Awynn!
2.8K posts

Awynn!
@LoyoGeneration
wise man say only fools rush in
Katılım Haziran 2020
337 Takip Edilen322 Takipçiler
Awynn! retweetledi

@kecoa_lucuimut @undipmfs3 waduhhh HAHAHA 😭 di kelasku dulu perkara bangku ga simetris aja marah
Indonesia

@undipmfs3 dosen perempuan bahasa inggris dri FIB inisial R, killer abis wkwkk
Indonesia

trnyt ga cuma aku & cowoku yg ngerasa gini 😭 suka bgt makan di situ dari 2024, tp terakhir makan pas awal 2026 rasanya udh beda bgt 😭 ayamnya jg ga juicy kek pas 2024 hiks (btw cab smg)
-@mellatiaa_
@jogja_base gak kaget sih, soalnya terakhir beli kualitasnya bener bener kacauu...
Indonesia

Awynn! retweetledi

gratisin pendidikan melalui 100 SEKOLAH SWASTA cuma setara 5 JAM mbg.
not even a day. FIVE hours. LIMANG JAM TOK.
imagine. bayangno. berapa ribu sekolah gratis yang negara bisa provide dengan anggaran mbg sebulan? berapa juta anak yang pendidikannya akan secure? bayangin dulu.

folkative@insidefolkative
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, akan gratiskan 103 sekolah swasta di Jakarta, gelontorkan dana Rp253, 6 Miliar.
Indonesia
Awynn! retweetledi

Guys, Prabowo baru saja melantik enam pejabat baru. Dan gue mau bedah satu per satu siapa mereka, dari mana latar belakangnya, dan apakah penempatannya masuk akal.
1. Mohammad Jumhur Hidayat — Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH
Latar belakang Jumhur adalah aktivis buruh dan tokoh politik. Dia dikenal sebagai Ketua Umum Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia dan pernah aktif di lingkaran oposisi era Jokowi. Belakangan merapat ke kubu Prabowo.
Kompetensi di bidang lingkungan hidup? Ini yang perlu dipertanyakan. Jumhur tidak punya track record substansial di isu lingkungan, konservasi, atau pengelolaan sumber daya alam.
Menteri Lingkungan Hidup adalah posisi yang sangat teknis dan sangat kritis terutama saat Indonesia menghadapi tekanan internasional soal deforestasi, target net zero emission, dan negosiasi carbon credit. Ini bukan posisi yang bisa diisi hanya berdasarkan loyalitas politik.
Dan ini terjadi tepat di saat TPL baru saja dicabut izin hutannya yang artinya isu lingkungan hidup sedang sangat panas.
2. Hanif Faisol Nurofiq — Wakil Menko Pangan
Hanif adalah birokrat dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Dia pernah menjabat Direktur Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan.
Dari sisi kompetensi teknis ini salah satu penempatan yang paling masuk akal dari enam nama ini. Background di kehutanan dan planologi relevan dengan isu pangan terutama terkait lahan pertanian, konversi lahan, dan kebijakan agraria yang bersinggungan dengan ketahanan pangan.
Tapi pertanyaannya: kenapa dia dipindah dari lingkungan hidup ke pangan sementara Jumhur yang tidak punya background lingkungan justru masuk ke kementerian yang Hanif tinggalkan?
3. Dudung Abdurachman — Kepala Staf Kepresidenan
Dudung adalah mantan Kepala Staf Angkatan Darat jenderal bintang empat. Pensiunan militer. Tokoh yang dikenal vokal dan tidak jarang kontroversial semasa aktif.
Ini adalah pola yang sudah gue dan banyak pengamat soroti sebelumnya: militer aktif atau pensiunan terus mengisi posisi-posisi sipil strategis.
Kepala Staf Kepresidenan adalah posisi yang secara historis diisi oleh tokoh sipil politisi senior, teknokrat, atau akademisi yang memahami dinamika pemerintahan sipil dan komunikasi publik.
Menempatkan mantan KSAD di posisi ini memberikan sinyal yang tidak kecil: bahwa lingkaran kepresidenan semakin didominasi latar belakang militer. Dan itu adalah sinyal yang sangat diperhatikan oleh pengamat demokrasi — baik di dalam maupun luar negeri.
4. Muhammad Qodari — Kepala Badan Komunikasi Pemerintah
Qodari adalah pendiri dan Direktur Eksekutif IndEX Research lembaga survei politik. Dia dikenal sebagai analis politik dan konsultan komunikasi politik yang sudah lama berkecimpung di dunia survei dan strategi elektoral.
Yang menarik dan kontroversial adalah Qodari adalah salah satu orang pertama yang secara publik mendorong wacana Prabowo-Gibran sebagai pasangan di Pilpres 2024. Bahkan sebelum banyak pihak lain berani bicara soal itu.
Dari sisi kompetensi komunikasi dia punya pengalaman. Tapi ada pertanyaan tentang independensi dan konflik kepentingan: apakah seorang yang sangat terlibat dalam elektoral politik sebuah kandidat bisa menjalankan fungsi komunikasi pemerintah yang seharusnya melayani kepentingan publik bukan kepentingan politik partisan?
5. Hasan Nasbi — Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi
Hasan Nasbi sebelumnya menjabat Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan. Sekarang digeser ke posisi Penasihat Khusus.
Gue sudah membahas Hasan Nasbi sebelumnya dalam konteks Teddy Indra Wijaya di mana Hasan Nasbi memberikan penjelasan yang tidak akurat soal posisi Seskab dan UU TNI. Selamat Ginting menyebutnya sebagai bukti bahwa "komunikasi publik pemerintah itu buruk di era Prabowo karena orang-orang di sini enggak ngerti tentang komunikasi publik."
Menggesernya dari Kepala Kantor Komunikasi ke Penasihat Khusus apakah ini promosi, degradasi, atau sekadar rotasi untuk memberi tempat bagi Qodari? Tidak jelas.
Yang jelas: kalau kinerjanya di posisi sebelumnya sudah mendapat kritik tajam menempatkannya sebagai penasihat dengan pengaruh yang mungkin lebih tidak terlihat tapi tetap ada bukan solusi yang menyelesaikan masalah.
6. Abdul Kadir Kading — Kepala Badan Karantina Indonesia
Kading adalah politisi Partai Kebangkitan Bangsa. Mantan anggota DPR. Tidak ada rekam jejak yang signifikan di bidang karantina, biosafety, atau pengelolaan perbatasan dari sisi fitopatologi dan kesehatan hewan.
Badan Karantina Indonesia adalah lembaga teknis yang sangat penting terutama dalam konteks:
Mencegah masuknya hama dan penyakit tanaman yang bisa menghancurkan pertanian. Mengawasi perdagangan hewan dan produk hewan di perbatasan. Menjadi garda terdepan melindungi ketahanan pangan dari ancaman biologis.
Ini bukan posisi yang bisa diisi hanya berdasarkan latar belakang legislatif. Ini butuh orang yang benar-benar paham karantina, biosafety, dan regulasi perdagangan internasional terkait produk pertanian.
Menempatkan politisi PKB di sini sangat sulit untuk tidak membacanya sebagai bagi-bagi posisi koalisi daripada penempatan berbasis kompetensi.
Pola dari enam penempatan ini:
Satu — militer terus masuk ke ruang sipil. Dudung sebagai Kepala Staf Kepresidenan adalah konfirmasi terbaru dari tren yang sudah sering dikritisi.
Dua — balas jasa politik masih kental. Qodari yang mendorong wacana Prabowo-Gibran sejak awal sekarang dapat posisi. Kading dari PKB koalisi dapat posisi. Jumhur yang merapat ke Prabowo dapat posisi.
Tiga — kompetensi teknis tidak selalu jadi pertimbangan utama. Menteri Lingkungan Hidup tanpa background lingkungan. Kepala Karantina tanpa background karantina.
Empat — komunikasi kepresidenan tetap jadi fokus besar. Dua dari enam posisi Qodari dan Hasan Nasbi berkaitan dengan komunikasi. Ini menunjukkan pemerintah sadar bahwa narasi publiknya bermasalah. Tapi apakah mengisi posisi komunikasi dengan orang-orang berlatar belakang konsultan elektoral adalah solusi yang tepat — itu pertanyaan yang sangat valid.
Dari enam pejabat yang dilantik hari ini yang paling bisa dipertanggungjawabkan secara kompetensi adalah Hanif Faisol Nurofiq. Yang paling kontroversial secara tata negara adalah Dudung Abdurachman. Yang paling jelas sebagai balas jasa politik adalah Kading dan Qodari. Dan yang paling mengkhawatirkan dari sisi mismatch kompetensi adalah Jumhur di lingkungan hidup.
Seperti yang sudah gue bahas sebelumnya mengutip data Feri Amsari: 65% menteri di kabinet Prabowo tidak matching antara latar belakang pendidikan dan jabatan yang mereka pegang.
Pelantikan hari ini tidak memberikan tanda bahwa tren itu sedang diperbaiki.

Indonesia
Awynn! retweetledi


Awynn! retweetledi

THANKS PAK PRABOWO
semenjak indonesia dipimpin bapak banyak sekali rekor sejarah terpecahkan.
1. kurs usd/idr hampir rp 17.200. paling terpuruk dlm sejarah.
2. utang jatuh tempo di 2026 sebesar rp 833 t. tertinggi dalam sejarah.
3. defisit apbn paling lebar dalam sejarah. dan semua rekor ini terpecahkan
hanya dalam waktu 1.5th saja. keren, pak
Indonesia
Awynn! retweetledi

men to men: tolong banget evaluasi isi obrolan tongkrongan atau grup WA (or apapun) circle lo pada. kalo temen lo udah mulai objektifikasi perempuan, ngelecehin fisik pake bahasa kotor buat becandaan, and you do absolutely nothing about it? you're part of the problem
jangan pernah berlindung di balik "namanya juga cowok" atau "ah elah cuma locker room talk doang, aslinya mah kita respect kok". it's a fucking bullshit.
mindset jelek itu tumbuhnya dari hal-hal sampah yang lo normalisasi di circle lo sendiri. kalo lo udah terbiasa ngeliat perempuan cuma sebatas objek buat bahan fantasi di grup, pelan-pelan empati lo ke mereka bakal mati
solid sama temen tuh ada batasnya. diem dan ikut ketawa pas temen lo ngelecehin orang itu bukan solid, tapi lo lagi jadi enabler
gausah muluk-muluk sok pahlawan. minimal kalo ada temen lo yang mulai sangean ga jelas di obrolan langsung tegor. kalo ditegor malah ngegas dan ngatain lo so suci, mending leave. tongkrongan kek gitu ga ada valuenya sama sekali buat lo
buat lo yang milih diem aja pas temen lo ngerendahin perempuan di grup, sadar ga sih kalo diemnya lo itu yang ngasih validasi ke mereka buat terus jadi predator?
sampahfhui@sampahfhui
[anak fhui bikin grup isinya lecehin perempuan tiap hari???]
Indonesia





