jokowi ini bukan ketika beliau berkuasa skrg, namun nanti ketika beliau sudah turun.”
Sehat utk kita semua,
Hormatku,
— JANSEN SITINDAON


Indonesia

@MasBroJowoNKRI Ilmu soko ndiii kiii , mblandring kok nganggo bom molotof , jiancok2 😂😂
Indonesia

@HarsaKang @OposisiCerdas Haiyo to.
Ngomong nya 11-12 dg Amien Rias. Berani bagi angpao ?
Indonesia




