
-
12.8K posts

-
@Mind_ofzen
Do something because you enjoy doing it, you believe it brings value to your life and you just know that it's the right thing to do




Steven Wongso lagi dirujak netizen gara2 ngomong semua orang gendut itu anjing & gak punya otak, Steven bilang, "Bagiku semua orang gendut itu anjing, amit. Emang bedanya kalian sama anjing apa, makanan di depan kalian semua dihabisin kok, amit." Banyak yg ngerasa sakit hati dengan pernyataan Steven ini,




Breaking News !!! MBG ditolak oleh masyarakat Ekonomi Menengah Kebawah. here we go !!! Mengapa Warga Berpendapatan Menengah-Bawah Menolak MBG? Hasil Survei Persepsi Publik terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Maret 2026 • 1.168 responden nasional • 80,4% penerima langsung MBG Temuan Utama (Lintas Kelas, Satu Suara) • 80,1% responden TIDAK setuju MBG dilanjutkan (hanya 19,9% yang mendukung). • 88,5% menilai manfaat MBG dinikmati elite & pejabat politik (44,5%) serta pengelola/mitra SPPG (44%). • Hanya 6,5% yang menyebut anak-anak sebagai penerima utama ANOMALI FAKTA 🌱 Penolakan Tertinggi Justru dari Kelompok Sasaran. Kelompok berpendapatan menengah-bawah (sasaran utama MBG) paling banyak menolak: RENTANG PENGHASILAN : 🌱 < Rp2 juta/bulan → 80,2% menolak 🌱 Rp2–4 juta/bulan → 74% menolak 🌱 Rp4–8 juta/bulan → 86,1% menolak (tertinggi) Semua kelompok pendapatan menunjukkan penolakan tinggi (74–86%). Empat Temuan Kunci : 🌱 87% warga yakin MBG rawan dikorupsi, 🌱 79% percaya kualitas makanan sengaja diturunkan demi keuntungan pengelola, 🌱 76% menyatakan makanan tidak sebanding dengan anggaran Rp8–10 ribu per porsi, Indeks persepsi negatif rata-rata 4,22 (dari skala 5) Suara Warga Berpendapatan Menengah-Bawah. Meski mayoritas sudah menerima MBG, mereka tetap menolak karena: 🌱 Makanan tidak bergizi (sering hanya cemilan atau roti biasa), 🌱 Program dianggap “maling berkedok gizi” — uang pajak rakyat menguntungkan elite, 🌱 Tidak transparan, rawan korupsi, dan suara warga tidak didengar, 🌱 Banyak yang lebih memilih diuangkan langsung kepada orang tua. Masalah Struktural (Bukan Hanya Implementasi) : 🌱 Tata kelola buruk: top-down, opasitas anggaran,non-disclosure. 🌱 Semua partai politik memiliki SPPG (termasuk keluarga pejabat) 🌱 Program redistribusi dibajak menjadi arena rent-seeking elite 🌱 Respons publik tinggi (97,8% ingin bertindak), tapi kelompok miskin paling banyak “pasrah” Kesimpulan dari Lembaga Porec. 🌱 Program MBG telah kehilangan legitimasi sosial. Bukan lagi pertanyaan “apakah dilanjutkan?”, melainkan “untuk siapa dan dalam kerangka apa?” 🌱 Tanpa perubahan struktural, MBG berisiko menjadi regressive redistribution in disguise — tampak pro-rakyat, tapi justru memperkuat ketimpangan. Sumber : Laporan Policy Research Center (Porec) • Maret 2026 policyresearch.id Link : drive.google.com/drive/folders/… cc : @dosenkesmas @iPoopBased @gibran_tweet @prabowo




Unpopular opinion tentang cowok ganteng.
















