*RI* ꧋ꦭꦸꦏꦶꦠꦮꦠꦶ꧉

64.8K posts

*RI* ꧋ꦭꦸꦏꦶꦠꦮꦠꦶ꧉ banner
*RI* ꧋ꦭꦸꦏꦶꦠꦮꦠꦶ꧉

*RI* ꧋ꦭꦸꦏꦶꦠꦮꦠꦶ꧉

@Lukitavati

Semoga sepaham. Kalaupun berseberangan, bukankah isi kepala kita memang tak seragam? *RI*

Katılım Aralık 2009
107 Takip Edilen2.6K Takipçiler
*RI* ꧋ꦭꦸꦏꦶꦠꦮꦠꦶ꧉ retweetledi
kale
kale@kalistohenituse·
Keciduk, Mobil Kopdes ngambil barang di PT Indomarco Surabaya 🤭 Kirain kopdes ini buat Produk UMKM, Ternyata cuman ngambil dari alfa dan indo juga, padahal salah satu tujuan awal menampung hasil bumi petani pekebun biar dapet harga better dr tengkulak bukan? knp praktiknya begini ya? Mana Idomarco distribusinya menggunakan truck box, kopdes malah pake truck pasir 🙃
Indonesia
95
237
640
272.3K
*RI* ꧋ꦭꦸꦏꦶꦠꦮꦠꦶ꧉ retweetledi
Yan widjaya
Yan widjaya@yan_widjaya·
Suster Ella kelewat galak di RS kpd para ko-as apalagi si Sidik diperani heboh ol Rizky Inggar komedian Jogja (40 thn/4 film) jadi ikon film #GudangMerica
Indonesia
0
1
0
229
*RI* ꧋ꦭꦸꦏꦶꦠꦮꦠꦶ꧉ retweetledi
*RI* ꧋ꦭꦸꦏꦶꦠꦮꦠꦶ꧉ retweetledi
Abul Muzaffar
Abul Muzaffar@abulmuzaffar10·
Ada berapa hal yang bisa kita garisbawahi dari postingan mereka 1. Ada kata thin-skinned, alias berkulit tipis. Kalau yg gw tahu, itu maksudnya mudah tersinggung. Ya, The Economist bilang Presiden mudah tersinggung alias temperamental. 2. Lalu, The Economist bilang Prabowo harus siap sama unpalatable truths alias kebenaran yang menyakitkan. Implikasinya, majalah ini menduga kalau Prabowo sering disuapin info manis dan nggak siap dengan info jelek. 3. Judul berita yang menyebut risky path, eroding finance and democracy. The economist ingin pembaca mengetahui bahwa Indonesia berada di posisi yang rawan atas ulah presidennya sendiri. Seperti apa ulah itu? Pengkondisian oposisi, kebijakan MBG dan Kopdes dsb. Kalau kelen sadari, hanya media asing yang berani nulis postingan kek gini. Media lokal mana sanggup. Bisa diganggu-ganggu mereka ntar. Source gambar : VOI
Abul Muzaffar tweet media
The Economist@TheEconomist

Far too much in Indonesia depends on a thin-skinned former general with a sketchy human-rights record. Prabowo Subianto needs to hear some unpalatable truths econ.st/3RE0Fum Photo: Getty Images

Indonesia
83
8.9K
21.5K
488.4K
*RI* ꧋ꦭꦸꦏꦶꦠꦮꦠꦶ꧉ retweetledi
txt from tiktok
txt from tiktok@txtfromtiktokkk·
🚨 GUYS PLISS KAWAL, JURNALIS INI DAPAT SEBUAH ANCAMAN AKAN DI SIRAM AIR KERAS 🚨 Seorang jurnalis Mongabay Indonesia di Kalimantan Tengah bernama Budi Baskoro (BB) mendapat ancaman disiram air keras melalui pesan WhatsApp setelah mengunggah ajakan nobar (nonton bareng) film dokumenter “Pesta Babi”🧵
txt from tiktok tweet media
Indonesia
152
7K
13.6K
706.1K
*RI* ꧋ꦭꦸꦏꦶꦠꦮꦠꦶ꧉ retweetledi
Dandhy Laksono
Dandhy Laksono@Dandhy_Laksono·
Membantah klaim BASKOM
Dandhy Laksono tweet media
Indonesia
90
417
1.7K
128.3K
*RI* ꧋ꦭꦸꦏꦶꦠꦮꦠꦶ꧉ retweetledi
Roy Murtadho
Roy Murtadho@MurtadhoRoy·
Ini sih biadab & tdk bermoral. Bukannya mengutuk penyiraman air keras ke warga sipil, tapi justru menyayangkan cara menyiramnya yg tdk profesional. Kalian semua benar2 biadab! Dan kita mesti sadar bahwa kita sdg tinggal di negara sakit.
Dosen Kesayanganmu@direktoridosen

nih video nya

Indonesia
122
7.3K
12.4K
188.4K
*RI* ꧋ꦭꦸꦏꦶꦠꦮꦠꦶ꧉ retweetledi
tempo.co
tempo.co@tempodotco·
BREAKING: Mahasiswa demo di Kementerian Pendidikan desak program MBG dihentikan
Indonesia
361
15.1K
46.7K
798K
*RI* ꧋ꦭꦸꦏꦶꦠꦮꦠꦶ꧉ retweetledi
Ambrosius Mulalt
Ambrosius Mulalt@Mulalt_·
Minggu 26/04/2026 Pastor Amandus Rahadat, secara terbuka menegur dugaan tindakan intimidatif oleh oknum tak dikenal, termasuk aparat, yang masuk tanpa izin hingga ke ruang privat pastoran serta melakukan pemantauan diam-diam saat misa. @KatolikG
Ambrosius Mulalt tweet media
Indonesia
23
490
1.6K
81K
*RI* ꧋ꦭꦸꦏꦶꦠꦮꦠꦶ꧉ retweetledi
tempo.co
tempo.co@tempodotco·
Resmi! Adik Prabowo, Hashim Djojohadikusumo Jadi Ketua Satgas Taman Nasional
tempo.co tweet media
Indonesia
1.2K
1.3K
6.7K
878.3K
*RI* ꧋ꦭꦸꦏꦶꦠꦮꦠꦶ꧉ retweetledi
Narasi Newsroom
Narasi Newsroom@NarasiNewsroom·
Robig Zaenudin, mantan anggota polisi yang juga terpidana kasus penembakan dengan korban tewas siswa SMKN 4 Semarang bernama Gamma, dipindahkan dari Lapas Semarang ke Lapas Nusakambangan usai diduga terlibat peredaran narkoba. Geser slide-nya sampai akhir, ya. | Narasi Daily
Narasi Newsroom tweet media
Indonesia
11
76
130
7.2K
*RI* ꧋ꦭꦸꦏꦶꦠꦮꦠꦶ꧉ retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ini info paling gila hari ini...... ada sesuatu yang nggak masuk akal banget lagi beredar soal program pemerintah ini dan jujur, ini bukan cuma aneh… tapi udah mulai keliatan ngeri + sistematis Jadi gini… Ada info kalau titik SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) itu terus nambah setiap hari. Padahal di sisi lain, portal resmi buat daftar mitra katanya udah ditutup sejak 1 Desember 2025. Sekarang coba pikir logikanya pelan-pelan… - Portal pendaftaran ditutup - Tapi jumlah titik terus bertambah - Bahkan dilaporkan tiap hari ada penambahan Pertanyaannya simpel: Masuknya dari mana? Ini bukan soal “ah mungkin ada update internal”… Kalau sistemnya transparan, harusnya: - Ada pengumuman resmi - Ada mekanisme khusus - Atau minimal ada penjelasan ke publik Tapi kalau yang terjadi malah “tiba-tiba nambah”… ya wajar kalau publik mulai mikir: ini data real atau cuma angka di atas kertas? Dan makin panas lagi ketika dikaitin sama isu bayaran… Ketika satu titik SPPG bisa dapat sekitar 6 juta per hari. Kalau itu benar, berarti: Makin banyak titik → makin besar anggaran yang keluar Makin besar anggaran → makin besar juga potensi “mainannya” Kasarannya sppg nya tidak benaran ada tapi insentifnya jalan terus sppg bodong atau fiktif Di sinilah mulai kerasa pedasnya… Karena ini bukan cuma soal angka nambah. Ini soal uang negara + transparansi + kepercayaan publik. Yang bikin miris bukan cuma dugaan “aneh-aneh”-nya… tapi pola yang sering kejadian: - Sistem ditutup ke publik - Data tetap berjalan di belakang layar - Publik cuma dikasih hasil akhir tanpa tahu prosesnya Kalau kayak gini terus, ya jangan heran kalau muncul kecurigaan: Ini beneran program jalan… atau sekadar laporan yang ‘dibikin jalan’?” Gue gak bilang ini pasti ada pelanggaran. Tapi yang jelas: Kalau logika sederhana aja gak nyambung, berarti ada yang harus dijelasin. Karena di era sekarang, masalahnya bukan cuma korupsi atau enggak… tapi kepercayaan publik itu dibangun dari transparansi. Dan kalau transparansi hilang, yang muncul bukan cuma kritik tapi ketidakpercayaan yang jauh lebih bahaya coba di cek tuh situs bgn udah lama tutup tapi hampir tiap hari laporan banyak sppg baru
Lambe Saham tweet mediaLambe Saham tweet media
Indonesia
646
8.1K
22.5K
1M