Sabitlenmiş Tweet
ALDY
11.9K posts

ALDY retweetledi

@yssrbhswn Khamdulillah pangestune, lho ayoo.. Jelas wakeh nggolek warung koyo opo? Posdim nangdi saiki?
Indonesia
ALDY retweetledi
ALDY retweetledi
ALDY retweetledi
ALDY retweetledi

Un étudiant chinois de 23 ans monte sur scène lors d’une remise de diplômes à Los Angeles. Il tient son ordinateur portable au-dessus de sa tête, avec ChatGPT ouvert. Il hurle dans la caméra.
Le grand écran le montre à tout le stade. L’historique complet des discussions. Chaque prompt qu’il a utilisé pour passer ses examens. Chaque essai qu’il a écrit pour lui. Chaque réponse qu’il lui a donnée pour ses finals.
La foule perd la tête. Le clip atterrit sur TikTok avant qu’il ne descende de scène. Légende : ucla graduates x chat gbt. 14M de vues en 24 heures. Reddit l’épinge. Chaque parent le partage comme preuve que les universités sont cassées. Chaque étudiant le partage comme preuve qu’ils ne sont pas les seuls.
Deux heures plus tard, l’université lui retire son diplôme.
Français
ALDY retweetledi
ALDY retweetledi

Adik-adik, kakak-kakak semuanya. Kali ini gw mau bicara tentang sesuatu yang sudah menyiksa rakyat Indonesia selama bertahun-tahun. Bukan korupsi. Bukan inflasi. Tapi sesuatu yang lo rasain setiap kali mau mudik atau liburan dan buka aplikasi Traveloka, lalu langsung menutup aplikasinya lagi karena tidak sanggup melihat angkanya.
Yes. Tiket pesawat domestik Indonesia. Yang harganya bisa lebih mahal dari tiket ke luar negeri. Yang bikin relawan bencana harus muter lewat Malaysia dulu baru bisa ke Aceh. Yang udah dikeluhkan jutaan orang tapi tidak pernah beneran berubah.
Gw udah baca risetnya. Gw udah cek datanya. Dan sekarang gw mau cerita ke lo semua, pelan-pelan, dengan bahasa yang bisa dimengerti semua orang, kenapa ini terjadi dan siapa yang sebetulnya diuntungkan dari penderitaan kita bersama. 🧵
Nathaniel Rayestu@rayestu
Kalau mau tau kenapa tiket pesawat domestik mahal, bisa baca paper LPEM ini lpem.org/repec/lpe/pape…
Indonesia
ALDY retweetledi
ALDY retweetledi

Dulu saya dan temen-temen sepermainan sih seneng banget nonton ini.

MASBRO@19BROMAN
Sebutkan satu film KARTUN yang dulu disukai anak-anak, tetapi anak-anak zaman sekarang gak pernah dengar 🤔
Indonesia
ALDY retweetledi

Someday is the most expensive word in your vocabulary...
and you've been spending it freely.
It feels like a plan.
It functions like a pause button you forgot you pressed.
You think you're waiting for the
right moment,
but what you're actually doing is waiting for permission that no one is coming to give you.
English
ALDY retweetledi
ALDY retweetledi

Sebuah video percakapan hangat antara Mr. Komang dan seorang wisatawan bernama Peter mendadak viral.
Dalam dialog tersebut, Mr. Komang menjelaskan bahwa shalat bukan sekadar rutinitas, melainkan momen sakral untuk melepas beban duniawi dan berserah diri kepada Sang Pencipta.
Peter tampak terkesan dengan penjelasan logis mengenai filosofi gerakan ibadah tersebut.
Aksi Mr. Komang ini pun banjir pujian warganet karena dinilai berhasil memperkenalkan wajah Islam yang damai sekaligus mempererat toleransi antarbudaya di Pulau Dewata.
-
Selengkapnya kunjungi website dengan klik link di bio atau download aplikasi di AppStore dan Google Play Store.
#inilahNews #Bali #Inilahcom #TitikTengah #titikcerah
Indonesia
ALDY retweetledi
ALDY retweetledi
ALDY retweetledi

Hari ini dalam sejarah, 11 April 1978, Soetomo atau Bung Tomo, Ismail Sunny, dan Mahbub Djunaidi dipenjara oleh rezim Orde Baru.
Bung Tomo dikenal sebagai tokoh Pertempuran Surabaya 10 November 1945 yang diperingati sebagai Hari Pahlawan. Pendiri Partai Rakyat Indonesia yang ikut serta dalam Pemilu 1955.
Ismail Sunny adalah ahli hukum tatanegara dan rektor Universitas Muhammadiyah. Sedangkan Mahbub Djunaidi adalah tokoh pers, kolomnis, penerjemah, politikus Nahdlatul Ulama, dan wakil sekjen PPP.
"Pada awal 1970-an, Mas Tom banyak berbeda pendapat dengan pemerintahan Orde Baru. Dia mengkritik keras program-program Presiden Soeharto,” kata Sulistina, istri Bung Tomo.
Menurut Yudi Latif, Bung Tomo sering mengkritik kebijakan pemerintah. Bung Tomo menilai pemerintah Orde Baru korup dan menyalahgunakan kekuasaan.
Pernyataan-pernyataan Bung Tomo dalam berbagai kesempatan dianggap menghasut mahasiswa yang melakukan demonstrasi besar-besaran pada 1978.
Bung Tomo juga mengkritik kongkalikongnya penguasa dan pengusaha serta penguasa sipil dan militer.
“Berbagai kritik yang dipandang mengganggu stabilitas nasional itu membawa Bung Tomo ke penjara pada 11 April 1978,” tulis Yudi Latif.
Bung Tomo, Ismail Sunny, dan Mahbub Djunaidi ditahan selama satu tahun dan dibebaskan pada 9 April 1979.
🔗historia.id/article/bung-t…
📷Bung Tomo sebagai tahanan di Penjara Nirbaya, Jakarta. (Dok. Keluarga).

Indonesia














