Lompad

439 posts

Lompad banner
Lompad

Lompad

@Lompadang

150'24

Katılım Ağustos 2024
36 Takip Edilen28 Takipçiler
Lompad
Lompad@Lompadang·
Era 20/d
Español
0
0
0
10
hanyur
hanyur@menghanyurkan·
setiap ada yang komentar "sepakat", semakin jelas bahwa tiap perempuan yang bicara, selalu dianggap gak penting dan "di-iya-in" saja. Gini kok mau klaim patriarki sudah gak ada.
Indonesia
1.1K
4.7K
18K
350.5K
Lompad retweetledi
Chè Guèvoslo
Chè Guèvoslo@trenneater·
@yappingfess difitnah misogini saya diam... di cap patriarki saya diam...dihujat hujat dihina-hina saya diam... . Tetapi hari ini di x saya sampaikan saya akan LAWAAANNN... sepakaattt
Indonesia
128
767
8K
220.2K
Lompad
Lompad@Lompadang·
Info aja, word bisa buka history pengeditan
Indonesia
1
0
0
38
Lompad retweetledi
S 1 ND
S 1 ND@NazrielIlhammm·
@idextratime Pas kick off ampe selesei kaya gini.
S 1 ND tweet media
Indonesia
22
53
526
59.6K
bazed
bazed@umarbased·
baru mau nugas malah mati lampu
Indonesia
4
0
1
802
Lompad
Lompad@Lompadang·
Darurat literasi
Lompad tweet media
#HentikanBuzzeRpBodohiBangsa@HentikanBuzzeRp

@LambeSahamjja "Bila punya dosa berat" Lah, anak bayi orang kristen jg gak boleh dong, khan mereka udah dianggap berdosa sejak ia lahir karena dosa yg otomatis diwariskan! Waduh 😆 "Allah bukanlah manusia," Bilangan 23:19

Indonesia
1
0
0
56
Barca Stuff Indonesia
Barca Stuff Indonesia@barcastuff_idn·
Lini depan Barca di pertandingan El Clasico? 🤔
Barca Stuff Indonesia tweet media
Indonesia
121
27
1.5K
60.4K
Lompad
Lompad@Lompadang·
@Lihh36 Pria 095 teman sekelas berlari ku dituduh 😓
Indonesia
0
0
0
74
✶
@mendadaknih·
KATA ORANG ENAK, TAPI KAMU GA SUKA:
Indonesia
2.6K
351
3.4K
616.6K
Lompad
Lompad@Lompadang·
@itbfess_x 1. Jangan main klarinet. 2. Jangan pernah melambaikan lampu senter ke depan dan ke belakang terlalu cepat. Itu dianggap undangan. 3. Jangan pernah berhenti menatap sekitar. 4. Jangan makan keju, kecuali yang kotak. 5. Jangan pakai topi sombrero. 6. Jangan pakai baju bodoh.
Indonesia
0
0
30
1.4K
ITBFess - kirim menfess di itbfess.wtf
iya selamat keren sekarang udah punya jakang marlong baru tapi minimal kalau lewat sekre calon himpunannya LEPAS JAKANGNYA terutama pas himpunannya lagi upacara yang sifatnya sakral. Punya otak ga sih itb!
Indonesia
242
26
965
606.4K
io
io@marioutamaaa·
@Lompadang sampe mana lom
Indonesia
1
0
0
31
Lompad
Lompad@Lompadang·
Apalah bleach ini, cepat kali upgrade kekuatan
Indonesia
1
0
0
79
Lompad retweetledi
Pendaftaran SMA Taruna Nusantara
Pendaftaran SMA Taruna Nusantara@pensisruSMATN·
Selamat malam, selamat berakhir pekan ya… Tidak lama lagi 🙏🙏
Indonesia
297
103
1.2K
222.1K
Lompad retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ini gilaa sihh Suster Natalia. Perempuan yang tidak menikah. Tidak punya harta pribadi. Mengabdikan seluruh hidupnya untuk gereja dan umatnya di Labuhanbatu, Sumatera Utara. Dan sekarang dia harus menanggung beban Rp28 miliar yang raib bukan uangnya sendiri tapi uang 1.900 jiwa umat yang dia jaga amanahnya. bahkan dia bilang ke teman dia yang suster juga dia akan masuk penjara. dia cerita Setiap kali ketemu umat yang sederhana itu, saya selalu katakan: mari, masa depan anak-anakmu melalui menabung. Tapi sekarang masa depan mereka itu hancur di tangan saya. Kronologi yang perlu semua orang pahami: Credit Union Paroki Aek Nabara koperasi simpan pinjam di bawah naungan gereja sudah berjalan 45 tahun tanpa masalah. Umat menabung perak demi perak. Untuk sekolah anak. Untuk biaya sakit. Untuk masa depan. Total yang terkumpul dan ditempatkan di deposito: Rp28 miliar lebih dari 1.900 anggota. Di 2019 Andi Hakim Febriansyah Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara mendatangi pengurus CU. Menawarkan produk bernama BNI Deposito Investment dengan bunga 8% per tahun. Lebih tinggi dari deposito biasa. Pengurus percaya. Karena siapa yang tidak percaya kepada kepala kas bank negara yang datang dengan seragam resmi, ID card BNI, dan pick-up service resmi yang sudah berjalan sejak 2015? Tujuh tahun berjalan. Bunga masuk rutin setiap bulan. Tidak ada masalah. Sampai Desember 2025 dan semuanya mulai runtuh: CU mengajukan pencairan Rp10 miliar untuk pinjaman ke anggota. Bertahap minta Rp2 miliar dulu. Januari 2026 tidak cair. Februari 2026 tidak cair. 5 Februari Suster Natalia panggil Andi. Andi bilang besok. Besok tidak cair. Andi minta semua bilyet deposito untuk pembaruan. Suster menyerahkan semuanya karena percaya. Sore hari Andi sudah di jalan ke Medan katanya cuti. Lalu 23 Februari bukan Andi yang datang. Tapi kepala kas baru. Dengan kalimat yang mengubah segalanya: Per hari ini saudara Andi Hakim Febriansyah bukan pegawai BNI lagi. Dan produk yang ditawarkan itu bukan produk BNI. Suster Natalia pingsan lima menit. Yang lebih ngeri dari hilangnya uang itu: Bilyet deposito yang dipegang Andi dibakar. Sengaja. Supaya tidak ada barang bukti. Tapi Andi salah hitung. Satu bilyet tersimpan di tangan pastor lain yang kebetulan tidak ada di tempat saat pengambilan. Satu bilyet itu yang menjadi bukti bahwa semua ini nyata. Andi sudah menyiapkan skenario dari jauh hari. Tanggal 23 Februari itu hari yang sama dia ambil semua bilyet dia sudah mengajukan pengunduran diri. Dan dua hari kemudian dia terbang ke luar negeri bersama istrinya lewat Bali ke Australia, lalu ke New Zealand. Sambil cuti dia masih angkat telepon Suster Natalia. Masih bilang "aman, Suster." Masih janjikan pencairan. Setelah red notice diterbitkan oleh Interpol dan Australian Federal Police Andi kembali ke Indonesia 30 Maret 2026 dan ditangkap di Kualanamu. Di dalam pemeriksaan dia mengakui semua perbuatannya. Uangnya? Dipakai untuk sport center, kafe, mini zoo, tanah, dan berbagai aset yang kini sedang dilacak dalam proses TPPU. Dan sekarang masuk ke bagian yang paling mengkhawatirkan: BNI melakukan verifikasi internal sendiri. Tanpa transparansi. Tanpa melibatkan korban dalam proses. Hasilnya: BNI bersedia mengganti Rp7 miliar. Dari Rp28 miliar lebih. Dan pada 26 Maret 2026 tanpa persetujuan CU-PAN BNI mentransfer Rp7 miliar itu ke rekening korban secara sepihak. Seolah dengan mentransfer itu kasus selesai. Kuasa hukum CU-PAN dari Gani Djemat & Partners menolak keras. Karena: Berdasarkan prinsip Vicarious Liability perusahaan bertanggung jawab atas tindakan pegawai yang dilakukan dalam kapasitas jabatannya. Andi beroperasi dengan ID card BNI, jabatan BNI, fasilitas pick-up service BNI, dan atas nama BNI selama tujuh tahun. Ini bukan tindakan pribadi yang kebetulan dilakukan oleh orang yang bekerja di BNI. Ini tindakan yang bisa terjadi karena dia adalah BNI di mata korban. POJK Nomor 22 Tahun 2023 Pasal 10 ayat 1 juga menegaskan: pelaku usaha jasa keuangan wajib bertanggung jawab atas kerugian konsumen akibat kesalahan pegawainya. Tidak ada klausul kecuali kalau pegawainya nakal. Dan respons BNI yang paling menyakitkan menurut korban: Enam kali mediasi. Satu kali aksi damai. Sepanjang itu tidak satu pun pejabat BNI dari kantor cabang atau wilayah yang mengucapkan kata "maaf" atau kami prihatin kepada korban. Yang datang dari pihak BNI hanya satu permintaan berulang: Berikan kami bukti pendukung. Padahal semua data transaksi ada di sistem BNI sendiri. Semua perpindahan uang dari kas lancar ke rekening Andi tercatat di rekening koran BNI. Bukan di tangan korban. Baru Wakil Menteri BUMN yang mengundang korban dan itulah pertama kalinya ada pejabat yang mengucapkan kata permohonan maaf dan rasa prihatin. Satu hal yang tidak bisa diabaikan: Suster Natalia sekarang punya utang pribadi ke beberapa orang. Karena ada anggota CU yang butuh uang untuk berobat yang tidak bisa dia biarkan meninggal di rumah sakit sementara dana CU tidak bisa diakses. Dia yang tidak punya harta pribadi meminjam uang untuk membayar tagihan rumah sakit umatnya. "Saya tidak bisa biarkan umat meninggal di rumah sakit, Pak." BNI adalah bank BUMN. Bank milik negara. Diawasi oleh OJK. Dijamin kepercayaannya oleh nama negara Indonesia. Dan di bawah namanya selama tujuh tahun seorang kepala kas menjalankan skema penipuan yang menyedot uang 1.900 jiwa umat gereja yang menabung perak demi perak untuk masa depan anak-anak mereka. BNI tidak bisa menyebut ini hanya masalah oknum lalu cuci tangan dengan transfer Rp7 miliar yang tidak transparan prosesnya. Karena korban bukan menyimpan uang kepada Andi Hakim. Korban menyimpan uang kepada BNI. Dan BNI harus mengembalikannya penuh tanpa pengecualian. Kalau tidak ini bukan hanya kasus kriminal biasa. Ini adalah konfirmasi bahwa di negeri ini orang miskin yang menabung untuk masa depan anaknya bisa kehilangan segalanya karena sistem yang seharusnya melindungi mereka justru membiarkan hal ini terjadi selama tujuh tahun.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
2.9K
47.1K
102.4K
11M
Lompad
Lompad@Lompadang·
@itbfess_x Boleh banget der. Ada spot spot khusus parkir sepeda juga
Indonesia
1
0
5
794
ITBFess - kirim menfess di itbfess.wtf
guys sender besok waktu pindah itb! ganesha pengen nyoba sesekali berangkat naik sepeda, kira-kira boleh parkir di dalem kampus ga ya?
Indonesia
4
0
20
13.5K
Lompad
Lompad@Lompadang·
Lompad tweet media
ZXX
0
0
0
76