Mehᥫ᭡🐰🐯🐻
71.5K posts


Berbincang dengan adik-adik siswa/i SMA Taruna Nusantara kelas XI Angkatan ke-35 di Istana Merdeka, Jakarta (16/4). Momen yang berharga untuk berbagi dan berdiskusi tentang pentingnya membangun karakter yang tangguh, berintegritas, serta berjiwa kepemimpinan demi memajukan NKRI 🇮🇩

Check out the playlist for 'EXO PLANET #6 - EXhOrizon'! Please stay tuned for the upcoming tour as well! We are ONE 👍 EXO의 'EXO PLANET #6 - EXhOrizon' 플레이리스트를 만나보세요! 그리고 다가올 투어도 계속해서 함께해 주세요! We are ONE 👍 🤍 EXO.lnk.to/EXOPLANET_6 #EXO #엑소 #weareoneEXO #EXOPLANET #EXhOrizon





ANAK SMA GAK BISA NGITUNG! Kurang lebih begitu judul provokatif di beberapa video pendek yang sempat saya tonton. Saya kurang percaya. Apa iya: penjumlahan, pengurangan, pengalian, dan pembagian dasar saja, lambat? Sampai akhirnya beberapa hari terakhir mengharuskan berinteraksi lumayan intens dengan beberapa anak SMA baru (akan) lulus di sebuah kabupaten pesisir. Remaja dengan aktivitas biologis sedang galak-galaknya, banyak menghabiskan waktu scrolling tiktok, sekolah asal lulus, tapi bisa makan MBG sampai 5 ompreng karena sekolah mereka selalu diberikan jatah lebih. Muridnya sedikit. Bagusnya: mereka mau mengerjakan apa saja asal "bisa hidup". Mulai dagang cilok di gerobak dorong, membantu di warung, sampai jadi tulang urut panggilan. Ternyata benar, mereka sangat lambat berhitung. Perkalian dasar setingkat SD saja lemah. Perlu bermenit-menit menghitung 8 kali tiga. DELAPAN KALI TIGA! sampai-sampai seluruh jari tangannya dikeluarkan semua, dipakai menghitung dengan cara menjumlahkan. Saya mengurut dada. Dada sendiri. Sedih. Kecewa. Marah. Semua campur aduk. Bukan marah kepada mereka pribadi, karena biar bagaimana, mereka adalah PRODUK pendidikan. Pendidikan formal di sekolahan, di rumah, dan di lingkungan. Dan, ini saya sampaikan kepada mereka pelan-pelan dengan bahasa amat sederhana. Bahasa sederhana yang sekiranya dipahami oleh mereka yang seumur hidup belum pernah membaca satu buku pun hingga tuntas. Bukan salah menteri dengan kebijakan asal-asalannya, karena jangan-jangan mereka pun TIDAK PAHAM atau di bawah todongan. Pun bukan salah sekolah, apalagi orang tua. Yang tidak tahu tidak bisa dikenakan delik, bukan? Abad-21 dipenuhi piranti canggih, namun pengguna kecanggihan tersebut kalah telak oleh generasi dua ribu tahun lalu, atau abad pertengahan, jauh sebelum renaissance. Kala itu manusia usia belasan tahun sudah siap mandiri, sendiri mengarungi kehidupan. PR terbesarnya kemudian: bagaimana 'menyembuhkan' mereka, yang semula sebagai PRODUK GAGAL sistem pendidikan, menjadi generasi tangguh, terampil, cerdas sekaligus mandiri di tengah tantangan dunia yang semakin berat? Berat. Sangat berat. *** Stella, ini buktinya. Tiap hari makan MBG sampai 5 ompreng pun TIDAK bikin cerdas.

doyoung sent a coffee truck to the wishies for their encore concert 🥹 “babies, have you been well?” “hyung has been well i miss you, babies ❤️” “babies 🤍 eat deliciously and gain strength!” xhslink.com/o/AQhVIPnnsaO #DOYOUNG #도영



















