DERU DEBU_🇲🇨

13.2K posts

DERU DEBU_🇲🇨 banner
DERU DEBU_🇲🇨

DERU DEBU_🇲🇨

@LambangDC5

“Lihatlah diriku, sebuah kata yang maknanya samar-samar dan membingungkan; kadangkala tak bermakna; kadangkala bermakna banyak hal” (K G)

Indonesia 🇲🇨 Katılım Kasım 2018
1.9K Takip Edilen2.2K Takipçiler
DERU DEBU_🇲🇨 retweetledi
𝑺𝒂𝒕𝒖 𝑱𝒂𝒍𝒂𝒏- الطَّرِيقُ الْوَاحِدُ🇲🇨
Memaknai 1 Syawal di Tengah Perbedaan Waktu --- Perbedaan yang Tak Perlu Memecah Setiap tahun, menjelang penghujung Ramadan, umat Islam dihadapkan pada sebuah realita yang sudah sangat familiar: **idul fitri jatuh pada hari yang berbeda**. Sebagian menyambut 1 Syawal di hari Senin, sebagian lagi menunggu hingga Selasa. Dua keluarga dalam satu rumah kadang berbeda. Dua masjid dalam satu kecamatan tak jarang tidak seragam. Pertanyaannya bukan *siapa yang benar* — melainkan: **bagaimana kita memaknai 1 Syawal ketika perbedaan itu tak terelakkan?** --- Akar Perbedaan: Bukan Soal Perpecahan Perbedaan penetapan 1 Syawal lahir dari dua metode yang masing-masing memiliki akar ilmiah dan syar'i yang kuat: **Rukyatul Hilal** — melihat hilal secara langsung, menjaga tradisi visual yang diajarkan Rasulullah ﷺ dan menghormati batas wilayah hukum negara. **Hisab Hakiki** — perhitungan astronomi yang presisi, meyakini bahwa ilmu yang Allah anugerahkan kepada manusia adalah bagian dari cara mengenal waktu-Nya. Keduanya bukan bid'ah. Keduanya bukan kesesatan. Keduanya adalah **ikhtilaf mu'tabar** — perbedaan pendapat yang diakui dalam khazanah fiqih Islam. Para ulama besar sejak abad pertengahan — Ibn Hajar, Al-Qaradawi, hingga ulama kontemporer — telah mendiskusikan ini dengan penuh adab. Perbedaan ini adalah **warisan kedewasaan intelektual Islam**, bukan cacat peradabannya. --- Makna Sejati 1 Syawal 1 Syawal bukan sekadar tanggal di kalender. Ia adalah **simbol spiritual** yang jauh melampaui soal hari. > *"Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al-Qur'an pada malam kemuliaan..."* (Al-Qadr: 1) Allah yang menentukan waktu-Nya sendiri tidak pernah menjadikan perbedaan kalender sebagai ukuran keimanan. Yang sesungguhnya dirayakan pada 1 Syawal adalah: - **Kembalinya fitrah** — kesucian yang diperjuangkan selama 30 hari penuh - **Kemenangan melawan hawa nafsu** — bukan kemenangan atas kelompok lain - **Persatuan ruhani** — meski raga berbeda waktu shalat Id-nya, hati tetap satu dalam menghadap Rabb yang sama - **Syukur kolektif** — bahwa Allah masih memberi umur untuk menyempurnakan ibadah --- Ketika Keluarga Berbeda Hari Inilah ujian sesungguhnya dari perbedaan ini — bukan di forum debat, melainkan di meja makan keluarga. Seorang ayah yang ikut pemerintah, seorang anak yang ikut ormas, seorang nenek yang ikut kiai kampung. Tiga generasi, tiga hari lebaran yang mungkin berbeda. **Apa yang seharusnya terjadi di sana?** Bukan saling mendiamkan. Bukan saling membenarkan diri. Melainkan: > **Menghormati pilihan dengan tetap memeluk persaudaraan.** Rasulullah ﷺ bersabda: *"Perbedaan umatku adalah rahmat."* Bukan berarti semua perbedaan dibenarkan — melainkan bahwa dalam wilayah ijtihad, umat Islam punya keluasan yang justru mencerminkan kasih sayang Allah kepada keberagaman akal manusia. --- Satu Syawal, Satu Jiwa Yang menyatukan kita bukan keseragaman tanggal — melainkan **kesamaan tujuan**: - Kita sama-sama menahan lapar dan dahaga karena Allah - Kita sama-sama bangun sahur di sepertiga malam terakhir - Kita sama-sama menangis dalam doa witir, memohon ampun - Kita sama-sama berharap keluar dari Ramadan sebagai manusia yang lebih baik Maka ketika saudara kita bertakbir sehari lebih awal, ucapkanlah dalam hati: *"Semoga Allah menerima amalmu."* Dan ketika kita bertakbir sehari setelahnya, yakini bahwa langit yang sama, Allah yang sama, mendengar takbir kita semua. --- 1 Syawal adalah pintu. Pintu yang dibuka oleh setiap mukmin — meski tidak selalu di saat yang persis bersamaan. Yang penting bukan serentak membuka pintunya, melainkan **ke mana kita berjalan setelah pintu itu terbuka**: menuju ketakwaan yang lebih dalam, akhlak yang lebih mulia, dan persaudaraan yang lebih kuat. "Taqabbalallahu minna wa minkum." Semoga Allah menerima amal ibadah kita semua. #satujalan
Indonesia
2
9
33
1.3K
Agus Pangestu
Agus Pangestu@AgusPan49950683·
@MartinusButarb1 Para setan, iblis dajjal nggak ada yg akan menyerah maju tak gentar membela yg bayar
Indonesia
1
0
1
1.2K
Martinus Butarbutar
Martinus Butarbutar@MartinusButarb1·
Dari Foto2 nya sdh terbongkar tdk ada jejak dia di kampus itu. Dari FC arsip pendaftar peserta pemilu di berbagai KPU terbongkar ketidaksesuaian hukumnya. Blm lagi bukti2 kejanggalan yg sdh ditemukan sebelumnya. Menyerah saja lah kalian semua…
Indonesia
54
306
1K
45.1K
DERU DEBU_🇲🇨 retweetledi
𝑺𝒂𝒕𝒖 𝑱𝒂𝒍𝒂𝒏- الطَّرِيقُ الْوَاحِدُ🇲🇨
Surat An-Nur — Cahaya di Atas Cahaya Bagaimana cahaya itu bekerja dalam masyarakat. "Suatu surat yang Kami turunkan dan Kami wajibkan..."* (QS. An-Nur: 1) Seolah berkata: *Ini bukan sekadar teks — ini undang-undang peradaban.* Lahir dari Krisis Surat ini turun saat peristiwa Ifk — Aisyah difitnah oleh kaum munafik. Gosip menyebar. Masyarakat terpecah. Bahkan sebagian sahabat ikut ragu. Al-Qur'an turun bukan hanya untuk membersihkan nama Aisyah, tapi untuk "membangun sistem pencegahan" agar fitnah tidak bisa tumbuh subur di masyarakat manapun. "Mengapa ketika kamu mendengar berita bohong itu, kamu tidak bersangka baik?" (QS. An-Nur: 12) Al-Qur'an tidak hanya menyalahkan penyebar fitnah — ia menyalahkan pendengar yang tidak kritis. Di era media sosial, ayat ini terasa seperti diturunkan kemarin. Viral bukan berarti benar. Dan standar pembuktiannya sangat ketat: Empat saksi untuk tuduhan zina. Bukan karena Al-Qur'an tidak serius soal moralitas, tapi karena kehormatan manusia begitu berharga — tuduhan tanpa bukti lebih berbahaya dari kejahatan itu sendiri. --- Nurun ala Nur Di tengah surat yang bicara tentang hukum sosial, tiba-tiba muncul ayat yang terasa seperti puisi kosmis: "Allah adalah cahaya langit dan bumi... Cahaya di atas cahaya." (QS. An-Nur: 35) Nurun ala Nur. Cara sederhana memahaminya: "cahaya tidak membutuhkan pembuktian." Kamu tidak bisa mendebat bahwa ruangan itu terang , kamu cukup membuka pintu. Demikian kehadiran Allah , bukan sesuatu yang dibuktikan melalui argumen, tapi sesuatu yang dirasakan ketika semua penghalang disingkirkan. --- Tiga Penjaga Cahaya 1. Privasi rumah "Janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin."(QS. An-Nur: 27) Rumah adalah tempat manusia menjadi dirinya sendiri. Al-Qur'an melindungi ruang itu dengan serius. 2. Pandangan yang dijaga "Katakanlah kepada laki-laki beriman agar mereka menjaga pandangannya."(QS. An-Nur: 30) Yaghudhdhu min absharihim menundukkan sebagian pandangan. Bukan menutup mata sepenuhnya. Ini bukan represi , ini manajemen diri. Pandangan adalah pintu pertama menuju pikiran, pikiran menuju perasaan, perasaan menuju tindakan. Menjaga pintu pertama adalah langkah paling efisien. 3. Pernikahan sebagai tanggung jawab komunal "Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu."(QS. An-Nur: 32) Kata "nikahkanlah" ditujukan kepada masyarakat, bukan hanya individu. Komunitas yang sehat **aktif memfasilitasi** ikatan yang sah, bukan hanya melarang yang tidak sah. --- Ketika Cahaya Tidak Sampai Surat ini juga menggambarkan jiwa yang gelap — kontras langsung dengan Ayat Cahaya: "Seperti kegelapan di lautan yang dalam, diliputi ombak, di atasnya ombak, di atasnya lagi awan. Kegelapan berlapis-lapis."(QS. An-Nur: 40) Penyebabnya? Bukan kejahatan besar. Tapi **penghalang yang menumpuk satu per satu** — kebiasaan buruk di atas kelalaian, kelalaian di atas kealpaan — hingga cahaya tidak bisa masuk sama sekali. --- Semesta Pun Bertasbih "Tidakkah kamu tahu bahwa bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan bumi, dan burung-burung yang mengembangkan sayapnya." (QS. An-Nur: 41) Burung bertasbih dengan cara terbangnya. Ombak bertasbih dengan cara memecahnya. Setiap makhluk beribadah sesuai fitrahnya. Dan manusia — dengan akal dan pilihan — memiliki cara bertasbih paling mulia: "memilih untuk tunduk meski bisa memilih untuk tidak." --- Surat An-Nur mengajarkan bahwa cahaya bukan hanya soal spiritualitas pribadi. Ia harus terpancar dalam cara kita berbicara, cara kita memandang, cara kita merespons fitnah, cara kita membangun komunitas. Seseorang yang penuh cahaya di dalam tapi gelap dalam perilaku sosialnya — belum selesai dengan dirinya sendiri. Karena cahaya sejati tidak bisa disimpan. Ia menyebar. *Nurun ala Nur.* ✨
Indonesia
4
61
222
5.4K
DERU DEBU_🇲🇨 retweetledi
Hanif | AI For Productivity
Hanif | AI For Productivity@hanifproduktif·
"Bunga 0%" "Bayar bulan depan" "Belanja sekarang, pikirin nanti" "Bebas biaya admin" "Bonus cicilan 3 bulan" Itu JEBAKAN. Paylater gak gratis. Mereka ambil duit lo lewat cara yang lo GAK SADAR. Gue breakdown semua trik marketing mereka. Setelah baca ini, lo gak akan kena tipu lagi.
Indonesia
67
1.3K
4.8K
353.2K
DwiOktariyadi
DwiOktariyadi@dwioktariyadi·
Apakah betul ada coup di China
Indonesia
10
1
5
1.4K
DERU DEBU_🇲🇨 retweetledi
logika sederhana
logika sederhana@nalar_logis·
terimakasih ditayangkan video ini Bersyukur selama 10 tahun figur ini pernah memimpin Indonesia Layanan birokrasi dan pengadaan tender yg tadinya manual (dan sogok sana-sini) di kantor-kantor, dirombak habis jadi berbasis online (OSS dll) Figur yg tidak disukai banyak orang karena menutup peluang mafia proyek, perampok anggaran dan tikus-tikus kantor Berbagai pencapaian infrastruktur transportasi membuat negeri ini sejajar dg negara negara maju di kawasan Salah satu presiden terbaik negeri ini
Indonesia
9
18
50
3.6K
Edy Bayo Regar
Edy Bayo Regar@regar_op0sisi·
Ketika itu masih kelihatan culun,ndeso dan sederhana. Sosok inilah yg membuat rakyat Indonesia terpedaya.
Indonesia
194
282
1.1K
97.5K
DERU DEBU_🇲🇨
DERU DEBU_🇲🇨@LambangDC5·
Selamat Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (bagi saudara2ku yg merayakannya) ... Semoga damai Natal menyertai kita semua dan tahun baru membawa berkah yang melimpah. 🤲🙏
DERU DEBU_🇲🇨 tweet media
Indonesia
0
0
0
44
DERU DEBU_🇲🇨
DERU DEBU_🇲🇨@LambangDC5·
@jokowi SELAMAT HARI IBU IBU adalah Madrosatun ula, mendidik anak tanpa pamrih ,mencintai dgn Tulus dan memberikan yg terbaik utk keluarga Semoga ALLAH SWT Karuniakan Kekuatan dan Kesabaran dlm menjalankan Perannya ,ALLAH Berikan Kesehatan dan Keberkahan Usia dlm Setiap Pengorbanan
DERU DEBU_🇲🇨 tweet media
Indonesia
0
0
1
515
DERU DEBU_🇲🇨 retweetledi
Joko Widodo
Joko Widodo@jokowi·
Kasih ibu terus hidup, dari keluarga ke masyarakat, dari satu generasi ke generasi berikutnya. Terima kasih atas peran besar seluruh ibu dalam kehidupan kita. Selamat Hari Ibu
Indonesia
185
159
1K
85K
DERU DEBU_🇲🇨
DERU DEBU_🇲🇨@LambangDC5·
@dwioktariyadi PP Tunas menjdi langkah negara utk memperjelas tanggung jwb platform &mengurangi beban pengawasan yg selama ini dipikul keluarga.Namun,efektivitasnya bergantung pada SOP teknis, transparansi algoritma,literasi digital,serta penyediaan opsi aman bagi anak magdalene.co/story/urgensi-…
Indonesia
0
0
0
38
DERU DEBU_🇲🇨 retweetledi
DwiOktariyadi
DwiOktariyadi@dwioktariyadi·
Indonesia akan menyusul Australia sbgai negara yg membatasi anak-anaknya menggunakan medsos. Menkomdigi Meutya Hafid mengatakan, aturan pembatasan medsos dan Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) rencananya diberlakukan mulai Maret 2026. Indonesia udh memiliki PP Tunas (PP No. 17/2025) aturan utk melindungi anak2 di ruang digital.
DwiOktariyadi tweet mediaDwiOktariyadi tweet media
Indonesia
11
19
52
4K
DERU DEBU_🇲🇨
DERU DEBU_🇲🇨@LambangDC5·
@mas_veel @arumanjani_ @grok Ah tidak juga mas .. Sptnya sy sudah kenal lama dgn membaca tweet2 nya : Analisa yg matang dgn penjabaran logika yg rapi Berbobot Pokoknya Multi talenta deh 😁
Indonesia
1
0
1
36