setelah di rumorkan bakal bergabung dengan persija jakarta,sang MVP mariano peralta tiba" mengunfoll akun instagram resmi persija. bahkan tak hanya persija, persib bandung pun ikut di unfoll sama sang pemain anyar ini.. kira" apa maksud dari peralta ini sokk?? 🤔
📷 : marianoperalta.9
“Saya sudah mendapat informasi, Persebaya sudah mendapat dukungan dari Pemkot Surabaya dalam rangka 100 tahun Surabaya harus menjadi juara. Sama juga dengan Persija, tahun depan Jakarta ulang tahun ke-500, hadiahnya menjadi juara juga. Nanti kita akan sangat menarik menyaksikan belanja pemain oleh Persebaya dan Persija,” ujar Muhammad Farhan, Walikota Bandung, dikutip dari Inilahkoran.
Angelo Peruzzi hanya semusim memperkuat Inter Milan di musim 1999/00. Padahal dimusim perdananya bersama "Il Nerazzuri" dia bermain gemilang dibawah asuhan Marcelo Lippi.
Kiper internasional Italia ini didatangkan dari Juventus dengan mahar 28 miliar Lira. Peruzzi menggantikan Gianluca Pagliuca yang bergabung dengan Bologna.
Si Tyson diikat oleh Lazio semusim berselang dengan nilai transfer 40 miliar Lira ditambah Marco Ballota.
Di Lazio dia bermain hingga akhir musim 2006/07 dan memutuskan untuk pensiun setelahnya.
Edwin van Der Sar ditransfer Juventus dari Ajax Amsterdam pada awal musim 1999/00 dengan nilai £ 5 juta.
Di Juventus yang dilatih oleh Carlo Ancelotti, Edwin menjadi kiper utama menggantikan Angelo Peruzzi yang pindah ke Inter Milan mengikuti Marcello Lippi.
Kiper utama Timnas Belanda ini menjadi kiper non-Italia pertama yang memperkuat Tim Nyonya Tua.
Sayang karir kiper internasional Belanda ini hanya bertahan dua tahun di Italia. Ada dua sebab kenapa van Der Sar hanya seumur jagung di Italia.
Pertama, dua blundernya di dua musim berbeda melawan Perugia (1999/00) dan AS Roma (2000/01) membuat Juventus gagal meraih kampiun Serie A. Blunder ini membuat van Der Saar dikritik media Italia yang dikenal "pedas".
Kedua, Juventus mendatangkan Gianluigi Buffon pada awal musim 2001/02 dari Parma dengan memecahkan rekor transfer dunia untuk kiper sebesar £ 32,6 juta. Edwin van Der Sar menolak menjadi pilihan kedua setelah Buffon.
Segera dia segera meminta masuk ke daftar transfer. Dan per 1 Agustus 2001 dua bergabung ke Fulham di Liga Primer Inggris.
@kinggpersb@MediaPersija walau 3 kali di kasik Juara ga bisa ngubah attitude, masih aja comot kacamata, HP padahal udah berjuang sampai Juara balesannya kayak gitu kasian pemain sampai trauma
Persib ditinggal Bojan Hodak
Borneo FC ditinggal Fabio Lefundes
Persija ditinggal Mauricio Souza
Sementara Persebaya akan tetap bersama Bernardo Tavares
Musim depan bakalan lebih seru 🥵🥵
Ramai akun FP Persebaya & Bonek memberitakan rumor tentang Peralta. Kali ini soal Peralta. Tapi sebelum bahas, mohon ijin ini sebagai bahan diskusi tidak untuk dirumorkan ya teman". Yo ojok di screenshot terus digoreng meneng. Cukup ruang diskusi aja lah. 🙏🏾
Jadi info yang saya dapat Persebaya memang mengajukan penawaran ke Peralta beberapa bulan lalu. Ya ada pembicaraan yang pasti dengan Peralta. Untuk nilai penawaran yang saya dapat -+ 5M permusim pada waktu itu. Waktu berlalu, dan saya dapat info Persija juga mengajukan penawaran ke Peralta -+ 8M per musim. Selain Persija ada Persib juga. Cuman kalau Persib saya ga tau terkait penawarannya. Cuman kalau kita lihat deputi CEO, Persib, pak Adit dalam video selebrasi juara, menyebut nama Peralta dan Sidibe. Meskipun ditanggapi oleh Bojan dengan gestur ( no money) 😂 . Kalau lihat Persib, kan bbrapa kali datengin eks Borneo dan terbilang sukses.
Peralta adalah pemain yang saat ini hampir semua suporter klub (Mungkin) ingin klub nya diperkuat Peralta. Jadi dinikmati saja. Kalau ga jadi di Persebaya. Ya manajemen ojok dipaido rek lek soal Iki (Peralta) 🙏🏾. Tapi lek Sido Yo sangaaaaarr Cok 😁
Sedikit cerita selepas laga, ketika pemain akan naik bus maupun mobil. Bersalaman dengan pak Yok Sebastian. Pak yok, yok opo nasibe Bruno ? Beliau hanya bisa tersenyum yang kemudian putri pak yok melihat wajah ayahnya sambil berkata : wes yah, ga usah mbrebes Mili. Ya, nasibe Bruno masih tetap menjadi tanda tanya sampai ada rilis resmi. 🙏🏾
Bernardo Tavares dikabarkan telah sepakat untuk menangani Persebaya untuk jangka panjang.
Jika benar terjadi maka upaya merekrut pelatih asal Portugal yang menjuarai Liga 1 2022/23 bersama PSM Makassar di awal musim 2024/25 baru kesampaian sekarang.
A dream come true?
@StatsRawon@n1ced4yy aku sepakat pelatih bawa asisten yang bagus juga soalnya kadang-kadang menungso iku onok buntune lah klo punya asisten bagus isok ngasih masukan dan asisten lokal legend tetap ada gapapa biar paham kultur nya. jadi ada 2 asisten, bawaan pelatih baru dan pak Uston
@n1ced4yy Asisten itu seperti kernet di bis malam. Manut apa kata pelatih kepala. Kalau pelatih kepalanya oke, asisten pun ikut oke. Soal masalah kepelatihan, baca Diagram Ishikawa.
@StatsRawon aku baca comment teman teman sudah keluar semua unek unemnya dan ini terjadi tiap tahun, tapi podo ae sepertinya kayak ga ngerti ngunu wong wong pengambil keputusan di @persebayaupdate sakjane mau di bawa kemana ni Tim, klo ada yg Bully puasa gelar yaa gimana ya emang itu Faktan
Senin pagi pasti pada hectic kerjaan nih. Minwon-2 tergelitik pengen membahas: Kenapa sih Bonek begitu kritis dengan kekalahan kandang Persebaya di laga pembuka liga? Padahal baru juga satu pertandingan dan ada kontestan lain yang lebih superior juga takluk dikandangnya.
Jawaban:
Bonek itu rasa memiliki dan mencintai Persebaya tinggi sekali. Jadi wajar kalau kritikan itu keluar semua. Tak usah membahas di era Perserikatan. Terlalu kejauhan. Di era Liga 1 Bonek sudah disuguhkan kekhawatiran yang miris tatkala Persebaya salah melangkah. Baik itu memilih pemain atau pelatih yang berakibat pada performa di atas lapangan hijau.
Contoh dalam hal memilih pelatih, di pertengahan musim 2019 secara tak terduga manajemen memilih Wolfgang Pikal. Secara pengalaman di Timnas Indonesia mungkin bagus. Tetapi sayangnya fakta berbicara lain. Hancur saat melatih Persebaya. Pembaca pasti ingat bagaimana skema main Persebaya ketika itu. Empat laga hanya menghasilkan satu poin! Mengerikan!
Arek-arek itu sebenarnya sederhana. Main yang berani alias tatag dan kemudian lapar akan kemenangan. Apalagi saat di kandang sendiri. Bukan bermain yang lesu dan loyo seperti main di antah berantah. Main satu dua sentuhan itu Persebaya sudah terbiasa. Apalagi di level grass root. Untuk hal taktikal ini lagi-lagi sorotan berada di pelatih saat ini, Edu Perez.
Kami pikir manajemen @persebayaupdate juga merasakan kepeningan yang sama dengan yang dirasakan oleh Bonek. Dan sudah seharusnya hal ini segera ditangani dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Karena kompetisi sudah berjalan. Tentunya demi keinginan menjadi yang terbaik di BRI Super League 2025/26.