Warse

1.5K posts

Warse banner
Warse

Warse

@Mass_lul

👉🏻 Rekomendasi produk obat-obatan & minuman herbal.

Jember, Jawa Timur Katılım Mart 2023
477 Takip Edilen31 Takipçiler
Satyam Eva Jayate!!!
Satyam Eva Jayate!!!@PaltiHutabarat·
Anjir salah satu kader PSI yang ikut mainkan isu SARA menyerang Jusuf Kalla ini ya?! Isu apa ini?! Lapor ke Pak Jokowi aja pasti selesai itu masalah..
Satyam Eva Jayate!!! tweet media
Indonesia
73
102
217
5K
Warse
Warse@Mass_lul·
@AsbabulKopi Oo. Ternyata akun phobia islam. Yg goblok2in org
Indonesia
0
0
0
22
Ustadz Asbabul Kopi
Ustadz Asbabul Kopi@AsbabulKopi·
Saya tidak pernah membenci Oris (org Islam), karena bagi saya mereka hanya Korban dari Ajaran gurun abad ke 7 masehi, Ajaran inilah yg membuat mereka Bebal, Fanatik, Bodoh dan Kental dengan sikap permusuhan thd agama lain.. Diakui atau tidak, ini yg terjadi, inilah Faktanya..
Indonesia
44
9
79
2.4K
AgusWidodo
AgusWidodo@arwidodo·
Al-Qur'an sebagai jalan pengobatan
Indonesia
8
727
3K
39.4K
xtryier
xtryier@xtryier·
ngakak bgt anjj denger dari awal, seorang Amien Rais sampai berkomentar seperti ini 😭🫵🏼 “pak Prabowo melepaskan diri dari lendotannya si Teddy yg berbahaya itu, ganti Teddy dengan sosok yg normal😭”
Indonesia
390
2.5K
12.1K
319.5K
Hanif | AI For Productivity
Hanif | AI For Productivity@hanifproduktif·
Berguru dulu sama suhu yang main Shopee Affiliate + Meta Ads Orangnya ga jual kelas dan ga mau dibayar jadi harus “barter ilmu” baru dia mau ngajarin wkwk Gue ngajarin dia Amazon affiliate organik dan dia ngajarin gue Shopee + Meta Ads Ilmu2 kayak gini the real “tambang emas” yang ga bisa diajarkan ke sembarang orang karena kalo dishare luas bakal bikin marketnya saturated 😅
Hanif | AI For Productivity tweet mediaHanif | AI For Productivity tweet media
Indonesia
97
763
6.2K
233.7K
Warse retweetledi
Resi Reborn
Resi Reborn@ResiReborn·
RUPIAH KENAPA LEMAH ternyata bukan karena perang seperti yang digaungkan sumber nizer_pedia
Indonesia
0
3
6
95
Warse retweetledi
َ
َ@mbunsore·
Aku baru tau cara ngebersihin batu ginjal kaya gini
Indonesia
54
248
2.4K
262K
Warse
Warse@Mass_lul·
@MasFurqon15 Rata-rata gitu SDM di negara kita. Kalau dah dikasih hati, masih minta usus. Sama kyak kasus rumah dinas PT. KAI di Jember yg sempat viral.
Indonesia
0
0
0
113
Mas Veteran 121518
Mas Veteran 121518@MasFurqon15·
Biasanya ada konpensasi uang ganti kunci istilahnya.. Beda lagi dengan konpensasi keluara pahlawan.
Indonesia
319
116
702
192K
Warse retweetledi
doelpaten
doelpaten@doelpaten·
Berani bener Gus Nur, bilang semua pidato Prabowo built shit.. Gak takut apa dipenjara seperti jaman Jokowi??
Indonesia
160
1.6K
4.5K
54.5K
Warse retweetledi
kale
kale@kalistohenituse·
Bagi yang belum yakin tentang rapor merah Prabowo-Gibran: 1. Nilai tukar rupiah terendah sepanjang sejarah 2. Kabinet tergemuk sepanjang sejarah 3. Presiden paling sibuk ke luar negeri dan wapres paling tidak berguna sepanjang sejarah (51 kunjungan dalam 2 thn, sementara Jokowi 58 dalam 2 periode) 4. Nominal utang & suku bunga APBN terbesar sepanjang sejarah 5. Proyek Korupsi termahal sepanjang sejarah 6. Praktek Nepotisme terparah sepanjang sejarah 7. SDM generasi muda terendah sepanjang sejarah
i-Pop HQ@iPopHQ

Prabowo says “smart” people are free to leave if they believe the nation is moving toward a “dark age”: “Matanya buram, Indonesia gelap. Indonesia terang. Ada yang mau kabur, kabur saja. Kau kabur saja ke sana. Mungkin ada yang mau kabur ke Yaman. Silakan. Mau kabur ke mana. Hei orang-orang pintar, bukalah berita, lihatlah kita ditempatkan sebagai tempat yang paling aman di dunia sekarang. Kabur saja deh. Iya, kabur saja, biar kita enggak gaduh.” (nasional.kompas.com/read/2026/04/2…)

Indonesia
341
30.8K
58.3K
1.2M
Warse retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ada laporan baru dari lembaga riset Celios yang menurut gue adalah salah satu yang paling mengerikan yang pernah gue baca tentang kondisi ekonomi Indonesia. Judulnya: Republik Oligarki Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026. Dan datanya bukan dari sembarang sumber. Dari Forbes. Dari LHKPN. Data yang sudah terverifikasi dan tidak bisa dibantah. Fakta pertama yang langsung bikin gue sesak napas: 50 orang terkaya Indonesia hanya 50 orang total kekayaannya mencapai Rp4.600 triliun per 2026. APBN Indonesia? Rp3.800 triliun. Artinya 50 orang itu lebih kaya dari seluruh anggaran negara yang digunakan untuk membiayai 270 juta rakyat Indonesia selama satu tahun penuh. Satu tahun. Gaji PNS, subsidi BBM, bayar utang, bangun jalan, biaya militer, semua program sosial semuanya masih kalah dari 50 orang itu. Dan setiap harinya harta 50 orang itu naik Rp13 miliar per hari. Sementara upah pekerja harian di Indonesia bergerak di kisaran Rp2.000 sampai Rp5.000 per jam. Fakta kedua ketimpangan di antara pejabat negara sendiri: Total kekayaan pejabat negara era Prabowo-Gibran: Rp1 triliun lebih. Dan dari seluruh pejabat itu 73% kekayaannya hanya dikuasai oleh 12 orang. Dua belas orang. Yang masing-masing punya kekayaan di atas Rp1 triliun. Siapa? Salah satu yang terbesar adalah Menteri Pariwisata Widya Kusuma. Ada juga Menteri Perumahan Rakyat. Keduanya masuk dalam daftar lima pejabat terkaya. Fakta ketigayang paling menohok soal TNI dan Polri: Setiap tamtama TNI prajurit paling bawah butuh 252 tahun masa tugas untuk menyamai kekayaan Panglima TNI. Dua ratus lima puluh dua tahun. Kalau mulai kerja umur 20 baru bisa menyamai kekayaan atasannya di umur 272 tahun. Itu bukan angka. Itu absurditas. Di Polri sedikit "lebih baik" polisi golongan paling rendah butuh 139 tahun masa tugas untuk menyamai kekayaan Kapolri. Ketimpangan ini bukan hanya antara rakyat dan orang kaya. Tapi di dalam institusi yang sama. Di antara satu korps yang sama. Fakta keempat anggota DPR versus konstituennya: Anggota DPR Gorontalo kekayaannya 800 kali lipat dari rata-rata masyarakat Gorontalo yang mereka wakili. Anggota DPR Yogyakarta 400 kali lipat dari rata-rata masyarakat Yogyakarta. Orang-orang yang mengklaim mewakili rakyat hidupnya 400 sampai 800 kali lebih kaya dari rakyat yang katanya mereka wakili. Dan mereka yang membuat undang-undang. Mereka yang memutuskan kebijakan pajak. Mereka yang menentukan siapa yang dapat subsidi dan siapa yang tidak. Dan ini yang membuat seluruh gambar itu menjadi sangat gelap: Celios mengajukan satu pertanyaan yang sangat sederhana: kalau 50 orang terkaya itu dipajaki hanya 2% dari total kekayaan mereka negara dapat berapa? Rp93 triliun per tahun. Sembilan puluh tiga triliun. Setiap tahun. Dari pajak 2% saja atas kekayaan 50 orang. Itu lebih dari cukup untuk membiayai rekonstruksi bencana besar. Untuk membenarkan semua perlintasan kereta berbahaya di Jawa yang butuh Rp4 triliun. Untuk menggaji 8 juta guru honorer setahun penuh. Untuk menutup seluruh defisit BPJS Kesehatan. Hanya dari 50 orang. Hanya 2%. Per tahun. Tapi itu tidak terjadi. Dan Celios menjelaskan kenapa: Karena orang-orang yang punya kekayaan itu — adalah orang-orang yang sama yang membiayai kampanye politik, yang duduk di dewan komisaris BUMN, yang punya akses langsung ke pengambil keputusan. Pajak kekayaan sudah masuk dalam rencana Kementerian Keuangan paling lambat 2028 kata mereka. Tapi implementasinya? Masih "akan akan akan" saja. Tidak pernah benar-benar dieksekusi. Sementara yang terus dipajaki adalah kelas menengah yang sudah ngos-ngosan. Kelas menengah Indonesia turun 1,1 juta orang dalam setahun tapi mereka yang paling mudah dikejar pajaknya karena datanya ada, penghasilannya kelihatan. Seperti kata peneliti Celios: berburu di kebun binatang. Hewannya kelihatan, tinggal tembak. Sementara yang benar-benar harus dipajaki terlalu kuat untuk disentuh. Dan ini yang paling mengerikan dari seluruh laporan ini: Ketimpangan yang ekstrem ini bukan hanya masalah ekonomi. Ini adalah bahan bakar untuk sesuatu yang jauh lebih berbahaya. Celios menelusuri pola historis dan hasilnya konsisten. Ketika ketimpangan mencapai titik ekstrem dan orang-orang hopeless tidak melihat jalan keluar yang rasional mereka tidak lari ke gerakan buruh atau gerakan sosial yang terorganisir. Mereka lari ke kelompok-kelompok yang menawarkan identitas, musuh bersama, dan rasa memiliki. Di Italia 1930-an orang yang di-PHK direkrut oleh Black Shirt. Di Jerman industri tutup, pengangguran meledak, orang mencari pegangan. Di Indonesia sendiri kerusuhan 1998 dan berbagai gejolak sosial sesudahnya, ketika ditelusuri, akar masalahnya selalu sama: ketimpangan ekonomi yang dibalut isu identitas. Dan tanda-tandanya sudah mulai terlihat sekarang ormas-ormas yang berdemo bukan ke instansi pemerintah tapi ke lembaga bantuan hukum masyarakat sipil, bayaran demo yang menjadi solusi pengangguran, program-program besar yang menyerap tenaga kerja tapi dengan cara yang menciptakan ketergantungan bukan kemandirian. Solusi yang Celios rekomendasikan dan ini sangat konkret: Satu — pajak kekayaan 2% untuk 50 orang terkaya. Langsung hasilkan Rp93 triliun per tahun. Bukan mimpi Brazil dan Colombia sudah melakukannya dengan komite audit independen. Dua — moratorium MBG. Hentikan sementara, perbaiki tata kelola dari akar, baru jalankan lagi dengan tepat sasaran fokus ke daerah 3T dan keluarga miskin ekstrem, bukan merata ke semua sekolah termasuk swasta di Jabodetabek. Tiga — kembalikan 20 triliun yang diambil dari anggaran kesehatan ke Kementerian Kesehatan untuk program stunting yang sudah terbukti efektif. Benefit yang dihasilkan: Rp400 triliun. Versus MBG yang belum jelas benefit konkretnya. Empat — pajak windfall untuk komoditas yang sedang untung besar batu bara, sawit, nikel, minyak. Mereka untung dari harga global yang tinggi, sementara rakyat menanggung subsidi energi. Ini bukan soal nasionalisasi ini soal keadilan distribusi keuntungan. Indonesia bukan negara miskin. Indonesia adalah negara yang kekayaannya terkonsentrasi pada sangat sedikit orang, yang sistem pajaknya melindungi orang kaya dan membebani kelas menengah, dan yang program-program besarnya lebih banyak menciptakan celah korupsi baru daripada menyelesaikan masalah lama. 50 orang lebih kaya dari APBN. 12 pejabat kuasai 73% kekayaan seluruh pejabat negara. Tamtama butuh 252 tahun untuk menyamai Panglima. Anggota DPR 800 kali lebih kaya dari konstituennya. Dan solusinya sudah ada. Jelas. Terukur. Bisa dijalankan hari ini. Yang tidak ada adalah kemauan politik untuk melakukannya. Karena yang harus meloloskan kebijakan pajak kekayaan itu adalah orang-orang yang sama yang akan paling terdampak olehnya. Itu bukan korupsi yang bisa ditangkap KPK. Itu adalah struktur. Dan struktur hanya bisa diubah kalau tekanan dari bawah lebih kuat dari kenyamanan di atas. ⚠️ Disclaimer: Berdasarkan laporan Celios "Republik Oligarki Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026" dan wawancara peneliti Celios Bima Yudistira. Data bersumber dari Forbes dan LHKPN yang dapat diverifikasi publik. Ini analisis berbasis riset independen bukan tuduhan hukum kepada individu manapun.
Lambe Saham tweet mediaLambe Saham tweet media
Indonesia
226
4.1K
7K
211.4K
The Curut
The Curut@TheCurut007·
Ati ati ya gaes. Akun ini baru ngtwit pake tagar itu, satu jam langsung almarhum. Komdiginya lagi galak pokoknya.😂
The Curut tweet media
Indonesia
12
74
549
21.3K
Warse retweetledi
chotz
chotz@chotz666·
Dpt membaca quran itu adalah rezeki. Jika tak dapat baca, maka banyakkan istighfar bagi menghapus dosa…. Kenapa? Dengarkan ni
Indonesia
11
1.5K
5.8K
58.2K
salam4jari
salam4jari@salam4jari·
@BudiBukanIntel 😂 Lumayan dapet nasi kotak, uang transport sama nonton musik. Tapi pas pulang sampe rumah balik ke mode awal, mumet lagi
Indonesia
2
2
11
2.2K
salam4jari
salam4jari@salam4jari·
Emang masih ada yang mau ikutan aksi buruh di Monas besok?
Indonesia
37
30
360
25.8K
Warse retweetledi
mr.tweeps | IDN
mr.tweeps | IDN@mrtweepsID·
Hutang 21M lunas, cuman ngelakuin ini👇
Indonesia
21
193
636
25K